
Bara terus bermonolog sendiri dalam hati sambil kedua bola matanya menatap pada layar televisi di mana Di depan layar sudah terpampang film horor akan tetapi pemikiran Bara tidak berada di situ.
Satu jam lamanya Bara dan Vanessa melihat film horor yang mana kemudian Bara mengajak Vanessa untuk tidur Dan seperti biasa, Bara hanya tidur dengan memeluk Vanessa tanpa melakukan sesuatu hal yang lebih.
Entah sedih entah bersyukur karena apa yang membuat Vanessa berdebar-debar dan sangat deg-degan tidak terjadi, di mana Bara masih membiarkan dirinya untuk bisa rileks dan tenang dalam tidur, meskipun kali ini yang biasanya Bara memberikan kecupan ringan di kening kali ini Bara sudah mulai sedikit berani memberikan kecupan di bibir walaupun hal itu hanya sangat singkat dan sebentar akan tetapi sudah mampu membuat Vanessa merasa panas dingin dan berdebar debar.
"Bagun sayang sudah pagi, bagaimana kegiatan untuk peresmian butik kamu besok lusa, apakah semuanya sudah beres."
"Semua sudah beres, Nanti Mas yang jemput Mikha ya, Aku sangat sibuk membantu kak Hani untuk persiapan besok lusa dan Mikha bilang minta di jemput ngak mau sama mang Dadang saja katanya. "
"Tenang sayang, Aku akan menjemput putri kita, kamu bisa santai mengurus Segala sesuatu nya Nanti sorean Aku dan mikha akan menjemput mu, hari ini Aku sudah berjanji padanya untuk membelikan piano, "
"Mikha jangan terlalu kamu manjakan jadinya dia ngelunjaak itu, kemarin sama Mang Dadang sampai Nangis dan sulit di bujuk apa jadinya jika Mikha tidak bertemu dengan orang Asing itu, pasti Mikha akan menangis sampai malam. "
"Tenang saja, ini hal biasa sudah sekarang cepat Mandi Aku tunggu di Ruang bawah. "
Sinar mentari yang menembus pada cahaya dinding jendela kamar masuk lewat celah langit langit atas jendela membuat tidur Robi dan Rendra terganggu hingga kini mereka terbangun karena sinar mentari yang sudah mulai menyapa, mereka berdua semalam tidur dengan sangat nyeyak.
__ADS_1
Rendra yang bangun lebih dulu dengan cepat pergi ke kamar mandi sementara Robi menunggu Rendra selesai dan keluar dari dalam kamar mandi.
Berkali-kali Robi membolak balikan ponsel hpnya.
"Bagaimana sih, Arman bilang akan segera mengirim Alamat brosur butik tempat Vanessa bekerja, tapi sampai saat ini belum ada pesan masuk, sedang kan Aku sudah membelikan satu boneka lucu untuk Putri nya Vanessa, Arman bilang Vanessa memilki Anak berjenis kelamin perempuan,kalau seperti ini bagaimana jadinya, " keluh Robi merasa binggung dan gusar.
Rendra yang kalah itu keluar dari dalam kamar mandi mengeryitkan dahinya ketika melihat Robi memijat-mijit kepalanya sambil membolak-balikkan benda pipi yang ada di tangannya Rendra merasa sangat heran dan merasa Robi bersikap sangat aneh karena tidak biasanya dia seperti orang yang sedang bingung dan gusar.
Dengan perlahan-lahan Rendra berjalan mendekati Robi yang mana kamar mandi yang ada di ruangan itu kebetulan berada di belakang Robi, yang kala itu menatap lurus ke depan jendela dengan sedikit ide jahil Rendra menepukkan tangannya dengan sangat keras di punggung Robi hingga membuat Robi yang kala itu sedang melamun dan kebingungan terkejut karena Rendra mengejutkannya.
" Awwh...! ringis Robi. "Rendra kamu kalau sudah selesai itu seharusnya bilang jangan ngagetin orang begini, kalau Aku punya jantung lemah aku bisa pingsan dan langsung Out Apakah kamu akan bertanggung jawab untuk itu? "geram Robi yang merasa sangat kesal karena sudah dibuat terkejut oleh Rendra sementara Rendra tertawa lebar melihat sikap Robi yang begitu terlihat sangat lucu dan aneh.
" Hahaha, kamu itu kalau tidak tega meninggalkan pacar kamu lebih baik kamu bilang sama papa untuk tidak pergi ke London, biar Aku sendiri yang pergi daripada kamu di sini melamun terus apalagi kamu di sini datang-datang langsung membelikan sebuah boneka yang cukup mahal pada calon anak dan calon istrimu benar-benar kamu itu laki-laki yang bodoh, kenapa tidak memilih yang masih baru, kenapa milih yang bekas memangnya yang masih singel ngak ada apa? "
"Ciih, kamu itu datang-datang selalu membuat Aku semakin kesal kamu tidak tahu apapun jadi lebih baik kamu diam daripada kamu bicara, akan tetapi lebih menyakitkan hatiku Kamu pikir aku laki-laki apaan mau sama yang bekas kalau, Aku mau mencari istri pasti Aku cari yang versi baru bukan yang bekas seperti itu, karena itu masuk Versi lama.
"Lalu kamu beli Boneka itu untuk siapa kalau bukan untuk calon anak kamu dengan calon istri bekas, sampai sampai kamu memberikan boneka spesial untuk siapa lagi coba? "
__ADS_1
"Ini untuk anak Vanessa lah Ren? "jawab Robi spontan.
"Apa, ____
Menyadari Robi keceplosan bicara tentang Vanessa dengan cepat Robi membekap kedua mulutnya dengan telapak tangan kemudian dengan cepat tanpa bicara apapun, Robi berlari masuk ke dalam kamar mandi berpura-pura tuli dan tidak mendengarkan pertanyaan dan teriakan dari Rendra.
"Robi anak Vanessa siapa? Robi..!jangan pergi jawab dulu pertanyaan ku, "teriak Rendra yang tidak di dengar oleh Robi.
Rendra mendudukkan bokongnya diatas kursi pikiran nya mulai melayang.
" Apa maksud dari perkataan Robi, Apakah Vanessa yang dimaksud adalah Vanessa istriku, tidak...tidak itu tidak mungkin mana mungkin, Vanessa ada di tempat ini, tapi Bukankah waktu itu Vanessa juga dibawa pergi ke luar Negeri, Tapi Aku sangat bodoh waktu itu aku dibutakan dengan kesedihan yang sangat dalam, sehingga Aku tidak mencari tahu Kemana perginya Vanessa Aku juga tidak tahu bagaimana kabar dan keadaannya hari ini, mungkin jika Anakku sudah lahir pasti akan sebesar gadis yang kemarin itu, anak itu sungguh imut dan lucu serta menggemaskan cantik sekali dia rasanya Aku ingin berlama-lama dengannya tapi Entahlah kenapa Aku ingin selalu dekat dengan anak itu dia sangat menyenangkan. "gumam Rendra dalam hati dan ketika dia bilang trimakasih dan memelukku Aku sungguh merasa sangat haru, ingin menangis tapi tidak tau kenapa, mungkin karena Gadis kecil itu menangis Aku jadi ikut sedih. "
Di dalam kamar mandi Robi mengumpat atas kebodohan nya.
"Kenapa ini mulut keceplosan begitu Beruntung aku cepat kabur dari tempat itu sehingga Rendra tidak memiliki kesempatan untuk bertanya-tanya lagi, jika Arman tidak cepat memberikan alamat dari brosur butik itu bagaimana aku bisa mempertemukan Vanessa dan Rendra dan bagaimana Aku bisa memberikan boneka ini pada putrinya Vanessa, sekarang apa yang harus Aku lakukan. Aku benar-benar bingung jika Vanessa dan Rendra tidak bertemu itu artinya usahaku datang ke London sia-sia Mr Abdullah sebenarnya sudah bisa aku handle dari kemarin cuma karena aku ingin mempertemukan Rendra dan Vanessa aku berpura-pura belum terjadi kesepakatan bersama, sekarang keadaan semakin dibuat rumit dan membingungkan Di mana alamat itu hilang apa Iya aku harus mencari keseluruh kota London ini ? " keluh Robi kesal.
Kurang lebih 20 menit Robi melakukan ritual mandi kemudian dengan perlahan-lahan Robi membuka pintu kamar mandi Robi berharap Rendra sudah tidak ada di tempat itu dan Robi berharap Rendra sudah turun untuk mencari makan, tetapi harapannya ternyata salah di mana Rendra masih menunggu kedatangannya bahkan Rendra sepertinya dengan antusias menunggu Robi keluar dari dalam kamar mandi, hal itu jelas terlihat ketika Robi baru keluar Rendra sudah berdiri di depannya sambil menodong beberapa pertanyaan yang sempat membuat Robi kelaba Kan.
__ADS_1