
Dengan patuh Arum menganggukkan kepala kemudian membuka pintu dan turun dari kamar Bara, sampai di lantai bawah Arum mengulum senyum dirinya menarik nafas lega.
"Sudah kuduga Mas bara tidak mengetahui jika aku tidak hamil dan itu artinya Mama Sukma tidak datang ke kamar Mas Bara dan memberitahu dirinya jika i Aku tidak hamil. cukup bagus dan aku harap Abang Faisal sudah membereskannya dengan segera, Malang sekali nasib Mama mertua, Kenapa kamu sangat bodoh kamu pikir Aku akan membiarkan dirimu mengetahui rahasia ku tentu tidak, Aku tidak tahu Kemana kamu pergi tapi aku menilai Kamu adalah Mama mertua yang bodoh Bukankah Seharusnya kamu datang ke kamar Mas Bara dan menceritakan segalanya tapi ternyata kamu justru meninggalkan rumah dasar Wanita bodoh, ini sama halnya memberikan kesempatan emas padaku, sebaiknya sekarang Aku cari Istri pertama Suamiku dan membereskan nya juga agar dirinya cepat pergi dari kehidupan Aku dan Suamiku, Aku tidak mau memiliki madu seperti dia, di Rumah ini Aku harus menjadi Istri satu-satunya selain Aku Mendapatkan Orang yang Aku Cintai Aku juga mendapatkan harta yang banyak sehingga kehidupan Abangku tidak kesusahan lagi,"
Arum bergegas masuk ke dalam kamarnya dan mengambil Tas kemudian melangkah pergi keluar.
"Mau kemana kau? "
Arum yang sudah memegang handle pintu langsung menoleh ke sumber suara.
"Mas Bara..!
" Kau mau kemana?"
Bara bertanya dengan pandangan intes menatap dari atas sampai bawah sambil tersenyum miring.
"Mau belanja atau mau bertemu Abangmu dan memberikan dia uang. "
"A-Aku mau, ___
" Sudah, diam di rumah untuk hari ini, lagi hamil masih mau keluyuran masuk ke kamarmu dan jangan keluar, perbanyak beristirahat. "
"Astaga ini Suami benar-benar kelewatan sekali, " gumam Arum dalam hati.
__ADS_1
"Ada apa kenapa melotot begitu cepat masuk ke dalam kamarmu sana..! "
"Iya, tapi Mas temani ya, "
"Jangan sembarangan cepat masuk dan jangan keluar karena hari ini ada tamu dari perusahaan Papa yang akan datang. "
Arum tersenyum sambil mengaggukkan kepala. sampai di dalam kamar Arum langsung menutup pintu sambil mendudukkan bokongnya nya di atas Ranjang.
"Menyebalkan sekali sih, sudah bicara kasar nyuruh nyuruh pula, jika bukan dalam keadaan berbohong pura-pura hamil tidak sudih Aku di suruh suruh begitu, sangat menjengkelkan, " geram Arum yang mulai melemparkan tasnya keatas meja dengan di lempar.
cuaca siang hari yang tidak terlalu panas dan juga tidak terlalu terik membuat Faisal merasa nyaman dan lebih mudah menemukan jejak dari Mama Sukma yang kala itu keluar dari rumah dengan Nanti mobil taksi.
Faisal yang juga pergi dengan menggunakan mobil taksi, tidak memberitahu kepada sang sopir mau kemana, Faisal hanya meminta untuk mengikuti Mobil Taksi yang ada didepan nya.
Dimana di dalam Mobil Taksi ada Mama Sukma yang Faisal minta untuk di ikuti jalannya dan ketika mobil taksi yang dikendarai oleh Mama Sukma memasuki kawasan sebuah jalan Raya yang cukup sepi, di mana jalan itu ternyata mengarah pada jalan persimpangan.
"Tuan, kita mau ambil jalan yang mana?
Dengan sedikit kesal dan sedikit marah Faisal menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar.
" Kamu itu sopir taksi, tadi kamu lihat taksi yang kita ikuti itu pergi kemana masa kamu tidak melihatnya ke arah mana taksi itu pergi ke kanan apa ke kiri, masa iya kamu menanyakan kepadaku bukankah kamu yang sebagai sopir harusnya kamu tahu dan paham bukan balik bertanya kepadaku bikin pusing kepala saja, sudah ambil jalan mana saja kalau tidak ketemu balik lagi sampai ketemu. " jawab Faisal dengan sangat sinis dan dingin.
Mendengar perkataan kasar dari faisal sopir taksi sedikit merasa geram dan merasa sangat diremehkan di mana Dirinya yang tidak bisa terlalu fokus melihat ke arah depan yang mana Dirinya harus mengendarai mobil taksi dengan benar merasa sangat geram karena penumpang yang membutuhkan informasi serta mengharapkan agar tidak kehilangan jejak ternyata hanya sebagai seorang penumpang yang bodoh tidak fokus melihat orang yang ada di dalam taksi depan.
__ADS_1
Merasa diremehkan dan tidak dihargai sopir taksi mulai melakukan segala hal yang menurut kesukaan dari hatinya tidak peduli Apakah langkah yang dia pilih akan menjadi benar atau salah karena dirinya sendiri juga tidak terlalu fokus dengan mobil taksi yang ada di depannya di mana di dalam mobil taksi itu terdapat orang yang sedang dikejar dan diikuti oleh penumpang nya.
"Kita ke arah kanan saja Tuan sepertinya mobil taksi itu melaju ke arah kanan,"ucap sopir taksi berbohong karena dirinya sendiri tidak begitu yakin Apakah orang yang berada di dalam taksi yang ada di depannya tadi berbelok ke arah kanan atau ke arah kiri.
mobil taksi melaju dengan kecepatan sedang dan faisal sedikit merasa heran karena ternyata arah yang diambil oleh sopir taksi yang ada di depannya ternyata ke arah sebuah pasar di mana mulai terdapat banyak orang berlalu Lalang dan beberapa orang di pinggir-pinggir jalan yang sedang berjualan.
merasa kecewa dan kesal Faisal ingin memaki dan memarahi sopir taksi yang sudah dipesannya akan tetapi kedua bola matanya menatap nanar ke depan ketika dirinya melihat seorang wanita berbaju elegan sedang berjalan.
"Stop..!
" Stop, berhenti disini, "
Mendengar perintah dari sang penumpang akhirnya sopir taksi menghentikan mobilnya setelah menepikan mobil buru-buru Faisal membuka pintu Kemudian berlari mengejar seorang Wanita yang di yakini dia adalah Mama Sukma setelah dirinya melemparkan uang kepada Sopir taksi begitu saja di samping kemudi.
Sayup-sayup Faisal mendengar sopir taksi mengumpat karena sikapnya yang tidak sopan melempar uang ke samping nya ketika memberikan uang pembayaran kepadanya.
Faisal tidak memperdulikan akan hal itu dia hanya ingin segera bisa bertemu dengan wanita yang sedang dicarinya.
"Mau apa Wanita itu Aku harus menggikuti dan setelah mendapatkan kesempatan di jalan sepi Aku akan cepat membereskannya. " gumam Faisal dalam hati sambil tersenyum miring.
Disisi lain Vanessa yang duduk di dalam mobil Taksi merasa heran dan bingung karena Taksi yang dia tumpaangi berhenti mendadak
Tampak olehnya di depan sana banyak orang yang sedang berkerumun. Belum juga rasa heran dari Vanessa berhenti, sopir Taksi sudah datang sambil membawa seorang Wanita muda yang sedang menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Non, geseer sedikit Nona ini sedang Syok kita bantu dia dulu untuk pergi ke Rumah sakit. "
tanpa menunggu jawaban sopir taksi langsung meminta wanita muda itu untuk duduk di samping Vanessa dan dengan cepat sopir taksi kembali duduk di depan kemudian dengan cepat langsung melajukan mobilnya sementara Vanessa yang tadi nya fokus melihat wanita muda yang duduk di sampingnya kemudian Vanessa menatap lurus ke depan menjadi merasa heran karena orang-orang yang berkerumun di depan nya sudah tidak ada.