
Wajah gusar dan khawatir terpancar dari raut Wajah para karyawan yang berdiri di luar, Di mana mereka sangat khawatir dengan keadaan Bos mereka yang berada di dalam bersama dengan laki-laki yang dianggap preman dan gilaa karena sangat kejam dan juga sangat bringas.
"laki-laki itu benar-benar berdarah dingin kekejaman dirinya melebihi seorang Mafia."ucap salah satu karyawan yang berdiri di luar.
" Kau benar apa jangan jangan dia itu mantan kaki tangannya Mafia, melihat caranya melumpuhkan para petugas keamanan dengan begitu mudah seolah-olah dia sangat profesional ini king lho. "
"King.. king.. sok tau aja apa itu king. "
"Ya itu yang keren itu hehehe, kamu tau tidak tadi itu aku diam-diam mengamati gerakannya super hebat. "
"Sudah sudah jangan membicarakan orang tidak waraas itu, Bos ada di dalam bagaimana ini? " itu yang harus kita pikirkan. "
"Bagaimana jika kita masuk, Apa iya, kita cuma mau menunggu diluar, kalau terjadi apa-apa dengan Bos di dalam bagaimana?
" Telinga kamu ada di mana bukankah kamu tadi juga sudah mendengarkan jika Bos mengatakan kalau kita harus menunggu di luar kita tidak diizinkan masuk ke dalam jika kita tiba-tiba mendobrak dan masuk ke dalam Bos Pasti akan marah Apa kamu tidak pikirkan itu? "
"Lalu jika orang tidak waraas itu menghabisi Bos apa kamu juga mau diam saja, "
"Memangnya kamu punya ide apa, harus kah kita dobrak saja, "
"Ayoook.
" Diaaaaamm...! kalian dari tadi ribut saja sendiri Kita diminta Bos untuk menunggu di sini sudah diam, kita tunggu beberapa saat kalau sampai dalam satu jam lebih Bos tidak keluar baru kita dobrak sekarang diam kalau perlu Kalian cari celah dan kita intip di dalam ada apa dan apa yang terjadi dengan Bos di dalam Ayo cepat. "
Bergegas para karyawan segera mencari lobang atau Celah yang bisa mengintip Keadaan di dalam ruangan.
Di dalam ruangan Bara dan Faisal sudah berdiri saling berhadapan.
"Katakan, apa tujuan kamu datang kesini? "
"Oh, Rupanya ini tampang dari orang yang sudah berani memperkosa Adikku, "
__ADS_1
"Tunggu, kamu itu bicara apa jangan bicara sembarangan disini, "
"Hahaha... dasar laki-laki brengsek "
Faisal yang memiliki sifat temperamen segera mencengkram Bara kemudian memberikan pukulan yang cukup keras ke arah perut sebelum kemudian tangan kekar Faisal mencengkram krah Bara.
terdengar suara ringisan kecil akibat pukulan yang diberikan Faisal kepada Bara
"Kamu jangan macam-macam anak muda karena kamu telah berbuat kesalahan dengan berani menyentuh adekku makan Terima ini...
Faisal kembali melayangkan tinjunya ke arah Bara kali ini Faisal mengarahkan pukulan ke kepala akan tetapi Bara kali ini tidak seperti awal tadi yang diam saja kali ini dengan gerakan cepat Bara membuang kepalanya ke belakang sehingga pukulan itu meleset setelah pukulan itu meleset dengan gerakan cepat Bara memberikan serangan tendangan kaki sehingga Faisal yang kala itu sedang mencengkram krah Bara dengan kuat jatuh terpental ke lantai karena tendangan kaki yang dilakukan Bara cukup keras.
"Kurang ajar berani kamu melawan ku anak muda, "
dengan tersenyum miring cara menata tajam ke arah Faisal.
" cuma segitu kemampuanmu sudah berani sesumbar dan melawan semua pada karyawanku dan pihak keamanan yang ada di sini Sekarang pergilah dan jangan sekali-kali kamu datang ke kantorku lagi
Faisal bangkit dari jatuhnya sambil tersenyum miring kedua tangannya ditepuk-tepuk kan tepat di hadapan Bara.
"Kau ini siapa datang datang sudah bicara omong kosong, Aku tidak takut lakukan saja karena Aku tidak pernah memperkosa siapapun, '
Bara yang geram menjawab dengan nada tinggi dan sedikit berteriak.
" Hahaha... kamu masih saja mengelak dan tidak mau mengakui perbuatan bejat mu itu anak muda. "
"Perbuatan bejad apa bahkan Aku tidak tau kamu ini manusia dari mana kenapa tiba-tiba datang membuat keributan di tempat ku. "
"Pura-pura tidak tau lagi kamu memang pantasnya harus di hajar, "
Faisal segera memberikan pukulan dan tendangan kepada Bara dan Bara juga tidak mau tinggal diam dengan sigap melayani pukulan, tendangan dan serangan yang di berikan Faisal.
__ADS_1
Rupanya Bara juga memiliki kemampuan dalam ilmu beladiri sehingga Faisal tidak mudah bisa menjatuhkan Bara akan tetapi bukan berarti Bara selalu mampu dan lolos dari setiap pukulan yang diberikan Faisal kepadanya, begitu juga sebaliknya keduanya ada sisi bonyok luka karena pukulan yang tidak sempat mereka elakkan.
Sama-sama terluka dan sama sama kuat, Faisal yang memiliki jam terbang lebih tinggi dalam menghadapi musuh karena dia mantan dari seorang pimpinan Mafia yang di percaya Bos Mafia kala itu memiliki banyak cara untuk menjatuhkan lawanya.
"Duuuuzz... !Faisal mengunakan tendangan kaki ketika Bara lengah sehingga tubuh Bara langsung jatuh menimpa kursi.
" Hahaha, kali ini kamu tidak akan bisa lolos, "
Gerakan cepat Faisal yang hendak menginjak tubuh Bara yang jatuh akibat tendangan yang dilakukan Faisal, terbaca Bara dengan cepat Bara menggulingkan tubuhnya sehingga Faisal yang melompat hendak menginjak nya gagal.
Bara yang juga sudah terbakar emosi karena dirinya sudah dijatuhkan hingga menabrak kursi membuat punggung tubuh nya serasa remuk tidak mau tinggal diam, dikala gerakan Faisal hendak menginjak nya Bara berguling dan dengan gerakan cepat Bara menendangnya kakinya pada kaki Faisal yang mana tentu saja Faisal belum siap untuk berkelit akibatnya tubuh Faisal pun jatuh Bara segera menimpa kan tubunya diatas tubuh Faisal makan terjadi lah pergulatan saling pukul, tubuh keduanya saling bergantian terkadang Bara yang diatas terkadang Faisal yang diatas.
"Lepaskan gue brengsek..!
" Lo yang Brengsek..!
"Gue gak punya urusan sama lo, "
"Siapa bilang tidak punya lo laki-laki pemerkosa yang bejaaad, gue akan bunuuh lo, '
"gue gak takut gue ngak kenal lo, "
Perkelahian yang di barengi dengan umpataan dan cacian terus mereka ucapkan.
Di luar beberapa karyawan menjerit dan berteriak histeris. "
"Aduuuh, gawat..! teriak salah satu karyawan yang berhasil menemukan lobang kecil untuk bisa mengintip keadaan di dalam ruangan.
" Apa? ada apa?
"Bos kalah, "
__ADS_1
"Minggir coba Aku lihat, "
Para karyawan yang diluar pun sangat gaduh karena berebut tempat untuk mengintip.