
Suasana malam yang dingin dan sunyi Vanessa kala itu juga tidak bisa memejamkan mata memilih berdiri di dekat jendela dengan menatap langit yang kala itu bertaburan bintang bintang yang cahayanya sangat indah untuk di pandang dengan hembusan angin yang cukup dingin.
"Bagaimana keadaan Mikha sekarang apakah dia bisa tidur dengan nyenyak, apakah dia tidak Nangis, sungguh Aku bukan Mama yang baik untuknya karena telah membuat dirinya terjebak dalam masalah, Mikha tidak boleh merasakan dan menanggung semua dari kesalahanku dia harus bahagia, Apa yang harus Aku katakan pada Mas Rendra jika dirinya tau diriku telah teledor menjaga Anaknya dia pasti marah besok Aku harus bisa keluar dari Rumah ini, Aku harus mencari Mikha, Aku tidak mau terjadi sesuatupun pada Putriku, "
Vanessa menutup pintu jendela kamarnya kemudian kembali Naik je atas Ranjang dan mulai memejamkan kedua bola matanya.
"Mikha itu tanggungjawab ku, jangan sampai Mas Rendra tau jika Anaknya di jadikan saandraa oleh Mas Bara karena Aku, apapun yang terjadi besok Aku harus pergi mencari meskipun ke ujung dunia sekalipun, Maafkan Aku Mas Rendra Aku sudah ceroboh dalam menjaga Anakmu, setelah ini Aku akan berikan Mikha kepadamu karena kamu punya hak untuk itu dari pada dengan ku dirinya akan mendapatkan banyak masalah meskipun sesungguhnya Aku sangat berat dan tidak bisa jika harus jauh darinya tapi demi keselamatan Mikha, Aku akan lakukan semua nya. "gumam Vanessa dalam hati.
Malam semakin larut dengan diiringi deru angin malam yang berhembus dengan kencang.
_______
Mobil hitam yang melaju dengan kencang kini memasuki sebuah kawasan tempat sedikit terpencil dimana tempat itu jauh dari keramaian kota.
"Mau kemana Mobil itu mengapa memasuki tempat yang sunyi begini Apakah benar dugaanku jika mereka itu adalah pencuulik, mereka bukan keluarga dari Anak kecil dan Wanita itu, Aku harus terus mengikuti, "
Baim melakukan Mobilnya dengan sangat pelan dan dengan jarak yang cukup jauh agar keberadaan dirinya tidak diketahui oleh orang yang mengemudikan Mobil di depannya.
Tampak Mobil berwarna hitam berhenti di sebuah Rumah yang tidak begitu besar akan tetapi juga tidak begitu kecil.
Satu orang bertubuh tinggi dan berkulit hitam dengan rambut sedikit panjang di ikat menjadi satu dan ditangan kanannya terdapat sebuah tato berbentuk kalaajengking.
Baim memperhatikan dari kejauhan dengan tidak berkedip Baim benar-benar yakin jika mereka adalah kawanan pencuuulik.
Satu orang itu segera membuka pintu Mobil dan keluarlah saru orang laki-laki berkepala botak turun dari Mobil dengan menggendong satu anak kecil yang terlihat sedang tertidur.
Baim mengeryitkan dahinya, menatap dengan seksama dan Baim merasa Yakin jika Anak kecil itu bukan tidur akan tapi pingsan.
"Pasti Anak kecil itu sudah di biuuus sehingga dirinya terlihat sedang tertidur dan laki-laki satunya segera membuka Mobil belakang dan memaapah satu orang Wanita Dewasaa.
" Apakah Wanita itu ibunya, mereka tidak ada kemiripannya sama sekali bahkan kulit dan hidung sangat jauh berbeda, Aku harus melihat lebih dekat karena seperti nya mereka mulai akan masuk ke dalam Rumah."
Perlahan-lahan Baim menghentikan Mobilnya di dekat pohon yang sedikit rimbun dengan jarak cukup jauh agar Dua orang laki-laki itu tidak bisa mengetahui keberadaannya,
__ADS_1
Kini Baim berjalan dengan mengendap-endap mendekati Rumah dimana kedua orang laki-laki itu membawa Satu anak kecil dan satu Wanita Dewasa.
"Bagaimana ini, apakah kita tempatkan dalam kamar yang berbeda atau kita tempatkan dalam satu kamar saja. "
"Bos hanya memerintahkan kita untuk menjauhkan anak ini dan Wanita ini dengan Istrinya dan kita tidak di tugaskan untuk menyakiti mereka untuk itu, tidak masalah menurut ku jika mereka kita tempatkan dalam satu kamar saja, "
"Saat ini mereka pingsan apakah perlu kita menyadarkan mereka? "
"Tidak perlu, biarkan saja Nanti pasti akan sadar sendiri, "
Kedua orang itupun akhirnya membawa Mba Sri dan Mikha masuk kedalam kamar, kemudian mereka keluar dan duduk di Ruang tamu untuk berjaga-jaga.
"Bagaimana ini Aku menunggu mereka atau Aku pulang jika Aku tidak pulang EVa akan marah-marah baiklah Aku pulang dulu besok Aku kesini lebih pagi dan membawa anak kecil dan Wanita itu pergi. "
Dengan berjalan mengendap-endap Baim kembali ke mobilnya dan kembali melajukan Mobilnya untuk kembali pulang.
_________
Bara memejamkan kedua bola matanya dengan resah ini adalah kali pertama dirinya harus tidur sendiri tanpa Vanessa di sampingnya, sungguh sangat menyiksa dan membuat dirinya tidak bisa tidur sehingga Bara sering kali berbaring ke kiri dan ke kanan, hingga sebuah ketukan pintu menggaggunya.
Bara yang melamun dan tidak bisa tidur langsung meloncat dari tempat tidur menuju ke pintu.
" Pasti Nesa yang datang, pasti dia juga tidak bisa tidur dan ingin tidur degan ku. " lirih Bara yang merasa yakin dan senang bibir nya mengulum senyum.
Dengan cepat Bara membukakan pintu.
"Akhirnya kamu mencariku juga Sayang, " ucap Bara ketika pintu dibuka dan Alangkah terkejutnya Bara ketika yang berada di depan nya bukan Vanessa istrinya tapi Mamanya.
"Mama ada apa dan bagaimana Mama tau Bara berada disini, "
"Ikut Mama, Mama mau bicara padamu, "
"Ma, ini sudah malam bicara disini saja kan bisa, "
__ADS_1
"Baiklah, "
Mama Sukma segera masuk ke dalam kamar dan duduk dengan kedua tangannya besilang di depan dada.
Bara yang melihat Mamanya bersikap begitu mulai merasa curiga.
"Mama ini kenapa seperti orang yang marah saja. "gumam Bara bermonolog sendiri.
"Bara kamu duduk sekarang katakan pada Mama apa yang kamu lakukan pada Mikha dan pengasuhnya. "
"Deg...!
Bara langsung mendongak menatap wajah Mamanya yang tiba-tiba berdiri sambil bersilang dadaa.
" Apa, kamu heran Mama tau apa yang kamu lakukan?
"Ma, itu urusan Bara Mama tidak perlu pusing memikirkan nya, lebih baik Mama pergi tidur saja. "
"Bara Mama memang tidak suka dengan Vanessa dan Anaknya tapi bukan berarti Bara suka dan membenarkan apa yang kamu lakukan itu, sudahlah kamu itu sudah punya Arum, dia sedang mengandung anakmu, jadi biarkan Vanessa dan anaknya pergi, "
Bara tersenyum miring mendengar Mamanya bicara.
"Maaf, Ma. Bara sudah menuruti apa yang Mama inginkan Bara menerima Arum dan membiarkan Arum berada di rumah ini itu semua karena keinginan Mama. Tapi satu hal yang Bara tidak ingin Mama ikut campur dalam urusan pribadi Bara bagaimanapun juga dan apapun yang terjadi Bara tidak akan pernah membiarkan Vanessa pergi meninggalkan Bara jika Vanessa berbuat yang nekat maka Bara akan memisahkan Vanessa dengan anaknya dan Bara tidak peduli Mama setuju ataupun tidak Bahkan jika Mama tidak setuju sekalipun, dan jika Bara Nekat itu karena Vanessa juga nekad ingin meninggalkan Bara tidak ada cara lain untuk bisa membuat Vanessa menghentikan keinginan untuk itu Bara memisahkan Vanessa dan anaknya. "
"Tapi itu sangat berbahaya dan beresiko kamu bisa berurusan dengan, _____
" Cukup Ma, Bara tau maksud Mama tapi Bara tetap tidak peduli, "
"Tapi Bara, ___
" Sudah Bara sangat ngantuk ingin beristirahat Mama tolong kembali ke kamar dan biarkan Bara tidur, Mama jangan ikut campur karena jika Mama lakukan maka Aku akan buang Arum dari Rumah ini dan Mama tidak akan mendapatkan cucu lagi. "
Dengan perasaan kecewa dan sdikit kesal Mama Bara pergi meninggalkan Bara.
__ADS_1
"Baiklah, Mama pergi,"
Bara mengaggukan kepala dan menarik napas lega.