DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 59.JATUH


__ADS_3

di tengah-tengah kegaduhan antara para karyawan kantor yang saling berebut untuk mengintip, datanglah seorang Wanita sambil berlari-lari dari kejauhan yang jaraknya srkitar 8 meter dia sudah berteriak-teriak dengan sangat kencang.


"Dimana Pak Bara..! Pak Bara.. dimana kau?


" Hoss... Hosss... hosss...!


"Hei Arum ngapain lo kesini bukannya tadi lo gak masuk kantor..?


" Mas ilham, dimana Pak Bara, Aku harus bertemu Pak Bara secepatnya. "


"Diam, jangan berisik kalian. " seru salah satu karyawan yang masih sibuk mengintip ke dalam Ruangan.


"Dia ngapain pakai membungkuk begitu. "


"Itu tidak penting sekarang jawab pertanyaan ku ngapain li masuk apa lo tidak tau hari perusahaan kita kedatangan orang yang tidak waras, "


"Apa maksud mu? "tanya Arum penuh selidik, Arum sangat khawatir dan was-was jika yang di maksud orang tidak waras itu adalah Abangnya.


Arum berdoa dalam hati smoga dugaannya salah dan smoga Abangnya kesasar sehingga dia tidak bisa sampai ke perusahaan ini dan bertemu dengan Bosnya Pak Bara.


"Ada orang yang entah dari mana asalnya sudah kamuh bajunya acak acakan datang datang mengamuk dan yang lebih menghebohkan orang tidak waraas itu Dia sangat pandai dan Mahir dalam kemampuan bela diri, ketika orang tidak waraas itu mengamuk dan ketika para pihak keamanan dari kepolisian ingin menyergapnya dia sangat lihai dan sangat terlihat berpengalaman sekali dalam menghadapi musuh benar-benar luar biasa kungfunya aku seperti melihat kungfu milik Jackie Chan. "


"Apakah laki-laki itu memakai jaket berwarna hitam dan memakai topi dan kacamata juga berwarna hitam? "

__ADS_1


"Wah, hebat sekali dugaan kamu itu Arum, apa yang kamu katakan semuanya benar, Laki-laki tidak waraas itu memakai jaket hitam, topi hitam dan kacamata juga hitam, sangat sangar orang nya dan ternyata orang nya memang benar-benar sangat kejam dan bringas sungguh dia sangat menakutkan, ngomong ngomong kamu belajar perdukunan dimana kenapa dugaan kamu bisa tepat begini, "


"Itu tidak penting untuk kujawab sekarang katakan padaku dimana orang itu dan juga Apakah Pak Bara hari ini masuk, "


"Orang itu ada di dalam sana dan Pak Bara sudah masuk di dalam juga mereka sedang berduel dan kami berada di luar karena ingin mengintip Pak Bara , "


"Apa? Pak Bara ada di dalam sana dan dia sedang berduel dengan laki-laki tadi, "


"Benar?


" Cepat buka pintunya Aku mau masuk ke dalam, "


" Tidak bisa Arum, di dalam Pak Bara sedang berduel dengan laki-laki tidak waras itu jika kamu masuk kamu akan mengganggunya, Pak Bara melarang kami untuk masuk apalagi kamu mau masuk kamu jangan bikin masalah semakin rumit dan tambah kacau. "


Arum bergegas melangkah menuju pintu tapi ilham langsung menahannya dengan mencengkram tangan Arum.


"Stop, Arum jangan Nekat di dalam itu lagi genting kita tunggu saja aba-aba dan instruksi dari Pak Bara, "


"Menunggu? apa kalian sadar jika Pak Bara di dalam kenapa kenapa bagaimana, apalagi jika Pak Bara di bunuh, "


Semua terdiam


"Sudahlah kalian kelamaan, " Arum segera menuju ke depan pintu dan kini mulai berusaha membukanya.

__ADS_1


Di dalam ruangan pergulatan antara Faisal dan Bara masih terus berlangsung, Faisal yang memiliki jam terbang lebih tinggi dibandingkan dengan Bara karena Faisal mantan pimpinan Mafia, mulai menggunakan taktik untuk melumpuhkan Bara.


Ketika posisi pergulatan dirinya berada di bawah dengan gerakan kaki Faisal dengan kuat menendangkan kakinya dengan sangat kuat sehingga Bara yang ada diatas nya terdorong tendangan kaki Faisal dan kesempatan itu Faisal gunakan untuk segera bangkit dan melomoat ke arah pistol yang tadinya terlempar dan hanya di letakkan anak buah dari Bara je atas meja.


"Diam dan jangan bergerak jika bkanu tidak ingin mati konyol, hahaha, "


"Kau..! Bara benar-benar tidak menyangka jika anak buahnya sangat lah ceroboh dengan meninggalkan pistol diatas meja tanpa mengamalkannya.


" Sial dia memiliki senjata, Aku harus bagaimana? dasar anak buah tidak becus bisa bisanya tidak mengamankan senjata Api itu dengan benar, "


"Hahaha mengapa diam sudah takut ya jika hari ini adalah hari terakhir mu, sekarang jawab apa benar kamu yang telah memperkosa Adikku? "


"Tidak, Aku tidak tau apa maksud dari ucapan kamu dan Aku tidak pernah memperkosa siapapun, ".


" Kurang ajar, Aku tanya sekali lagi dan kali ini Aku tidak akan main main, cepat jawab benar kamu yang sudah memperkosa Adikku?


"Tidak, sampai kapan pun jawaban ku tetap tidak.


"Baik trima kematian mu,"


" Abaaaang... jangan..!


"Doooorr..!

__ADS_1


" Bruugh...!


__ADS_2