
Dengan hati dan perasaan kecewa serta wajah masam Eva mengikuti langkah kaki dari Baim Suaminya di mana Baim mengajak Eva pulang.
Sungguh saat ini Eva merasa sangat kecewa dan merasa Baim sangat tidak mengerti hatinya di mana dia sungguh ingin mengetahui keberadaan dari kakaknya atau kabar dari kakaknya yang mana jika Eva bisa mendapatkan pintu maaf dari kakaknya maka EVa akan kembali mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari ibunya yang sudah sangat lama tidak ingin bertemu dengan dirinya dikarenakan kelakuan Eva yang telah merusak kehidupan Rumah tangga dari kakaknya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang dan di dalam Mobil suasana sangat Hening karena Eva tidak bicara sedikitpun, Baim yang mengetahui Istrinya dalam Mode ngambek mengulum senyum, sambil melirik kearah istrinya.
"Masih marah? "
Baim bertanya sambil mengulum senyum, Sementara Eva memilih membuang muka, sebenarnya Eva tau jika Baim tidak salah, sebagai seorang pimpinan pastilah dirinya sangat dituntut untuk selalu berbuat dan memberikan Contoh yang baik pada Anak buahnya, sehingga tidak bisa sembarangan masuk sesuka hati.
Karena Contoh pimpinan yang Baik maka akan Baik pula anak buahnya, karena semua tergantung pada pimpinan mereka dalam memberikan contoh.
"Sudah tau masih nanya, " jawab Eva dengan nada sinis meskipun di dalam hatinya tidak bisa benar-benar marah.
Eva sungguh merasa bersyukur dan salut pada keteguhan Baim dalam menunggu dirinya, bahkan tidak perduli jika Eva sangat jauh dari kata Gadis sempurna, tepatnya Eva adalah Gadis yang sangat keras, kasar dan juga berprilaku buruk.
Eva tega menyakiti hati kakaknya hanya karena rasa cemburu terhadap kasih sayang orang tuanya yang lebih besar pada kakaknya sementara sang kakak sebenarnya bukan saudara kandungannya.
Baim yang sudah lama menjadi temannya dan ternyata sudah lama menaruh hati padanya ternyata tidak memperdulikan masa kelam Eva bahkan dengan Berani meminta dirinya untuk mau menjadi Istrinya, Baim tidak memperdulikan masa lalu Eva dia dengan ihklas menerima semua keadaan Eva kala itu dan Eva tidak mampu lagi untuk menolak sehingga dirinya menerima Baim untuk menjadi Suaminya, setelah Eva di ceraikan oleh Rendra.
"Hmmm, jangan marah besok Aku janji akan menemani mencari informasi tentang laki-laki itu dan smoga Kakakmu segera kita temukan.
Baim yang mengemudikan mobil satu tangannya meraih tangan Eva dan membelainya mencoba memberikan keyakinan kepada Eva dan Eva yang tidak benar-benar Marah akhirnya menganggukkan kepala.
__ADS_1
Melihat Eva istrinya sudah tidak lagi marah Baim menarik lembut bahu istrinya agar bersandar padanya dan Eva yang memahami hal itu segera merebahkan kepalanya pada Bahu sang Suami.
Hampir satu jam lamanya Baim mengemudikan Mobil yang kini sudah memasuki halaman rumah yang tidak begitu luas dan juga tidak begitu sempit dengan berbagai macam tanaman yang ada di depannya.
"Kita sudah sampai Va, ayo turun, " lirih Baim pada Eva yang kala itu bersandar di bahunya hingga tertidur.
Eva segera mengerjapkan kedua bola matanya.
"Sudah sampai ya? "
Baim tersenyum sambil menggangukkan kepala, Eva segera membenarkan letak duduknya kemudian membuka pintu Mobil dan segera turun, Baim juga melakukan hal yang sama.
Eva yang sudah turun lebih dulu tidak mau menunggu Suaminya dirinya segera berlari masuk ke dalam Rumah.
"EVa, jangan lari-lari kamu kan masih sakit? "
Eva yang sudah sangat ingin bertemu dengan Ayahnya tidak memperdulikan teriakkan dari Baim Suaminya.
Eva hanya berpikir ingin segera bertemu dengan sang ayah dan bercerita tentang apa yang sudah dilihatnya Eva sangat ingin sekali berbicara kepada ayah dan ibunya akan tetapi untuk sang ibu semenjak kejadian yang sangat memalukan waktu itu Ibu Eva tidak ingin melihat Eva kembali sebelum dirinya mendapatkan pintu maaf dari Vanessa Kakaknya.
Pintu yang tidak terkunci memudahkan Eva untuk masuk ke dalam sampai di dalam Eva langsung berteriak mencari dan memanggil-manggil nama ayahnya.
"Ayah..!
__ADS_1
" Ayah...! Eva berseru beberapa kali sebelum mendudukkan bokongnya di ruang tamu menunggu kedatangan dari ayahnya tidak lama kemudian muncullah sang ayah dari balik pintu belakang di mana kelihatannya sang ayah baru saja memetik beberapa buah-buahan yang ada di tanaman belakang.
" Eva,ada apa berteriak-teriak Memanggil Ayah, suara kamu sangat keras, Ayah yang mendengar teriakanmu dari belakang merasa sangat terkejut dan heran dan Apa kata dokter Apakah kamu memiliki sakit yang cukup berat Katakanlah dan dimana Suamimu, karena Ayah juga ingin tahu mengapa kamu berteriak-teriak Memanggil Ayah.
"Begini Ayah tadi ketika Eva pergi ke Dokter dan ketika Evan nggak pulang tiba-tiba Eva melihat seseorang yang sangat norak yang memeriksakan dirinya dengan meminta digendong oleh suaminya akan tetapi bukan itu yang membuat aku menjadi sangat penasaran karena yang membuat aku penasaran aku melihat seorang laki-laki yang wajahnya tidak begitu asing bagiku dan aku merasa sering kali melihatnya laki-laki itu Seingat aku Dia adalah teman dari Mbak Nisa ayah pada saat ada di Jakarta itu artinya pada saat tidak di luar negeri lagi Ayah, Aku ingin segera bertemu, "
"Bagaimana Baim apa benar yang dikatakan Istrimu?
Baim tersenyum dan mengagguk.
" Benar Ayah dan besok Aku berjanji pada Eva untuk mencari Kakaknya. "ucap Baim memberikan penjelasan.
______
"Ini sudah malam, Aku lebih baik segera tidur Non Mikha sepertinya sudah pulas, Astaga sudah di matikan ini lampu Ruang tamu, Aku kan tidak bisa melihat jika begini, Aku nyalakan dulu.
Mba Sri segera menyatakan lampu dan ketilah lampu sudah dinyalakan Alangkah terkejutnya pasti ketika melihat seseorang duduk.
"Non Nesa, kenapa ada disini dan mengapa lampunya di matikan?
" Aku mau menunggu mereka pulang, mba tapi Aku tidak mau menyalakan lampunya karena aku ingin tahu ketika mereka datang mereka seperti apa ketika ruangan dalam keadaan gelap dan tidak ada siapapun, '
"Apakah Non Nesa curiga dengan Tuan? "
__ADS_1
Vanessa tidak menjawab pertanyaan dari Mbak Sri Vanessa justru tersenyum tipis kemudian meminta Mbak Sri untuk segera masuk ke dalam kamarnya dan tidak lupa meminta Mbak Sri untuk kembali mematikan lampu yang ada di ruang tamu.