DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 84. Tersenyum


__ADS_3

Dengan sedikit tergesa-gesa Mama Bara langsung mengemudikan mobil hitamnya tanpa meminta bantuan pada Supir pribadinya.


Dalam perjalanan Mama Bara terus berpikir keras dengan apa yang sudah di ucapkan temannya dimana mereka satu tim dalam Acara Arisan.


Sesuatu yang sepertinya sangat mustahil menggingat Putranya sangat mencintai Wanita yang sudah menjadi istrinya akan menikah lagi tapi Mama Bara juga tidak bisa menuduh jika teman Arisannya itu sudah lupa akan Wajah dari Putranya dimana dia sangat sering sekali melihat dan bertemu dan hanya dalam delapan tahun terakhir tidak melihat Putranya dikarenakan Putranya memutuskan tinggal di kota London dengan membawa seorang Wanita yang kini sudah menjadi istrinya.


Rasa penasaran antara percaya dan Tidak hal itu membuat Mama Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena Mama Bara ingin segera melihat dan bertemu dengan laki-laki yang dianggap sebagai Putranya sedang mendaftarkan diri untuk menikah.


Berkali-kali Mama Bara harus kesal dikarenakan jalanan yang cukup rame sehingga sedikit membuat jalan macet.


"Sial kenapa jadi macet begini sih, kalau seperti ini Aku bisa datang telat dan pemuda itu keburu pergi, apa benar dia itu putraku pasti si Yuli salah lihat mana mungkin beneran itu Bara, " gumam sang Mama yang terus bermonolog sendiri.


Kurang lebih tigapuluh menit lamanya Mama Bara terjebak kemacetan dijalan yang mana hal itu membuat dirinya sangat bosan dan kesal karena terpaksa harus menunggu.


Disaat semua kemacetan dijalan Sudah tidak ada dengan sangat cepat Mama Bara mempercepat laju dari kendaraannya.


Tidak menunggu lama akhirnya Mama Bara sudah sampai disebuah gedung yang sangat megah dimana di gedung inilah para pengantin akan mendaftarkan pernikahannya.


Meskipun di gedung ini hanya khusus pernikahan Agama dimana tidak akan ada dan tidak tercantum dalam Negara.


Turun dari Mobil setelah menempatkan mobil putihnya di sebuah tempat parkir.


Terlihat Elegan dan berkelas Mama Bara turun dari dalam mobil dan bergegas masuk kedalam gedung dan Naik keatas.


"Sampai dipintu masuk dengan cepat tangan Mama Bara langsung ditarik seseorang, rupanya teman satu profesi Arisan yang sedang menariknya.


" Kenapa kamu lama sekali beruntung mereka ditunda karena orang yang akan menjadi saksi pernikahan mereka masih menerima telpon, Ayo cepat kamu lihat apakah itu benar-benar Bara dan menantumu? "


"Baiklah, Ayo, "


Mama Bara dan wanita yang telah menelponnya berjalan dengan sedikit tergesa-gesa Naik ke lantai atas, dimana dilantai ataslah Acara pernikahan akan dilaksanakan.


Sebenarnya ada lift yang bisa mereka pakai untuk Naik ke lantai atas akan tetapi karena penuh dan harus menunggu lagi, Mama Bara dan teman Arisannya yaitu Yuli memilih untuk Naik melalui lift tangga.


Di gedung itu terdapat dua lift untuk para pengunjung satu lift tertutup satu lift tangga dimana lift tangga itu tidak tertutup yang biasa di bilang eskalator.

__ADS_1


Tidak lama akhirnya Mama Bara dan teman Arisannya sudah sampai dilantai atas.


Teman Mama Bara sedikit bingung karena orang yang dicarinya tidak ada ditempat semula.


"Ah, mereka sudah tidak ada Sukma ini karena kamu datang terlambat pastinya, " keluh teman teman Arisannya Mama Bara, dengan raut wajah kecewa.


Mama Bara yang melihat temannya kecewa tertawa kecil.


"Hahaha, sudahlah pasti kamu salah lihat, "


"Tidak Sukma Aku beneran yakin itu Bara, putramu, "jawab Yuli kekeh dengan anggarannya.


Mama Bara menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan.


" Baiklah, tapi karena mereka sudah pergi dan tidak ada lagi bagaimana kalau kita beli makanan Aku lapar tadi baru belanja sesuatu dan Aku berniat makan di Rumah tapi kamu justru menggajakku kesini, "


Karena perasaan kecewa dan melihat ke sekeliling bahkan sampai melonggokan kepala tidak ada sosok Bara membuat Yuli teman Mama Bara akhirnya menerima ajakan Mama Bara untuk makan.


Mereka berniat untuk makan di dalam gedung yang ternyata di dalamnya tersedia restoran kecil akan tetapi sangat lengkap, mau makan apapun mereka bisa pesan karena ternyata restoran itu serba ada.


Mama Bara dan teman Arisannya memilih duduk dekat dengan jendela, dimana dia akan leluasa melihat keluar halaman.


"Panas panas begini enak makan lalapan saja dari pada yang Panas-panas juga."


"Baiklah, tunggu sebentar Aku pesankan dulu ya, bagaimana lalapan Ayam apa bebek, "


"Mau yang Ayam saja sambal yang banyak ya pasti mantep minumannya, cukup jus Alpukat dingin,"


"Ok, siap, tunggu sebentar. "


Bergegas Yuli teman Arisan dari Mama Bara segera maju ke depan untuk memesan makanan, setelah semua selesai teman Arisan dari Mama Bara segera kembali duduk ditempatnya.


"Aku juga heran kok cepat sekali mereka perginya ya, "


"Mungkin karena Aku datang kelamaan tapi Aku masih tidak yakin itu putraku, "

__ADS_1


"Kamu itu Sukma masih juga tidak mau mempercayai Aku,"


"Bagaimana Aku bisa percaya Putraku itu sudah beristri dan dia sangat mencintai istrinya mana mungkin akan menikah lagi, "


"Kamu itu kayak lupa sahabat semua orang yang baru menikah itu pasti sangat mencintai pasangannya tapi lama-kelamaan mereka pasti meninggalkan dan bosan jika melihat ada yang baru, "


"Putraku tidak seperti itu,"


"Itu menurutmu Sukma,"


Tidak lama dari pelayan datang dengan membawakan makanan pesanan mereka.


Mama Bara dan Teman Arisannya mulai menyantap dan menikmati lalapan Ayam dengan sambal yang banyak dan untuk sesaat mereka lupa akan topik dari pembicaraan mereka.


"Ketika Selesai Mama Bara segera meninggalkan tempat bersama dengan teman Arisannya.


Dan ketika mereka hendak melangkah keluar menuju ke pintu.


" Sukma itu mereka," teriak Teman Arisannya yang mana langsung membuat Mama Bara menoleh keluar halaman, tampak oleh nya dia orang muda mudi sedang berjalan ke arah mereka seperti nya mereka juga ingin makan siang.


Mama Bara menatap tak berkedip dua orang muda mudi yang berjalan kearahnya.


Dengan gerakan cepat Mama Bara langsung menarik tangan Yuli temannya dan membawanya untuk kembali duduk.


"Kok kita duduk lagi sih, bukankah apa yang Aku katakan itu benar dia kan Bara putramu, "


"Kau benar itu Bara duduklah kita tunggu mereka masuk ,"


Bara benar-benar memiliki Wanita lain, apakah Istrinya tau akan hal ini, dan apakah artinya Bara selingkuh, baguslah itu Artinya dia cukup warass dengan mau mencari Wanita lain lagi, Aku potret mereka dulu Nanti kalau ada waktu Aku akan bicara dengan gadis itu, "


"Hei, Sukma kenapa kamu senyum senyum apakah itu memang istrinya yang di London itu? "


"Bukan?


" Jadi putramu, ____

__ADS_1


"Sudah jangan membicarakan lagi baguslah kalau putraku menikah lagi itu Artinya dia masih warass mana enak punya istri bekas jadi baguslah kalau dia menikah lagi, '


"Sukma, kau, _____


__ADS_2