
Mikha mengernyitkan dahinya melihat sikap Mama dan Om Tampannya seperti sedang lagi bermusuhan, sangat terlihat jelas jika kedua nya sama-sama sedang marah.
Dengan gerakan lucu Mikha memukul mukul kecil pipinya sendiri dengan satu jari telunjuk nya, seolah-olah anak kecil itu sedang berpikir keras.
"Ade kecil, Maaf ya, tante lagi buru-buru begini Ade kecil, Tante Ajari cara memfotret nya, begini arahkah kemudian tekan klik, nah ini sudah jadi dan sepertinya Papa dan Mama Ade kecil lagi marahan jadi tante pergi dulu ya, karena tidak enak tante tidak boleh melihat pertengkaran sepasang Suami-istri. "
Tanpa menunggu jawaban wanita itu segera melangkah pergi meninggalkan Mikha setelah memberikan ponsel hp kepada Mikha dan setelah mengajari Mikha cara untuk memfotret.
"Stop.. stop.. Mama dan Om jangan berantem dong pasangan Suami istri itu tidak boleh berantem kata tante itu tadi begitu, "
"Apa? Pasangan? "
Lagi-lagi Rendra dan Vanessa mengucapkan kalimat yang sama dan Lagi-lagi keduanya langsung berpandangan.
"Kenapa, ngekor terus sih kalau Aku ngomong."sinis Vanessa kesal efek dari rasa cemburu karena Rendra sudah memiliki anak dan istri lagi.
Rendra menatap tajam pada Vanessa.
" Bukan Aku yang ngekor, tapi kamu yang latah ngikutin apa yang Aku ucapakan." sinis Rendra tidak mau kalah semua juga efek dari rasa sakit cemburu dan kecewa karena Vanessa dengan sangat jelas mengatakan tidak mau meninggalkan Bara.
"Kamu..!
" Kamu..!
"Pasti kamu..!
" Kamu...tuh!
"Stop... stop kenapa Mama sama Om Tampan jadi berantem. "
"Dengar tuh apa kata anakmu? "
"Dengar juga itu nasehat anakmu untuk kamu ?
Mikha semakin mengelengkan kepala nya melihat kedua orang dewasa yang ada di depan nya saling menyalahkan.
" Iiih, I'm tampan sama Mama lagi berantem Aku harus cari ide biar mereka tidak lagi berantem. "
Mikha mulai berpikir sambil manggut-manggut.
"Aaaahhh, huaaa.. huaaaa hizkk.. hizk.. Mama sakit... !
__ADS_1
Tiba-tiba Mikha menjatuhkan dirinya sambil menangis kencang, sontak saja hal itu membuat Rendra dan Vanessa panik langsung berjalan menghampiri putri nya.
" Sayang... kamu kenapa? "
"Mikha sayang, mana yang sakit coba Papa lihat, "
Mendengar perkataan Rendra yang menyebut dirinya Papa, Vanessa langsung menatap horor pada Rendra dan Rendra yang menyadari dirinya keceplosan pun langsung memalingkan muka kemudian menunduk menatap Mikha yang masih menangis dengan kencang.
"Maksudnya biar Om priksa dan lihat yang sakit."
"Ini, disini sakit Om, "cicit Mikha dengan manja tangannya pun dengan santai nya melingkar di leher Rendra.
Vanessa yang melihat hal itu langsung membuang muka, ada rasa cemburu karena putri nya ternyata lebih sayang dan sangat manja pada Rendra daripada pada dirinya.
"Ini belum tau kalau Mas Rendra itu Papanya, sudah manja begini kalau tau pasti status Mama tercinta untuk ku hilang sudah diganti kan dengan sttus cuma Papa tersayang dan ini tidak boleh terjadi Mikha tidak boleh lebih sayang kepada Mas Rendra daripada kepada ku, memang tepatnya mereka berdua dipisahkan saja biar cinta dan sayang nya Mikha cuma untuk Aku seorang tidak boleh buat Mas Rendra brengsek itu suka selingkuh suka kawin juga lagi huuuufffp. "Lirih Vanessa kesal dalam hati.
Dengan rasa sayang Rendra mengusap usap kaki Mikha yang di bilang sakit meskipun disana Rendra tidak melihat adanya luka sedikit pun, diam diam Rendra tersenyum gemas karena ternyata putri nya sedang berakting.
"Tidak ada yang terluka ,Anak cerdas, ini dia pasti sedang sedang berbohong pasti, " gumam Rendra dalam hati andai kedudukannya sebagai Papa itu sudah halal, sudah pasti Rendra akan menciuumi kaki putri nya yang mengemaskan itu, sayangnya dia hanyalah seorang Om yang pasti nya kedudukannya sebagai orang asing untuk Mikha putri kandung nya sendiri," Rendra tersenyum kecut menggigat itu, sakit dan serasa menyesakkan dada karena haknya sebagai seorang Ayah tergusur dan tergantikan oleh orang lain dan mirisnya Vanessa sudah menutup pintu dan harapan nya untuk bisa kembali padanya apalah daya ini mungkin sudah takdir dan hukuman yang harus dia Terima kehilangan orang orang yang sangat dia cintai , mau tidak mau harus bisa merelakan dan melepaskan nya demi mereka bisa bahagia dan biarlah dirinya yang sakit dalam penyesalan terdalam nya.
"Om, Mikha sayang sama Om dan besok Om sudah pulang Apa Mikha boleh minta Om ciuum mikha disini. " tunjuk Mikha pada pipi kanannya.
"Tentu saja, Mikha sedih kapan lagi Mikha bisa ketemu dengan Om Tampan yang baik, "cicit Mikha sambil menangis.
Bagaikan disayat sayat hati Rendra mendengar perkataan polos dari putri nya, dengan penuh kasih sayang Rendra mengusap lembut air mata putri nya.
" Sungguh batin dan hati anak kecil itu sangat peka tidak perlu para orang tua bicara karena hati akan bisa dengan muda merasakan nya, seperti saat ini Mikha sudah menunjukkan bahkan mungkin dia sudah merasakan jika pertemuan nya dengan Rendra kali ini adalah pertemuan terakhir nya yang tidak akan pernah terulang lagi dan semua itu memang benar adanya, karena Rendra sudah bertekad untuk melepaskan dan menjauh dari kehidupan putri dan mantan istrinya, meskipun sesungguhnya sangat sakit akan tetapi demi membuat Mantan istrinya bahagia, karena cukup lah dirinya menyakiti dan sudah saatnya membiarkan sang mantan istri bahagia dengan pilihan nya.
Rendra mencoba tersenyum meskipun sangat terlihat jelas senyum yang dia berikan adalah senyum kepahitan.
"Mikha sayang, percayalah Allah yang baik pasti akan mempertemukan kita lagi, jadi Mikha jangan sedih lagi berdoa saja dan minta sama Allah Apa yang ingin Mikha minta percayalah pasti akan Allah kabulkan, sudah ya sayang tidak boleh menangis lagi, jangan buat Mama sedih Mikha harus bisa buat Mama bahagia ya, "
"Iya, Om, Mama sini!
Vanessa yang diam terpaku dengan cicitan putri nya yang ternyata sangat merasakan sedih dan kehilangan dengan kepergian Rendra membuat hati Vanessa ikut tercabik cabik, Vanessa baru menyadari hubungan darah itu lebih kental dari segalanya, meskipun Mikha putri nya tidak tau jika Rendra adalah Papa kandung nya akan tetapi perasaan cinta dan Sayang Mikha pada Rendra sangat besar bahkan bisa lebih besar dari perasaan Cinta nya Mikha kepada nya itu artinya Mikha lebih mencintai Rendra dari pada padanya.
Serasa sesak di dalam dada Vanessa menarik napas panjang kemudian menghembuskan nya dengan perlahan, memenuhi panggilan putri nya Vanessa mulai berjongkok disamping putri nya disebelah kiri sementara Rendra berdiri di sebelah kanan.
Dimana kedua orang dewasa itu mensejajarkan tingginya dengan tinggi Mikha, keduanya menatap sayu putri mereka.
"Mikha yang sudah berdiri, Mama dan Om Tampan nya sudah berdiri di samping kanan dan kirinya, Mikha menoleh ke kanan dan ke kiri.
__ADS_1
" Mama..dan Om tampan Mikha mau di ciuuum di pipi.'
"Baiklah, sini biar Om Ciuum, "
"Tunggu Aku mau di ciuuum nya barengan, Om di pipi kanan dan Mama di pipi sebelah kiri,"
"Boleh,
" Mikha hitung dulu sampai tiga ya... ?
Vanessa dan Rendra keduanya mengagguk menyetujui permintaan putri mereka.
"Satu... dua.. tiga...!
Dalam hitungan ketiga tiba-tiba Mikha membungkuk, karena kakinya tersa gatal dan harus di garuk untuk itu Mikha membungkuk.
" Duuuugh....!
Ciuuuman yang seharusnya untuk pipi Mikha menjadi salah sasaran dimana justru Bibir Vanessa bersentuhan dengan Bibir Rendra, sontak saja hal itu membuat Vanessa dan Rendra sama-sama terkejut.
Alih... alih melepaskan Rendra justru menyesaapnya dan menikmati, Vanessa sendiri tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima luummatan bibir Rendra.
Memanfaatkan yang ada mungkin itulah yang ada di dalam pikiran Rendra yang Awalnya cuma bibir bersentuhan setelah sadar bukan nya melepaskan tapi justru langsung membungkam nya dengan penuh perasaan.
Vanessa yang terkejut dan tanpa sadar bibir nya terbuka justru mempermudah Rendra dalam memainkannya.
Mikha yang gataal di kaki sudah selesai di garuk dan rasanya sudah enakan dibuat melongo dengan pemandangan Mama dan Om tampan nya yang sedang berciuman bibir.
"Mama...!Om tampan kok jadi kalian yang berciuman untuk Mikha mana? " cicit Mikha protes yang langsung membuat Rendra dan Vanessa tersadar kemudian saling melepaskan Vanessa diam dengan menundukkan kepala.
"Rasanya malu sekali, karena tanpa sadar menerima dan membiarkan pangutan dari mantan suaminya.
Di sisi lain sebuah tangan mengepal dengan sangat kuat, Wajahnya merah padam, hingga urat urat lehernya terlihat begitu jelas.
" Brengsek kalian..!
"Araaaahhhh....!
Sosok laki-laki yang tidak lain Bara dimana kedatangan nya tepate pada saat Rendra menciuum bibir Vanessa dan Vanessa membiarkan nya.
Dengan langkah Cepat Bara kembali masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobil dengan kecepatan kencang.
__ADS_1