
Bara Turun Dari Ranjang membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi kurang lebih 30 menit kemudian Bara keluar dari dalam kamar menuju ke dapur di mana sudah tersedia mie instan yang sudah sangat dingin karena telah lama diabaikan.
Tanpa memanaskan terlebih dulu mie instan yang sudah sangat dingin Bara langsung duduk dan menyantap Mie buatan sang istri.
" Besok aku akan ke rumah Papa dan Mama karena sudah saatnya aku datang ke sana Izin liburan ku cuma dua hari Nanti Aku akan membawa Istriku dan anak bersamaku karena Papa tidak akan memberikan Aku waktu libur dengan jangka Waktu yang lebih lama, Istriku ini hanya pandai membuat Mie rebus saja, tapi tidak apalah dari pada tidak dimasakan sama sekali. "
Kurang lebih tigapuluh menit Bara berada di dapur untuk menikmati makanannya Kemudian pada masuk ke dalam kamar untuk beristirahat di samping sang istri malam semakin merangkak naik dan pada akhirnya Bara pun tertidur dengan pulas.
Menjelang pagi ketika Sinar cahaya mentari mulai menerobos masuk ke dinding celah langit-langit kamar hotel dan juga melalui celah jendela yang ada di depannya, Bara sudah duduk manis menunggu Istrinya bangun dengan menyiapkan sarapan pagi secangkir susu dan Roti bakar.
Bara mengulum senyum melihat Istrinya sudah bangun dari tempat tidur, jangan buru-buru para bangkit kemudian mendekati ranjang di mana istrinya sudah bangun.
"Sayang Ayo aku bantu ke kamar mandi, " Bara mengulurkan tangannya berniat mengendong sang Istri akan tetapi Vanessa menolaknya.
"Tidak usah Aku bisa sendiri, "
"Yakin bisa jalan? " ycap Bara sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Apaan sih, minggirlah, Aku mau mandi, '
" Silakan...!
Bagaikan seorang pelayan yang sedang mempersilahkan Tuannya Bara mempersilahkan Vanessa istrinya untuk melangkah menuju kedalam kamar mandi dengan menggerakkan tangannya.
Vanessa hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah lucu sanf Suami, belum ada tiga langkah Vanessa berjalan Bara sudah bicara dengan nada yang keras dimana Ucapan Bara langsung membuat Vanessa mengerucutkan bibinya dengan memberikan tatapan mata yang sangat tajam.
"Rupanya Aku kurang ganas nih di Ranjang sehingga Istriku masih bisa berjalan sendiri tanpa meminta bantuanku, "
perkataan yang benar-benar membuat Vanessa wajahnya langsung merah merona.
"Apaan sih, bicaranya mesum gitu, "
"Hahahaha, ngakak sayang cuma mau lagi aja kalau dikasih, "
"Apaan sih, sudah keluar sana Aku mau mandi, "
__ADS_1
Tanpa menghiraukan apa yang dikatakan oleh Bara Vanessa segera melangkah menuju ke dalam kamar mandi, Bara yang melihat itu tersenyum smrik tapi kemudian dia berlari dan tiba-tiba dari belakang memeluk tubuh Vanessa membuat Vanessa terkejut belum juga Vanessa hendak protes atas sikap Bara, Lagi-lagi Vanessa dibuat terkejut karena tanpa meminta persetujuan Bara langsung mengendong Vanessa masuk kedalam kamar mandi.
"Mas kamu kenapa sih, turunkan Aku bisa berjalan sendiri, ini modus pasti ada maunya lagi Aku tidak mau Aku lelah, "
"Hmmm, begitu ya, Aku tidak modus sayang Aku cuma mau tanya saja kira-kira kapan kau akan mengandung Anakku? "
"Deg..!
Vanessa langsung meneguk ludahnya mendengar perkataan dari Bara suaminya.
" A-Itu, ya mana Aku tau, ' jawab Vanessa dengan gugup.
Ketika Suaminya sudah menurunkan dirinya di dalam kamar mandi dan merubah posisi Vanessa menjadi menghadap padanya.
Tidak mampu menjawab dan tiba-tiba gugup Vanessa memilih membuang muka agar wajahnya tidak berpandangan dengan Bara suaminya.
"Sudah keluar cepat Aku mau mandi, "
"Tapi Aku heran sayang kenapa sampai saat ini Aku belum melihat tanda-tanda kamu hamil. "
"Sudahlah jangan di pertanyakan kalau dikasih kan Nanti juga kamu tau Mas, sudahlah Aku mau mandi nih, capek, geraah, " rajuk Vanessa pada Bara suaminya.
Bara tersenyum gemas melihat mimik wajah istrinya yang merajuk sungguh terlihat sangat menggemaskan dan ingin rasanya menerkam bibir itu akan tetapi Bara takut Vanessa akan marah untuk itu Bara memilih mengikuti permintaan Istrinya yang meminta dirinya untuk keluar.
"Baiklah, Aku keluar selamat mandi sayang, "
Di dalam kamar mandi Vanessa menarik nafas lega ketika Bara sudah keluar dari dalam kamar mandi, dengan air shower hangat Vanessa mulai menguyur tubuhnya.
Kurang lebih tigapuluh menit lamanya Vanessa menyelesaikan ritual mandi.
Vanessa keluar setelah mengganti baju kotornya dengan baju bersih kemudian mengeringkan rambutnya yang basah dengan hair dryer.
Bara yang tidak sabar menunggu kedatangan Istrinya langsung masuk kedalam kamar dan melihat sang istri sedang mengeringkan rambut basahnya, jangkung Bara kembali Naik turun melihat leher jenjang yang putih dengan tetesan Air rambut basahnya.
"Astaga mantan Istri Rendra ini benar-benar membuatku gila setiap dekat dengannya gai.. rahku meronta, tapi mana bisa Aku lampiaskan sekarang pasti tidak boleh dan marah Haisss malang bener si Joni ini gak bisa keluar masuk sesukanya."
__ADS_1
Vanessa yang telah selesai memenyisir rambut dan mulai merias Wajahnya terkejut karena pantulan bayangan cerminnya menampakkan Wajah sangat Suami yang ada dibelakangnya, sontak saja Vanessa menoleh dan tersenyum.
"Ngapain berdiri disitu apa sudah siap sarapan paginya."
Dengan gugup Bara tersenyum.
"Mau lihat istriku yang selesai mandi basah, "
Bara berjalan sambil memainkan sebelah matanya.
"Apaan, sih seperti anak muda saja kita Nikah sudah delapan tahun berhentilah ngegombal, "
Bara berjalan mendekati istrinya kemudian memeluuknya dari belakang, Vanessa bisa merasakan Bara sengaja merapatkan tubuh dan dekapannya bahkan Vanessa bisa merasakan ada yang mengeras ddisana, akan tetapi Vanessa memilih diam dan tidak peduli, entah mengapa rasa berdebar debar dan jantung bisa berdegup dengan kencang tidak bisa Vanessa rasakan.
Namun sangat Aneh jika hal itu Rendra yang melakukan, jangankan di peluuk dengan erat melihat Rendra tersenyum dan mengedipkan mata itu serasa membuat Vanessa menjadi salah tingkah, terlebih ketika Rendra ingin menyentuhnya, sungguh gila apapun sentuhan yang diberikannya Rendra dirinya selalu bisa menikmati, tapi dengan Bara apapun yang dia lakukan hanya atas dasar kewajiban saja, tidak ada rasa yang istimewa meskipun sentuhan itu terkadang juga mampu membuatnya nende sah.
"Kau benar sayang kita sudah menikah delapan tahun tapi apa kamu lupa kamu baru mau melayani Aku satu tahun ini saja, jadi wajar kan jika Aku yang perjaka tulen masih kurang dan kurang karena kamu belum mampu memuasskan dengan sempurna."jawab Bara dengan tersenyum.
Bara berpikir apa yang dia katakan adalah suatu candaan Dan satu hal yang biasa akan tetapi berbeda dengan tanggapan dari pemikiran Vanessa yang tiba-tiba senyumnya menghilang Wajahnya menunduk dan terlihat sekali murung bahkan Bara sempat melihat Vanessa menggigit Bibir bawahnya seolah-olah ada sesuatu yang sangat membuatnya bersedih.
Melihat perubahan Wajah dari istrinya Bara buru-buru kembalikan badan Vanessa hingga berhadapan dengannya, Di mana Bara melihat Wajah Istrinya yang murung terpantul dalam cermin ketika dia memeluknya dari belakang.
"Sayang kamu kenapa, '
Haiss gara-gara lihat Wajah istri yang sedih langsung membuat si joni lemas lagi, sungguh Bara tidak bisa melihat Istrinya bersedih.
Vanessa menggelengkan kepala sambil tersenyum kecut.
" Tidak apa-apa Ayo Makan, " ajah Vanessa mengalihkan pembicaraan.
Bara memahami hal itu akan tetapi dia tidak berniat untuk menambah kesedihan sang Istri yang akhirnya Bara langsung menganggukkan kepala.
"Ayo sayang, "
Bara berjalan lebih dulu dan langsung duduk di Ruang Makan.
__ADS_1