DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 155.Kecewa


__ADS_3

Tampak wajah Vanessa berubah menjadi sedikit serius di mana hati Vanessa kini merasa sangat bimbang dan bingung karena apa yang dikatakan oleh Mbak Sri pengasuhnya sama dengan apa yang dia pikirkan.


Pada saat itu Vanessa juga merasa jika Arum saat ini memang dalam keadaan hamil bukan sakit maag seperti yang Bara katakan saat itu, tapi Vanessa juga tidak bisa membuktikan apa yang menjadi prasangka dirinya benar atau salah, meskipun Vanessa sendiri juga sangat yakinyakini dan pandangannya tidak salah.


Mbak Sri yang melihat Vanessa diam dan tidak berkata apa-apa akan tetapi sangat terlihat jelas jika Vanessa sepertinya sedang berpikir membuat Mbak Sri ingin memastikan, Apakah Vanessa, Nyonya muda yang ada di depannya percaya dengan apa yang dia ucapkan atau percaya yang diucapkan oleh Mama mertuanya.


"Non, Apakah Non Nesa percaya dengan apa yang saya ucapkan atau Non Nesa masih percaya dengan apa yang di ucapkan Mama Mertuanya Non? "


"Entahlah Mba Sri Aku sendiri juga bingung,


"Tapi apa yang saya ucapkan ini benar Non, dan jika si Ulet Bulu itu hamil maka ini akan gawat Non, "


"Gawat? " maksud Mbak Sri apa Kenapa mengatakan gawat. "

__ADS_1


"Tentu saja gawat Non, Bagaimana tidak gawat Jika benar si ulat bulu itu sedang hamil siapa laki-laki yang menghamili ulat bulu itu, jika dia dihamili oleh pacarnya kemudian pacarnya tidak bertanggung jawab itu sangat gawat, karena yang Aku lihat ulat Bulu itu selalu menggoda dan mengganggu Tuan ketika Non Nesa tidak ada di Rumah, dan ini pasti sangat berbahaya dan sangat gawat sekali Non Nesa harus waspada, Si Ulet Bulu itu bisa saja merampas Tuan Bara karena sepertinya si Ulet Bulu itu punya hati sama Tuan Non,"ucap Mbak Sri memberikan penjelasan kepadanya.


Vanessa yang mendengarkan penjelasan dari Mbak Sri menggeryitkan dahinya menatap penuh keheranan dengan apa yang dikatakan oleh Mba Sri akan tetapi Vanessa sendiri tidak menyalahkan apa yang menjadi pemikiran dari Mbak Sri dikarenakan beberapa kali memang Vanessa melihat Arum begitu sering mencuri-curi kesempatan untuk bisa dekat dengan Bara Suaminya akan tetapi Vanessa masih berpikir itu adalah hal biasa untuk berbincang-bincang dan mungkin hanya untuk berteman saja tidak lebih dari itu.


Karena Vanessa sangat yakin Bara sama sekali tidak tertarik dengan Wanita lain karena Vanessa yakin Bara sangat mencintai dirinya.


Untuk itu Vanessa tidak ambil pusing dengan apa yang dikatakan oleh Mbak Sri kepadanya, karena sudah berkali-kali Vanessa melihat dan merasakan kebesaran dan keteguhan cinta Bara kepadanya, Vanessa tidak lagi meragukan kesetiaan dan Cinta Bara kepadanya.


Dengan tersenyum tipis Vanessa mengagguk anggukkan kepala.


Mbak Sri yang mendengar penjelasan dan perkataan dari Vanessa merasa sangat heran dan merasa sangat aneh karena wanita yang ada di depannya sama sekali tidak merasa takut cemas apalagi khawatir tidak seperti dirinya yang benar-benar merasa was-was dan merasa sangat yakin jika Arum memiliki niat buruk ingin merampas Tuannya.


"Non Nesa, Mengapa Non Nesa berkata seperti itu apakah Non Nesa sama sekali tidak memiliki perasaan khawatir atau was-was terhadap Tuan, Arum itu sepertinya wanita yang benar-benar sangat licik dan memiliki Ambisi yang cukup tinggi Aku khawatir Apa yang dilakukan Arum lama-kelamaan akan membuat Tuan luluh dan terjatuh hingga iba dan mau menerima nya juga. "tanya Mba Sri yang masih merasa cemas.

__ADS_1


Vanessa yang di khawatirkan justru tertawa rennyah.


" Sudahlah Mba Sri ayo kita turun untuk makan Aku sudah lapar, Mba Sri tidak perlu mencemaskan hal itu, Tuan kamu itu orang nya sangat penyayang dan setia percayalah Tuan kamu tidak akan mudah tergoda, lagi pula Aku dan Arum cantik Aku kan hehehe, "


Sambil tersenyum nyengir Mba Sri mengaggukkan kepala.


"Iya jauh, banget masih cantik Non Nesa tapi kalau khilaf kan tidak ada yang tau Non, "


"Sudah berpikir dan berprasangka buruk itu tidak baik, sudah ayo kita turun. "


Tanpa bicara lagi dan tanpa membantah Mba Sri akhirnya mengaggukkan kepala menerima ajakan dari Non Vanessa nya.


Meskipun jika harus jujur dan jika harus menggunakan perasaan Mba Sri masih merasa sangat was-was dan khawatir.

__ADS_1


Bahkan Mbak Sri merasa sangat yakin jika Arum benar-benar bisa berbuat nekat dan juga bisa berkelakuan yang tidak baik kepada Tuannya agar Tuannya bisa tergoda padanya, menerima kehadiran dirinya, Akan tetapi jika mengingat kasih sayang dan perhatian dari Tuannya kepada Non Vanessa nya, Mbak Sri juga percaya jika Tuannya sangat menyayangi dan mencintai Non Vanessa nya.


Meskipun sedikit kecewa, Mba Sri terpaksa menerima dan ikut yakin jika Tuanya tidak akan pernah tergoda.


__ADS_2