DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 135.Sangat Kesal


__ADS_3

Bara terus bermonolog sendiri di sepanjang langkahnya, sungguh hatinya sangat kesal dan geram karena dia baru saja mendapatkan beberapa kali pukulan dari orang yang sangat Dia benci.


Bahkan Bara sendiri tidak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan Rendra di tempat ini terlebih Rendra dengan berani mengancam dirinya bahkan dengan terang-terangan meminta dirinya untuk melepaskan Vanessa hal itu sangat membuat Bara geram dan kesal,


"Dasar Dokter tidak waraas, kenapa masih juga mengharapkan Mantan Istrinya sudah tau Mantan Istrinya tidak mau padanya kenapa pula masih mengharapkannya, brengsek beraninya dia memukulku, dasar Dokter tidak waraas, "


Bara Terus marah-marah dan mengumpat meluapkan kekesalan yang ada di dalam hatinya sementara di dalam restoran tampak Vanessa masih menikmati hidangan makan yang ada di depannya,


Tidak ada rasa ragu ataupun rasa curiga Kenapa Bara suaminya belum muncul Vanessa masih sibuk dengan menikmati makanan nya sendiri dan tidak berniat untuk pergi mencari.


Di sebuah lorong yang terhubung dengan tempat parkir paling belakang, Rendra terus mengumpat marah karena Robi mencegah dirinya untuk memukul Bara.


Hal itu membuat Rendra merasa sangat kesal dan geram karena kekesalan hatinya dan kemarahan hatinya belum terlampiaskan Hal itu membuat Rendra berkali-kali mengumpat dan memaki-maki Robi yang berada di sampingnya berjalan dengan Diam Tanpa memperdulikan Rendra yang terus mengumpat dan marah-marah di sepanjang langkahnya.


"Kamu itu ngapain memisahkan kami dan lihat gara-gara kamu sj brengsek itu loloos. "


"Apaan sih, Ren. ngak penting baku hantaam begitu yang ada kamu juga Nanti yang salah, Terlebih jika Vanessa melihat semua itu dia bukan lagi bersimpati padamu tapi akan semakin membencimu Apakah itu yang kamu mau bukankah kita hanya ingin membongkar rahasia dari Bara bukan memukulinya seperti yang kamu lakukan itu. '


" Iya juga tapi Aku benar-benar sudah tidak sabar sekali sangat kesal melihatnya, Aku ingin selalu memukulnya benar-benar brengsek dia, gara-gara dia aku tidak bisa mengambil kembali apa yang menjadi milikku mungkin Jika kamu tidak datang aku bisa khilaf juga akan membunuh Bara di tempat itu. "


"Sudah jangan memikirkan Bara lagi ayo masuk kita pulang, Beruntung aku mencarimu dan melacak Keberadaanmu jika tidak mungkin kamu sudah membuat keributan yang lebih parah dan sudah pasti urusannya akan semakin panjang bukan kebahagiaan dan kesenangan yang akan kamu dapatkan tapi penjara yang akan menjadi tempat mu jika kamu sampai melakukan sesuatu hal tak diinginkan Beruntung aku datang tepat waktu. "


"Ya.. ya aku harus berterima kasih padamu tapi aku datang ke sini bersama dengan dokter Bambang aku harus menemuinya dia menungguku, karena aku meminta izin untuk pergi ke kamar kecil jadi kamu pulang saja dulu aku akan menemui dokter Bambang. "


" Tidak kamu tidak perlu menemui dokter Bambang karena nanti kamu akan bertemu juga dengan Vanessa dan juga laki-laki brengsek itu dan pasti kamu akan tersulit emosi lagi, Sudah sekarang kamu katakan kepada dokter Bambang Jika kamu pulang lebih dulu Terserah kamu mau memberikan alasan apa yang penting dan yang jelas Kamu tidak kuizinkan pergi ke tempat itu lagi." ucap barat dengan tegas memberikan larangan kepada Rendra yang kala itu bersikeras ingin menemui dokter Bambang dikarenakan dia dan dokter Bambang sama-sama datang bersama ke restoran itu.


" Kau mengaturku? "


" Tentu saja Bukankah aku ini anak buah sekaligus orang kepercayaanmu dan juga sekaligus orang yang akan bertanggung jawab atas dirimu sudah ayo masuk, "seru Robi sambil menarik tangan Rendra.


Robi segera membuka pintu mobil dan mendorong kecil tubuh Rendra untuk masuk ke dalam Rendra yang sebenarnya tidak ingin ikut Robi mau tidak mau terpaksa mengikuti masuk ke dalam mobil.


Di dalam Mobil Rendra segera memberikan pesan kepada dokter Bambang jika dirinya pulang lebih dulu dikarenakan ada sesuatu hal yang penting yang harus diselesaikan dan dokter Rendra minta maaf karena tidak bisa pulang bersama-sama.

__ADS_1


Di dalam Restoran Dokter Bambang yang menunggu kedatangan Dokter Rendra yang katanya pergi ke kamar kecil dan perginya cukup lama membuat Dokter Bambang sedikit resah antara ingin pergi mencari atau diam menunggu.


Hingga akhirnya ada sebuah pesan masuk dimana disana tertera Nama Dokter Rendra, Dia berpesan untuk minta izin pulang terlebih dahulu karena ada sesuatu hal yang penting.


Setelah membaca pesan dari dokter Rendra dokter Bambang segera memberikan balasan mengizinkan dokter Rendra untuk pulang terlebih dahulu dan dokter Rendra tidak perlu meminta maaf karena suatu hal yang penting dokter Bambang bisa memaklumi semuanya..


Dokter Bambang menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan ketika Dokter Bambang hendak pergi meninggalkan tempat duduknya tiba-tiba Dokter Bambang teringat Vanessa yang duduk di bangku paling ujung dan Dokter Bambang menatap ke arah ujung mencari tahu apakah suster Vanessa sudah pulang ataukah belum.


Kedua bola mata Dokter Bambang sedikit Nanar ketika melihat suster Vanessa duduk seorang diri sambil memainkan ponsel hp-nya.


"Suster Vanessa sedang sendiri, kebetulan Dokter Rendra juga sudah pulang dan Kebetulan juga suster Vanessa tidak bersama dengan Suaminya, ini adalah kesempatan aku untuk bisa bertemu dengannya sudah lama sekali Aku tidak bertemu dan tidak berbincang dengannya rasanya aku ingin sedikit berbincang-bincang dengan suster Vanessa, Lebih baik aku ke sana untuk menemui mungkin suster Vanessa tidak tahu jika Aku berada di sini dan ini adalah kejutan untuknya pasti dia juga sangat senang bertemu denganku karena kami adalah teman lama. "


dengan langkah pasti dokter Bambang segera melangkah mendekati bangku tempat di mana suster Vanessa duduk menikmati menu makanan yang disediakan di restoran itu.


"Ehemm..!


Sengaja Dokter Bambang berdehem kecil untuk menarik perhatian dari Suster Vanessa yang kala itu terlihat sangat fokus dan sangat sibuk dengan ponsel hp-nya dan benar saja apa yang direncanakan dan dipikirkan oleh dokter Bambang, di mana suster Vanessa langsung mendongakkan wajahnya ketika mendengar suara dehem yang ada di dekatnya.


"Dokter Bambang, salam Dokter selamat pagi, mari silahkan duduk, "ucap Vanessa langsung mempersilahkan Dokter Bambang untuk duduk.


" Trimakasih, Suster Vanessa, "jawab Dokter Bambang yang langsung mendudukkan bokongnya di depan Vanessa.


Vanessa pun kembali duduk masih dengan senyum tersinggung di bibir.


" Maaf, saya mengganggu kesibukan Suster Vanessa yang sepertinya sedang menghubungi seseorang. "


"Oh, ini tadi cuma mainan game saja Dokter, Oh ya Dokter datang sendirikah kesini? "


"Tidak Suster, saya bersama Dokter Rendra, "


"A-apa dengan Dokter Rendra la-lalu dimana dia sekarang? "ucap Vanessa yang mulai terlihat gusar, sungguh Vanessa khawatir jika tiba-tiba Rendra datang dan ikut duduk dengannya dan dilihat oleh Bara Suaminya semua bisa kacau, karena sampai detik ini Bara tidak suka dengan Rendra.


Melihat wajah panik dari suster Vanessa dokter Bambang tertawa kecil kemudian menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tadi saya memang bersama dengan dokter Rendra kami makan di sini bersama-sama tapi setelah itu dokter Rendra mendapatkan panggilan untuk segera kembali pulang, mungkin ada sesuatu yang penting sehingga dokter Rendra langsung pulang dan tinggallah Saya seorang diri di sini dan ketika Saya hendak pulang saya melihat suster Vanessa berada di sini, karena kita sudah lama tidak bertemu Akhirnya saya memberanikan diri untuk menemui suster Vanessa selain ingin bertemu saya juga ingin bertanya tentang kabar dan keadaan suster Vanessa karena kita sudah sangat lama tidak bertemu dan saya lihat suster Vanessa sudah sangat berubah semakin cantik dan semakin dewasa. "


Tanpa sadar Vanessa menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan ada perasaan lega di dalam hatinya hal itu bisa terbaca dan terlihat oleh dokter Bambang yang diam-diam mengulum senyum karena suster Vanessa jangan terlihat sekali wajah paniknya.


"Oh begitu, hehehe Dokter Bambang bisa saja, bagaimana keadaan Dokter Bambang sendiri apakah Dokter sudah berkeluarga juga, "


untuk sesaat dokter Bambang terdiam kemudian tersenyum sambil menggelengkan kepala dengan lemah, Hal itu membuat Vanessa membulatkan kedua bola matanya sumbu Vanessa tidak mempercayai apa yang dia lihat.


"Dokter Serius? " tunggu Apa yang membuat dokter sampai saat ini belum ingin menikah apakah ada sesuatu hal yang sangat mengecewakan dokter sehingga dokter memilih untuk tidak menikah.


"Tidak ada Suster Vanessa, Aku ini seorang Dokter yang bisa menaklukkan dan menyembuhkan orang sakit tapi Aku tidak bisa menyembuhkan hatiku sendiri, bagaimana Aku bisa menikah jika orang yang saya cintai tidak pernah merasa membutuhkan dan menginginkan Aku untuk menjadi pendampingnya.


" Maksud Dokter? "


"Suster Yuni dia masih engan dan tidak ingin berumah tangga, "


"Kenapa bisa seperti itu? "


"Entahlah, "


"Vanessa yang merasa bersimpati tanpa sadar mengengam tangan Dokter Bambang dan pada saat yang bersamaan Bara datang dang melihat semua itu.


Darahnya mendidih, dan wajahnya mulai menegang lagi.


" Siapa lagi laki-laki itu, brengsek mau Ngagguin istri orang dan Nesa kenapa dia terlihat santai vdan senang, kurang ajaar sekali Aku harus memberikan pelajaran pada orang itu. "


Bara yang tersulut emosi Melangkah dengan sangat cepat dan hendak menghandrik laki-laki yang ada di depan Vanessa tapi ketika langkahnya kurang Dua meter tiba-tiba ponsel hp-nya berbunyi dengan secara spontan dan otomatis sekali Bara menghentikan langkah kakinya kemudian merogoh saku dan melihat ponsel hp-nya yang sudah tertera nama Mama di sana.


"Mama..! mau apa sih menelpon ku, lebih baik Aku matikan Nanti saja Aku hubungi Mama, "


Segera Bara mematikan ponsel hp-nya dan kembali masukkan ke dalam saku tapi belum ada lima detik ponsel itu berbunyi kembali dan lagi-lagi nama mama tertera di sana dan untuk kali ini terpaksa Bara harus mengangkatnya.


"Ada apa sih Mama Ngagguin orang saja, huuufp, "sungut Bara yang akhirnya mencari tempat yang tidak terlalu bising untuk mendengarkan telpon dari Mamanya.

__ADS_1


__ADS_2