
Baim yang merasa senang karena Eva yang memiliki sifat keras kepala kini mau mendengar perintahnya dalam hati tersenyum bahagia, Baim sangat mengenal Eva sesungguhnya Eva bukanlah Gadis yang sangat buruk dia Gadis yang baik akan tetapi Eva tidak bisa menerima suatu kekecewaan dan di sakiti, karena jika hal itu terjadi makan Eva akan melakukan segala cara untuk mendapatkan kepuaasan hatinya agar dirinya tidak tersakiti.
Dengan kecepatan sedang Baim membawa Mobil kembali ke Rumah, setelah menurunkan Eva Baim segera meminta izin untuk pergi dan Baim berjanji sepulang dari kerja Bsim aksn pergi langsung ke Rumah Bara dimana dirinya aksn bertanya tentang Vanessa apakah Bara mengetahui keberadaan nya atau tidak.
Di sisi lain Arum yang sudah mendapatkan kekuatan dari Abangnya sudah bertekad untuk tetap berpura-pura hamil dan setelah beristirahat selama satu jam Arum pamit kepada Abangnya untuk pergi kembali ke Rumahnya.
Suasana di dalam Rumah tampak legam akan tetapi, Arum merasa ada keanehan yang tidak seperti biasanya.
Ketika Arum memasuki halaman Rumah nya.
"Tunggu, Non mau kenana? "
Dua orang laki-laki bertubuh tinggi tegap berkulit gelap tiba-tiba menghadangnya. Arum merasa heran dan kesal karena kedua laki-laki Asing itu bersikap kurang Aajaar kepadanya.
Arum mengedarkan padangannya ke sekeliling halaman Rumah, Kedua Bola mata Arum membulat seketika.
"Ada apa ini kenapa banyak orang Asing di luar halaman Rumah, mereka siapa dan mau apa di Rumah ini, "
Arum yang bermonolog sendiri karena merasa Aneh dan bingung lagi-lagi di buat tercengang dengan suara orang laki-laki yang ada di depan nya.
"Silakan Nona, Pergi jika tidak ada keperluan yang penting ke Rumah ini. "
Mendapatkan Pertayaan yang diluar pemikiran nya Arum membulatkan kedua bola matanya.
" siapa orang orang ini mengapa menyuruhku, pergi kurang ajaar sekali mereka, apa mereka tidak tau kalau Aku ini pemilik Rumah ini Istri dari Mas Bara, benar-benar mereka harus diberikan pelajaran. " gumam Arum dalam hati.
"Apa kalian bilang pergi, justru kalian yang harus pergi ini Rumah ku ngapain kalian disini, pergi sana bikin rusuuh saja, ingat Aku ini pemilik Rumah ini Istri dari Mas Bara. "
Tampak kedua orang itu sedikit terkejut dan saling berpandangan kemudian menatap Arum dari atas sampai ke bawah dan untuk kedua kalinya mereka lagi-lagi saling berpandangan terkejut dan untuk kedua kalinya saling berpandangan lagi.
"Merasa kesal karena di perhatikan dengan sangat intens membuat Arum maju kemudian mendorong kuat kedua laki-laki yang ada di depannya.
" Minggir Aku mau masuk, "
Kedua orang itupun kembali terkejut karena Arum mendorong mereka dengan kuat membuat kedua laki-laki itupun tubuhnya bergeser kesamping kanan dan kiri.
sementara Arum Melangkah dengan santai masuk ke dalam rumah setelah mengeluarkan kunci dan membuka pintu dengan kunci yang ada di tangannya.
__ADS_1
"Hei, Wanita itu siapa?
"Mana Aku tau, "
"Dia sangat Aneh, kenapa memiliki kunci Rumah ini juga, bukankah kita hanya disuruh untuk mengawasi Istrinya Tuan Bara dan Tuan Bara memperlihatkan foto Istrinya bukan Wanita ini tapi mengapa Wanita ini juga mengaku Istrinya apakah Tuan Bara punya dua Istri? "
"Bisa jadi itu mengingat Tuan Bara adalah orang yang kaya pasti Istrinya banyak, tapi yang tidak bisa Aku mengerti mengapa Wanita ini bisa dengan mudah keluar masuk Rumah sedakan Istrinya yang ada di foto yang di tunjukkan padanya kita saat itu, kita di minta untuk mengawasi dan tidak boleh teledor bahkan kalau bisa kita disuruh menghalangi Istrinya itu pergi. "
"Entahlah kita tidak perlu memikirkan hal itu yang terpenting saat ini kita mengerjakan tugas yang sudah Diberikan kepada kita."
"Kau benar, pasti Tuan Bara Istrinya banyak. "
"Itu hal biasa kan Tuan Bara orang kaya beliau memiliki banyak perusahaan. "
Kedua laki-laki itu terus berbincang dan bicara tentang kehidupan Bara.
Di dalam Rumah Arum langsung mendongak keatas ketika tidak mendapati siapapun yang berada di Ruang Tamu.
"Mas Bara tidak ada di sekitar Ruang tamu dan kamar lainnya yang ada di lantai bawah apa jangan jangan Mas Bara masih bersama dengan Wanita itu di dalam kamarnya, tidak masalah kan seandainya Aku kesana Aku kan juga Istrinya Aku bisa berpura-pura ingin dekat dengan Mas Bara karena Anakku. "
Arum segera Naik ke lantai kamar atas, sementara di dalam kamar Vanessa yang sudah lelah melampiaskan kemarahan dan kekesalannya mulai melangkah masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya sekaligus hatinya yang kesal dan kecewa.
Sampai di depan pintu Arum tertegun karena pintu terkunci.
" Sial, kenapa pintu nya di kunci, "
"Tok.. Tok... Tok...! "
"Mas buka pintunya cepat Aku mau masuk! "
Karena masih tidak ada jawaban Arum kembali mengetuk pintu dengan sangat keras, bahkan kali ini lebih keras lagi hingga suaranya terdengar sampai ke lantai bawah.
"Brisik itu suara Arum lagi teriak teriak dimana sih, "
Bara segera membuka pintu Ruang kerjanya dan berjalan menuju ke Ruang tamu kemudian mencari Sumber suara yang mengaggu di mana sumber suara ternyata dari atas
"Arum ngapain dia ke kamarku, Aku harus kesana jangan jangan Arum mau berbuat buruk sama Nesa. "
__ADS_1
Bara bergegas kembali masuk ke Ruang kerja untuk merapikan tempat kerjanya yang baru saja dia gunakan sebelum memutuskan untuk pergi ke kamar atas tempat tidur pribadinya.
Sementara Arum yang mengetuk pintu dengan keras sambil Beeteiak membuat Vanessa yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi segera membukakan pintu.
"Mau apa kau kesini? " ucap Vanessa ketika Vanessa membuka pintu kamarnya dan mendapati Arum berdiri ke dalam kamarnya.
"Hei Vanessa kamu jangan sok menjadi Tuan Rumah di kamar ini, Aku juga Istrinya Mas Bara bahkan Aku sedang mengandung anaknya jadi kamar ini bukan hanya milik mu tapi juga milikku, " Geram Arum dengan Wajah kesal yang langsung nyolong masuk ke dalam.
Mendengar perkataan dari Arum Vanessa hanya tersenyum miring.
"Silakan saja jika kamu juga ingin tidur disini Aku tidak akan menghalangimu dan berbahagialah kamu karena Aku akan berikan Mas Bara kepadamu ambil untuk mu Aku sudah tidak berminat, Oh ya Dia tidak ada disini sekarang kamu tunggu saja di kamar pasti sebentar lagi datang Aku mau pergi ke Kamar putriku silakan tidur, "
Vanessa bergegas melangkah pergi menuju pintu untuk keluar. Arum hanya mendengus kesal ketika Vanessa melangkah pergi.
Kurang lebih tigapuluh menit setelah Vanessa keluar dari dalam kamarnya tampak Bara berlari-lari kecil menaiki tangga.
"Tidak ada suara apapun semoga Arum tidak berbuat aneh aneh pada Vanessa. " Gumam Bara dengan Wajah cemas.
Sampai di depan pintu kamarnya Bara langsung membuka dengan kasar hal itu membuat Arum sdikit terkejut.
"Mas Bara! "
"Sayang, Kamu dimana? "
Bara tidak memperdulikan Arum yang berjalan mendekati dirinya Bara sibuk mencari keberadaan Vanessa,
"Mas nyari Wanita itu dia sudah keluar dari tadi,"
Bara menghentikan langkah kakinya menatap dingin ke arah Arum.
"Kemana, kamu yang membuat nya keluar dari kamar ya? "
"Mas kok nuduh Aku tanya orangnya sendiri Aku kesini cuma ingin bisa tidur dengan Suamiku juga, "
Bara mendelik mendengar itu kemudian berjalan menuju pintu untuk pergi.
Melihat Bara berjalan keluar Arum merasa bingung dan kesal.
__ADS_1
"Mas kamu mau kemana? "
"Itu bukan urusan kamu, " geram Bara yang dengan sdikit berlari keluar menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa.