
Perasaan Marah dan kecewa karena keinginan untuk bisa menikmati Ayam bakar yang sangat menggiurkan menjadi tertunda dan tidak jadi dinikmati kelezatannya membuat Arum sedih dan kecewa akan tetapi kekecewaan itu mendadak hilang oleh sikap Bara yang mau menggengam tangannya.
Dalam perjalanan melewati beberapa orang yang kala itu sedang menatapnya dengan bibir tersenyum Arum terus menatap Wajah Tampan yang ada disampingnya.
Sungguh Arum tidak pernah menyangka mimpi nya bisa terwujud dimana sejak dirinya masuk menjadi salah satu karyawan yang ada di perusahaan Bara dia sudah tertarik dengan Bos Tampan itu, puucuuk di cinta ulampun tiba itulah pepatah yang cocok untuk dirinya yang bermimpi bisa mendapatkan hati Bosnya kini justru dirinya sudah menjadi istri sahnya, rasanya sungguh tidak percaya.
Bara segera melepaskan genggaman tangannya kalau dirinya sudah berada di dekat mobil hitamnya.
Tanpa membukakan pintu untuk Arum Bara langsung memutar tubuhnya dan membuka pintu mobil yang berada disampingnya.
Arum sedikit mendengus kesal karena dia berpikir Bara akan membukakan pintu untuknya dan menyuruhnya masuk tapi ternyata mengabaikannya begitu saja.
Dengan perasaan kecewa Arum membuka pintu mobil sendiri dan duduk disamping Suaminya.
Melihat Arum sudah masuk dan duduk tanpa menunggu wanita disampingnya me gunakan Sabuk pengaman Bara langsung tancap gas menembus jalanan yang hari ini sangat ramai.
Hening tidak ada satu katapun yang keluar dari bibir Bara membuat Arum melirik pada laki-laki yang ada disampingnya.
"Mas..!
Tidak ada jawaban, membuat Arum menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan, ada seraut kekecewaan karena sikap Bara sungguh sangat dingin dan Acuh padanya.
" Mas..!
Kembali Arum memanggil Suaminya yang kali ini sedikit keras.
"Bicara saja apa yang ingin kamu bicarakan, "sinis Bara tanpa mau menoleh sedikitpun pada wanita yang ada disampingnya.
" Aku lapar, "
Tidak ada jawaban apapun membuat Arum mengumpat kesal dengan suara lirih.
"Dasar Suami tidak berprasaan mana tau dia istri lapar apa tidak, dia hanya memikirkan kesenangan sendiri bukankah semua ini bukan salahku dia yang salah kan, siapa suruh tidur denganku kalau diminta tanggungjawab seolah olah Aku yang salah, memangnya dia mau nikmati trus pergi begitu apa dia pikir Aku ini wanita malaam yang selalu menerima orderan begitu, dasar laki-laki breng, ______
"Ciiiiiiiitt...!
" Duuuuuugh, Aaawh. "
Bara yang tiba-tiba menginjak rem mobilnya secara mendadak membuat Arum yang kala itu sedang mengumpaat dalam hati terjadug kepalanya pada dinding meja hitam mobil bagian depan.
Sambil meringis Arum akhirnya mengeluarkan amarahnya.
"Mas kamu ini gimana sih sakit tauk, "
__ADS_1
Seolah tidak ada siapapun disampingnya Bara dengan cepat turun dari dalam mobil dan menguncinya dari luar.
"Lho... lho Mas mau kemana? " Mas..! Aneh banget sih ini Cowok tiba-tiba menginjak Rem secara mendadak sekarang pergi tanpa pamit benar-benar membuat Aku menjadi emosi saja, Ah sudahlah lebih baik biarkan saja perutku lapar mending Aku tidur agar rasa laparku hilang. "
Arum langsung memejamkan kedua bola matanya dia tidak lagi mau peduli Bara suaminya keluar mau apa, pikirannya tidak bisa fokus karena perut yang merasakan lapar.
Sementara Bara yang keluar dari mobil sudah kembali lagi dengan menenteng kresek hitam di tangannya.
Bara langsung membuka pintu mobil dan duduk di depan kemudi, Bara menoleh sekilas pada gadis yang tertidur di sampingnya perlahan-lahan Bara menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan tanpa bicara apapun Bara langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, Bara tidak ingin wanita yang tidur di sampingnya terbangun, untuk itu dia melanjukan mobilnya secara perlahan.
Tidak lama kemudian mobil pun berhenti di sebuah hotel tempat Bara menginap, Sebelum turun Bara menengok ke kiri dan ke kanan melihat ke sekeliling tempat itu ketika semua terasa sepi Bara segera membangunkan wanita yang ada di sampingnya.
" Kita sudah sampai Ayo bangun, "
Dengan perlahan-lahan Wanita yang Bara bangunkan mulai mengeliaat kemudian membuka kedua bola matanya.
"Mas, kau sudah disini, "
"Cepat bangun, kita sudah sampai, "
Hanya kalimat singkat yang diucapkan Bara sudah membuat hati Arum bahagia dan melayang layang.
"Mas Bara bilang kita itu artinya dia menerima Aku, Ah senangnya, "
"Kau tidak mau turun? "
"Ah Iya, Mas, "
Dengan sedikit buru-buru Arum langsung membuka pintu mobil dan turun, sementara Bara juga turun dengan menenteng kresek hitam di tangannya.
Bara melangkah dengan cepat tanpa menunggu Arum sehingga Arum sedikit kewalahan harus mensejajarkan langkah kakinya yang kerap tertinggal dibelakang.
Arum tersenyum kecut ketika akan melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar pribadinya, Arum yakin Bara tidak akan ikut masuk apalagi mau tinggal dengannya meskipun hari ini adalah Peresmian pernikahan mereka.
Apa yang dipikirkan Arum ternyata salah seolah tak percaya dengan Apa yang terjadi Arum membulatkan kedua bola matanya ketika Bara meminta kunci kamarnya.
"What... wait..., Ah apakah Aku tidak sedang bermimpi Arjunaku mau masuk kedalam kamar ku,"
"Hei, mana kuncinya cepat..? "
"Ah.. oh iya Mas, "
Dengan buru-buru Arum membuka tas kecilnya dan menyerahkan kunci pada BaraBara dan dengan cepat Bara menerima dan membuka pintu, tanpa menunggu sang Tian Rumah masuk lebih dulu Bara sudah masuk dan duduk di kursi yang ada di dalam Ruangan itu.
__ADS_1
Arum masuk kedalam sambil menuntup Pintu, sungguh dirinya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, hal itu membuat Arum menggigit bibir bawahnya.
Diam dengan berdiri terpaku menatap Suaminya yang sudah duduk dengan santai.
"Kenapa masih berdiri cepat duduk dan itu makanlah, meskipun tidak sama dengan yang kamu pesan Aku rasa itu juga cukup lumayan untuk mengisi perutmu yang lapar, karena tadi Aku mau pesan yang sama dengan yang kamu pesan tidak ada, "
"Apa, Mas Bara beliin Aku makanan? "
"Sudah makan jangan banyak bicara, "
Bergegaa Arum menarik kursi duduk di depan Bara dan langsung membuka kantong kresek yang ada didepannya.
Kedua bola mata Arum membulat seketika melihat Nasi dengan lauk sate Ayam kecap, kemudian Arum membuka lagi satu kantong plastik berisi makanan ringan susi satu kotak.
"Mas ini untuk Aku? "
Bara menganggukkan kepala, melihat hal itu Arum langsung bangkit berdiri dan langsung mendekati tempat duduk Bara dan memeluknya, Bara yang tidak menyangka jika Arum akan berbuat Nekad mendelik seketika sambil dengan gerakan Refleks melepaskan pelukan Arum.
"Hei, Arum apa yang kau lakukan, lepas jangan seperti ini, " Seru Bara yang langsung bangkit dari duduknya.
Arum tersenyum meskipun Bara berteriak kasar padanya akan tetapi dirinya sungguh sudah sangat bahagia karena sudah berhasil mencuri dan mendaratkan satu kecuupan meskipun yang dia dapat leher sang Suami.
Bagaikan anak kecil Bara menggusap usap lehernya dengan tangan.
"Ngak usah di usap begitu Mas, Aku yakin kamu juga suka, Aku ini kan sudah sah menjadi istrimu, Aku lapar mau makan dulu Nanti Aku akan berikan servis terbaikku untuk mu, Mas Bara tenang saja Aku sudah belajar dan melihat gaya-gaya baru yang disukai laki-laki di youtubee jadi Nanti servis ku akan membuatmu suka. "
"Kamu itu ngomong apaan sih cepat makan sana, "
"Mas kan juga belum makan kita makan bareng yuk, "
"Aku tidak lapar kamu makan saja sendiri sana, "
"Mas Bara bohong kan kita sama-sama belum makan tadi, "
"Sudah, jangan brisik dan bawel jika kamu masih saja bicara lebih baik Aku pergi, "
"Ah, jangan Mas, baiklah Aku makan sendiri saja. "Buru-buru Arum membuka bungkus makanannya dan menikmati makan dengan suasana hening.
Arum tidak ingin Suaminya pergi dari dalam kamarnya sambil makan Arum mulai berpikir bagaimana Bara bisa berada di dalam kamarnya dengan waktu yang cukup lama.
Sambil menyuapkan Makan ke dalam mulutnya Arum bangkit dan berjalan menuju kearah pintu, Bara yang kesal tidak memperdulikan apa yang dilakukan ArumArum karena Bara membuang pandangan matanya lurus kedepan jendela.
Ternyata diam-diam Arum mengunci pintu kamarnya.
__ADS_1
"Aman, kalau Mas Bara mau pergi dia harus menuruti permintaan Aku dulu dan Aku yakin dia tidak akan bisa menolak nya." gumam Arum dalam hati sambil tersenyum Arum kembali duduk dan melanjutkan makannya.