
Seluruh orang yang ada di dapur serentak merasa terkejut bahkan ketiganya yaitu Mama Sukma, Arum dan Bara seolah-olah tidak mampu berkata apa apa sementara Bara bicara dengan terbata-bata menghadapi istrinya yang tiba-tiba datang dan masuk ke dapur.
Beberapa kali Bara meneguk ludahnya karena perasaan cemas dan juga takut yang tiba-tiba datang dan menghampiri dirinya.
Dimana ketika Mamanya mengatakan tentang mangga yang dia makan rasanya sangat masam berbeda dengan Arum yang mengatakan rasa dari mangga adalah sangat manis dan segar hal itu dikarenakan Arum sedang ngidam dan ketika Mama Sukma memberikan penjelasan kepada Bara jika semua karena ngidam bertepatan dengan itu Vanessa datang dan berada di depan pintu dapur.
"Mas, kenapa diam, siapa yang ngidam? "
"Sayang, I-itu, ___
" Ini, Mama baru beli mangga tapi dikasih yang hijau sama penjualnya, penjualnya bilang sangat manis meskipun warnanya hijau tapi ternyata setelah sampai di rumah kami mencoba semua ternyata rasa mangganya sangat asam dan juga tidak enak di lidah.
Kami merasa kesal dan geram mungkin penjual itu mengira yang membeli adalah orang yang lagi ngidam makanya diberikan mangga seperti ini dan sebenarnya ini bukan mangga untuk kita yang makan, Tetapi hanya untuk orang yang sedang ngidam, "ucap Mama Sukma memberikan penjelasan kepada Vanessa yang kala itu Vanessa baru memahami dan mengerti maksud dari Mamanya sehingga Vanessa menganggukkan kepala sambil tersenyum.
Sementara Bara yang telah mendapatkan bantuan dari Mamanya bernafas dengan lega karena kecemasannya sudah tertutup oleh sebuah alasan yang diberikan oleh Mamanya dengan sangat tepat dan benar.
Bara bisa bernafas dengan lega senyum Bara pun mulai mengembang.
"Iya, sayang apa yang dikatakan Mama itu benar kami di sini semua sedang mencoba mangga hijau yang kata penjualnya sangat manis dan segar tapi sungguh aku merasa sangat kesal dan juga sangat geram dan apa yang dilakukan oleh penjual itu dia ternyata sudah berani menipu mungkin penjual itu ingin agar Mangga dagangannya laku dan laris sehingga penjual itu berkata bohong. "
__ADS_1
"Semua penjual memang begitu Mas bukan karena ingin berbohong, "
"Iya, Sayang kamu sudah pulangana Mikha? "
"Ada di dalam kamarnya, "
"Tumben dia tidak mencariku, ayo kita lihat Aku ingin bertemu dengan Putriku, "
Dengan tersenyum kecut Vanessa mengaggukkan kepala, Bara dan Vanessa segera pergi ke kamar Mikha yang kalau itu pulang langsung berlari dan masuk ke dalam kamarnya.
"Tumben pintunya di tutup dan dikunci, " tanya Bara pada Vanessa yang kala itu juga berdiri di sampingnya, Vanesa menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sedikit kasar kemudian dengan sikap dingin Vanessa menaikkan bahunya sebagai tanda tidak mengerti.
Vanessa hanya trsenyum kecut mendengar perkataan Bara Suaminya.
"Aku tidak tau Mas, "
"Tok, Tok, Tok..! Mikha Sayang buka Pintunya Nakal, Papa ingin masuk, "
Panggilan dan sapaan dari Bara yang Menunggu jawaban dari Mikha tidak kunjung Mikha jawab membuat Bara kembali memgetuk pintu kamar Putrinya untuk yang kedua kali.
__ADS_1
"Tok, Tok, Tok..!Mikha buka pintunya Nak, Papa mau masuk ini, "
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya terdengar suara pintu dibuka dari dalam.
Tidak lama kemudian muncullah Wajah Mikha yang masam dan cemberut. Setelah membukakan pintu Mikha langsung mundur masuk ke dalam dengan Wajah yang masih ditekuk.
"Sayang, Anak papa kenapa ini, coba cerita pada Papa siapa tau Papa bisa membantu. "
Perlahan-lahan Mikha Menwnggadahkan Wajahnya.
"Mikha, __
Mikha yang kala ingin bicara akan tetapi setelah mendapatkan tatapan Tajam dari Mamanya, Mikha tidak lagi melanjutkan ucapannya, Mikha kemudian memilih diam sambil menggelengkan kepalanya.
" Mikha tidak apa-apa Papa, Maaf Mikha cspek apa boleh Mikha beristirahat, Mikha ingin tidur, "
"Hmmm, baiklah, tentu boleh sayang tapi Papa mau bilang kalau ada sesuatu hal yang membuat Mikha kesal Mikha bisa percayakan sama Papa, Mikha boleh bercerita Papa akan dengarkan. "
"Ya, Pa, "
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu Papa dan Mama akan pergi, selamat tidur sayang, " ucap Bara sambil menciuum kening dari putrinya.