DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 117. Kecewa Hati


__ADS_3

Bara menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan, sungguh hatinya merasa ikut sakit dan sedih dengan apa yang sudah Mamanya katakan pada Vanessa Istrinya.


Vanessa sendiri yang sesungguhnya merasa sangat sedih dan kecewa berpura-pura tetap tenang dan baik-baik saja.


Dengan senyum dibibir Vanessa meraih tangan mungil Mikha Putrinya dan diajaknya masuk ke dalam kamarnya, sementara Bara mengikuti langkah mereka dari belakang.


Sampai di kamar Vanessa meminta Mikha untuk segera mandi, Mba Sri sebagai pengasuh Mikha diminta untuk membantu Mikha, sebenarnya Mikha masih belum mau mandi akan tetapi karena Mamanya mewajibkan dan harus maka mau tidak mau Mikha melakukan apa yang diminta Mamanya meskipun dengan Wajah cemberut.


Bukan tanpa alasan Mikha tidak mau mandi lebih dulu Mikha ingin bercerita pada Mamanya akan tetapi, Mamanya meminta Mikha untuk mandi lebih dulu dengan mengatakan Nanti saja bercerita nya jika Mikha sudah mandi.


Bara menatap dengan penuh takjub melihat sikap Vanessa yang begitu tegas kepada Putrinya, Vanessa tidak hanya memanjakan Mikha akan tetapi juga mengajari Mikha untuk bertanggungjawab mana yang lebih penting dan harus dikerjakan lebih dulu.


Bara merasa heran dengan kemarahan Mamanya pada Mikha yang dituduh suka meminta-minta dan main peluk sembarangan, Bara mencoba berpikir mengapa Mikha berbuat seperti itu dan siapa orang yang diminta dan dipeluk oleh Mikha, setahu Bara Mikha bukan tipe anak gadis yang mudah dekat dengan orang dan Mikha tidak akan muda suka pada orang kecuali orang itu benar-benar sangat dekat dan sangat Mikha kenal dengan baik, lalu Siapakah laki-laki yang Mikha kenal dengan baik itu, Bara yang penasaran terus menerka-nerka siapa orang yang dipeluk Mikha.


Sementara Vanessa yang melihat Bara diam seolah sedang berpikir mengernyitkan dahinya merasa ikut heran dan bertanya-tanya.


"Kamu lagi memikirkan apa Mas? "


"Anak kita, "


"Anak kita, apa maksudnya Mas lagi memikirkan Mikha? "


"Tentu saja Sayang, Anak kita kan cuma Mikha mau siapa lagi, "


Vanessa tersenyum kecut karena menyadari kesalahannya dalam bicara.


"Apa yang Mas pikirkan apakah Mas juga berpikir Mikha sangat berprilaku buruk dan tidak terpuji, "


Bara tersenyum sambil menepuk-nepuk Bahu Istrinya yang kala itu sedang duduk kemudian menatapnya dengan tersenyum kecut. Bara menarik napas panjang kemudian menghembuskannya dengan sangat perlahan dan dengan Perlahan-lahan Bara duduk disamping Istrinya yang sedang tersenyum kecut kepadanya.


"Bagaimana kamu bisa berpikir begitu Sayang, Mikha itu putriku mana mungkin Aku berpikiran buruk tentangnya, "


"Tepatnya Putri angkatmu Mas, "


"Ya, ya kau benar Mikha memang Putri Angkatku tapi pernahkah kamu melihat Aku memperlakukannya seperti Putri angkat, tidak bukan, Sayang dengar Aku hanya berpikir siapa laki-laki yang Mikha peluk dan minta tanpa merasa malu dan engan, bukankah kamu juga tau jika Mikha bukan tipe Anak yang mudah bergaul, Mikha sangat dingin dan tidak muda menerima orang Asing jika orang itu bukan orang yang sangat dekat dan dikenalnya. "


Mendengar perkataan Bara Suaminya yang mengatakan jika Mikha tidak akan melakukan suatu hal pada orang asing dan jika melakukan itu pasti karena Mikha sangat mengenal orang itu dan menganggap orang itu sudah bagian dari keluarganya sehingga Mikha tidak memiliki perasaan malu ataupun Canggung pada orang itu membuat Kedua bola mata Vanessa membulat


"Mas Rendra apakah laki-laki yang dipeluk Mikha adalah Mas Rendra tapi bagaimana mungkin Mas Rendra bisa bertemu dengan Mikha dan, ___


" Sayang kamu lagi mikirin apa dan bagaimana menurutmu kira-kira siapa yang Mikha peluk dan minta itu, "


Vanessa yang kala itu sedang melamun sedikit terkejut dengan pertanyaan Bara Suaminya.


Dengan tersenyum kecut Vanessa menggelengkan kepala.


"Entahlah Mas Aku juga tidak tau, " jawab Vanessa berbohong dimana sesungguhnya hatinya sedang berpikir apakah benar Rendra yang di peluk Mikha atau bukan.


"Mama...!


Mikha yang sudah menyelesaikan ritual mandi dan sudah berdandan dengan sangat cantik berlari-lari kecil menghampiri Mamanya dengan diantar Bu Sri sang pengasuh di belakangnya.


" Hei Putri Papa sudah cantik dan Wangi, hanya Mama saja Nih yang di peluk untuk Papa mana? "

__ADS_1


"Papa..!


Mikha segera berlari memeluk Papanya setelah merasa cukup Mikha melepaskan pelukan nya dan berjalan mendekati Mamanya.


" Mama Mikha mau bercerita, '


"Bicaralah Nak, Mama akan mendengarkan. "


"Papa juga mau dengar dong, "


"Dengan riang Mikha menganggukkan kepala nya, Mikha mulai memilih duduk diantara Papa dan Mamanya dimana Bara terpaksa bergeser untuk memberikan tempat pada Mikha.


" Sebenarnya Mikha tadi itu ketemu dengan, ___


"Bara....! cepat kesini! "


Mikha yang belum juga menyelesaikan ucapannya terpaksa berhenti bicara ketika ikut mendengar Suara teriakan dari Mama Bara yaitu Bu Sukma.


Merasa kesal dan sedikit terganggu Akan tetapi karena Mama Bara yaitu Bu Sukma berteriak beberapa kali membuat Bara terpaksa bangkit dari duduknya kemudian meminta izin kepada Vanessa untuk pergi menemui Mamanya.


"Sayang Aku pergi menemui Mama dulu entah apa maunya sampai berteriak-teriak begitu memanggilku, Mikha temani Mama dulu ya, Papa pergi mau menemui Oma kamu yang bawel itu. "


Mendengar perkataan dari Papanya yang mengakatan ingin menemui Oma nya yang bawel Mikha tertawa membuat Bara merasa gemas dengan lembut mengusap Puucuuk kepala Mikha kemudian melangkah ke pintu.


"Mikha Sayang sekarang katakan pada Mama apa yang tadi ingin Mikha ceritakan. "


"Begini, Ma! tunggu Mikha ingat ada yang ingin Mikha berikan sama Mama."


"Ini untuk Mama, "


Mikha segera menggulurkan makanan ringan yang terbuat dari Kentang goreng rasa pedas manis.


Vanessa sedikit terkejut dengan apa yang diberikan Mikha putrinya.


"Mikha dari mana kamu tau jika Mama suka ini, "


"Mikha kan tadi bertemu dengan Om Tampan. "


"Deg.. !


Dengan sepontan Vanessa menatap Mikha dengan pandangan tak berkedip dan dengan kedua bola mata Vanessa membulat seketika.


" Iih Mama kenapa melotot pada Mikha apa Mama juga mau bilang Mikha murahan karena Mikha tadi peluk dan dibayarin Om Tampan, "


Mikha bicara dengan Bibir cemberut dan wajah yang masam. sedangkan Vanessa sendiri semakin mendelik mendengar perkataan poloos dari Putrinya di mana anak kecil seusia Mikha yang baru saja kelas Dua Sd sudah bicara tentang perkataan buruk dari orang-orang dewasa di mana perkataan murahan itu jelas hanya orang dewasa yang bisa bicara seperti itu, sungguh hati Vanessa merasa sangat tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Mi-Mikha dari mana kamu tau bahasa itu Nak dan mengapa Mikha berpikir begitu siapa yang bilang Mikha Murahan? "


"Oma, saat di dalam mobil Oma marah-marah dan bilang murahan serta berkali-kali bilang Wanita jaaala ng, Mikha tidak tau apa itu Wanita Jaalaa ng saat Mikha tanya Oma menyuruh Mikha diam, kemudian Oma melajukan Mobil dengan sangat kencang."


Vanessa langsung memeluk Anaknya sambil mengusap usap puucuuk kepala Putrinya.


" Ya sudah lain kali Mikha tidak boleh peluk-peluk Om Tampan ya dan dengarkan larangan Oma,"

__ADS_1


"Ya, Ma, "


"Anak pintar sudah ayo Mikha makan sama Mba Sri, tadi Mikha belum makan kan?


Dengan Wajah berseri kembali Mikha menganggukkan kepala. Vanessa bangkit berdiri meletakkan kembali makanan ringan yang dibelikan putrinya kepadanya di mana makanan itu adalah makanan hasil dari saran Rendra mantan suaminya.


" Bagaimana mungkin Mas Rendra bisa tahu Mikha berada di tempat ini Bukankah jarak antara tempat tinggal Mas Rendra dan tempat kami yang berada di sini itu sangatlah jauh, Bagaimana mungkin Apakah ini Kebetulan atau memang sengaja Bagaimana jika Mas Bara mengetahui semua ini pasti dia akan kecewa dan berpikir Aku sengaja Aku harus menyelidikinya sendiri dan jika benar Aku bisa meminta Mas Bara untuk menjauh dari kota ini, pantas saja Mama marah Rupanya Mikha memeluk Mas Rendra.


Di lantai bawa Bara yang berjalan dengan sangat malas karena panggilan dari Mamanya kini sudah berada di dalam kamar dimana Mamanya meminta dirinya untuk menemuinya di dalam kamar.


Alangkah terkejutnya Bara ketika masuk ke dalam kamar ternyata disana bukan hanya ada Mamanya tapi juga ada Arum istri keduanya.


"Duduk Bara..!


" Tidak usah Ma, sekarang Mama bicara saja ada apa memanggilku, "


"Bara, tidak perdu buru-buru kenapa duduklah, "


"Tapi, Ma, ___


Mama Bara yaitu Bu Sukma mempertegas ucapannya dengan menggunakan telunjuk tangan meminta Bara untuk duduk di mana di tempat itu juga Arum sedang duduk sambil mengulum senyum melihat kedatangan Bara di sana, sementara Bara merasa muak dan kesal akan tetapi karena Mamanya meminta Bara pun terpaksa duduk di samping Arum.


"Cepat sekarang Mama katakan ada apa? "


"Arum ini kan baru disini dia tidak ada baju Mama mau kamu bawa Arum ke Mall untuk membeli baju. "


"Apa? Mengantar Arum pergi ke Mall? "


Bara yang kala itu duduk langsung bangkit berdiri dengan kedua bola mata melotot menatap tajam ke arah mamanya sementara sang Mama melihat ulah putranya hanya tersenyum tipis sambil menganggukkan kepala.


"Tidak, Bara tidak mau, Bara sedang sibuk maaf suru saja Arum pergi sendiri diantar Pak satpan di depan. "


"Baraaa.....! Arum itu anak dari teman mama dan kamu harus memperlakukan dia bukan seperti pembantu tapi Sama juga seperti kamu memperlakukan keluargamu sendiri anggap dia juga seperti isterimu.


" Deg...!


Wajah Bara langsung terlihat menegang ketika mendengar perkataan dari Mamanya perasaan takut was-was dan khawatir kini mulai hadir kembali.


"Tunggu Mama ambilkan kunci mobil Mama. "


"Ma Bara tidak mau Bara sedang sibuk Bara, ____


" Ssst, Mas ikuti kata Mamamu jika tidak Aku juga bisa membocorkan Rahasia kita, "ucap Arum yang tiba-tiba memotong pembicaraan Bara.


"Kau mengancamku? "geram Bara menatap tajam pada Arum.


"Bukankah Aku juga Istrimu jadi Aku juga berhak atas dirumu, " lirih Arum dengan suara pelan dan dengan senyum tersungging dibibir.


Bara terdiam dirinya bingung tidak tau harus berbuat apa jika menolak pasti gadis yang ada disampingnya bisa Nekad membocorkan Rahasia mereka dan itu lebih gawat.


"Bara ini kunci mobilnya pergilah, 'seru Mama sambil menggulurkan kunci kepadanya.


Karena mendapatkan ancaman dari Arum dan Bara tidak ingin Rahasianya juga diketahui oleh Mama dan istrinya mau tidak mau Akhirnya Bara mengikuti dan menerima perintah dari Mamanya, Meskipun dengan wajah yang sangat kesal dan geram, sementara Arum tersenyum penuh kemenangan, berjalan keluar di belakang Bara tapi sebelum sampai di pintu Arum menoleh kebelakang menatap Mama mertuanya sambil tersenyum dengan menunjukkan jempol jarinya yang juga dibalas Mama Bara dengan menunjukkan jempol jarinya juga dimana keduanya merasa berhasil membujuk Bara.

__ADS_1


__ADS_2