
Vanessa yang hampir terjatuh karena menabrak ranting di depannya yang mungkin ranting itu dibawa oleh beberapa anak kecil untuk bermain dan dibuang di sembarang tempat sehingga menghalangi jalan dari para pengunjung yang ada di pantai dan belum sempat dibuang orang yang lewat.
"Auuuwhh..!
Menyadari ada sebuah tangan yang membantu dan membuat dirinya tidak terjatuh dengan gerakan Spontan Vanessa langsung mengucapkan rasa trimakasih.
" Trimakasih," ucap Vanessa tanpa melihat orang yang telah membantunya.
"Hmmm, Ya, Sayang, Kenapa berlari dan tidak lihat jalan beruntung Aku melihat mu coba Aku terlambat sedikit kamu bisa jatuh. "
Merasa sudah sangat familiar dengan suara yang ada di depannya Vanessa segera mendongakan kepala.
Tampak olehnya seorang Pemuda Tampan sedang tersenyum sambil menggangkat satu Alis matanya.
"Mas, Bara, kau disini? "
"Kenapa kau berlari lari hmm, hampir jatuh tau dan tadi kamu kemana Sayang Aku seperti orang gila mencari mu, tidak juga bertemu, "
"A-Aku, Iya tadi ingin minum Es Doger makanyaa Aku beli Es doger dan Aku lupa tidak meminta izin padamu habisnya Aku khawatir jika Esnya tiba-tiba hasis. "
"Oh, jadi Ceritanya Istriku lagi ngidam ya, wah syukurlah jika sudah jadi Aku senang sekali, "
"Sudah jadi apaan Mas, "
"Itu, kamu hamil kan dan lagi ngidam mau Es doger, sekarang katakan padaku kamu mau apalagi biar semua Aku yang carikan, "
"Apaan sih, Mas Mana ada Aku hamil, Aku tidak hamil, "
"Tapi kamu kok ingin makan Es Doger? "
"Itu karena sejak dulu Aku suka dengan Es Doger, ayo kita pulang, "
"Hei, kenapa buru-buru sayang kita ini baru sampai kenapa mau pulang, "
"Aku capek dan ingin beristirahat dirumah saja, '
" Baiklah, kalau kamu capek Ayo Aku ajak kanu je Restoran istimewa yang ada disini disana ada tempat bersantai juga jadi kamu bisa bersantai sambil menik, makan, Restoran itu makanannya cukup lezat lho, Ayo, "
Dengan lemah dan malas Vanessa mengikuti Langkah Bara yang berjalan sambil menggengam tangannya.
__ADS_1
"Tidak masalah makan di Restoran manapun yang penting tidak lagi melihat Pennghianat itu disini, menyebalkan sekali pura-pura masih perhatian ternyata sudah beristri dan punya anak lagi dasar play boy, " umpat Vanessa dalam hati, diam tidak bicara akan tetapi hatinya sibuk memaki-maki Rendra mantan suaminya.
"Issssh, kenapa Aku marah-marah tidak jelas begini, Apa Aku masih mengharapkannya, ya mungkin kemarin Aku masih mengharapkan laki-laki brengsek itu, tapi hari ini tidak lagi Aku tidak mau lagi dibodohi oleh perasaan Aku sendiri, Suamiku ini juga sayang padaku, baik padaku apalagi yang Aku cari, sungguh kejamnya Aku, masih membagi hati dengan tetap berharap bisa bersama dengannya tapi kenyataannya, Mas Rendra si brengsek play boy itu, sama sekali tidak memikirkan Aku dan alangkah berdosanya Aku pada Suamiku ini dia tidak tau alasan Aku tidak bisa hamil, karena Aku selalu minum obat anti hamil, Suamiku sangat baik dan setia padaku sudah saatnya Aku membalas semua Cinta dan perhatiannya Aku tidak boleh egois dan hanya memikirkan perasaanku, "
"Sayang apa kamu memikirkan sesuatu? "
Bara bertanya karena Vanessa diam tak bicara apapun akan tetapi raut Wajahnya memperlihatkan jika dirinya sedang sedih terlihat masam dan tidak ada senyum sedikitpun, hal itu membuat Bara bingung dan Was-was.
"Apakah Nesa mendengar percakapan Aku dengan Arum, dan dia pura-pura tidak melihat apapun, jika ini terjadi apa yang harus Aku lakukan, " gumam Bara dalam hati yang juga mulai ikut bingung menghadapi sikap diam Vanessa yang terlihat sangat murung.
Bara membawa Vanessa masuk kedalam Restoran yang ternyata Restoran sudah banyak pengunjung disana.
"Sayang kita duduk disini saja kamu mau makan Apa? "
"Apa sajalah Aku belum lapar Aku baru saja makan Es Doger jadi tidak begitu lapar.
" Baiklah Aku pesan stek bagaimana sama cemilan ringan biar tidak bertambah kenyang, "
Tanpa bicara Vanessa hanya mengangguk lemah, melihat istrinya seperti tidak bersemangat Bara menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan, hatinya semakin bertanya tanya mengapa sikap Istrinya begitu Aneh apakah dugaannya benar jika sebenarnya Vanessa mendengar percakapannya dengan Arum.
"Sayang Aku pesan makanan dulu ya, "
Bara segera pergi setelah mendapat anggukan dari Istrinya, tidak menunggu lama Bara sudah datang.
"Tidak usah Mas, begini saja, "
"Hmmm, baiklah, "
Tidak lama kemudian datanglah seorang pelayan dengan membawa pesanan makanan mereka, Vanessa sedikit terkejut karena Bara juga memesan makanan berbeda.
"Mas kok ada jagung rebus dan jus Alpukat? "
Bara tersenyum melihat raut wajah keheranan dari Istrinya, wajahnya yang tadi masam dan kusut mendadak hilang, tentu saja hal itu membuat Bara senang.
"Bukankah itu makanan kesukaan kamu? "
"Iya bener Mas tau darimana? "
"Ada deh Ayo kita makan, "
__ADS_1
Vanessa tersenyum dengan sangat antusias Vanessa segera mengambil jagung dan melahapnya, yang yang melihat hal itu sangat senang dan lega. Vanessa menikmati jagung rebus sambil tersenyum kecut dalam hati.
"Jika kamu disini pasti kamu tidak akan membiarkan Aku makan sendiri kamu selalu membantu dan kita makan bersama tapi kali ini pasti kamu sudah tidak ingat itu lagi, kamu sudah bahagia dengan, ___
Vanessa tidak melanjutkan bermonolog sendirinya ketika pandangan matanya menatap kesamping dan secara kebetulan orang yang duduk disebelah samping nya yang mana bangku duduk diantara mereka berjarak empat meter dengan satu penghalang pot bunga di tengahnya.
"Mas Rendra.. tidak ini Aku pasti salah lihat kenapa mataju jadi bermasalah begini, "
Vanessa buru-buru memalingkan wajahnya menatap lurus kedepan dimana suaminya Bara sedang sibuk makan.
Karena rasa penasaran dengan penglihatannya Vanessa kembali dengan sedikit perlahan-lahan menoleh ke sampingnya dn suatu hal lebih mengilaakan sosok laki-laki yang duduk disana sedang tersenyum padanya.
"Busyet dia benar-benar Mas Rendra dan sepertinya dia tau Aku disini, "
Salah tingkah dan bingung membuat Vanessa meletakkan jagung rebusnya dan meminta izin pada Bara untuk pergi kekamar mandi.
"Mas, Aku kekamar mandi dulu, " tanpa menunggu jawaban Vanessa segera bangkit dari tempat duduknya
"Aku temani sayang, "
"Tidak usah Mas aku pergi sendiri saja ngak lucu masak ke kamar mandi saja Mas Mau ikut, "
Bara terkekeh kecil.
"Baiklah kalau begitu pergilah dan ingat jangan lama-lama ya? "
"Iya, Mas, "
Vanessa segera pergi ke kamar mandi sebelum sampai Vanessa sengaja menghentikan langkah kakinya.
"Nah disini Aku bisa Aman tidak perlu lagi sakit hati karena melihat kebahagiaan Mas Rendra dengan keluarganya.
Vanessa segera menjatuhkan tubuhnya diatas bangku yang ada di taman samping kamar mandi.
" Lebih baik disini dari pada disana panas, "ucap Vanessa yang langsung duduk sambil memejamkan kedua bola matanya.
"Kalau panas pakai kipas biar Panasnya hilang. "
Mendengar ada suara orang didekatnya Vanessa buru-buru membuka kedua bola matanya dan langsung dengan gerakan reflek menoleh kesamping dan alangkah terkejutnya Vanessa ketika mengetahui siapa yang ada disampingnya hingga membuat Vanessa langsung berdiri, akan tetapi tubuhnya kembali jatuh terduduk ketika seorang yang ada disampingnya menarik dirinya untuk duduk.
__ADS_1
"Duduk saja mau kemana lagi? "
"Mas Rendra ngapain kamu disini? "tanya Vanessa dengan gugup, membuat laki-laki yang tidak lain adalah Rendra tersenyum Smrik kepadanya.