
Sedang fokus dan sedang asyik memotret serta merekam kegiatan yang dilakukan oleh Rendra dan Bara yang kala itu sedang bertengkar mereka saling pukul dan saling Serang membuat salah satu orang yang lewat di tempat itu menjadi penasaran kemudian memiliki perasaan jaahil dengan merekam kegiatan mereka berdua.
Tiba-tiba ponsel hp-nya dirampas oleh orang yang tidak dikenal dan dibawa pergi, Hal itu membuat laki-laki sebagai pemilik ponsel hp berteriak dengan sangat keras dan histeris di mana teriakan itu tidak digubris dan tidaek didengar oleh laki-laki bertubuh tinggi berkulit kuning langsat yang wajahnya cukup tampan.
"Woi..! kembalikan ponsel hpku! "
teriak laki-laki itu sambil mengikuti langkah kaki dari laki-laki bertubuh tinggi tegap berkulit kuning langsat.
Pada awalnya laki-laki berkulit kuning langsat berjalan menjauh dari area perkelahian antara Rendra dan Bara kemudian dengan gerakan cepat laki-laki itu membalikkan badan menatap tajam pada laki-laki yang berlari sedikit terengah-engah kearahnya karena kecapean mengejar.
"Kembalikan ponsel hpku jangan kau jadi pencuuri, " sinis laki-laki yang kini jarak diantara mereka berdua kurang lebih tiga meter.
sambil tersenyum miring laki-laki bertubuh tinggi tegap berkulit kuning langsat mengangkat Ponsel HP hasil rampasan nya tinggi tinggi.
"Ini..!
"Woi, mau kau apakan hpku? '
" Aku banting, "
"Kurang ajaar jangan berani berani kau membanting nya Aku bisa laporkan dirimu, "
"Oh, ya bagaimana jika Aku balik, Aku yang akan melaporkan dirimu karena telah merekam pertengkaran orang? "
"Woi, itu bukan urusanmu, "
"Tentu saja itu urusanku, karena Aku bagian dari mereka mau kamu Aku laporkan? "
laki-laki itu langsung terdiam tubuhnya mulai bergetar karena apa yang dia lakukan memang salah dan jika semua itu benar-benar dilaporkan maka dirinya akan terjerat oleh paasal dan undang-undang untuk itu laki-laki itu memilih untuk berdamai.
" Sudah kembalikan ponsel hp-ku Aku tidak akan merekam kegiatan Mereka lagi, "ucap laki-laki itu agar laki-laki yang ada di depannya segera mengembalikan ponsel hp miliknya.
" Kau pikir Aku bodoh, " sinis laki-laki yang tidak ingin berdamai dan mengembalikan ponsel HP dari orang yang telah merekam kegiatan Rendra dan Bara.
__ADS_1
"Apa maksudmu, Bukankah sudah aku katakan Aku tidak akan merekam lagi kegiatan mereka dan aku akan pergi dan tidak memperdulikan masalah ini lagi, sekarang kembalikan ponsel hp-ku Aku mau pulang tadi itu aku hanya kebetulan lewat karena aku ingin mengambil mobilku yang terparkir di ujung sana dan Kebetulan aku melihat pertengkaran dan pertarungan di antara mereka dan aku khilaf karena aku merasa sangat seru dan pasti akan bagus jika aku merekamnya sekarang kebalikan ponsel Hpku, Aku akan pergi dan tidak akan mengganggu kalian lagi. "
Tampak laki-laki itu tersenyum sinis kemudian menggelengkan kepalanya.
"Kamu sudah berani bermain-main dengan kami untuk itu kamu harus menerima resikonya pergi dan pulanglah Dan untuk ponsel hp-mu untuk sementara ada di tanganku Jangan khawatir aku akan mengembalikan kepadamu Tunggu saja ponsel ini akan kembali kepadamu tapi bukan hari ini, "
"Hei Apa maksudmu? "
"Pergilah, sebelum Aku memilih melaporkan kamu, "
"Hei, di ponsel itu ada banyak data dan Nama orang orang terpenting dariku? "
"Pergilah Aku tidak perdulikan itu,"
"Tapi, ___
" Cepat pergi atau Aku akan melapoorkan dirimu, "
"Tolonglah Aku minta maaf kembalikan ponselku, ini penting, "
Karena merasa sia-sia dan percuma membujuk laki-laki yang ada di depannya di mana laki-laki yang ada di depannya benar-benar terlihat sangat menakutkan karena sepertinya laki-laki yang ada di depannya tidak main-main dengan ucapannya dan dia terlihat sangat serius, Laki-laki yang ada didepan nya bisa melihat betapa marah dan kesannya laki-laki itu ketika dirinya merekam pertengkaran dan perkelaahian antara dua orang laki-laki Tampan yang ada di depannya.
"Baiklah Aku pergi, tapi bagaimana kamu bisa mengembalikan ponsel hp-ku sementara kamu tidak tahu siapa aku dan ada di mana diriku pasti kamu mau meminta dengan gratis, pasti kamu mengambil dengan gratis kamu berbohong jika ingin dan bisa mengembalikan kepadaku Memangnya kamu pikir aku bodoh."
" Diamlah tidak perlu banyak bicara tunggu saja Apakah ponsel ini akan sampai ke tanganmu lagi ataukah tidak, jika kamu tidak percaya Baiklah terima ini, "
laki-laki bertubuh tinggi berkulit kuning langsat segera melemparkan beberapa lembar uang merah ke arah laki-laki yang ada di depannya kemudian tanpa bicara laki-laki itu membalikkan badan kemudian melangkah pergi, sementara laki-laki yang ada di depannya diam termangu dengan bibir terbuka.
"Busyet, dia benar-benar orang yang memiliki pengaruh pastinya uangnya banyak, " gumam laki-laki itu sambil memungguti lembaran uang merah yang ada di bawah kakinya.
Di tempat Parkiran tepatnya di pinggir samping tempat parkir, perkelahian antara Bara dan Rendra masih terus berlangsung keduanya tidak ada yang mau mengalah dan keduanya masih saling memukul.
"Hentikan..! kalian benar-benar sangat memalukan apa yang kalian ributkan di sini, Ayo Ren kita pergi.! "
__ADS_1
Rendra merasa kesulitan memukul Bara dikarenakan tangannya yang langsung ditarik dengan kuat oleh laki-laki yang baru saja datang.
"Lepaskan Aku Rob, si brengsek itu harus diberikan pelajaran, "
"Diamlah Ren, percuma itu, "
"Oooh, jadi Kamu ___ bukankah kau yang menjadi Satpam tempat parkir di Mall Waktu itu? '
" Rupanya ingatan kamu cukup bagus juga Bara, "
"Kurang ajaar rupanya kau mata-mata dari Dokter sialaan ini, Aku sudah curiga dan, ___
" Tidak perlu banyak bicara Bara kami memiliki bukti perselingkuhan kamu dan Aku akan katakan pada Vanessa biar dia tau seperti apa suaminya saat ini, "
"Pok...!
" pok..!
"Pok..! Hahaha sudah kuduga katakan saja Aku tidak takut Vanessa sudah tau tentang Foto yang kamu ambil itu, jika tidak percaya kamu boleh tunjukkan dan katakan padanya dia tidak akan percaya. "
"Kau, __
Geram Rendra yanf berniat untuk memukul Bara.
" Cukup Rendra, jangan lagi kamu mengotori tanganmu, kita pergi, "
"Tapi Rob, si brengsek itu, __
" Percuma itu kita urus Nanti. "
"Pergilah... pergilah kalian, tidak akan pernah bisa membuktikan apa-apa, " geram Bara dengan suara lantang sementara Robi menarik Rendra untuk pergi.
Sementara Bara mendengus dengan kesal sambil mengusap bibirnya yang sedikit bengkak akibat pukulan Rendra yang cukup keras.
__ADS_1
"Sial kenapa Dokter Sialan itu ada disini, benar-benar kacau dan laki-laki itu ternyata mata-mata dari Si Dokter Sialan pantas saja tingkahnya Aneh, beruntung Aku sudah mengadu pada Vanessa jika tidak, bisa kacau semua, Aku harus lebih berhati-hati Dokter sialan itu ternyata masih mengincar Vanessa sampai detik ini, apa tidak bisa dia mencari Wanita lain, dasar Dokter tidak waraaas. " geram Bara berkali-kali mengummpat karena kesal.