DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 154.Bingung.


__ADS_3

Meskipun Vanessa tau Mikha sangat kesal kepadanya karena dirinya yang telah melarang Mikha untuk bisa dekat ataupun berteman dengan Om Tampan nya, akan tetapi dengan sikap Ramah Vanessa tetap menciuum juga kening Putrinya.


Meskipun Mikha yang sangat kesal memilih memalingkan muka. "Selamat tidur sayang, Nanti Mba Sri yang akan membawakan makanan jika Mikha sudah bagun. "


Tanpa mau menjawab Mikha hanya mengaggukkan kepala dengan malas. Bara yang melihat sikap dingin Mikha kepada Vanessa Istrinya mulai merasakan ada sesuatu yang aneh diantara mereka berdua.


Mikha sangat terlihat jelas jika dirinya tidak menyukai Vanessa pasti ada sesuatu hal yang terjadi di antara mereka berdua, Bara menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat berat.


Sesekali ekor matanya melirik ke arah Vanessa yang mencoba untuk tersenyum dan menghibur dengan cara membelai lembut puucuk rambut kepala dari Mikha putrinya sebelum Vanessa juga melangkah keluar dari kamar Putrinya.


Sampai di luar kamar dan Bara menutup kamar Mikha dengan perlahan Bara mulai mendekati istrinya.


"Sayang kamu lagi ada masalah dengan Mikha? "


"Masalah, tidak ada Mas memangnya kenapa Mas bertanya seperti itu. "


"Aku melihat Mikha sedikit dingin padamu sepertinya Putri kita lagi marah padamu? "


"Tidak Mas, itu hanya perasaan kamu saja, Aku balik ke kamar dulu, Aku mau mandi Mikha sudah mandi bersama Mba Sri yang membantu, Mas mau ke kamar apa mau nunggu di Ruang makan. "


"Pergilah sayang, Aku tunggu kamu dibawah, di Ruang makan saja."


"Baiklah, Aku masuk kamar dulu, "


Vanessa segera menaiki tangga sementara Bara duduk sambil bernapas lega karena hampir saja ketahuan jika yang ngidam Arum dan hampir saja hal itu akan membuat celah dari Rahasia perselingkuhannya terbongkar.


"Beruntung Mama mau membantu dan sangat tanggap coba kalau tidak bisa kacau semu ini jadi, Aku tidak perlu tau urusan Mikha dengan Mamanya itu urusan mereka berdua. "


Duduk dengan tenang dan perasaan lega karena hampir mendapatkan satu masalah yang cukup rumit dan pada Akhirnya bisa tersenyum lega karena bantuan Mamanya yang cerdas.


"Tuan apa Non Nesa masih ada di dalam kamarnya? "


Bara yang kala itu sedang duduk bersantai setelah hampir terkena tegangan tinggi akibat dari pertanyaan Vanessa yang hampir membuat Rahasianya terbongkar dan ketahuan kembali terkejut dengan sapaan Mba Sri yang tiba-tiba.


"Mba Sri, ada apa kenapa kau mencari Vanessa, bukankah kalian tadi baru saja pulang bersama, Oh ya apakah jangan-jangan Mbak Sri tahu mengapa Mikha dan Vanessa sepertinya tidak sedang baik-baik saja, Apakah di antara mereka hari ini bertengkar ada salah paham sehingga Mikha terlihat dingin kepada Mamanya, "tanya Bara kepada Mbak Sri yang kala itu berdiri tidak jauh darinya.


" Tidak Tuan, saya justru tidak tau jika Non Mikha dan Non Vanessa ada salah paham, di dalam mobil memang tadi Non Mikha terlihat seperti dingin terhadap Mamanya karena Non Mikha lebih banyak diam dan tidak banyak bersuara saya kira mungkin karena Non Mikha kecapean dan malas bicara tapi ternyata Tuan bertanya apakah di antara mereka sedang ada salah paham saya jadi berpikir apakah karena orang itu yang membuat Mikha dan Non Vanessa kesal dan marah."


"Maksud Mbak Sri apa? orang itu siapa memangnya di tempat itu ada orang lain Siapa dia tanya Bara yang ikut penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Mbak Sri.


" Saya juga kurang tahu Tuan tapi yang saya lihat orang itu sangat Tampan bertubuh tinggi berkulit putih Saya melihat keduanya wajahnya sangat tegang saat itu maksud saya Non Nesa dan orang itu terlihat sama-sama sangat tegang sepertinya mereka baru saja bertengkar."


"Siapa dia, apa Mbak Sri pernah melihatnya kira-kira siapa dia Apakah dia temanku Atau mungkin teman dari papa atau teman dari Vanessa sendiri? "


"Maaf Tuan, saya kurang tahu saya juga tidak bisa memberikan penjelasan Karena saya belum pernah melihatnya saya baru kali ini melihat orang itu orangnya terlihat sangat Tampan."


"Dari tadi kamu cuma bilang Orangnya Tampan dan Tampan, sudah temui Vanessa di atas sana dia ada di atas Memangnya kamu mau ke sana mau ngapain?


" Saya mau menceritakan sesuatu yang Non Nesa tidak tahu dan saya juga ingin bercerita kepada Tuan tapi untuk saat ini saya ingin bercerita dulu kepada Non Nesa, Tunggu saya akan cerita juga kepada Tuan, saya permisi dulu Tuan, "ucap Mbak Sri yang kemudian langsung berjalan menaiki tangga menuju kamar Vanessa di mana Vanessa saat ini sedang mandi karena dia merasa sangat gerah dan terasa lelah.


Sesungguhnya bukan badan dan tubuh Vanessa yang merasa gerah dan lelah, akan tetapi pikiran dan hati Vanessa yang sangat lelah.

__ADS_1


 Dimana hari ini dirinya dibuat kesal dan geram oleh mantan Suaminya yang dengan seenaknya membawa Putrinya pergi tanpa izin.


Bahkan sudah seringkali berani menunjukkan kasih sayang kepada Mikha hal itu yang membuat Vanessa sangat kesal dan geram karena Vanessa tidak ingin Mikha mengetahui siapa bapak kandungnya dan Vanessa juga tidak ingin memberitahu kepada Mikha jika Bara bukanlah orang tua kandung dari Mikha akan tetapi sikap Rendra yang begitu perhatian dan juga begitu terlalu berlebihan membuat Vanessa merasa kesal dan geram karena cepat atau lambat pastilah Mikha akan menyadari perhatian yang diberikan Rendra bukanlah sekedar perhatian seseorang Paman kepada dirinya akan tetapi seorang Ayah kepada Putrinya.


Mandi dengan melamun hingga mengguyurkan air berkali-kali ke tubuhnya bahkan Vanessa yang sangat merasa kesal dan pusing sengaja hari ini juga membasahi rambutnya, Vanessa sengaja mencuci bersih rambutnya agar pikirannya bisa fresh dan tenang, akibat dari apa yang dilakukan oleh Rendra membuat dirinya dan Mikha kini menjadi tegang.


Mikha yang dilarang untuk tidak selalu sering bertemu dan juga jangan berteman lagi dengan pamannya merasa sangat tidak terima dan merasa sangat keberatan.


Hal itu terbukti ketika Mikha bersikap dingin kepadanya hanya karena membela dan ingin mempertahankan dirinya bisa bersama dan dekat dengan Pamannya yang sering sekali Mikha sebut dengan panggilan Om Tampan.


Di luar pintu Mba Sri yang berkali-kali mengetuk pintu akan tetapi tidak mendapatkan jawaban dan juga pintu tidak dibuka dari dalam membuat Mbak Sri mencoba untuk membukanya dan sungguh kebetulan pintu kamar tidak di kunci.


Untuk itu Mba Sri memilih langsung masuk ke dalam dan ketika Mbak Sri memanggil-manggil nama dari Vanessa akan tetapi Vanessa tetap tidak bersuara yang terdengar hanyalah suara gemericik air yang sangat keras membuat Mbak Sri menyadari jika Nyonya Vanessa nya masih sedang mandi.


Untuk itu karena Mbak Sri sangat ingin bercerita dan ingin bicara dengan Vanessa maka Mbak Sri memilih duduk menunggu Vanessa selesai melakukan ritual mandi.


Tigapuluh menit sudah Mba Sri duduk dengan sabar menunggu Vanessa keluar dari dalam kamar mandi, dan akhirnya yang ditunggu muncul juga.


Entah mengapa Mba Sri kali ini merasa sangat heran dengan Non Vanessa nya dikarenakan Mandi cukup lama meskipun waktu tigapuluh menit tidaklah terlalu lama bagi orang yang sedang mandi keramas.


Tapi masalahnya sebelum Mba Sri masuk Non Vanessa nya sudah berada di dalam kamar mandi itu artinya Non Vanessa nya pasti sudah mandi sejak tadi, sejak sebelum Mba Sri masuk ke dalam kamar.


Vanessa yang baru keluar dari kamar mandi dan mendapati pengasuh putrinya berada di dalam kamarnya sedikit merasa heran.


Karena tidak biasanya Mba Sri masuk ke dalam kamarnya sampai menunggu.


Vanessa jadi berpikir Negatif jangan jangan Mikha putrinya membuat ulah sehingga Mba Sri mau dengan sabar menunggu nya.


"Lumayan Non, tigapuluh menitan. "


"Astaga, nunggu sampai tigapuluh menit pasti ini Mikha benar-benar bikin ulah, anak itu semakin bandel dan keras kepala ketika dilarang untuk bisa dekat dengan Om Tampan nya, Mas Rendra benar-benar brengsek sudah membuat Mikha melawan ku, ini belum apa-apa Mikha sudah mementingkan Mas Rendra dari pada Aku lebih membela dan mendengarkan Mas Rendra dari pada Aku yang dari kandungan merawatnya, bagaimana jika sampai Mikha tau jika Mas Rendra adalah Papa kandungnya, bisa-bisa Aku dihempaskan sama Anakku sendiri, huuuuffp." gumam Vanessa bermonolog sendri dalam hati.


Mba Sri yang melihat Vanessa diam merasa bingung dan heran.


"Non Nesa...! "


"Oh, iya Mba, maaf lagi tidak konsen maaf, Mba Sri sudah nunggu begitu lama pasti ini gara-gara Mikha yang lagi membuat ulah ya, Maaf ya Mba Anakku begitu bandel dan sangat keras kepala." ucap Vanessa dengan Nada lirih sambil mendudukkan bokongnya di depan Mba Sri.


Mba Sri tersenyum kemudian menggelengkan kepalanya.


"Bukan soal Non Mikha dan Non Mikha tidak membuat ulah apapun. '


" Oh, jadi bukan soal Mikha lalu ada hal penting apa sampai Mba Sri bela-belain nunggu Aku selesai mandi, "


"Begini Non, "


Mbak Sri meneguk kasar ludahnya kemudian mengusap sekilas wajahnya kemudian menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan sangat perlahan seolah-olah sedang menanggung suatu beban yang cukup berat.


Hal itu membuat Vanessa mengernyitkan dahinya melihat sikap dari Mbak Sri yang terlihat sangat aneh dan mengherankan di mana Mbak Sri terlihat sangat tegang dan juga sangat berat untuk mengatakan apa yang dia ingin katakan hal itu juga membuat Vanessa semakin merasa heran dengan pengasuh putrinya karena tidak seperti biasanya Mbak Sri bersikap seperti itu.


"Sudah katakan saja Mba Aku siap mendengarkan. "

__ADS_1


"Begini, Non, tapi apa yang akan saya katakan juga belum tentu benar karena ini masih sebuah dugaan dan pemikiran pribadi saja. "


"Katakan saja Mba tidak usah ragu ada apa, hem, "


"Nonton saat kita di sekolah maksudnya saat saya belanja di pasar saya bertemu dengan Ulet Bulu dia juga ada di pasar, "


"Ulet Bulu? "


"Hehehe Maksudnya saya bertemu dengan Arum di pasar Non, '


" Owalah kirain apa, kalau bertemu di pasar pasti karena Arum mau belanjalah Mba dan hal itu biasa saja tidak apa-apa belanja, Mama tidak akan marah. "ucap Vanessa memberikan penjelasan kepada Mbak Sri yang kala itu mengadu kepadanya, Vanessa berpikir Mbak Sri tidak suka dengan Arum yang keluar belanja sendiri untuk itu Mbak Sri mengadu kepadanya.


"Bukan itu Mba, bukan karena Arum belanja, kalau Arum mau belanja apapun di pasar itu terserah dia dan saya tidak akan mempersoalkan itu mbak yang saya persoalkan belanjaan yang dibawa Arum itu sangat mencurigakan dan sangat aneh sekali. " ucap Mbak Sri memberikan penjelasan kepada Vanessa.


Vanessa semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Mbak Sri pengasuh dari pputrinya, Vanessa mengeryitkan dahinya menatap lekat-lekat sang pengasuh yang sedang berbicara dengan sangat serius kepadanya.


"Memangnya belanjaan apa yang mencurigakan, Emangnya ada belanjaan yang mecurigakan, apakah Arum belanja minuman keras atau hal-hal yang negatif lainnya, "


"Bukan, Non, bukan itu yang ingin saya katakan, Ini soal belanjaan biasa tapi sangat Aneh Arum saya lihat belanja buah mangga hijau, sepertinya ada sesuatu yang aneh pada Arum jangan-jangan Arum itu Hamil Non, "


"Apa? buah mangga..! "


"Iya, Non, Saya melihat Arum membawa buah mangga. "


"Kok bisa Arum, bukannya yang beli buah mangga itu Mama, Mba Sri kamu pasti salah lihat yang membeli buah Mangga itu Mama beliau justru di bohongin penjualnya katanya mangganya manis tapi yang di kasihkan kecut dan Asam."


"Non Vanessa tau dari mana kalau buah mangga itu yang membeli Nyonya besar? "


"Mama sendiri yang bilang Mba, "


"Nyonya sendiri, wah ini benar-benar sangat aneh dan mencurigakan, Bagaimana mungkin mangga yang dibeli Arum tiba-tiba Nyonya Besar yang mengatakan jika mangga itu dia yang beli ini pasti salah, atau jangan-jangan antara Arum dan Nyonya Besar di antara mereka berdua ada persekongkoolan, siapa tahu seperti itu dan Non Vanessa tidak menyadari hal itu, Non Vanessa dianggap Wanita bodoh Pasti seperti itu dan Non Vanessa tidak akan pernah mencari tahu ataupun merasa curiga, sehingga apa yang dikatakan dan apa yang diucapkan oleh Nyonya Besar Non Vanessa pasti akan percaya dengan mudah.


Jika seperti ini itu artinya di rumah ini benar-benar ada satu rahasia dan hal yang belum diketahui, tapi mengapa Nyonya Besar sangat membela dan bersekongkol dengan Arum, Apa yang membuatnya membela Arum dan mengapa sampai berkata dan bicara bohong pada Non Vanessa, ada rahasia apa ini Aku harus mencaritau, karena sepertinya Non Vanessa tidak akan pernah mengetahui tentang apapun dan sepertinya sengaja disembunyikan dari Non Vanessa." gumam Mba Sri dalam hati.


melihat sang pengasuh diam saja sambil bibirnya bergerak-gerak akan tetapi tidak mengeluarkan suara membuat Vanessa merasa heran dan bertanya.


"Ada apa Mba, apa yang kamu pikirkan, "


"Non Nesa, merasa tidak jika Nyonya dan Arum bekerja sama untuk membohongi Non Nesa. "


"Maksud Mba Sri bagaimana, Aku semakin tidak paham. "


Mbak Sri menarik nafas panjang kemudian menghembuskan nya dengan perlahan memaklumi jika wanita yang ada di depannya benar-benar tidak memahami dan tidak mengerti maksud dari pemikirannya, dikarenakan wanita yang ada di depannya benar-benar sangat mempercayai mertua dan juga tamu dari Mama Mertuanya.


"Saya berpikir jika sebenarnya Arum membeli buah mangga karena dirinya sedang ngidam dan itu artinya Arum hamil."


"Apa? "


"Iya, Non. perasaan saya mengatakan hal itu dan Nyonya sepertinya tau jika Anak dari temannya itu sedang hamil untuk itu Nyonya berbohong pada Non Nesa agar tidak tau, tapi Saya tidak mengerti mengapa Nyonya merahasiakan semua dari Non Nesa, sementara jika Arum benar-benar hamil semua bukan urusan dan semua tidak ada sangkut pautnya dengan Non Nesa Seandainya Non Nesa tahu semua juga tidak masalah mungkin Arum hanya merasakan malu saja. "ucap Mba Sri memberikan penjelasan.


Vanessa mangut mangut menandakan memahami apa yang dikatakan oleh Mbak Sri pengasuhnya, dirinya juga kini mulai merasa heran dengan Mamanya yang mana tidak mungkin tiba-tiba membeli mangga terlebih hanya karena kebetulan menginginkan buah mangga dan mana mungkin seorang penjual akan berbohong kepada sang pembeli sedangkan dari warnanya sudah sangat menjelaskan jika buah mangga itu bukanlah buah mangga yang sudah masak dan tua, akan tetapi buah mangga muda. Kini Vanessa merasa bingung antara percaya dan tidaktidak, siapa yang benar dan siapa yang salah, siapa yang berkata jujur dan siapa yang bicara berbohong, bahkan saat Itu juga ada Bara Suaminya yang kala itu juga langsung mengiyakan apa yang Mamanya ucapkan.

__ADS_1


__ADS_2