
Rendra menatap dengan tak berkedip kepergian dari gadis kecil yang baru saja ada di depannya Rendra masih tertegun mendengar perkataan dari gadis kecil yang ada di depannya tadi kemudian Rendra tiba-tiba mengulum senyum kemudian menggelengkan kepalanya, sementara Robi yang melihat Rendra seperti orang linglung senyum-senyum sendiri bahkan masih dalam keadaan berjongkok membuat Robi berlari kecil menghampiri Rendra.
"Hei, Ren, ngapain lo senyum senyum sendiri kayak orang lagi sakit aja, lagi pula Kenapa lu berjongkok seperti ini, cepat berdiri dilihat dari CCTV kamera memalukan sekali sikapmu, ayo Aku sudah selesai membayar boneka yang Aku beli sekarang kita beli makanan kemudian pulang. "
"Nama belakang Anak itu miri nama belakang ku? " lirih Rendra yang mana membuat Robi bingung dan heran.
"Nama anak siapa Ren, disini tidak ada anak anak, lo lagi mabuk ya, pasti akan lo mikirin Arsel, sudah cepat beli oleh oleh juga untuk nya dari pada kamu seperti orang linglung begini. "
perlahan-lahan Rendra bangkit dari berjongkoknya kemudian menatap ke sekeliling seolah-olah sedang mencari sesuatu.
"Anak itu pergi kemana ya? "
"Anak siapa, lo lagi kenapa sih Ren, Aneh banget,"
"Tadi ada Anak kecil disini, dia minta Boneka kemudian orang yang bersama nya tidak membawa uang, untuk itu Aku yang membayarkan nya dan Nama anak itu belakang nya mirip dengan Namaku Rob, Admaja apakah dia ada hubungannya dengan keluarga ku, "
"Haduh, Ren kamu kalau mau mengigau jangan malam malam begini, mana ngigaunya di mall lagi, Aku tau kamu capek kalau begitu Ayo kita pulang saja. " Robi berusaha menenangkan hati dan perasaan Rendra yang terlihat sangat kacau seolah-olah Dia sedang berpikir dan sedang memikirkan sesuatu Robi tahu mungkin Rendra dalam keadaan merindukan putranya yang dia tinggal kan dan putranya dalam keadaan menangis Hal itu membuat Rendra sebagai seorang Ayah menjadi sangat sensitif dan mudah iba melihat anak kecil.
Meskipun hati dan pikiran Rendra benar benar di buat penasaran dan bertanya tanya akan tetapi Rendra berusaha tenang dan tidak lagi memikirkan sesuatu hal yang bisa jadi apa yang dalam pikirannya itu adalah salah dan kebetulan saja Kemudian menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Baiklah, Ayo kita pergi, kamu mau ajak Aku makan di mana? "
"Disana saja, Ayok keliatan nya disana sangat enak, "
Rendra mengikuti langkah Robi yang mengajaknya, "
Suasana malam yang mulai merangkak naik terlihat sebuah kendaraan melaju dengan kecepatan sedang menuju ke sebuah rumah yang cukup besar yang ada di kawasan tempat itu.
Ketika mobil itu memasuki pintu gerbang dan ketika pintu mobil sudah dibuka tampak sudah berdiri sosok laki-laki sambil mengulum senyum laki-laki itu sedang menunggu kedatangan mereka.
"Papa...! Hai sayang bagaimana bermain nya, hei apa ini, kenapa membawa boneka segala. "
"Mama, 1 lovee youu..!
" Hmm, I loove you too sayang, bagaimana bermain di Rumah teman apakah senang."
Gadis kecil itu mengangguk dengan riang sang Mama langsung menggendong Sang Putri masuk ke dalam Rumah, sementara di luar sang Papa yang tadi sudah berjongkok ingin memeluk sang Putri menjadi tidak jadi dikarenakan Putri nya keburu berlari ke arah sang Mama. Sambil menggelengkan kepala Bara memutar arah untuk masuk ke dalam Rumah akan tetapi langkah kakinya dihentikan oleh sopir yang mengemudikan mobil ketika bersama dengan Mikha.
"Tuan tunggu..! "
__ADS_1
Bara kembali membalikkan badan kemudian menghadap kepada sang sopir yang berseru memanggilnya.
"Iya, ada apa? "
"Tadi Nonton Mikha minta Boneka, ___
" Oh, itu kamu jangan khawatir Aku akan menganti uangmu, "
"Bukan begitu Tuan,bukan saya yang membeli boneka itu, "
"Lalu, siapa? kenapa bukan kamu saja yang membelikannya Bukankah kamu pergi bersama Mikha dan segala yang diperlukan Mikha Harusnya kamu turutin Kenapa justru orang lain yang membelikan, "
"Maaf Tuan saya benar-benar lupa tidak membawa uang waktu itu, saya hanya membawa uang sedikit saja yang ada di dalam dompet, saya lupa membawa card yang selalu Tuan Berikan pada saya dan ketika kami melewati sebuah Mall Non Mikha minta masuk ke dalam Mall untuk melihat-lihat awalnya saya membujuk agar tidak pergi ke sana Saya khawatir Non Mikha akan tertarik pada sesuatu yang mahal dan saya tidak membawa uang, akan tetapi Non Mikha waktu itu merajuk akhirnya saya menuruti keinginan Non Mikha dan ternyata dugaan saya benar, Non mikha sampai di mall langsung berlari ke tempat di mana boneka-boneka berjajar nah Non Mikha langsung berteriak Minta boneka yang paling mahal Sementara saya tidak membawa uang saya bingung dan membujuk Non Mikha agar mau pulang nanti kita akan membeli lagi, tetapi Non Mikha tidak mau, Akhirnya Non Mikha menangis dan pada saat itu juga ternyata ada Tuan asing yang dengan sukarela membayarkan boneka untuk diberikan kepada Non Mikha. "
" Oh jadi yang membayar boneka itu orang asing Apa kamu tahu siapa dia dan di mana tinggal, agar Nanti kita bisa mengembalikan uangnya, '
"Tidak tau Tuan, kelihatannya dia orang baru di kota ini Tuan karena saya tidak pernah melihatnya Selama saya mengantar non Mika saya tidak pernah melihat orang itu. "
"Baiklah, sekarang kamu boleh pergi, trimakasih informasi nya, Nanti Aku coba tanya sama Mikha siapa yang membelikan Boneka untuk nya."
__ADS_1
Dengan mengaggukkan kepala Sang sopir pun pergi, begitu juga dengan Bara dia langsung masuk ke dalam Rumah.