DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 34.PAGI YANG PANAS


__ADS_3

Vanessa yang mendengar penjelasan dari Bara menatap Intens Bara sambil membulatkan kedua bola matanya, Vanessa benar-benar tidak menyangka jika Bara dengan mudah mengizinkan dan membiarkan Mikha putrinya bertemu dengan Rendra apalagi sampai Rendra memberikan kasih sayang kepada Mikha, Bara seakan-akan tidak keberatan dan mendukung akan hal itu Dan Hal inilah yang membuat Vanessa sangat kesal dan marah kepada Bara.


"Oh, begitu ya, Aku tau Mas, Mikha bukan anakmu bukan darah daging mu, untuk itu kamu tidak keberatan bahkan tidak masalah jika Mas Rendra mengambil dan membawa pergi sekalipun. " sinis Vanessa yang langsung melangkah menuju ke Ranjang dan menenggelamkan Wajahnya diantara bantal guling yang ada disana, hatinya benar-benar merasa sakit karena bara justru memberikan lampu hijau kepada Rendra untuk bisa dekat bahkan bisa menyayangi anaknya, sementara Vanessa merasa sangat ketakutan di mana jika Rendra sudah bertemu dengan Mikha maka Rendra akan membawa Mikha pergi jauh darinya dan Vanessa tidak ingin semua itu terjadi.


Bara yang memahami jika istrinya sedang marah dan sedang kesal kepadanya perlahan-lahan Bara berjalan mendekati ranjang kemudian dengan sangat perlahan mendudukkan bokongnya di tepi ranjang sambil membelai lembut rambut sang istri.


"Maafkan, Aku, dengar menyayangi sesuatu yang jauh dan tidak bisa kita gapai itu rasanya sangat sakit dan bahkan hari hari yang kita lewati akan terasa sangat hampa, jangan egois Rendra sejak Mikha bayi dia tidak bisa memeluknya dia punya hak jangan halangi hubungan antara Bapak dan Anak, percaya lah Rendra tidak akan mengambilnya darimu dia hanya ingin memberikan kasih sayang nya pada darah daging nya sendiri, jangan egois. "


"Apa kamu yakin,Mas Rendra tidak akan merampas anakku?


"Sangat Yakin, jika Rendra sampai merampas Mikha darimu kan masih ada Aku, percayalah Aku yang akan mengambil Mikha kembali untukmu, kamu tidak sendiri Jadi kamu jangan khawatir selama Rendra bertingkah dan berbuat sewajarnya semua tidak masalah, Aku hanya berpesan jaga hatiku Aku tidak ingin merasakan sakit karena diduakan istriku, "


Mendengar perkataan Bara untuk yang paling akhir membuat Vanessa langsung bangkit dari tidurnya kemudian menatap suaminya dengan lekat lekat.


"Apa maksud mu dan kenapa kamu bicara begitu, itu kedengarannya sangat menyakitkan. "


Bara menarik napa panjang kemudian menghembuskan nya dengan sangat perlahan.


"Lebih menyakitkan lagi jika kita bersama dengan Raganya tapi tidak memiliki hatinya. "


"Mas kamu menyindir ku?


" Tidak sayang Aku hanya khawatir kehidupan keluarga kecil kita begitu, sudah sekarang beristirahat lah, jangan terlalu banyak pikiran, Aku mau kamu selalu tersenyum bahagia bukan bersedih saja, Aku pergi dulu Aku mau cek Mikha apa dia sudah tidur. "


"Baik Mas, trimakasih atas pengertian nya."


Bara menganggukkan kepala sambil membelai lembut pucuk kepala Vanessa.


"Beristirahat lah Nanti Aku menyusul, "

__ADS_1


Bara keluar dari dalam kamar kini tinggallah Vanessa di dalam kamar seorang diri Ingin rasanya Dia memejamkan mata akan tetapi serasa sulit apa yang dikatakan Bara sang suami sangat menusuk ke dalam hatinya, di mana Vanessa merututi dirinya sendiri karena Sampai detik ini Vanessa belum bisa mencintai Bara dengan sepenuh hati, bahkan Vanessa tidak bisa membohongi dirinya jika dirinya masih seringkali memikirkan Rendra, akan tetapi melihat kejadian siang hari di dalam butiknya yang mana Rendra sedang asyik berfoto dengan mesra dengan seorang gadis foto model terkenal di kota London membuat Vanessa menyadari jika Rendra kini telah bahagia.


" Kamu benar-benar playboy Mas kamu benar-benar menghianatiku janji cinta, janji setia yang pernah kamu ucapkan padaku Ternyata semua itu hanya bohong dan palsu kamu berpura-pura sedih kehilanganku tapi setelah itu kesedihanmu hanya bisa dihitung dengan waktu kamu sekarang sudah bahagia, bahkan kamu menikah lagi setelah kamu mendapatkan adikku kamu benar-benar laki-laki brengsek, kamu benar-benar laki-laki tidak punya perasaan aku tidak tahu bagaimana keadaan Eva saat ini mungkin dia sedang sedih Aku tidak menyangka Jika kamu tega menyakitinya juga Mas, Aku pikir setelah kepergianku kamu akan membahagiakan adikku tapi ternyata kamu pun kembali berselingkuh, Dasar laki-laki brengsek Meskipun Mas Bara mengijinkan aku dan memintaku untuk membiarkan Mikha dekat denganmu, tapi Aku tidak akan pernah membiarkan Mikha sedikitpun dekat denganmu, Aku tidak akan membiarkannya dekat dengan laki-laki Play boy seperti mu, kecuali Kepepet dan tidak sengaja bertemu, memang sih di depan Mas Bara Aku akan coba untuk mengikuti apa yang dia saran kan tapi sebenarnya Aku sama sekali tidak mau, tidak akan aku biarkan Mikha dekat dengan orang yang suka menyakiti hati orang lain bisa bisa anakku Nanti bisa terpengaruh sikap mu yang suka menyakiti orang. " huuuufff.


Di dalam kamar Vanessa masih terus mengumpat dan marah marah, hatinya benar benar sangat kesal melihat Rendra besama dengan gadis foto model terkenal.


Ke esok anda harinya Vanessa menelpon Tempat nya bekerja dan meminta ijin hari ini tidak masuk karena sakit.


Vanessa memilih berbohong Dengan mengatakan dirinya sakit karena Vanessa yakin Rendra akan kembali lagi mencari dirinya tapi sesungguhnya Rendra bukan mencari dirinya akan tetapi ingin mengambil anaknya itulah yang ada di dalam pemikiran Vanessa sehingga Vanessa berpura-pura sakit dan tidak mau pergi ke butik.


Bara yang memahami dan mengerti jika Vanessa hanyalah berpura-pura dan sesungguhnya tidak berniat untuk ke butik dikarenakan tidak ingin bertemu dengan Rendra atau melihat Rendra hanya bisa menggelengkan kepala di ruang makan dengan telaten Bara menyuapi Mikha mengambil alih tugas dari Mbak Sri dan Bara meminta Mbak Sri membawakan makanan krn lantai atas dimana Vanessa berpura-pura sakit.


Mikha anak yang penurut sehingga hanya dalam hitungan menit Bara sudah selesai menyuapinya.


"Mikha sayang hari ini papa yang akan antar bukan mang Dadang, Mikha tunggu sebentar ya Papa beri tahu Mama.


Melihat Vanessa yang baru saja keluar dengan rambut basah dan hanya memakai handuk sedikit terkejut ketika Bara masuk ke dalam kamar.


"Mas, kamu, __


Bara buru-buru membalikkan badan dan buru-buru keluar dari dalam kamar, sampai di ruang tamu baras segera mendekati Mikha.


" Mikha, sayang. Papa hari ini banyak pekerjaan Mikha berangkat sama Mang Dadang ya, " Dengan cepat Bara memanggil Mbak Sri untuk membantu Mikha masuk ke dalam mobil Mang Dadang meskipun kecewa akhirnya Mikha menerima karena Papanya hari ini bilang sedang sibuk.


Setelah Mikha pergi Bara kembali berlari ke dalam kamar dan lagi-lagi tanpa mengetuk pintu Bara langsung masuk.


Vanessa yang sedang menyisir rambut dan baru saja bernapas lega karena sang Suami sudah keluar membuat dirinya bersantai memilih mengeringkan rambutnya terlebih dahulu dan belum menganti handuk yang di pakai dengan baju,


Sontak saja kedatangan Bara yang kedua kali dan dengan tiba-tiba membuat Vanessa terkejut dengan spontan dan ala kadarnya Vanessa meraih selimut untuk menutupi tubuh nya.

__ADS_1


"Mas kok Balik lagi apa ada yang tertinggal, "


"Iya, Ada, "


"Ya sudah cepat ambil habis itu cepat lah keluar Aku mau berganti baju, "


"Aku itu, Suamimu benar tidak, "


"Iya, benar, "


"Kalau begitu buat apa ini, " dengan cepat Bara menarik selimut yang dikenakan Vanessa dan dia lempar ke sembarang Arah.


"Mas, kamu itu kenapa sih, "tanya Vanessa mulai panik.


"Aku mau meminta hakku hari ini, Aku tidak mau menunggu lagi, boleh ya, " tanya Bara dengan tatapan mata sayu membuat Vanessa menegu ludahnya.


"Boleh, ya? " ucap Bara untuk yang kedua kali.


Serasa kamar menjadi panas, melihat tatapan mata Bara yang begitu terlihat memelas, tidak tega untuk menolak selain mengaggukan kepala.


"Benar, Boleh, "


Dan untuk kesekian kalinya Vanessa mengaggukan kepala dengan lemah. Melihat anggukan dari sang Istri Wajah Bara berbinar senang.


"Trimakasih, sayang. " seru Bara yang langsung mengendong Vanessa sambil membawa nya berputar, Vanessa mendelik melihat sikap Bara yang konyol.


"Mas, jangan begini Nanti handukku jatuh dan lepas.


" Biarin..! seru Bara yang bagaikan film India berputar putar karena senang.

__ADS_1


__ADS_2