DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 182.Pusing


__ADS_3

Bara yang kesal langsung masuk ke dalam kamar menutup kamar dengan sangat kecang sungguh hatinya sangat merasa kesal dan geram karena Mamanya tidak mendukung apa yang dia rencanakan di mana Dirinya masih mengharapkan jika istrinya Vanessa Masih bersama dengannya.


Meskipun Mama Sukma tidak setuju dan tidak menyukai apa yang menjadi keputusan Bara tetapi Bara tetap melakukan apa yang menjadi keinginannya, Bara sudah bertekad dalam hati jika dia tidak akan pernah melepaskan Vanessa meskipun Vanessa ingin sekali berpisah dan pergi darinya, bagi Bara Vanessa mau menerima secara baik-baik ataupun terpaksa semua tidak akan menjadi masalah.


Bara yang menginginkan dirinya masih bisa tetap bersama dengan Vanessa akan terus berjuang untuk mendapatkan apa yang di inginkan nya.


"Mungkin dengan Rendra dan Mikha berada dalam genggaman taganku maka Vanessa akan kembali kepadaku, Aku akan menghubungi dirinya setelah Rendra sudah berada di tempat yang Aman dan Vanessa tidak akan ada pilihan lain selain kembali padaku. "


 Mobil yang membawa Mikha dan Mbak Sri dengan paksa kini sudah melaju dengan sangat kencang Kembali ke tempat di mana mereka berdua di tempatkan, setelah mereka dibawa pergi dari rumah Mikha yang terus memberontak dan menangis serta Mbak Sri yang berusaha untuk melepaskan ikatan yang ada di tangannya mencoba membujuk Mikha untuk diam karena Mbak Sri khawatir jika Mikha sering rewel dan juga memberontak Mbak Sri khawatir kedua orang itu khilaf dengan memukul Mikha dan Mbak Sri tidak ingin Mikha mendapatkan pukulan dari orang itu untuk itu Mbak Sri meminta Mikha dengan suara yang sangat Lirih.


"Sssstt, Non Mikha diam ya, jangan menangis dan berteriak-teriak seperti itu Non Mikha percaya saja Mama Non Mikha pasti akan segera datang menolong Non Mikha."


"Papa Bara juga pasti akan menolong Mikha dan menghajar orang orang jahaat itu, "


Mendengar perkataan dari Mikha Mbak Sri tersenyum sambil menganggukkan kepala meskipun di dalam hatinya Mbak Sri tersenyum kecut Karena tanpa disengaja Mba Sri mendengar dan mengetahui jika orang-orang yang menculik Mikha dan dirinya itu adalah suruhan dari Papa Bara yaitu Tuannya, meskipun Mbak Sri tidak mengetahui apa maksud dan tujuan dari Tuannya mengasingkan dirinya dan Mikha jauh dari Mamanya tapi yang Mbak Sri ketahui Tuannya memang sedang memiliki masalah karena dia ternyata diam-diam menikah dengan wanita yang dianggapnya pelakor dan ulat bulu yaitu Wanita yang selama ini cuma dianggap Tamu di Rumah itu.


Mobil yang melaju dengan kencang kini sudah sampai di sebuah Rumah tempat di mana Mikha dan Mbak Sri semalam di diasingkan keduanya segera dibawa masuk meskipun Mikha masih berteriak dan memberontak.


Seolah tidak peduli kedua laki-laki bertubuh tinggi dan berkulit hitam membawa masuk Mikha dan Mba Sri ke dalam kamar Mbak Sri dan mika keduanya ditempatkan dalam satu ruangan yang sama.


Setelah mereka masuk keduanya langsung dikunci dari luar kedua laki-laki itu kemudian saling berpandangan setelah Mereka menyelesaikan tugas pertamanya.

__ADS_1


"Sudah Aman, bagaimana apa kita akan menelpon Bos sekarang? "


"Harus itu, kita harus menelpon biar Bos tau jika kita sudah mengerjakan tugas yang dia perintahkan, saat ini kita tidak perlu berjaga terlalu serius karena untuk kedua orang itu aku rasa semuanya Aman mereka tidak akan berani kabur dan tidak akan bisa kabur karena mereka hanya anak kecil dan juga seorang wanita yang aku rasa itu adalah pembantunya dan sudah pasti seorang pembantu sangat bodoh, dia tidak akan melarikan diri untuk dirinya sendiri dan jika dia ingin melarikan diri bersama dengan anak kecil itu sudah jelas dan sudah pasti akan segera ketahuan oleh kita, jadi kita santai saja setelah kita memberikan Kabar Berita Kepada Bos kita bisa menikmati makan-makan yang sudah aku pesan, sebentar lagi makanan itu akan datang dan orang-orang di luar sana tidak akan pernah tahu jika di dalam rumah ini ada dua orang tawanan. "


"Apa kamu memesan makanan secara online ini sangat berbahaya Bos pernah mengingatkan jika hal itu sangat berbahaya karena bisa mengundang orang lain untuk datang dan curiga memang kita tidak tahu apakah ada yang mencurigai kita atau tidak akan tetapi berhati-hati itu lebih bagus daripada kita berbuat suatu hal yang sangat ceroboh. "


"Sudahlah tenang ini Aman. "


"Ting tong... Ting Tong... !


" Nah, itu dia kamu tunggu disini,


Salah satu laki-laki berkulit hitam dengan kepala botak langsung keluar yang tidak lama kemudian masuk lagi


"Kita makan di Ruang samping Aku ingin menikmati makanan ini dengan tenang tanpa suara anak kecil itu yang sangat berisik dan menyebalkan, ingin rasanya Aku menyumpal mulutnya Akan tetapi karena Rumah ini sangat kedap suara dan Bos sangat cerdas dalam memilih rumah untuk mengasingkan mereka berdua kita tidak perlu khawatir lagi Ayo kita nikmati makanan ini, "


kedua laki-laki bertubuh tinggi tegap dan berkulit hitam segera melangkah ke ruang samping di mana ruangan itu cukup bening dan cukup luas untuk bersantai.


Di jalan yang berbeda di mana sebuah mobil juga membawa Rendra yang kala itu dibawa oleh dua orang laki-laki masuk ke dalam mobil, di mana laki-laki itu adalah suruhan dari Bara sengaja Rendra tidak melakukan perlawanan ataupun menghajar kedua orang itu Justru dengan tenang Rendra duduk di dalam mobil.


"Hei Kamu, apakah kamu tidak merasa takut sedikitpun dengan apa yang akan terjadi Padamu, "

__ADS_1


"Takut, pada siapa? pada kalian? Rendra mengulum senyum. " Sama sekali tidak apa yang harus aku takutkan pada kalian kalian hanya orang-orang suruhan Yang sepertinya masih sangat amatir dan tidak berpengalaman Jadi apa yang harus aku takutkan semuanya tidak ada lihatlah kamu memiliki tawaran seperti aku tetapi kamu tidak mengikat diriku Atau kamu tidak takut jika aku kangen kabur dan memukul serta memberikan perlawanan padamu? "


"Hahaha, kamu akan melawanku lakukan saja Mobil ini sangat terkunci sekali, Kalaupun kamu kabur juga tidak akan bisa keluar, karena kunci Mobil ini sangat otomatis dan hanya bisa dibuka dengan sandi sedangkan kamu tidak mengetahui sandi apa yang ada di dalamnya, Jadi untuk apa aku harus mengikat dirimu itu tidak perlu dan tidak penting aku hanya ingin memberitahu kepadamu satu hal, nikmati harimu saat ini karena Bos memerintahkan kepadaku untuk melenyapkanmu, jadi kamu harus bersiap-siap setelah ini, berdoa saja kamu bisa mati dengan mudah dan tidak tersiksa . "


"Wao, menakutkan sekali Apakah benar apa Bos kamu benar-benar memerintahkan seperti itu, jangan-jangan Bos mu hanya meminta kamu untuk menempatkan aku pada tempat yang sudah di siapkan dan direncanakan tapi kalian ingin melakukan rencana sendiri dengan melenyapkanku apakah seperti itu, "


" hahaha Sungguh kamu benar-benar sangat bodoh tentu saja semua adalah perintah Bos dan tenang saja sebentar lagi semua akan kamu lihat kamu masih memiliki waktu 20 menit untuk menikmati sisa hidupmu ini kau masih bisa bernafas dengan lega dan tenang setelah ini maka kamu akan kami lenyapkan Karena itulah yang diinginkan Bos Bos ingin kamu mati karena dengan begitu Bos bisa dengan mudah mendapatkan istrinya kembali.


"Ya.. ya.. sangat mengerikan sekali baiklah kita lihat saja Apakah sebentar lagi waktu yang tersisa hanya 20 menit ini Aku yang akan mati dan lenyap dari dunia ini, ataukah kalian berdua yang akan menikmati dinginnya jeruujii beesi. "


"Cuiih, sudah mau mampus masih juga bersikap sombong. "


"Sudahlah Kakak untuk apa kakak meladeni orang seperti itu, biarkan saja dia mau bicara apa, kita sebentar lagi sampai di tempat Tujuan Kakak bersiap saja untuk menjadi dewa penncabut nyawa untuk nya. "


"Kau benar Adik, hahaha orang sudah mau maam puus tidak perlu kita ladeni. "


"Nah, itu baru betul. "


Suasana seketika hening kedua orang itu tidak lagi mengganggu dan berbicara pada Rendra sementara Rendra melihat ke sekeliling sambil mengangguk-anggukkan kepala.


"Rupanya mereka melewati jalan ini, smoga si Bodoh itu tidak salah jalan, " gumam Rendra dalam hati.

__ADS_1


Suasana pagi yang mulai menjelang siang dengan geram Seorang pengemudi Mobil berwarna putih memukul mukul stirnya.


"Sial, mau membawa Aku kemana ini Bos tidak berhati, masak iya ngasih rute begini apa jangan jangan Mbah Geogel Maps nya rada rada konslet, masuk sana masuk sini belok sana belok sini sampai Pusing Aku, masak iya mau nyuruh Aku ke hutan untuk bertemu dengan nya, beruntung bengsin Aku penuh jadi Aman.. Aman saja kalau Si Bos mau ngajak Aku main petak umpet huuuuufffp, sabar..sabar kita ikutin saja permainan Si Bos Dokter Rendra yang kacau. "desis Robi bermonolog sendiri sambil mengikuti Arah dari keberadaan Rendra melalui ponsel hpnya.


__ADS_2