
Sambil menunggu orang yang ada di depannya bangun dari tidur, Vanessa menikmati gorengan pisang coklat keju yang dia pesan, sengaja Vanessa memesan makanan cemilan khas Indonesia yang mana Vanessa memang sangat menyukainya.
"Kenapa orang ini belum bangun bangun dan Kemana pula Mas Bara lama sekali. "
Ketika Vanessa sibuk bermonolog sendiri ponsel hpnya berdering.
"Halo..!
" Sayang, Nanti balik ke kamar hotel sendiri ya? ini Aku baru dapat tugas di suruh menemui Mr Abdullah di kantor jadi Aku harus pergi ke kantor lagi sebentar, Aku tidak akan lama apakah kamu tidak keberatan, Aku tinggal sendiri di Hotel. '
"Oh, tidak apa apa Mas, pergilah, selesai Makan Aku akan balik ke kamar hotel kita. "
"Baiklah, Sayang. trimakasih atas pengertian nya , mungkin Aku cuma dua jam saja. "
"Iya, Mas Tidak apa-apa, jangan mengkhawatirkan Aku. "
Dengan senyum bahagia Bara mematikan ponsel hpnya setelah memberi kan ciuuman jarak jauh pada Vanessa.
Vanessa menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.
"Smoga orang ini cepat bagun, masak iya Aku harus menungguinya sampai malam atau lebih baik Aku bagunkan saja biar dia cepat bagun, lebih baik memang begitu Aku bagunkan saja, dari pada Aku nungguin lama disini."
"Maaf, Hei.. Mas Bagun, makanan kamu sudah datang, "
Karena tidak ada respon dan jawaban, kembali Vanessa menggulangi perkataan nya.
"Kali ini sambil menggoyangkan lengan dari orang yang sedang tertidur di depan nya.
" Mas... Mas, eh Mas bagun.,!ini makanan kamu sudah datang Mas, ayo cepat di makan Nanti kamu sakit lho, "
"Nesa...! terus.. teruslah bicara Aku sangat merindukan mu, terus saja bicara Aku sudah lama sekali ingin bermimpi bisa mendengar Suaramu teruslah bicara. " rancau laki-laki yang ada di depan Vanessa yang mana hal itu membuat Vanessa sedikit terkejut.
"Bagaimana dia bisa mengetahui Namaku, Tidak.. tidak dia kan sedang tidur dia sedang menggigau, apakah dia punya pacar yang namanya juga Nesa, " lirih Vanessa bermonolog sendiri.
"Mas, sadarlah Ayo bangun, Aku tidak mungkin harus menungguimu disini, Aku juga harus pergi."
"Apa kamu tau, Aku sungguh sangat merindukanmu, Aku ingin kita bisa kembali bersama, Aku ingin memperbaiki kesalahan yang pernah Aku lakukan, kamu tau Aku ssangat, __
" Stop.. stop... Mas anda cepat bagun mimpinya Nanti Mas lanjutkan di kamar Mas nya, Saya tidak bisa lama-lama disini, cepat lah bagun dan makanlah pesanan Makanmu,"
"Jika Aku bangun Aku tidak akan bisa mendengar suaramu lagi, tidak. Aku mau tidur saja, Aku sudah lama menunggu kamu memanggilku, "
"Ah, ini orang bicara nya semakin ngacau saja, lebih baik Aku tinggal kan saja dia, ngapain juga Aku mau menungguin orang yang lagi patah hati."
Vanessa yang merasa kesal dan sudah malas menemani orang yang justru sibuk mengigau dan merancau tidak karu karuan Vanessa memilih untuk meninggalkan dan mengabaikan nya.
__ADS_1
Vanessa segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan melangkah meninggalkan tempat itu, samar samar Vanessa masih sempat mendengar Clotehan laki-laki yang sedang menggigau, sungguh Vanessa tidak habis pikir igauan dari laki-laki yang duduk di meja itu benar-benar tepat, dimana terakhir Vanessa berjalan meninggalkan nya, laki-laki itu kembali menggigau dengan meminta agar dirinya jangan pergi,
Vanessa berusaha menulikan telinga dan juga pandangan matanya, dimana jika harus jujur entah mengapa ada rasa sesak dan sakit ketika mendengar laki-laki yang ada di depan nya mengatakan sangat merindukan gadis bernama Nesa bahkan entah mengapa ketika Vanessa menggoyangkan tangan dari laki-laki yang ada di depan nya tadi, ada perasaan berdebar debar yang tiba-tiba muncul begitu saja.
Sungguh Vanessa merasa heran di sepanjang jalan dia melangkah suara dan bayangan dari laki-laki yang sedang menggigau itu terus menari nari dalam ingatannya.
"Cepat.. Cepat! "kita bantu mereka. "
Beberapa orang berlarian. Vanessa meresa bingung dengan tiba-tiba orang orang pada berlarian.
"Maaf, Mas, ada apa ya?"kenapa semua berlari ke arah sana. "
"Itu, karena Ada yang baru saja terjatuh dari tangga, seperti nya dia berjalan dengan tidak melihat jalan.
Vanessa yang mendengar itu menjadi panik. " Jangan jangan laki-laki yang baru saja dia tinggalkan, hal itu ada benarnya dikarenakan beberapa orang yang berlarian menuju ke arah restoran yang dekat dengan penghubung tangga atas sebelah kanan dimana tempat itu dekat dengan laki-laki yang tadinya bersama dengan Vanessa.
Entah Mengapa ada perasaan yang begitu cemas dan khawatir dalam diri Vanessa dan ketika Vanessa sampai di tempat kejadian tampak beberapa orang sedang membantu seorang yang terlihat seperti pingsan.
"Bagaimana ini, apa kita bawa ke kamar hotel yang ada di dekat sini saja, "
"Iya, ayo, cepat cepat, "
Beberapa orang segera masuk sambil memapah seorang yang kelihatan nya memang benar benar pingsan.
Sebelum orang yang ditanya Vanessa menjawab tiba-tiba seseorang dari balik kerumunan mendekati Vanessa sambil menatap tajam kepadanya.
"Nona..! bukan kah saya tadi sudah meminta tolong pada Nona agar mau menemani Tuan yang disana tadi lihat gara-gara Nona pergi orang itu jadi tidak ada yang menjaga akhirnya jatuh pingsan. "
"Lho tadi orang itu tidur, "
"Nona, tidak perlu lagi membela diri, karena Nona ternyata Wanita yang tidak bisa di percaya, bukankah tadi sudah menyetujui dan bersedia menjaga sebentar Sebelum saya datang tapi nona ternyata bukanlah wanita yang sabaran dan ikhlas memberikan waktu untuk orang lain, sehingga Nona meninggalkannya, tanpa pengawasan siapapun orang itu berjalan ke arah tangga dan pada akhirnya jatuh beruntung ada yang melihat andaikan tidak mungkin orang itu bisa bisa mati."
"Memangnya separah itu? "
"Entahlah Aku juga tidak tau, karena Aku juga baru datang, permisi Aku mau cek dan melihat keadaan Tuan itu. "
"Aku, ikut..! "
Tanpa menunggu jawaban Vanessa segera mengikuti langkah kaki dari satpam yang ada di depan nya.
"Permisi Pak, bagaimana keadaan nya? "
"Seperti nya tidak parah cuma luka lecet lecet kecil tapi darah yang mengalir di pelipis nya ini sangat mengkhawatirkan, kalau sudah di tangani dokter pasti akan segera pulih. "
"Kamu benar tapi disini tidak ada dokter, bagaimana cara menghentikan darah yang mengalir di pelipis nya? "
__ADS_1
"Aku juga tidak tau, bagaimana ini apa perlu kita bawa ke rumah sakit, tapi Rumah sakit disini jauh dan darahnya bisa, __
" Biar saya yang coba membantu menghentikan darahnya Pak,"
"Memangnya Nona bisa? "
"InsyaAllah, Pak. Saya bisa karena dulunya saya seorang Suster, "
"Baiklah, kalau begitu orang ini kami serahkan sama Nona, "
Bergegas beberapa orang yang ada di dalam kamar itupun keluar, kunu tinggalah Vanessa dengan pak Satpam.
"Apa Nona yakin akan bisa Nanti kejadian nya seperti tadi, tanpa bertanggungjawab Nona pergi tidak mau mengawasi Tuan itu. "
"Tenanglah, Pak, kali ini saya akan berusaha sebaik mungkin ini demi solidaritas bukan, "
"Kalau begitu jika membutuhkan sesuatu bilang sama Nona Santi dia pelayan hotel ini dia yang akan menemani Nona disini."
"Iya, Pak.
" Baiklah kalau begitu saya pergi dulu, Nanti saya akan datang untuk memeriksa keadaan Tuan."
"Silakan, "
Satpam itupun bergegas melangkah pergi kini tinggalah Vanessa dengan salah satu Mbak pelayan Hotel.
Vanessa segera maju melangkah ke depan akan tetapi suara dari Santi menghentikan langkah nya.
"Mba, apa yang bisa saya bantu? "
"Katanya dia terluka di pelipisnya kan untuk itu kita harus membersihkan darahnya dulu, tolong Mbak santi ambilkan saya pembersih kain beserta wadahnya beri sedikit air hangat. "
"Baik, Mba saya akan ambilkan. "
Santi sudah pergi kini tinggalah Vanessa dengan laki-laki yang sedang terbaring di Ranjang, perlahan-lahan Vanessa berjalan mendekati laki-laki itu yang masih pingsan.
"Kasian sekali darahnya lumayan banyak, Maaf kan Aku, sungguh Aku tidak bermaksud meninggalkan mu cuma Aku sedang lelah dan ingin segera beristirahat waktu itu. " gumam Vanessa yang kini perlahan-lahan berjalan mendekati sosok laki-laki yang ada di depan nya dan ketika Jarak diantara mereka tinggal diam meter Vanessa sungguh terkejut ketika mengetahui siapa laki-laki yang sedang pingsan itu.
"Mas, Rendra..! seru Vanessa sambil menutup mulutnya, sungguh dia tidak percaya dengan apa yang di lihat nya. Tidak terasa melihat luka dan darah yang masih menetes Aiyy mata Vanessa pun ikut membantu menetes.
" Mas Rendra kenapa kamu jadi begini, ada apa dengan mu? "
Dengan buru-buru Vanessa merobek baju lengannya dan dengan sabar membersihkan darah disekitar Wajah Rendra.
Melihat keadaan Rendra yang begitu memprihatinkan hati Vanessa begitu sedih hingga tak terasa Vanessa membersihkan darah Rendra sambil meneteskan Air mata.
__ADS_1