
Alena terus memandangi sambil memegang foto yang ada di depan nya hingga tanpa sadar Alena sudah hampir duapuluh menit duduk di tempat itu.
Rendra yang sudah menyelesaikan ritual mandi keluar dari dalam kamar mandi dengan tubuh segar dan Rambut basah. Rendra sedikit terkejut ketika melihat Alena masih berada di dalam kamarnya dan belum keluar kamar, terlebih Alena duduk di depan foto yang Rendra letakan di atas meja.
"Alena, Apa yang kamu lakukan di situ? "
suara Rendra yang menegurnya benar-benar membuat Alena terkejut dan sontak saja Alina langsung bangkit berdiri dari duduknya kemudian menoleh ke sumber suara terlihatnya Rendra sedang menatapnya dengan Tatapan yang sangat tajam dan Intens membuat Alena sedikit salah tingkah.
Alena meneguk ludahnya dengan kasar Alena tak menyangka jika dirinya secepat itu ketahuan jika sedang dan masih berada di dalam kamar.
Dengan gugup Alena bangkit berdiri kemudian mundur satu langkah dari tempat duduknya Rendra yang melihat hal itu hanya menatap tajam kepada Alena.
"Maaf Mas, Aku tadi hanya, ___
" Keluar dari Kamarku cepat..! "
"I-Iya, "
Mendengar bentakan keras dari Rendra Alena segera keluar dari dalam kamar dengan gugup, sementara Rendra melangkah maju ke depan di mana Di atas meja tergeletak bingkai foto dari istrinya.
Rendra mendengus kesal merasa sangat kecewa dan juga ingin marah karena Alena telah lancang membuka dan melihat foto miliknya.
"Kurang ajar sekali dia, berani berani nggak dia melihat foto tanpa izin dariku lihat saja nanti kau akan menyesal dengan apa yang telah kamu lakukan ini, " sinis Rendra yang langsung meletakkan bingkai foto ke dalam laci.
Rendra naik ke atas ranjang untuk merebahkan tubuhnya pikirannya melayang jauh mengingat dan mengenang peristiwa demi peristiwa manis yang telah Rendra lewat bersama keluarga kecilnya.
Rendra masih mengagap Vanessa adalah istrinya dan Mikha putri nya adalah keluarga kecil nya meskipun Rendra tau Vanessa bukan lagi milik nya.
ada senyum tersungging di bibir ketika Rendra mengingat Betapa dia tidak mampu menahan ketika berada di dekat Mantan istrinya sementara Vanessa pun terlihat membalas Apa yang dia lakukan membuat hati Hendra menjadi sangat yakin dan percaya diri jika Vanessa masih sepenuh hati mencintai dirinya.
******
__ADS_1
Di London Bara dan Vanessa yang masih tertidur tiba-tiba terjaga dengan bunyi telpon yang berdering, buru-buru Bara meraih ponsel hpnya setelah merebahkan istrinya dengan perlahan agar tidak tidur di dalam pangkuan nya.
Dengan berjinjit Bara melangkah menjauh dari Ranjang dan keluar kamar dimana di samping pintu di dekat dengan bunga hias yang ada di depan kamar Bara menerima panggilan telepon, para meninggalkan Vanessa tidur sendiri Sementara dirinya melangkah mencari tempat yang dirasa nyaman untuk menerima panggilan telepon
"Halo...! "
"Halo, Bara cepat urus semua surat untuk pulang ke Jakarta, Papa mau lusa kalian sudah berada di kejak ke Jakarta karena Papa mau kamu urus semua kekacauan disini, "
"Kekacauan, kekacauan bagaimana Pa, Bara tidak mengerti maksud Papa. "
"Kamu pulang saja dulu Nanti akan Papa jelaskan setelah kamu sudah berada di Indonesia. "
"Secepat ini kah, "
"Iya, jadi besok kamu ada waktu satu hari untuk membereskan semua pekerjaan kamu disana dan untuk tiket Papa sudah pasangan untuk kalian, Oh ya bagaimana kabar kamu dengan istrimu itu? "
"Baik, Pa. "
"Tentu saja Pa, kenapa Papa masih bertanya, "
"Tidak apa apa, baiklah semua akan kita bicarakan Nanti setelah kita bertemu di Jakarta, sekarang bersiaplah."
"Baik, Pa. "
Bara segera mematikan sambungan telepon ketika sang Ayah sudah menutup telpon nya.
bara menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan, Bara kembali masukkan ponsel hp-nya ke dalam saku kemudian hendak melangkah kembali masuk ke dalam kamar akan tetapi ketika Bara ingin membuka pintu bersamaan dengan itu Vanessa keluar kamar.
"Sayang..! "
"Mas, habis ngapain? "
__ADS_1
"Ini baru saja terima telepon dari Papa, beliau neminta kita untuk kembali ke Jakarta dua hari lagi tersisa hari esok saja jadi sekarang kita harus bersiap-siap dan kemasi apa yang perlu dibawa karena kita akan kembali Ke jakarta.
" Baik, Mas Aku akan beritahu Mikha biar Mikha Aku yang jemput sendiri kesekolah nya pasti dia senang mendengar kabar ini. " cicit Vanessa dengan hati berbunga bunga.
Vanessa yang berjalan lebih dulu masuk ke dalam kamar terpaksa menghentikan langkah kakinya ketika Bara meminta Vanessa untuk berhenti.
"Tunggu sayang, "
"Ada apa? " Aku mau bersiap biar tidak ada yang ketinggal, _______
Vanessa tidak melanjutkan ucapannya ketika melihat tatapan para begitu tajam dan sangat Intens kepada dirinya, membuat Vanessa sedikit gugup dan serasa tidak enak karena tatapan barat begitu aneh dan terlihat seperti orang yang tidak suka.
"Mengapa menatapku begitu? "
Vanessa bertanya dengan hati yang gugup.
Bara memejamkan matanya sejenak, kemudian membuka dan menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan dan dengan perlahan-lahan pula Bara berjalan mendekati Vanessa kemudian Bara menyunggingkan sebuah senyuman kecil.
Vanessa dapat melihat senyuman di bibir Bara bukanlah sebuah senyuman keikhlasan akan tetapi lebih kepada sebuah senyum keterpaksaan, melihat sikap Bara yang sangat aneh Vanessa menggigit Bibir bawahnya hatinya terasa berdebar-debar dan merasakan sesuatu yang tidak nyaman dengan tiba-tiba.
"Bukan Mikha yang bergembira dengan kabar ini tapi kamu kan? " ucap Bara dengan sinis.
"Mak-Maksud Mas Bara apa Aku tidak ngerti deh. "
Bara tersenyum miring mendengar pertanyaan istrinya.
"Bukan apa-apa berkemaslah, biar tidak ada yang tertinggal Nanti nya, Oh ya , Aku harap kamu ingat sttusmu ketika kita tiba di Jakarta, karena Aku tidak ingin Papa mengetahui jika Kamu masih sering bersama dengan Mantanmu itu, "
Bara segera pergi meninggalkan Vanessa di dalam kamar seorang diri setelah menggatakan hal itu.
Vanessa menarik napas panjang dan. menghembuskan nya dengan perlahan.
__ADS_1
"Dia mengancamku, pasti sesungguhnya bukan khawatir Papa yang melihat tapi Dia yang tidak suka melihat Aku bertemu dengan mantan suamiku, tapi mengapa Aku begitu senang mendengar kabar akan diajak kembali ke Jakarta, Apakah benar Aku masih mencintai Mas Rendra, tidak itu tidak benar Aku sudah move on ini hanya perasaan suka karena Aku sudah lama meninggalkan kota kelahiran ku saja bukan karena suatu hal yang lain, " gumam Vanessa menguatkan hatinya jika perasaan senang yang dia rasakan bukan karena Akan bertemu dengan mantan suami.