DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 72. Rasa bersalah


__ADS_3

perjalanan ke Jakarta dengan penerbangan kapal nomor C77 akhirnya sudah tiba di bandara Jakarta mendarat dengan sempurna. Bara dan seluruh keluarga turun dari dalam kapal langsung mengambil barang mereka setelah semua beres Bara membawa keluarga kecilnya untuk Naik taksi online menuju Hotel bintang lima yang ada di jakarta.


Vanessa benar-benar di buat gedek dengan tingkah Suaminya yang Aneh seolah olah mereka baru saja menjadi pengantin baru sehingga harus menginap di Hotel.


Bahkan Bara terlihat begitu bersemangat ingin segera sampai di hotel Entah mendapatkan pikiran mesuum dari mana Suaminya ini moodnya sepertinya lagi berada di atas ketinggian.


"Ayo, cepat cepat masuk semua kita akan segera berangkat, " ajak Bara kepada Seluruh keluarga nya Mbak Sri langsung menggendong Mikha masuk ke dalam taksi dengan duduk di depan, seperti nya pengasuh Mikha sangat paham situasi dia selalu memberikan kesempatan pada Tuannya agar bisa duduk santai sambil bermesraan di kursi belakang untuk itu tanpa di minta Mbak Sri langsung memilih masuk dan duduk di kursi depan.


Ketika semua sudah duduk dan mobil pun akan segera berjalan tiba-tiba Mikha rewel meminta es krim dan maunya sekarang.


"Papa, es krim, " teriak Mikha yang langsung menoleh ke bangku belakang dimana Mama dan Papanya sedang duduk.


"Mikha sayang kita belinya di depan sana, sabar ya di jalan disini sudah jauh kalau mau Es krim Papa kamu harus masuk kesana lagi, "ucap Vanessa memberikan penjelasan kepada Putri nya agar dia mau bersabar sebentar, Nanti ketika mobil berjalan akan melewati banyak toko es krim, karena jika mau sekarang otomatis Papa Bara harus sedikit masuk ke dalam lagi agar bisa beli es krim nya.


" Tidak mau, Mikha maunya sekarang Papa beliin Es krim huaa...huaaaa hizk...hizk, " teriak Mikha sambil menangis.


"Non Mikha cuma harus sabar sepuluh menit lagi ya, Nanti disana ada banyak es krim Non Mikha bisa memilih es krim mana yang Non suka." ucap Mbak Sri menghibur dan mencoba menenangkan Mikha.


"Tidak mau, huaaa... huaaa hizk.. hizk. "


"Astaga Mikha Papa Bara kan capek Nak, menurut ya cuma nunggu sebentar saja koh, "


Mikha bukan nya diam tapi dia menangis dengan lebih kencang membuat Vanessa bingung.


"Sudah sayang diam ya, Papa turun Papa akan belikan Es krim sekarang tunggu sebentar ya, Mikha mau Es krim yang bagaimana? "


"Mikha mau Es krim Magnum Pa, "


"Ok, Papa akan belikan, Sayang apa kamu juga mau Es krim? tanya Bara Pada Vanessa.


" Tidak Mas males makan yang dingin begitu, "

__ADS_1


"Bara terkekeh kemudian bicara dengan sangat lirih akan tetapi bisa di dengar Vanessa dengan jelas cuma tidak bisa di dengar orang lain yang ada di depan nya.


" Baiklah, Nanti Makan Es krim ku yang tidak dingin ya dia sangat lembut, halus dan kennyal, "


"Idihh, apaan sih, "


Bara terkekeh kecil sambil mengedipkan sebelah matanya sebelum Bara melangkah keluar dari mobil menuju ke dalam bandara untuk membeli Es krim permintaan dari Mikha putrinya.


Bara memang sangat sayang pada putrinya, untuk itu Bara tidak pernah menolak semua permintaan dari putri nya meskipun Mikha bukan darah daging nya.Mungkin karena Bara sudah merawat Mikha dari semenjak dia dalam kandungan ketika Vanessa masih dalam keadaan mengandung sehingga rasa sayang dan cinta Bara kepada Mikha sudah seperti anak kandungnya sendiri.


Bara segera memesan beberapa Es krim untuk putrinya dan juga untuk Pengasuh, pak sopir taksi dan juga dirinya dan Vanessa istrinya, meskipun tadinya Vanessa sudah bilang tidak mau akan tetapi tetap Bara belikan karena siapa tau tiba-tiba ingin.


"Mas... ternyata kamu disini..!"teriak seorang Wanita dari belakang yang mana hal itu membuat Bara menoleh ke belakang.


Melihat siapa yang sedang sedikit berlari mendekati dirinya Bara buru-buru memberikan uang kepada Sang penjual Es Krim dan dengan cepat segera melangkah pergi.


Tapi rupanya gadis itu cukup lincah dan cepat karena tidak menunggu lama sudah bisa menghadang jalanya Bara.


"Mas, kamu mau lari dari tanggungjawab ya? "


"Ada apa? mengapa Mas bertanya begitu sudah jelas dan pasti Aku mau ikut kemana Mas pergi, "


"Astaga Arum bisa gak sih satu hari saja kamu tidak usah mengagguku, "


"Mas tega ya, bicara begitu Aku juga mau minta bisa gak sih Mas Menghargai Aku dan menuruti kemauan ku, Aku sudah kamu tiiduri itu artinya kamu milikku, "


"Gleeeekk..! Bara langsung meneguk ludahnya.


" Kamu, jangan meminta yang aneh-aneh Aku itu punya istri dan Aku tidak akan, ____


"Bertanggungjawab begitu kah, lalu bagaimana dengan Kehormaatan ku yang sudah kamu ambil, apapun alasannya Mas kamu sudah menanam beenih di rahimku dan Aku yakin beenih itu akan segera tumbuh lalu apa tega kamu membiarkan Aku dan anak kandung mu sengsara, tega kamu," teriak Arum dengan begitu keras.

__ADS_1


"Ssssttt, jangan keras-keras lihat banyak orang yang jadi nya menoleh ke kita. "


"Habis mau bagaimana lagi kemana Aku harus pergi, Aku tidak tau apa apa tentang tempat ini Apa kamu tidak tau Mas Aku kebingungan mencari mu, Aku juga tidak ada uang gajiku darimu semua berbentuk uang Asing, Aku juga lapar apa kamu mau membiarkan Aku matii kelaparan, baiklah kalau itu maumu pergi.... dan biarkan saja Aku mati, toh Aku tidak berharga kan, Maduku sudah kamu niikmati dan sekarang kamu akan cuci tangan tidak mau perduli lagi pergi saja, biarkan Aku mati kelaparan dan jadi gelandangan disini, hizk... hizk. "


Lagi-lagi Bara menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


"Sudah jangan menangis Aku akan bertanggungjawab, hari ini Aku menginap di hotel Santika xx, kamu bawa uang ini menginap jugalah disana, Aku akan panggilkan taksi untuk mu, "


"Benarkah Mas Bara akan mau bertanggungjawab, "


"Aku mau, tapi dengan satu syarat di depan istri ku jangan menunjukkan sikap apapun Aku tidak mau istriku tau, sudah hapus Air matamu itu Taksi nya sudah ada, "


"Trimakasih Mas, "


Arum langsung memeluk Bara dengan erat.


"Sudah ini tempat umum jangan sembarangan memelukku, "


Arum segera mengusap Air mata nya sambil tersenyum.


"Jika di tempat umum tidak boleh itu artinya di dalam kamar Nanti boleh ya, "


Bara mengagguk dengan lemah, tidak ada pilihan lain dirinya sudah terjebak mungkin untuk kedepan nya dia akan melakukan poligami kepada istrinya, karena bagaimana pun juga dia harus bertanggungjawab dengan keadaan Arum saat ini.


Sementara Arum sangat senang dan gembira.


"Aku beli es krim apa kamu mau? "


"Mau Mas, "


"Ini untuk mu dan pergunakan uang ini untuk keperluan kamu, jika kurang kamu bisa menghubungi ku, Aku pergi dulu, "

__ADS_1


"Iya, Mas trimakasih calon suamiku, "


Bara hanya tersenyum kecut mendengar perkataan dari Arum kemudian melangkah pergi ke mobil taksi nya dengan perasaan gundah sungguh hatinya merasa bersalah tapi dirinya tidak bisa mundur dan pergi seperti seorang pengecuut.


__ADS_2