DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 37.BINGUNG


__ADS_3

Waktu terus merangkak Naik dan sore haripun mulai tiba, Rendra merasa sangat kecewa karena hari ini dia benar-benar tidak bisa bertemu dengan Vanessa dan putrinya.


Kini Rendra menyadari jika hari ini Vanessa tidak datang hal itu dikarenakan Vanessa sudah melihat dan mengetahui kehadirannya, karena Rendra sangat yakin Vanessa bukanlah sosok wanita yang mudah mengabaikan tugas hanya karena urusan keluarga, Karena Vanessa bisa membagi semua itu dengan sangat baik dan benar dan apabila sampai Vanessa tidak masuk dalam satu pekerjaan dan satu tugas itu karena ada sesuatu alasan yang sangat tidak Vanessa mampu untuk dia hadapi, hal seperti itulah yang dulu pernah terjadi ketika Vanessa dan Rendra menghadapi satu masalah yang sangat pelit di mana terpaksa Vanessa tidak masuk kerja karena suasana hati Vanessa yang benar-benar tidak nyaman kala itu dan Rendra yakin apa yang terjadi dengan Vanessa kali ini adalah sesuatu yang juga tidak nyaman di hatinya dan itu berarti Vanessa sudah mengetahui tentang kehadirannya dan keberadaannya di butik ini .


Rendra menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan sangat kasar dengan langkah yang sangat lemah Rendra mulai melangkah pergi dari butik dengan memanggil taksi online, Rendra memutuskan niatnya untuk kembali ke hotel hari ini, hatinya benar-benar merasa sedih dan hampa perasaan kecewa dan juga putus asa sehingga Rendra melupakan jadwal makannya.


"Pak kita mau kemana? " tanya sang sopir kala itu, karena Rendra belum memberi tau arah tujuan nya.


Dengan perasaan malas Rendra mengatakan ingin kembali ke hotel akan tetapi Rendra meminta kepada sopir taksi untuk melajukan mobilnya dengan sangat perlahan dikarenakan Rendra ingin sampai di hotel menjelang malam.


Karena keinginan Rendra seperti itu maka sopir taksi mengajak Rendra untuk berkeliling sejenak dengan mobil taksinya.


Menjelang sore hari Bara sudah sampai di Rumah dimana Vanessa juga sudah siap menunggu kedatangan nya.


"Apa kamu sudah siap, "


"Sudah rapi begini itu artinya sudah dong."


"Ok, kita berangkat. "


"Memangnya mau bulan madu di hotel mana? "


"Hotel Chantika XX, itu hotelnya sangat bagus dan kebetulan Nanti malam Aku ada undangan makan malam disana jadi sekalian nginep di hotel itu, "


"Baiklah, Ayo. "


Vanessa segera masuk ke dalam mobil, Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata hingga sampai di hotel Chantika xx hampir menjelang magrib.


Karena sudah melakukan pemesanan lewat online Bara dan Vanessa hanya tinggal datang saja.


Setelah memikirkan mobilnya Bara dan Vanessa mulai masuk kedalam.


"Sayang, sini biar Aku yang Bawa, "

__ADS_1


Bara mengambil koper kecil milik Vanessa dan juga tas yang kala itu di bawa Vanessa.


"Mas, haus. Aku pesan minuman dulu di restoran bawah ya, "


"Baiklah, Aku Naik ke atas untuk menaruh koper ini dulu, setelah itu Aku turun Aku tenani kamu makan malam sekalian, ini pegang card nya Aku Naik dulu. "


Vanessa menerima uluran kartu Card dari Bara kemudian berjalan menuju restoran bawah. Setelah memesan sebuah minuman segar Vanessa celinggukan melihat tempat duduk yang sekiranya kosong, setelah menemukan Vanessa segera duduk sambil menikmati Minuman segar yang dia pesan, jus Alpukat itulah minuman kesukaan nya.


"Pasti lebih Nikmat jika sambil makan cemilan, Aku pesen cemilan juga lah, "


Vanessa meletakkan minuman nya yang baru beberapa seruput dia minum kemudian melangkah


Disisi Lain mobil taksi yang di kendari Rendra juga sudah sampai di depan Hotel dengan langkah sedikit limbung Rendra memanggil satpam hotel.


"Tolong pasankan Aku makanan dan minuman Aku sangat lapar, "


"Baik, Mari Aku antar mencari tempat duduk yang kosong. "


"Wah Tuan semua tempat hari ini sudah penuh tinggal satu tempat ini saja, silakan Tuan duduk disini, "


Tanpa membantah Rendra menurut ajakan dari Pak satpam.


"Tunggu Tuan, saya pasan makanan dan minuman dulu, "


"Iya, cepat lah pergi, " seru Rendra dengan mengibaskan tangannya memberikan isyarat agar Satpam itu segera pergi dan memesankan makanan untuk nya.


Tanpa bertanya lagi Satpam itu langsung melangkah pergi akan tetapi dia segera berbalik lagi.


"Astaga di tempat itu tadi ada minuman bekas orang Aku belum singkirkan, jangan jangan Tuan itu minum, Aku singkirkan dulu, Ah tidak...tidak Tuan itu lagi merem begitu manalah mungkin langsung ambil itu minuman bekas orang, biarin saja dulu, biar Aku pesankan makanan setelah itu Aku buang bekas minuman orang yang ceroboh karena tidak membuangnya."lirih Satpam yang di mintai tolong oleh Rendra.


Di tempat duduk nya Rendra yang perutnya sudah keroncongan dan sangat lapar, karena dari pagi belum makan sambil memejamkan kan mata dengan kepala telungkup di atas meja, tangannya mulai bergerak meraaba raabaa meja berpikir Satpam sudah datang dan sudah meletakkan pesanan makanan nya diatas meja.


"Ini mag Aku seperti nya kambuh lagi, mana sih Satpam itu menaruh makananku, Oh ini dia, "lirih Rendra yang tangan nya sudah berhasil memegang gelas yang ada di depan nya.

__ADS_1


" Ah, Kenapa cuma membawa kan minuman apa pesan makanan di restoran ini sangat lama, lagi pula kenapa minuman ini seperti nya tidak penuh, sungguh Restoran ini juga pelit masak di kasih segini tapi tidak apalah dari pada semakin lama tidak makan makan Mag ku benar-benar kambuh, minum sajalah dulu, "


Rendra segera meneguk minuman yang ada di atas meja.


"Ini minuman rasa Alpukat, hahahaa, ini kan dulu minuman kesukaan nya Vanessa, Pak Satpam itu ada ada saja menesankan minuman kok jus Alpukat, tapi ini bagus untuk mag ku dia akan merasa sedikit kenyang dan Akhirnya Mag ku tidak jadi kambuh lagi, Ah lamanya mending Aku tunggu sambil tidur dulu, "


Rendra kembali menjatuhkan kepala nya diatas meja dengan posisi telungkup.


"Nah cemilan ini yang enak untuk suasana sore menjelang malam Nanti, Aku bagi dengan Mas Bara dia harus mencoba makanan khas Indonesia yang ada di Restoran ini pisang goreng coklat dengan taburan keju, Aku sudah tidak sabar untuk melahapnya, Ah ya tempat duduk ku kan disana tapi kok itu ada orang nya, apa Aku yang salah, tidak...tidak Aku tadi memilih tempat duduk paling ujung memang dan bukan kah itu minuman ku, Astaga kenapa minuman ku jadi tinggal sedikit begini, Apa Orang ini yang meminumnya, "desis Vanessa dalam hati.


Vanessa memperhatikan sosok laki-laki yang sedang tertidur dengan wajah telungkup, sehingga Vanessa tidak bisa melihat siapa orang itu.


" Gimana ini, apa Aku bangunkan saja dia dan pasti minuman ku dia yang minuman mana mungkin tumpah karena disini juga tidak ada bekas tumpah nya." lirih Vanessa semakin di buat bingung.


Ketika Vanessa sedang sibuk bermonolog sendiri tiba-tiba datang Satpam sambil membawakan pesanan makanan dari laki-laki yang sedang tertidur.


"Aduh, Mbak maaf... ini tempat duduk Mbaknya ya, Maaf tadi saya di mintai tolong oleh Tuan ini untuk menesankan makanan dan seperti nya Tuan sangat tidak sabar dan sangat lapar sehingga minuman milik Mbak nya dia minum mungkin disangka nya itu minuman saya yang sudah pesankan, sekali lagi Maaf Mbak, biar saya ganti dan pesankan untuk mbaknya, kebetulan Tuan itu ngasih uang lebih.


"Oh, tidak apa-apa tidak usah saja, "


"Bener Mbak tidak apa apa? "


"Iya, Benar biar Aku minum punya dia apakah orang ini mabuk?


" Tidak, Mbak, seperti nya cuma kelaparan saja seperti nya dia tidak makan wajahnya pucat dan tubuh nya tapi terlihat lemas, kalau boleh saya minta tolong pada Mbaknya Tolong jaga dia sebentar, kalau sudah bangun suruh makan biar kembali pulih, saya ada pekerjaan lain soalnya Apakah Mbaknya tidak keberatan. "


"Oh, tidak, biar Aku tunggu sampai dia Bangun. '


" Trimakasih, Mbak saya pergi dulu, "


"Iya, silahkan, "


Pak satpam segera pergi tinggallah Vanessa dengan laki-laki yang ada di depan nya.

__ADS_1


__ADS_2