
Bara yang melihat Rendra turun dari kamarnya dengan membawa ponsel hp miliknya merasa sangat panik dan gusar karena Bara ingat jika ponsel hp-nya tidak dikunci dengan menggunakan sandi hal itu memudahkan Rendra untuk melihat dan mengetahui siapa saja yang telah menghubungi Bara atau Siapa saja orang yang sering melakukan panggilan telepon dengan Bara dan hal itu bisa dicurigai oleh Rendra.
"Lepaskan Aku brengsek..!
" Berteriaklah Karena Aku tidak akan melepaskan mu, cepat Ren lacak keberadaan mereka agar kita bisa tau dimana keberadaan Mikha. "
"Kau benar, jangan kau buang buang tenagamu hanya dengan memegangi nya, ikat saja dan ayo cepat pergi, "
"Ide yang bagus siap Bos, "
"Hei, lepaskan kau mau apain Aku, "
"Diamlah, jangan brisik. 'bentak Robi yang kala itu langsung menggikat Robi pada kursi dan dengan cepet setelah semuanya selesai Robi segera berlari keluar Rumah mengikuti Rendra yang sudah keluar lebih dulu.
Bara yang terikat berteriak-teriak sambil memaki-maki Rendra dan Robi yang kala itu sudah pergi.
Suara teriakan dari Bara yang kala itu sangat keras sampai pada ruang kamar Arum yang terletak sedikit ujung karena Suaranya sangat keras Arum mendengar teriakan Bara langsung membuka pintu dan keluar dari dalam kamarnya karena Arum merasa sangat heran dan merasa penasaran Mengapa suaminya berteriak dengan sangat keras.
"Itu kan Suaranya Mas Bara ada apa dengan nya kenapa berteriak-teriak begitu, coba Aku lihat. " ucap Arum dalam hati yang kemudian membuka pintu dan keluar dari dalam kamarnya.
__ADS_1
Arum segera melangkah menuju ke sumber suara di mana sumber suara dari teriakan Bara berada di ruang tamu.
Kedua bola mata Arum membulat seketika ketika melihat Bara sedang berteriak di kursi dengan sedikit tergesa-gesa Arum segera berlari kecil menghampiri Bara yang kala itu masih berteriak-teriak sambil menyebut-nyebut nama Robi dan Rendra.
"Mas Bara kenapa Mas Bara terikat Siapa yang mengikat Mas Bara di sini seru Arum yang kala itu sudah berada di dekat Bara dan segera membuka ikatan tali.
" Mas tunggu Aku akan buka ikatan Mas Bara."
Dengan cepat Arum mulai membuka ikatan yang mengikat Bara dan dalam hitungan menit ikatan yang mengikat Bara sudah terlepas.
Bara segera bangkit dan berjalan hendak menuju ke pintu akan tetapi tangan Arum menahan dan menghentikan langkah kaki dari Bara yang kala itu berniat untuk pergi ke luar rumah.
Merasa dirinya ditahan oleh Arum Bara segera menghentikan langkah kakinya kemudian menatap tajam pada Arum yang kala itu bertanya dan menunggu jawaban dari Bara, dengan sangat kasar barang menghempaskan tangan Arum.
"Apakah setelah kamu membantu melepaskan ikatanku kamu sudah merasa berhak untuk mengaturku? "
"Mas, Arum cuma mau tanya dan Arum tidak berniat mengatur Mas Bara tapi Arum cuma ingin tau, "
"Tidak perlu ingin tau dan mengurusi urusanku, tugasmu cukup kamu jaga baik-baik bayi yang ada di dalam perutmu, " sinis Bara dengan suara kasar dan dingin.
__ADS_1
Arum menggigit bibir bawahnya mendengar perkataan sinis dari Suaminya, sungguh Arum meresaa sangat sedih dan kecewa karena sikap dari Suaminya tidak ada baiknya selalu bersikap dingin dan acuh padanya seolah dirinya tidak sekalipun di harapkan orang Suaminya.
Melihat Arum diam Bara tersenyum sinis, kedua bola matanya menatap Wajah Arum dengan pandangan yang sangat dingin kemudian Wajahnya menatap ke bawah bagian perut, Bara mengeryitkan dahinya.
"Kamu kenapa, tumben hari ini perut kamu terlihat rata, "
"Deg..!
Kedua bola mata Arum mendelik seketika, sungguh dirinya tidak menyangka Bara memperhatikan perutnya dan Arum baru sadar jika dirinya lupa menggunakan perut palsu yang terbuat dari Bantal.
" Ada apa, kenapa melotot begitu sudah sana pergi ke kamar mu dan beristirahat Aku pergi dulu, "
Tanpa menunggu jawaban Bara langsung melangkah pergi dengan membuka pintu, sementara Arum yang diam tertegun merasakan sangat tegang kini bisa bernapas dengan lega karena Bara Suaminya tidak bertanya macam-macam.
"Beruntung Mas Bara tidak bertanya yang aneh aneh, tapi Aku jadi tidak bisa mencegah kepergiannya, tidak apa apalah, yang penting Aku masih Aman dan smoga Abang Faisal sudah membereskan Mama Sukma, agar Rahasia ku tetap Aman.
Arum segera membalikkan badan dan melangkah menuju ke kamarnya.
Bara yang keluar dengan tergesa-gesa segera mengeluarkan mobil hitamnya.
__ADS_1
"Aku tidak boleh kalah cepat dari Rendra dia tidak boleh menemukan Mikha, Aku harus mencari jalan pintas agar Aku bisa sampai lebih dulu darinya, brengsek Robi sialan itu benar-benar cerdas dia sengaja tidak mengembalikan ponsel hpku, agar Aku tidak bisa menghubungi anak buahku, tapi Aku ini orang yang pintar dan pastilah tanpa ponsel HP yang memberikan perintah pada Anak buah suruanku Aku masih bisa tetap sampai lebih dulu karena Aku sudah tau jalan pintasnya. " ucap Bara sambil tersenyum miring.