DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 21.SEDIH


__ADS_3

Kepergian Rendra benar benar membuat sedih Arsel dan juga Alena yang diam diam sudah sangat mencintai nya.


Meskipun hanya satu minggu akan tetapi rasa kehilangan yang dalam terpancar jelas dari wajah Alena.


Sungguh Alena merasa sangat Kehilangan dan serasa sangat hampa apabila dirinya jauh dari Rendra, dengan penuh kasih sayang Alena membujuk putranya Arsel untuk masuk ke dalam dengan berbagai rayuan dari mau memberikan makanan yang enak sampai pada hadiah yang menyenangkan sehingga Arsel mau berhenti menangis.


Di dalam pesawat Rendra lebih suka menghabiskan waktu dengan membaca buku, sementara Robi asik dalam tidur.


Perjalanan dari Jakarta ke London memakan waktu kurang lebih 16 jam, melelahkan dan membosankan berada di dalam pesawat yang mana terkadang Rendra sesekali juga melihat layar televisi kecil yang ada di depannya sementara Robi asyik tertidur pulas tanpa terganggu dengan keadaan sekeliling.


Akhirnya perjalanan yang cukup melelahkan berakhir sudah pesawat mendarat dengan sangat manis, semua penghuni pesawat turun dengan bernafas lega setelah beberapa jam berada di atas ketinggian.


Robi segera memesan taksi untuk membawa mereka berdua ke hotel penginapan yang sudah dipesan oleh Robi, sampai di hotel Robi dan Rendra menempati satu ruangan yang sama hanya saja di antara keduanya tidak tidur satu ranjang, karena kamar hotel yang di pesan Robi termasuk kamar hotel yang paling bagus di mana memiliki dua Ranjang dengan kamar yang ukurannya cukup luas dari kamar yang lain meskipun dengan begitu Robi dan Rendra harus mengeluarkan uang lebih banyak.


Robi segera menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang melepaskan Kelelahan yang beberapa jam dia rasakan Meskipun tidak bekerja akan tetapi duduk di pesawat berdiam diri tanpa melakukan apapun bagi Robi itu sesuatu yang sangat melelahkan terlebih apabila kapal itu melewati tempat Berawan yang mana membuat laju kapal sedikit bergelombang karena seperti berjalan di batu yang terjal.


"Akhirnya kita sudah sampai, "ucap Robi yang tidak di dengarkan oleh Rendra yang mana Rendra memilih membuka jendela dan melihat suasana di luar jendela.


Robi bangkit dari tempat duduk nya berjalan mendekati Rendra yang kala itu menatap keluar jendela Robi yang sudah berdiri di samping Rendra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan pelahl.


"Ren Apa kamu mau kita hari ini jalan-jalan di London sangat banyak kuliner makanan di pinggir jalan yang bisa kita nikmati tapi jika kamu tidak mau tidak masalah kita pesan makanan di dalam restoran hotel ini saja.


" Boleh, kita keluar jalan-jalan di mall Aku ingin tahu keadaan London ketika malam hari. "


Dengan perasaan senang akhirnya Robi dan Rendra memutuskan malam ini pergi ke sebuah mall untuk melihat keadaan sekeliling kota London, "Bagaimana, pertemuan dengan Mr.Abdullah, apakah akan di lakukan besok?


"Ya, besok sore , Ayo sekarang kita keluar, Aku juga ingin melihat keindahan kota London malam ini. "


Dengan menggunakan taksi keduanya pergi ke sebuah Mall kota yang ada di kota London, suasana yang cukup ramai di mana Banyak para wisatawan baik itu dari dalam negeri maupun dari luar negeri yang berada di kota London Di mana mereka sedang menikmati liburan ataupun sekedar berjalan-jalan di malam di pusat kota yang mana sangat ramai sekali dengan beraneka ragam dagangan tersaji disana.


Robi dan Rendra masuk ke dalam salah satu mall di mana Rendra berniat untuk membeli berapa makanan ringan untuk dibawa ke hotel sebagai cemilan, sementara Robi memilih untuk membeli sebuah mainan yang sangat lucu karena Robi memilih boneka apa yang dipilih Robi membuat Rendra sedikit mengeryitkan dahinya pasalnya Rendra belum memiliki seorang keponakan ataupun anak perempuan akan tetapi sudah memesan dan membeli boneka untuk nya, Hal itu membuat Rendra bertanya-tanya jangan-jangan wanita yang minta dibelikan baju dengan merek mahal memiliki seorang anak dan Robi tidak memperdulikan hal itu karena sudah terlanjur cinta.


"Dasar Robi bodoh, " gumam Rendra dalam hati sambil menggelengkan kepala nya.


Sementara Robi yang asik memilih beberapa boneka yang menurutnya menarik merasa kebingungan karena Robi sendiri tidak mengetahui selera kesukaan dari anak anak untuk itu Robi berteriak kecil memanggil Rendra untuk mau membantunya.

__ADS_1


"Ren, sini! menurut lo boneka mana yang cocok untuk anak perempuan? " Robi bertanyan sambil memperlihatkan beberapa boneka yang dianggap bagus sementara Rendra bukannya melihat boneka yang ditunjukkan kepada Robi akan tetapi menatap Robi dengan tatapan intens membuat Robi merasa bingung dengan tatapan Rendra yang terlihat aneh.


"Kamu kenapa menatapku begitu, tatapan mu terlihat menyeramkan, hahaha, cepat pilihkan mana yang bagus. "


"Lo, beli boneka buat apaan, memangnya pacar lu sekarang itu sudah punya anak perempuan apa, Kenapa kamu nggak cari yang masih single saja, bodoh sekali kamu itu jadi cowok, kamu tuh juga tidak begitu jelek tapi kenapa memiliki selera yang begitu jelek," ucap Rendra yang langsung membuat Robi mendelik tak pernah percaya.


"Maksud lo, apa Ren? " Robi mengulangi pertanyaannya berharap Rendra memberikan jawaban yang cukup beralasan.


"Hahaha, Apa pertanyaan ku masih kurang jelas sehingga kamu bertanya kembali, Bukankah aku sudah jelas-jelas mengatakan Apakah wanita yang menjadi pacarmu saat ini dia sudah memiliki seorang anak perempuan. "


" Pertanyaan macam apa itu aku sungguh tidak mengerti apa hubungannya dengan boneka yang aku beli, Apakah kamu berpikir jika Aku membelikan boneka untuk Wanita yang sudah punya anak, "


" Tentu saja seperti itu pertanyaannya karena Mana mungkin kamu membelikan boneka pada seorang anak yang kamu sendiri tidak tahu, pasti anak itu adalah anak yang sangat dekat denganmu dan yang spesial untukmu tentunya.


"Hmmm, Sudahlah jangan banyak tanya sekarang pilih mana yang terbagus karena aku tidak mengerti selera anak perempuan anak kecil kamu kan punya anak laki-laki kamu kan sudah merawat anak laki-laki anak orang juga pasti kamu akan banyak tahu kesukaan dari anak-anak kecil, "


"Haiss, ini berbeda dengan yang kemarin rob itu karena Aku melakukannya karena rasa solidaritas, Bayangkan saja kalau Aku tidak mengambilnya dan tidak menganggapnya sebagai seorang anak mungkin anak itu sudah mati, juga ibunya pasti juga sudah mati bunuh diri ,kamu sendiri Seandainya kamu menjadi seorang dokter terus kamu melihat seorang wanita mau bunuh diri dalam keadaan hamil Apa kamu tega? Apakah kamu akan membiarkan, tentu tidak kan sebagai seorang dokter kita akan mengutamakan keselamatan orang kebahagiaan orang jadi untuk itu aku menganggapnya sebagai Anak."


"Pok...


"Pok..


" hebat sungguh Pak Dokter Hendra memang sangat hebat tapi sayangnya dokter Hendra tidak bisa menyelamatkan kehancuran kehidupan keluarganya sendiri mirip sekali kan membantu orang lain menyelamatkan orang lain bisa dapat membantu diri sendiri dan menyelamatkan kehidupannya sendiri tidak bisa. "


"Robi...!


" Ssstt, sudah sudah aku tidak mau berdebat lagi dengan kamu dan cepat kamu pilih mana yang terbaik karena aku tidak bisa memilih kesukaan anak-anak jadi apapun pilihanmu aku akan terima, "


"Baiklah, yang ini saja ini keliatan nya cocok dan bahannya sangat lembut, tapi harganya mahal Rob, "


"Tidak masalah, sini,"Robi segera meraih boneka yang dipegang oleh Rendra dan dengan cepat Robi membawa boneka itu ke kasir, sementara Rendra hanya menggelengkan kepalanya.


" Dasar..! Robi.. keluh Rendra dalam hati.


Ketika Rendra hendak melangkah pergi dari tempat bayaknya boneka yang terpajang disana tiba-tiba suara Anak kecil berseru memanggilnya.

__ADS_1


"Om.. tolong Aku mau boneka yang disana itu! "tunjuk gadis kecil itu pada sebuah boneka yang ada dan terpajang paling atas.


" Oh, itu..! sebentar ya.


Rendra segera mengambilkan satu boneka yang ada paling atas yang mana boneka itu berwarna pink, setelah berhasil meraih boneka itu Rendra segera memberikan pada gadis kecil yang ada didepan nya.


"Nah, ini dia boneka nya. "


"Trimakasih, Om, "


Tak jauh dari tempat itu tampak berlari-lari seorang laki-laki berbadan tinggi tegap berteriak menghalangi.


"Non jangan! kembalikan boneka itu Paman lupa tidak bawa uang lebih besok kita kesini lagi tunggu Papa dan Mama Non, '


" Tidak mau, Aku mau boneka ini sekarang, "


"Non, jangan seperti ini, Paman benar benar lupa tidak membawa uang lebih, "


Laki-laki itu segera mengambil Boneka dari tangan gadis kecil yang ada di depan nya sontak saja membuat gadis itu langsung menangis.


"Huaaaa, hizk... hizk paman jahat huaaaa, "


"Ssstt, Non, tolong lah berhenti menangis. "


"Pak, ini boneka nya biar saya yang bayar, "


"Tapi Tuan...!


" Tidak apa apa, kasian kan kalau menangis begitu, ini sayang bonekanya untukmu. "


"Trimakasih, Om!


" Ayo, dihapus dulu Air matanya dan kenalkan nama Om, Om Rendra, Nona Cantik siapa Namanya? "


"Mikha Om, lengkapnya Mikha Admaja, Paman ayo kita pulang Trimakasih ya Om, " seru gadis kecil itu sambil melambaikan tangan, sementara Rendra tertegun menatap kepergian gadis kecil yang mengemaskan itu.

__ADS_1


__ADS_2