DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 102.Kecewa


__ADS_3

Bara tersenyum penuh dengan kemenangan ketika Bara mendapatkan pelukan manis dari Istrinya.


Vanessa yang tidak terbiasa bersikap manja segera melepaskan pelukannya dan langsung duduk di depan meja makan.


"Duduk Mas katanya lapar, "


"Hmmm, disuapin ya, "


Bara meminta Vanessa untuk menyuapinya dengan mengerlingkan mata mengoda sementara Vanessa hanya menggelengkan kepala yang kemudian memerintahkan Bara untuk segera duduk.


"Sudah tidak usah aneh-aneh cepat duduk, kita makan. "


"Hmmm, minta disuapin Mama Nesa dikit lah, ini tangan kaku pegal-pegal kan tadi capek nahan goyang goyang kursi. "


"Salah sendiri sudah Makan Mas jangan ngomong saja. "


"Baik, disuapin ya, ayolah Nanti kita tidak bisa seperti ini lho kalau ada Mama, karena Mama orangnya galak, ini kesempatan selagi Mama tidak ada, "


"Manja banget, lebay tauk. "


"Peduli, Aaaakk...!


Bara langsung membuka mulutnya meminta Vanessa untuk menyuapinya, dengan terpaksa Vanessa menyuapi Bara.


Awalnya Vanessa merasa malas menyuapi sang Suami akan tetapi beberapa menit kemudian, Vanessa lebih berantusias menyuapi Bara tidak perlu lagi Bara merengek Vanessa sudah melakukannya bagaikan menyuapi Mikha putrinya.


"Mas, aku tunggu makan ya, kemarin malam Aku sudah beli lauk dan sudah Aku panasi. "


"Tidak sempat Nes, ini sudah mau jam 7.00 Aku tidak boleh datang terlambat. "


Mendengar perkataan Suaminya Vanessa menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan sangat kasar.


" Baiklah Buka mulutnya Mas, "


"Ah Apaan Aku bukan bayi, Nanti saja Aku lagi keburu, "


"Pokoknya buka mulutnya makan, apa tidak kasian Aku bagun pagi-pagi sudah memanasi semua lauk dan sudah dari semalam menanak Nasi, semua kulakukan Agar Suamiku bisa makan, "


"Hmmm, ngambek ya, Baiklah, ini Aku buka lebar lebar mulutku suapin yang banyak, "


Vanessa tersenyum sambil mengangguk.


"Eh tunggu, hati-hati jangan sampai jatuh ke bajuku, di tertawakan Aku Nanti."


"Tenang saja, Mas Aku kan Suster sudah pasti ahlinya.


" Ya.. ya, "


Vanessa segera menyuapkan makanan kedalam mulut suaminya.


Dengan mulut penuh suaminya juga berpesan.


"Kamu juga harus makan, Nanti kamu berangkat pakai taksi ya, jangan bareng Aku kita harus profesional agar tidak ada yang tau hubungan kita kamu tidak keberatan kan, "


"Sebenarnya sangat keberatan tapi baiklah menurut pada perintah atasan sekaligus Suami, " cicit Vanessa menghibur diri.


"Pinter banget pilih lauk ini enak, tapi apa kamu tau Suami itu akan bangga dengan masakan sang istri, jadi masakan apapun jika yang memasaknya itu istri rasanya akan sangat enak dan nikmat, mulai besok jangan beli laukw bukan sayang uangnya tapi Suami juga merindukan masakan sang Istri apa kau paham, "


"Ya, Mas Aku paham mulai besok Aku akan masak sendiri buat Suami tercintaku, "


"Hmmm, gombal, "

__ADS_1


"Ihh, gak percaya, Aku sangat mencintaimu Mas dan Aku pastikan besok akan memasak untukmu. "


"Baiklah, "


Hari berikutnya Vanessa menepati janjinya dia sudah bangun pagi dan langsung memasak untuk dirinya dan sang suami.


"Mas, makan dulu sudah siap..! "


"Iya, sebentar, Nah ini baru Istri yang sempurna masak buat Suami, cepat ambil Aku sudah tidak sabar ingin menikmati hasil kerjamu. "


"Sebentar Mas, Tara.... kita makan. "


"Hmmm, bau Aromanya harum, pasti ini enak, "


Dengan sangat tidak sabar Suami Vanessa segera membuka tutup hidangan yang ada di depannya dan ketika penutup itu dibuka.


"Nesaa....!


" Iya, Mas sebentar lagi buatin suusu buat kita, ini sudah selesai, "


"Hei, ayo duduk kok berdiri kita makan, " ajak Vanessa dengan santai dan dengan suara bahagia.


"Nesa, apa Aku tidak salah lihat ini masakanmu, "


"Ya tidak Mas, ini bener-bener nyata Nih lihat Aku ambil dan taruh di mangkokku. "


"Astaga Nesa bukan seperti itu maksdnya, Aku itu mau masakan buatan istri, "


"Lha Ini kan masakan buatan Aku Mas, apa yang salah Aku juga mengaduknya sendiri. "


"Issh, tapi Ini Cuma Mie rebus Suster Vanessa, "


" Ya, ya baiklah Aku tidak mau berdebat tapi besok masak yang lain lagi ya, "


"Siap, bagaimana mienya enak kan? "


"Hmmm, tapi ini tidak bagus untuk kesehatan besok masak yang lain ya, '


" Siap Pak Dokter, "


Hari berikutnya.


"Tara... akhirnya selesai juga masakanku, Mas ayo makan..!


"Ya, bagaimana hari ini masak yang beda dan spesial buat Aku kan, "


"Iya, pasti, "ucap Vanessa dengan bersemangat.


" Coba-coba mana Aku mau makan. "


"Ini, masakan spesial buat Suamiku, "


"Nesaaaaaa...!


" Mas, kenapa berteriak, lembut sedikit suaranya untuk istri bisa kan, beruntung Aku tidak punya penyakit jantung, coba kalau ada bisa gawat."


"Mas kan sudah bilang Mas minta dimasakin yang beda dan spesial kenapa harus Mie lagi..? "


" Lho Mas kan beda, kemarin Mie rebus ini Mie goreng sama telor mata sapi mantep Mas, Ayo dimakan."


"Nesaaaa, bisa tidak sih kamu itu jadi istri yang bener, apa tidak bisa kamu masak selain Mie dan Mie jangan malaslah jadi istri itu, "

__ADS_1


"Mas, kau tega membentak ku, kau memarahiku, Aku harus bagaimana Aku memang tidak bisa masak makanya Aku selalu beli lauk dan Mas minta masakan Aku sendiri Aku hanya bisa bikin ini makanya Aku masakin ini, sekarang apa Mas marah-marah dan tidak suka Baiklah pergi sana cari istri yang pintar memasak dan bisa menyenangkan kamu, " teriak Vanessa dengan derai Air mata hendak berlari pergi meninggalkan ruang makan, akan tetapi dengan sigap tangannya di gengam dan di tarik masuk kedalam pelukan Suaminya.


"Maafkan, Aku. Jangan marah Aku mencintaimu mana bisa Aku mencari istri lagi sudah ayo kita makan tidak apa-apa Makan mie, makanan ini juga enak, "


"Mas bohong Mas tidak perlu menghiburku, "


"Tidak untuk apa Aku bohong jika istriku tidak bisa masak tidak apa-apa asal di Ranjang pintar dan bisa buat Aku puaas. "


"Buuugh..!


" Auuwh.. ! sakit Nes, ringis Suami Vanessa ketika Vanessa memukulnya.


" Ngomong Apaan sih, mesum saja bicara nya. "


"Hahaha, sudah jangan cemberut cantiknya hilang lho, jangan ngambek lagi dan maafkan Mas tadi khilaf membentakmu, Ayo sekarang kita makan."


"Tidak mau, kita buang saja ini kita makan diluar saja, "


"Eiit, tidak bisa ini kan masakan sepesial dari istriku, harus di makan dong, "


"Mas jangan menghinaku, "


"Aduuh Vanessa sayang Mas tidak menghina, ayo Suapin Mas, "


"Beneran ini Mie mau di makan?


" Iya, dong, ayo suapin Aku."


"Aaaa, buka mulutnya, "


Setelah membuka mulut dan Vanessa menyuapkan makanannya, Vanessa hendak menelan. menyeduh Mie lagi akan tetapi kepalanya tidak bisa digerakkan karena ternyata sang Suami menahan dan mencuri ciumannya di bibir sekejap.


Hal itu membuat Vanessa mendelik karena terkejut, meskipun hanya sesaat.


"Enak, Mie rasa bibir istri, "


Sontak saja ucapan Sang Suami membuat kedua pipi Vanessa memerah, hingga dia memukul kecil dada bidang suaminya.


"Curang cari kesempatan saja, " sungut Vanessa kesal tapi senang di dalam hati.


Bara yang melihat istrinya tersenyum tapi pandangan matanya seolah tidak tertuju padanya.


"Sayang, kamu melamun ya? "


"Ah, Apa Mas, ayo makan habiskan mienya enak kan?


" Sayang, kamu bicara apa mana ada menu Mie disini, "


"Apa?


Vanessa segera melihat seluruh lauk yang ada di atas meja.


" Jadi ini tadi Aku baru saja melamunkan Mas Rendra, " gumam Vanessa dalam hati sambil menggigit bibir bawahnya.


"Kamu memikirkan siapa sayang?


" Memikirkan apa, tidak adalah Mas sudah makan sendiri saja Aku juga laper mau makan sendiri. "


Melihat sikap istrinya Bara menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kasar.


"Vanesa Masih saja memikirkan dokter sialan itu."geram Bara dalam hatihati ada rasa sakit dan kecewa ternyata istrinya masih sangat mencintai mantan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2