
Malam yang direncanakan untuk berbulan madu kini menjadi malam yang sepi dan Hening di mana justru sang istri mengacuhkan dirinya bahkan sang istri terlihat sangat sedih, hal itu diketahui Bara ketika Bara melihat sisa buliran bening di sudut mata istrinya.
Bara berkali-kali mengutuk dirinya karena telah membiarkan istrinya sendirian di hotel yang asing bahkan Bara merasa bersalah karena kedatangannya justru mempertanyakan tentang ponsel hp istrinya yang tidak aktif dan kini Bara baru mengetahui jika semua yang terjadi pada istrinya di dalam hotel Setelah dia pergi bukanlah suatu hal yang baik hal itu terlihat dari betapa sedih istrinya sampai sampai untuk bicara dan bercengkrama berdua sang istri terlihat tidak mau dan malas.
Bara menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan, sebelum kemudian Bara pun ikut terlelap dalam tidur karena rasa capek yang bertumpuk, capek dalam kerja dan capek pula dalam memikirkan sikap istri nya yang tiba-tiba terlihat Aneh.
Cahaya mentari pagi menerobos masuk lewat celah jendela hingga sinarnya menembus pada dinding kamar hotel yang ditempati oleh Vanessa dan Bara.
Vanessa bangun lebih awal setelah melakukan salat subuh, Vanessa segera bersiap mempersiapkan semua yang akan dia bawa hari ini ke butik karena Vanessa juga akan memberikan kesempatan kepada Rendra untuk bertemu dengan Mikha.
Vanessa memilih tempat yang sekiranya cocok di mana tidak dekat dengan butik juga tidak dekat dengan hotel Vanessa sengaja memilih pertemuan di sebuah restoran biasa yang ada di sekitar Butik tempat Vanessa bekerja setelah mengirimkan pesan itu kepada ponsel hp Rendra Vanessa segera masukkan ponsel hp-nya ke dalam tas kemudian bersiap.
Bara yang juga baru bangun dari tidur nya sedikit terkejut melihat sang istri sudah rapi dan cantik, seolah olah sudah siap untuk brangkat.
"Sayang, ini masih pagi, kamu sudah bersiap begitu seperti Mikha saja berangkat pagi ke sekolah."
"Iya, Mas. di Butik banyak pekerjaan jadi Aku putuskan untuk berangkat pagi, "
"Sayang, izin saja tidak usah masuk kita kan belum menghabiskan waktu bersama di hotel ini,"
"Maaf, Mas mau menghabiskan Waktu bagaimana, Aku kan sudah bilang jika Aku, __
" Iya, Aku tau tapi, bercengkrama berdua tidak hanya tidur kan sayang, kita bisa ngobrol dan juga bersenang-senang sejak disini, Sayang lho kita sudah bayar mahal tapi kita berdua belum menikmati keindahan nya bersama, hari inii Aku ambil libur Aku sengaja ingin menghabiskan waktu bersama istriku disini. "
Vanessa tersenyum kecut, mendengar perkataan sang Suami.
"Mas, tidak perlu melakukan itu, kan setiap hari kita sudah selalu bersama kan? " sudah lah Mas, kita pulang hari ini , Aku juga mau cepat pergi ke butik untuk mengerjakan pekerjaan. "
Mendengar perkataan sang istri bersikeras untuk pergi dari Hotel membuat Bara menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.
"Baiklah, Aku mandi dulu, " ucap Bara pada akhirnya.
Bara tidak lagi memaksa istrinya untuk tetap berada di hotel dan menghabiskan waktu bersama Bara memilih menuruti apa yang istrinya Inginkan Dia itu pergi dan pulang ke rumah tidak lagi berada di hotel di dalam kamar mandi para mulai berpikir dengan sikap Vanessa yang bersih keras untuk pergi dari hotel dengan cepat.
"Apakah keinginan Vanessa ada hubungannya dengannya yang semalam menangis, Aku harus mencari tau dan Aku akan mengantar Vanessa ke butik tapi setelah itu Aku akan kembali ke hotel untuk meminta rekaman CCTV-nya, biar Aku tau Apa yang terjadi pada istri ku kemarin malam.
Kurang lebih 20 menit Bara melakukan ritual mandi kemudian dengan wajah segar dan rambut basah Bara keluar dari dalam kamar mandi, setelah mengganti baju dan mengemasi semua barang yang dia bawa, Bara mengajak Vanessa untuk keluar dari kamar hotel mereka hari ini memutuskan untuk pulang ke Rumah.
Bara sengaja langsung mengantarkan Vanessa ke Butik, karena Vanessa meminta kepada Bara untuk langsung pergi ke Butik.
__ADS_1
Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata, tidak terlalu cepat dan juga tidak terlalu lambat, ketika sampai di depan Butik, setelah Bara membantu Membukakan pintu mobil Vanessa melambaikan tangan sebelum masuk kedalam.
Barapun melambaikan tangannya sambil mengulum senyum.
Bara kembali masuk kedalam mobil kemudian mengarahkan mobilnya kembali menuju ke Hotel, Bara merasa penasaran dengan apa yang sudah terjadi pada istri nya kemarin malam, sehingga istri nya begitu ingin cepat pulang dan terlihat sangat sedih.
Dengan meminta rekaman CCTV yang ada di dalam Hotel Bara yakin akan mengetahui apa yang menyebabkan istri nya begitu terlihat Aneh.
Di dalam Butik suasana Masih sangat sepi, para karyawan belum ada yang datang karena Waktu menunjukkan pukul 6.30, masih begitu pagi.
Vanessa segera mengirimkan pesan pada Mang Dadang agar segera membawa Mikha ke Butik setelah pulang sekolah, selain itu Vanessa juga sudah memberikan pesan kepada Rendra tempat untuk pertemuan antara Rendra dan Mikha putri nya.
Waktu berjalan serasa lambat menunggu siang dan menunggu Mikha untuk datang ke butik serasa lama.
"Mba Nesa, sudah datang dari tadi ya? "
"Iya, bagaimana perkembangan Butik kemarin apakah semua sudah berjalan dengan lancar. '
" Sudah mba, kita sukses besar, para pengunjung sangat banyak dan lagi mereka sangat puaas dengan rancangan Butik kita. "
"Bagus lah, kalau begitu, Aku akan cek apa saja yang perlu di benahi. "
"Baik, Mba saya permisi dulu, "
"Mama...!
" Hai, sayang, bagaimana kabarnya hari ini, apa ada temanmu yang Nakal, atau hari ini Mikha yang Nakal, "
"Tidak ada Ma, Mikha tidak Nakal dan juga tidak ada teman Mikha yang nakal, "
"Bagus lah kalau begitu, ini baru namanya anak Mana yang pinter, Mikha pasti lapar ato ikut Mama kita akan makan siang direstoran yang enak. "
Dengan bergembira Mikha mengangguk, Vanessa segera membawa Mikha untuk pergi dengan menggunakan taksi.
Vanessa sengaja meminta pada Mang Dadang untuk pergi karena Vanessa ingin menggunakan taksi dan tidak ingin diantarkan oleh sopir pribadinya.
Sengaja Vanessa melakukan hal itu karena Vanessa tidak ingin pertemuannya dengan Rendra diketahui oleh Mang Dadang Yang mana Mang Dadang adalah Abdi Setia dari Bara suaminya untuk itu Vanessa tidak ingin mang Dadang tau kemana dia pergi vdan bertemu dengan siapa.
Taksi melaju dengan kecepatan rata-rata hingga taksi sampai pada restoran yang di tuju.
__ADS_1
"Ayo sayang kita masuk, "
Dengan riang Mikha mrngagguk senang, ketika Vanessa sudah sampai di depan sebuah Restoran yang cukup rame.
Vanessa segera mengedarkan pandangan nya ketika sudah sampai dan tampaklah seorang laki-laki sedang duduk sambil memainkan gawainnya, Laki-laki yang tidak lain adalah Rendra.
Dengan jantung sedikit bedegup dengan kencang Vanessa berjalan mendekati meja tempat Rendra duduk.
"Ayo sayang kita duduk di sana, "
"Itu ada orang nya Mama, "
"Iya, tidak apa-apa dia teman Mana kita akan makan bersama nya. "
"Oh, "
Dengan cepat Mikha berlari mendahului sang Mama pergi menghampiri sosok laki-laki yang ada di depan nya, dimana laki-laki itu sedang duduk dan keliatan nya sibuk memainkan ponsel hpnya sehingga tidak menyadari kedatangan dari Mikha dan Vanessa.
"Hai, Om..! Mama bilang kita akan makan bersama disini,"teriak Mikha dengan riang.
Mendengar suara anak kecil memanggilnya Rendra segera menaruh ponsel hpnya dan menatap ke sumber suara.
Kedua bola mata Rendra menatap tidak berkedip sosok gadis kecil yang kini baru dia ketahui jika gadis kecil itu adalah putri nya, matanya berbinar senang dan penuh haru.
Ternyata Vanessa tidak membohongi dirinya untuk bisa bertemu dengan putri darah daging nya .
"Mikha..!Sini sayang duduk dekat Om. "
"Hei, ternyata Om Tampan teman Mama ya? "
Rendra tersenyum kecut sambil mengangguk penuh haru, sampai sampai tangan nya bergetar.
"Sini duduk,"
Tanpa menolak Mikha langsung duduk di samping Rendra.
"Sayang, sini duduk di pangkuan Om, Mikha tidak kangen sama Om, "
"Tidak mau Kata Papa tidak boleh duduk di pangkuan orang Asing hanya boleh duduk di pangkuan Papa saja, kemarin Waktu Mikha bercerita tentang Om tampan, Papa ngak ngijinin Mikha peluk orang asing lagi, Mikha hanya boleh peluk Papa Mikha aja,
__ADS_1
"Oh, begitu, ya!
Rendra tersenyum kecut ternyata bertemu dengan putri nya hanya untuk memeluk saja tidak bisa, karena anak itu tidak mau dan semua karena larangan Bara.