
Vanessa yang merasa kesal melihat Rendra sedang berfoto dengan gadis foto model terkenal yang ada di kota London membuat nya menjadi sedikit tidak fokus dan sedikit sedikit bawaan nya ingin marah.
Entah mengapa rasa kesal dan marah masih dia rasa kan sedangkan dirinya sendiri kini juga sudah menjadi milik orang lain.
Berkali-kali Vanessa menutup Wajahnya dengan satu telapak tangan.
"Mama...!
Suara riang dan ceria dari Mikha membuat Vanessa yang kala itu sedang kalut dan resah sedikit terkejut.
" Mikha.. Oh Tuhan Aku lupa jika Aku membawa Mikha ke Butik dan jika Mikha bertemu dengan Mas Rendra kemudian Mas Rendra tau Mikha itu anaknya dia bisa membawa Mikha pergi, tidak Aku tidak mau Mikha dan Mas Rendra bertemu Aku harus segera membawa Mikha pergi dari tempat ini. " gumam Vanessa dalam hati.
"Mikha sayang, kepala Mama sakit sekali Ayo cepat kita pulang. " ajak Vanessa pada Putrinya.
Vanessa benar-benar merasa takut dan was-was apabila Rendra sampai mengetahui jika Mikha adalah putrinya terlebih beberapa tahun yang lalu Rendra bersikeras ingin memiliki seorang anak dan Vanessa merasa sangat khawatir apabila sampai saat ini Rendra belum memiliki anak dan dia mengetahui Mikha adalah anaknya maka Rendra bisa mengambil Mikha dan membawanya pergi, Vanessa tidak ingin hal itu terjadi untuk itu Vanessa berpura-pura kepalanya sakit agar Mikha tidak rewel dan mau diajak pulang.
"Apa kita tidak menunggu di jemput Papa saja Ma, tadi Papa bilang kan mau datang kesini dengan memberikan kejutan buat Mikha. "
"Mikha sayang, kita tunggu Papa di Rumah saja dan biarkan Papa membawa pulang kejutan untuk Mikha ke Rumah, Ayo Mama sudah tidak tahan ini sakit sekali. "
"Baiklah Ma, Mikha mau di ajak mama pulang, kasian Mama kesakitan begitu. "
"Anak pinter, Ayo..! "
Mikha dan Vanessa segera berkemas untuk segera pulang Vanessa sengaja mengajak Mikha keluar melalui pintu belakang yang mana tidak akan berpapasan atau bertemu dengan pengunjung siapapun yang ada di depan Bahkan mereka tidak mengetahui jika ada yang keluar.
"Kok lewat sini Ma? "
Mikha yang cerdas rupanya penasaran dan ingin tahu mengapa mamanya mengajak dirinya melewati jalan pintas yaitu lewat jalan belakang butik.
"Biar cepat Anak, Mama sudah tidak tahan sakitnya. "
Mendengar penjelasan dari sang Mama Mikha tidak lagi protes dengan apa yang dilakukan oleh sang Mama karena kini Mikha yakin Apa yang dilakukan Mama adalah itu adalah yang terbaik untuk mereka.
Sampai di luar Vanessa segera mengajak Mikha masuk ke dalam taksi di mana Vanessa sudah menelpon taksi untuk menjemput dirinya di butik.
Setelah memberi kan Alamat pada sopir taksi Vanessa segera pergi meninggalkan tempat itu, hatinya bernafas lega karena Vanessa sudah bisa pergi dari butik di mana di tempat itu terdapat Rendra yang dia ketahui sementara Vanessa bersyukur Rendra tidak mengetahui tentang keberadaannya bisa dipastikan apabila Rendra mengetahui terlebih dulu keadaan akan menjadi sangat kacau, terlebih jika Rendra tau Mikha adalah anaknya.
__ADS_1
Berkali-kali Vanessa menarik napas lega dan senang karena bisa terlepas dari sesuatu hal yang pastinya sangat menegangkan dirinya.
Sampai di Rumah Vanessa segera meminta Bik Sri untuk membantu Mikha mandi menyiapkan makan dan juga membantu Mikha untuk beristirahat sedangkan Vanessa sendiri memilih langsung pergi dan masuk ke dalam kamarnya.
Di Butik Rendra yang sudah bersedia berfoto dengan gadis model yang selalu mengikuti nya kini bisa bernapas lega karena gadis itu telah menepati janjinya untuk membiarkan Rendra sendiri.
Dengan santai Rendra mulai mengelilingi Butik dan mencari berapa gaun yang cocok untuk Mamanya dimana gaun-gaun dan baju-baju yang ada di tempat itu sangatlah bagus dan bermerek dan hal itu pasti membuat Mamanya sangat suka dan senang sebenarnya Rendra ingin menghubungi sang Mama untuk menunjukkan beberapa baju akan tetapi Hendra mengurungkan niatnya dikarenakan Rendra tidak terlalu membawa uang banyak sehingga Rendra memutuskan untuk hari esok lagi datang ke Butik ini di mana Butik ini benar-benar sangat istimewa dan sangat bagus.
"Mbak tolong ambilkan saya tiga potong baju yang paling bagus disini, "
"Baik, Mas tunggu sebentar. "
Dengan sabar sambil memandang ke sekeliling Rendra menunggu kedatangan Mbak karyawan yang sedang mengambilkan baju yang terbagus di Butik ini, tidak beberapa menit kemudian Mbak karyawan datang sambil membawa tiga potong baju yang paling bagus dan mahal.
"Ini Mas, tapi karena Mas mengambil baju yang paling bagus dan Mahal Mas mendapatkan satu sovenir dari kami tapi sebelum nya Mas harus membawa baju baju ini ke ruang lantai atas."
"Oh, baik Mba , "
Rendra segera membawa baju yang dia pilih menuju ke lantai atas sampai di lantai atas pintu terlihat tertutup Rendra yang sedikit bingung akhirnya memilih mengetuk pintu.
tidak berselang lama terlihat seorang wanita mendekati Rendra yang kala itu mengetuk pintu sambil menyulingkan senyuman wanita itu mempersilahkan Rendra untuk masuk setelah membukakan pintu.
Dengan tersenyum dan dengan sikap yang santun Rendra pun mengaggukkan kepala sambil menyungingkan sebuah senyuman.
"Mari silakan duduk, tapi maaf saya tinggal sebentar ada yang belum saya bawa, saya tidak lama mohon menunggu sebentar. "
"Tidak apa apa silakan. "
Wanita itu segera keluar dari dalam ruangan tinggallah Rendra seorang diri menunggu kedatangan dari wanita sang pemilik toko untuk menghilangkan rasa kejenuhan Rendra bangkit berdiri melihat-lihat poster gambar yang tertera di dinding bagaikan tersengat arus aliran listrik Rendra sedikit terkejut ketika melihat sebuah foto yang ada di barisan beberapa foto-foto yang lain.
"Vanessa...? " kenapa ada foto dia disini, dan ini bukankan ini gadis kecil yang mengemaskan kemarin itu? "
dalam kebingungan dan kelautan yang Rendra pikirkan tiba-tiba sang pemilik toko sudah datang sambil meminta Rendra untuk duduk.
"Mari Mas, silakan bajunya du bawa kesini, "sontak saja hal itu membuat Rendra yang sedang melamun terkejut.
" Mbak apa saya boleh bertanya siapa wanita itu dan kenapa gadis kecil itu berfoto dengan nya, Haiss sebuah pertanyaan bodoh yang benar benar akan membuat orang curiga.
__ADS_1
"Oh, itu mbak Vanessa bersama Putrinya dia salah satu pemilik Butik ini, "
"A-ap, itu putrinya..! "apa anda yakin? "
"Mas ini bagaimana, pertanyaan nya lucu sekali, "
"Oh, iya maaf, apakah saya bisa bertemu dengan mereka sekarang, saya akan mengambil banyak baju tapi tolong pertemukan saya dengannya, saya itu, ___
" Mbak Nesa sudah pulang bersama Putri nya tadi katanya kepala nya sakit, "
"Apa, Nesa sudah pulang, Mbak tolong saya minta alamatnya. "
"Maaf, kami tidak di ijinkan untuk memberikan Alamat Mbak Nesa tanpa mendapatkan ijin dari nya, kepada orang Asing. "
"Apa, orang Asing saya itu, ___
" Maaf, ini Mas sovenir nya dan trimakasih sudah membeli di Butik kami, "
"Mbak saya, ___
" Maaf, saya ada pekerjaan lain jadi mohon maaf, saya tidak busa ngobrol pribadi."
"Oh, maaf, tapi bagaimana saya bisa menemui mereka, "
"Datang saja ke sini besok,"
"Baiklah, Rendra bangkit dari tempat duduknya akan tetapi Rendra berjalan menuju dimana terpajang foto Vanessa dan putri nya, bibirnya tersenyum.
" Pasti dia Anakku, pantas saja Aku merasa dekat dan senang, ternyata, ___
"Maaf, Mas pintu nya disana Mas mau apa kesitu, "
"Sebentar Mbak, "
Buru-buru Rendra mengambil ponsel hpnya, Rendra memfotret Wajah anak dan istrinya. "
"Maaf saya permisi dulu besok saya akan kembali lagi, "
__ADS_1
dengan hati bergembira Rendra segera keluar dari butik kemudian masuk ke dalam mobil Rendra tidak langsung mengemudikan mobilnya Rendra masih sibuk Menatap layar ponsel yang menampilkan wajah istri dan anaknya kemudian menaruhnya di layar utama.
"Akhirnya setelah sekian lama Aku akan menemukan kalian, Mikha sayang Papa akan datang untuk mu Nak, Nesa kita akan bertemu lagi Aku sangat rindu padamu, apakah kau juga sama Aku harap hati-mu masih milikku. " lirih Rendra dengan tersenyum penuh haru.