
Bara yang bingung mengartikan maksud dari ucapan sang Mama memilih tidak lagi mau memikirkannya hari ini Bara benar-benar merasa senang dan Bahagia, karena sepertinya Vanessa sang Istri sudah tidak lagi menjaga jarak dan membiarkan dirinya berbuat apapun yang dia suka, seakan lupa dengan masalah yang dirinya ciptakan Bara dengan santai meminta pada sang Bibik untuk memasak makanan kesukaannya.
Sebagai menantu yang baik di Rumah mertua tentunya Vanessa tidak akan hanya duduk dan menunggu makan malam bersama tiba dengan sangat cekatan Vanessa membantu Bik Marni menyiapkan untuk makan mslam.
"Nesa, kamu Rajin sekali rupanya kamu pandai memasak juga ya, "
Suara dari seorang wanita yang tiba-tiba masuk ke dapur membuat Vanessa segera menoleh ke sumber suara dan ketika mengetahui Siapa yang datang Vanessa segera menyunggingkan sebuah senyuman.
"Mama, bisa saja tidak Saya tidak bisa memasak hanya membantu Bibik saja, semua yang memasak Bibik, "
"Bara beruntung sekali mempunyai Istri seperti mu selain cantik, baik, tidak malu untuk masuk kedalam dapur yang kotor, tapi seharusnya kamu duduk santai saja biarkan Bibik yang mengurus semua kamu duduk duduk saja bersama dengan Bara suamimu,"
"Tidak apa-apa Ma, Aku suka kok melakukan semuanya, "
"Baiklah terserah kamu saja, Apakah Bara ada di kamarmu, "
"Tidak Ma, tadi bilang sana saya mau pergi ke taman belakang, "
"Baiklah, Mama temui Bara lebih dulu dan jika kamu capek kamu istirahat saja Nesa jangan terlalu banyak bekerja, "
"Ya, Ma, "
Vanessa yang awalnya merasa jika Mama Bara akan bersikap dingin dan kasar seperti ketika Mama Vanessa berada di London bersama dirinya ternyata kini telah berubah, di mana sikap Mama Vanessa terlihat sangat baik dan perhatian kepadanya Hal itu membuat hati Vanessa menjadi senang dan bahagia karena Vanessa yakin jika kehadirannya kini sudah bisa diterima oleh orang tua Bara.
Di halaman belakang Rumah Mama Bara mendekati putranya yang sedang sibuk bermain bersama Mikha.
"Bara.!
" Eh, Mama, ada apa Ma? "
"Kamu sibuk dengan Anakmu kan lagi, "
"Iya, Ma ini nemenin Mikha bermain karena mamanya berada di dapur dan Mikha merasa sangat bosan dan kesepian karena tidak memiliki teman di tempat ini sehingga Aku mengajaknya bermain agar Mikha tidak lagi merasa bosan, Mama mencariku Kenapa ada apa Ma Apakah ada yang penting, "
"Tidak ada Bara, tidak ada yang penting, cuma Mama mau pamit pergi dulu keteman Mama Arisan sebentar tapi Mama tidak tau akan pulang pukul berapa kamu dan Istrimu makan saja duluan jangan nunggu Mama pulang. "
__ADS_1
"Oh, Baik Ma apa perlu Bara antar Mama? "
"Tidak perlu kamu urus saja istri dan anakmu besok kamu harus aktif bekerja kan Papamu memiliki masalah dalam perusahaannya dan dia meminta kamu untuk menyelesaikan bukan, "
"Iya, Ma, "
"Nah, kalau begitu kamu beristirahat saja setelah makan malam jangan terlalu capek karena Papamu sangat membutuhkan bantuan kamu,
" Siap Ma, "
"Baiklah Mama pergi dulu, "
Mama Bara segera pergi meninggalkan putranya dan masuk kedalam kamar sebelum kemudian keluar Rumah.
"Aku akan memberikan kejutan yang indah untuk menantu tersayangku, tunggu saja, kesalahanmu adalah mau menerima putranya menjadi Suamimu dan Aku tidak Terima akan hal itu, seenaknya saja kamu mau mencoreng mukaku dihadapan semua teman temanku, telingaku sudah sakit dengan perkataan mereka dan pertanyaan mereka, Sukma Istri Putramu itu ternyata seorang janda ya.. Sukma bagaimana mungkin Putramu yang Tampan mau dengan seorang janda kalau Wanita itu tidak menjebak dengan tubuhnya kasian sekali putramu yang poloos dan masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang beberapa tahun lalu membuat Aku tidak memiliki muka dimata teman-teman ku dan sekarang saatnya Aku akan balaskan sakit hatiku padamu dasar Wanita murahaan, huuuf bisa-bisanya menguna ngunai Putraku. "
Sukma mendengus kesal dan tangan lincah nya mulai aktif memencet mencet nomor telepon dan menunggu beberapa saat untuk tersambung tidak lupa Sukma Mama Bara mengunci pintu kamarnya agar tidak ada satupun yang masuk dan mendengarkan percakapannya.
Sekitar lima menit Sukma menunggu akhirnya panggilan teleponpun tersambung terdengar suara keras dari sebrang.
" Halo, Davit Tante ada penawaran untuk mu kamu mau uang tidak?
"Tergantung Tante, jika Uangnya gede Aku mau tapi jika cuma cukup untuk ke bar satu bulan Aku tidak mau, "
"Dasar anak mata duitan," sungut Mama Bara dengan kesal.
Davit adalah salah satu keponakan dari Sukma, bertabiat kasar dan suka menghambur-hamburkan uang, kehidupan keluarganya kacau dan hancur, perusahaan Papanya sudah bangkrut akibat ulah Davit yang suka bermain judi.
Pada suatu hari Davit melakukan judi bersama dengan teman-temannya dan tertangkap Papanya Davit sudah tidak mau peduli dan akhirnya Davit meminta tolong pada Mama Sukma, Mamanya Bara yang sangat kaya dan memiliki pengaruh akhirnya Davit dibebaskan, tidak jera Davit terus menggulangi kesalahan hingga satu hari kepergok Mama Davit dan lagi-lagi Davit merajuk agar Mama Sukma Mamanya Bara mau memberinya Uang untuk bayar hutangnya pada teman temannya dan Davit berjanji mau bekerja apapun asal dapatkan uang, Akhirnya Sukma memanfaatkan Davit ketika Papa Bara melakukan perselingkuhan dengan seorang Wanita dan David lah yang melakukan pekerjaan dengan Rapi sehingga, Papa Bara mengetahui jika selingkuhannya cuma memanfaatkan dirinya akhirnya hubungan mereka berakhir dari pekerjaan ini Davit mendapatkan banyak uang dan ini hanya salah satu pekerjaan yang Davit lakukan untuk Mama Bara.
Karena kecerdasan dan kepandaian Davit di bidang kelicikan maka Sukma selalu memanfaatkan Davit dengan imbalan uang yang jumlahnya lumayan fantastis.
"Hahaha, Aku hanya memberikan tarif Tante tinggal Tante mampu tidak kerjaku juga tidak main-main pasti langsung berhasil bagaimana? "
"Dasar Anak Nakal, '
__ADS_1
" Katakan saja berapa penawaran Tante dan apa pekerjaannya, tapi ingat Tante meskipun Aku begini Aku tidak mau kalau bekerja untuk membunuh orang, kalau hal itu pekerjaannya Tante cari orang lain saja, "tegas Davit menegaskan, dirinya memang bukan pemuda baik akan tetapi dirinya juga bukan pemuda yang sangat kejaam mengingat ada darah dari Wanita baik yang mengalir dalam tubuhnya, Mama Davit seorang Wanita yang baik dan suka menolong dan sebenarnya Davit juga seorang pemuda yang suka menolong cuma berbeda arah kalau Mama Davit menolong dalam hal kebaikan kalau Davit menolong dalam hal keburukan.
"Haiss, kamu pikir Aku akan bisa sejahat itu? "
"Tante bukan hanya mampu tapi Tante juga Punya Potensi untuk itu, hahaha,"ucap Davit sambil tertawa, bisa dibayangkan merahnya telinga Sukma Mama Bara.
"Dasar Anak kurang ajar, sudah dengarkan perintah Tante, cari informasi dan Alamat dari gadis yang Aku kirimkan fotonya ini Nanti ke kamu, "
"Oh, cuma cari informasi dan alamat orang, Ok Tante, tapi berapa Tante mau bayar Aku, meskipun cuma mencari informasi ini sulit Tante dan Aku tegaskan tidak murah kalau cuma sedikit yang Tante beri Tante cari orang lain saja, "
"Cuiih, mata duitan banget sih kamu, "geram Sukma kesal dengan sikap keponakannya.
"Ah, Tante kayak tidak tau semua kan serba mahal, "
"Ya.. ya duapuluh juta bagaimana? "
"Dua puluh juta, lumayan boleh Tante tapi akan selesai dalam satu minggu karena kalau Tante mau yang cepat dan kilat 100 juta tidak ada nego, bagaimana? "
"Gilaa, lo mau merampok ? "
"Yaelah, Tante duitnya banyak dan itu terserah Tante tinggal mau apa tidak, jika tidak mau Davit juga tidak apa-apa, "
"Dasar perampok,"
"Hahah, bagaimana Tante setuju tidak kan yang satu minggu itu tidak mahal ambil yang itu juga boleh Tante, "
"Tidak Aku mau yang cepat hari ini juga infomasi dan Alamat dari Gadis itu harus ada waktumu delapan jam dimulai dari sekarang Besok Aku transfer uangnya. "
"Astaga Tante delapan jam, ini pemerasan mana bisa secepat itu, "
"Itu urusanmu tinggal kamu mau uang apa tidak, "
"Ok, baiklah Deal, cepat Tante kirin fotonya, Aku akan kerjakan sekarang, " jawab Davit yang tanpa permisi langsung mematikan panggilan telponnya.
Tentu saja apa yang dilakukan Davit membuat Mama Bara mendelik kesal sambil menggumpaat dalam hati.
__ADS_1