DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 158.Kesal


__ADS_3

Wajah datar dan lesu serta raut Wajah yang sungguh tidak nyaman untuk di pandang oleh mata karena Suaminya mengantarkan dirinya dengan sangat terpaksa membuat Arum membuang muka menatap jalanan samping melalui kaca Jendela yang dia buka dengan lebar.


"Sial, selalu saja bersikap dingin padahal jelas jelas Aku lagi hamil Anaknya, Awas saja jika Nanti begini lagi, Aku tidak mau mengalah lagi Aku tidak peduli istrinya tau atau tidak ngapain juga Aku mau mendengarkan Mas Bara untuk merahasiakan semuanya, tidak lagi pokoknya setelah dari Dokter Aku mau keberadaan ku diakui, mau Mas Bara marah atau apapun Aku tidak peduli, " geram Arum bermonolog sendiri.


"Kaca jendelanya jangan dibuka dengan lebar Nanti kamu bisa masuk angin, "


Arum yang kala itu sibuk dengan pemikiran nya sendiri, menatap Bara dengan gerakan spontan karena Baru kali ini laki-laki yang berstatus menjadi Suaminya peduli.


Arum menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.


"Memangnya Mas peduli jika Aku masuk Angin, paling juga cuma basa-basi, mau pura-pura perhatian, Mas kamu itu tidak akan memikirkan Aku yang sedang mengadung anakmu. "


"Terserah kamu Aku hanya Menggingatkan. " jawab Bara dengan dingin.


"Arum semakin merasa kesal karena Bara bukannya seperti dalam angan dan keinginannya ketika dirinya marah dan kesal, maka Bara akan merayu dan melunakkan hatinya tapi yang terjadi dengan laki-laki yang ada disamping nya benar-benar kelewat batas.


" Iiiihh, kok begini sih, Aku kan lagi dalam mode ngambek kok dianya dingin, Mas Bara benar-benar nyebelin, Tampan tapi menyakitkan, Aku harus menggunakan cara lain, rupanya Aku yang harus turun Eggo, baiklah Aku akan mulai dan tidak masalah sekarang Aku yang akan merayu agar hatinya bisa takluk kepadaku, bagaimana pun juga Aku sedang hamil anaknya dan sudah pasti lama kelamaan hatinya akan tergerak juga, mana ada orang yang tidak menyukai darah dagingnya sendiri. "


Di sepanjang jalan Arum terus bermonolog sendiri hingga mobil hampir sampai di depan Rumah sakit, Arum yang mengetahui akan segera sampai melirik sekilas kearah Suaminya yang mulai memutar Mobilnya masuk Areaa tempat parkir.


Arum kembali membuang muka menatap luar jendela akan tetapi kali ini bukan dengan hati kesal akan tetapi dengan tersenyum miring.


Tepat pada saat Bara menghentikan Mobil.


"Aduuuuh, sakit sekali perutku, Aduuuuh Mas sakit..!


Bara yang baru saja menghentikan mobil menatap spontan ke arah Arum yang sedang kesakitan.


" Arum kamu tidak apa-apa? "


"Aku tidak tau Mas ini sakit sekali, aduuuh, " rintiiih Arum sambil memegangi perutnya.


Melihat Arum kesakitan Bara yang tadinya dingin dan acuh mulai bingung.


"Arum, bersabarlah kita sudah sampai, Ayo kita cepat cepat masuk biar kamu segera di priksa, "


"Tidak Aku tidak bisa, ini sakit sekali serasa lemas semuanya, mau bergerak juga sakit aduuuh, "


"Tenang dan Sabar Aku gendong saja untuk masuk biar kamu tidak perlu jalan."


Kedua bola mata Arum membeliaak dengan berbinar senang akan tetapi Arum sembunyikan rasa senang yang ada di dalam hatinya dengan memejamkan mata sambil kedua tangan memegangi perutnya.


"Wah, ini sungguh lebih dari yang Aku inginkan, Apa Mas Bara tadi bilang, dia mau mengendongku, sungguh Aku mau sudah sangat lama Aku merindukan belaiaan dan sentuhannya yang memabuukan." gumam Arum dalam hati.

__ADS_1


" Arum kamu tahan sebentar ya, Aku akan mengendongmu masuk kesana. "


"Tidak Mas, Aku tidak bisa perutku sakit buat perutku tidak sakit dulu Anak ini sepertinya sangat marah dia nendang nendang terus, "


"Lalu apa yang harus Aku lakukan, Aku panggil Suster kesini saja biar memeriksa kamu disini, "


"Mas, ngak lucu masak mau di periksa di dalam mobil."


"Mau bagaimana lagi Arum Aku tidak mengerti apapun, coba tadi Mama ikut dia bisa ngasih solusi buat kamu, "


"Mas, anak kamu ini mungkin ingin disenntuh Papamya, coba pegaang dan belaai dia disini biar tidak Nakal begini, sakit Mas di tendang tendang terus, "


"Apa, Me-memegang, Aku tidak mau, "


"Aduuuh, ini sakit, ayolah Mas apa kamu tidak kasian kepadaku? "


Bara menarik Napas panjang kemudian menghembuskan nya dengan perlahan dan dengan perlahan-lahan Bara mulai menyentuh perut Arum meskipun dengan perasaan berat.


"Maafkan Aku Nes, Aku menyentuh Wanita lain, bukan mauku, tapi Aku terpaksa Wanita ini sedang mengandung Anakku dan Alangkah brengsek nya Aku jika Aku tidak memberikan perhatian kepadanya, jangan salahkan siapa-siapa atas semua ini karena semuanya berawal dari kesalahan mu," lirih Bara dalam hati.


Sementara Arum diam-diam mengulum senyum bahagia.


"Ini baru Awal Suamiku, Nanti kamu akan Aku buat terbiasa, "gumam Arum dalam hati.


Bara mendelik melihat sikap Arum mengarahkan tangannya dan berniat untuk menariknya akan tetapi Arum menahan tangan Bara agar tetap berseentuhan dengan kulit nya.


"Aku Istrimu Mas, seperti ini tidak apa-apa dan rasanya juga menjadi lebih enak, Anak kamu jadi diam dan tidak menendang lagi rupanya dia ingin di seentuh Papanya, " ucap Arum dengan pandangan mata sayu menatap Bara, sedangkan Bara terpaksa menuruti dan melakukan semuanya.


Hampir Sepuluh menit Bara membeelai perut Arum, hingga Arum mengatakan cukup.


"Cukup Mas, Anak ksmu sudah tenang mungkin dia bobo di dalam perutku, kini tidak menendang nendang lagi, Ayo gendong Aku masuk Mas, sekarang, "


"Baiklah, tunggu sebentar. "


Bara turun dari mobil berjalan memutar untuk membukakan pintu Mobil setelah itu Bara mengulurkan tangganya memberikan kemudahan pada Arum untuk dia gendong.


Sungguh tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata kebahagiaan yang Arum rasakan saat ini, seolah-olah Bara kini telah menjadi miliknya sendiri.


_________


"Bruugh... Auuw.. sakit..! "


"Hahaha, apanya yang sakit sayang Ayo bangun jangan bikin malu, hahaha. '

__ADS_1


" Kamu lagi ada orang jatuh di ketawain dasar Suami tidak berahklak. "


"Lho.. lho... lho kok jadi Aku yang disalahkan, salah sendiri jalan ngak lihat liat, "


"Aku sudah lihat, "


"Lalu, kenapa bisa jatuh coba, Hahaha, "


"Baiiiiimmm....! kelewatan banget sih kamu jadi Suami, huuuufffpp, Aku itu tadi lihat itu disana itu, norak sekali istrinya keliatannya baik baik saja tapi kok minta di gendong begitu, itu kan Noraak, "


"Hemm, Astaga, Eva Istriku sayang, ngapain juga kamu mikirin orang begitu, sudah Ayo kita pulang Ayah pasti cemas, Nanti disangkanya kamu sakit apaan kok lama, "


"Bukan begitu Baim, bukan itu saja yang membuat Aku jatuh gara-gara ngeliat dramanya orang itu yang mau periksa ke Dokter saja pakai Acara minta gendong, Aku seperti nya pernah melihat laki-laki itu, tapi Aku lupa dimana ya, Wajahnya sering Aku lihat tapi Aku lupa dimana, "


"Halah, cuma begitu juga dipikir , sudah pulang Ayo, "


"Tunggu Baimm..., ini beneran deh, tunggu dulu Aku mau ingat-ingat dimana pernah lihat laki-laki itu, "


"Hmmm, sudah siang Aku juga harus segera masuk bisa di pecat kalau Aku terlambat, "


"Diiih, susah dan ngenesnya punya Suami pimpinan Poliisi, tidak pengertian sama istri, huuuff, ngak kayak mantan Suami idola Aku Mas Rendra itu sudah Tampan baik dan, ___


" Diam, Rdndra lagi.. Rendra lagi Aku gebuuk kamu berani membangga banggakan Orang, "


"Dia bukan Orang lain Suamiku, dia Kakak iparmu lho, Mas Rendra cinta mati sama Mba Nesa tapi sayangnya Mba Nesa ini model Wanita keras kepala kenapa ngak di maafkan trus balikan selesai, kan ngak ribet begini, "


"Aaaaahh..!


" Eva...!ada apa kenapa teriak begitu? "


"Aku ingat laki-laki itu pernah ada dalam foto ponsel hpnya Mba Nesa, iya Aku ingat sekarang dia temannya Mba Nesa, jangan jangan dia juga tau dimana Mba Nesa sekarang beradaberada, ayo kesana Aku mau tanya, "


"Tidak bisa Va, Aku tinggal duapuluh menit lagi harus masuk, "


"Tapi, Aku ingin tanya apakah dia tau dimana keberadaan Mba Nesa, "


"Sayang Suamimu ini ada tugas, Aku janji besok kita cari dia sekarang kita pulang, "


"Tapi, ____


" Tidak ada tapi, Ayo jadilah istri yang rit egois mau mendengarkan perintah dari Suami, ayo, "


Baim segera meraih tangan Eva dan mengajaknya pergi, dengan hati kesal dan terpaksa Eva mengikuti apa yang dikatakan Suaminya.

__ADS_1


__ADS_2