
Bara melangkah lebih cepat meninggalkan tempat dimana dirinya bertemu dengan Arum.
Di setiap perjalanan hati Bara begitu sangat resah dan kacau yang mana dia sendiri dalam keadaan bingung dan was-was dengan apa yang akan terjadi pada kehidupan rumah tangganya dengan sang istri untuk kedepannya, Akankah istrinya menerima dan tidak marah dengan apa yang dia lakukan ataukah justru sebaliknya tapi yang jelas Bara tidak akan membiarkan Vanessa pergi darinya.
Langkah kaki Bara yang cepat membuat dirinya tidak membutuhkan Waktu yang lama untuk sampai di tempat mobil taksi nya.
"Hore Papa sudah datang, Ma...itu Papa, " teriak Mikha kecil sambil membuka Pintu mobil yang tidak ditutup dengan Rapat sehingga Mikha mampu membuka nya, hal itu sungguh membuat Mba Sri terkejut dengan cekatan Mbak Sri berusaha menghalangi Mikha kecil yang berusaha keluar,
"Non, mau kemana, disini saja, "
"Mbak Sri itu Papa, " teriak Mikha dengan wajah yang girang hatinya begitu senang ketika melihat Bara berjalan mendekati mobil taksi nya, untuk itu Mikha berinisiatif untuk menyambut kedatangan dari sang Papa dengan pergi berlari menghampiri nya, akan tetapi apa yang di lakukan Mikha dicegah sama Mbak Sri pengasuhnya.
"Maaf, Non Mikha tunggu disini saja, tidak boleh berlari kesana karena Papa Non Mikha juga sudah dekat tuh, "
"Tapi Mikha ingin segera makan Es krim nya, '
" Sabar, tuh Papa Non Mikha sudah dekat. "ucap Mbak Sri pada Mikha yang mana langsung membuat Mikha girang dan bahagia karena papanya sudah dekat dan Mikha akan segera makan es krim di mana Dia sangat menginginkannya saat ini.
" Hai Sayang ini Es krim kamu, "
Bara menggulurkan Es Krim yang di pesan oleh Putrinya dan memberikan es krim kepada Mbak Sri sang pengasuh dan juga pada sopir taksi yang telah bersedia menunggu dirinya kemudian Bara membuka pintu belakang dan duduk di samping Vanessa istrinya.
"Sayang ini Es krim untuk mu, "
"Tidak usah Mas, Aku lagi tidak ingin makan Es Krim Mas Bara makan sendiri saja, Oh Ya tadi kenapa lama apakah di tempat penjualan Es krim sangat ramai? "
Mendengar pertanyaan dari istrinya yang menanyakan Mengapa dirinya sangat lama Bara meneguk ludahnya dengan kasar, teringat di mana dia bertemu dengan Arum yang terpaksa Bara harus memberikan kepastian dan kejelasan kepada wanita yang tanpa sengaja dia rampas kehormatannya meskipun Apa yang dilakukan Bara dalam keadaan tidak sadar.
"Eh, E, Iya sangat rame sayang. "
__ADS_1
Vanessa mengeryitkan dahinya melihat sikap suaminya yang tiba-tiba terlihat sangat gugup.
"Kamu kenapa Mas, kayak orang lagi gugup saja seperti orang yang habis melihat hantu ekspresi kamu itu, "
"Ya, Emang Aku habis lihat hantu dan itu hantunya Arum, " desis Bara dengan suara yang sangat lirih dan dengan Nada kesal, agar Vanessa tidak mendengarkan nya, tapi Rupanya Bara lupa jika Vanessa telinga nya cukup tajam. Sehingga Apa yang di katakan Bara Vanessa mampu mendengar kannya.
"Mas Bara bicara apa, siapa itu hantu siapa tadi Aku sempet denger Mas menyebut Nama Ar...Ar siapa sih Mas, "
Bara sedikit terkejut dengan perkataan Vanessa yang mempertanyakan nama yang ia dengar dengan cepat dan buru-buru Bara langsung duduk di samping istrinya kemudian menutup pintu sambil tersenyum meskipun senyum itu terlihat kaku.
"Apa sih Sayang mana ada Aku bicara begitu kamu salah denger lagi pula mana ada hantu bernama Ar, sudah buka mulut mu ini Es krim nya, "
"Ngak mau lagi males, "
"Hmm, ya sudah Aku makan sendiri, "
Dengan sedikit tergesa-gesa Bara makan Es krim milik nya Bara ingin segera meminta pada Pak Sopir untuk mempercepat laju kecepatan nya agar dia bersama dengan keluarga nya cepat sampai di hotel Santika xx.
Tanpa Bara sadari diam-diam Vanessa yang duduk di sebelah nya mengernyitkan dahinya.
"Mas makan Es krim nya pelan-pelan kenapa kayak orang buru-buru saja, , "
"Biar cepet habis sayang, "
"Di makan dengan santai, "
Bara tersenyum sambil mengangguk, Bara tidak ingin membantah agar Vanessa tidak memiliki perasaan curiga dan ketika Bara membuang pandangannya ke jalan tiba-tiba Bara melihat satu mobil taksi membuka kaca dan tampaklah seorang gadis sedang melambaikan tangannya sambil tersenyum.
Sontak saja hal itu membuat Bara tersedak dan batuk, buru-buru Bara langsung membuang muka menghadap ke arah sangat istri dan kebetulan karena Bara Batuk Vanessa menoleh ke arahnya.
__ADS_1
Bara tidak ingin istrinya melihat mobil taksi yang membawa Arum dimana Arum dalam posisi menatap kearahnya sambil melambaikan tangan.
"Sayang, Aku ngantuk Aku bobo dulu ya, "
Tanpa menunggu jawaban dari sang istri Bara langsung merebahkan kepala nya diatas pangkuan sang Istri hal itu di maksudkan agar Vanessa tidak melihat keluar jendela karena dia akan fokus dengan apa yang dilakukan dirinya yang mana pasti Vanessa akan komplin.
"Mas.. kok tidur disini berat lah tidur nyadar di kursi saja lah, "
"Tuh kan, bener. Dia komplin dan marah-marah, " gumam Bara dalam hati sambil tersenyum dan pasti nya Vanessa tidak lagi melihat ke luar jendela karena itulah tujuan Bara tidur di pangkuan sang istri untuk mengalihkan pandangan nya, karena Vanessa sempat terkejut ketika Bara tersedak dengan tiba-tiba setelah menatap keluar jendela dan pastinya Hal itu membuat Bara was was jika sampai melihat Arum sedang melambaikan tangannya sambil pasang senyum pepsodent nya.
"Cuma sekali ini saja masa tidak boleh tidur di pangkuan istri sendiri. "
"Bukan begitu Mas, ini di dalam taksi malulah sama bapak sopirnya, "
Mendengar perkataan Vanessa Bara seperti orang yang baru saja tersadar dari pingsan langsung bangkit dari tidur nya.
"Pak, tolong laju kecepatan nya di kurangi jangan buru-buru kasian putriku bisa terbangun dari tidurnya, Nanti ongkos nya Aku tambahin. "
"Mas kamu itu ngomong apa sih? masa Bapak sopirnya kita minta jalan pelan kan seharusnya kita percepat agar cepat sampai. "
"Hmmm, sudah ngak sabar ya mau makan Es krim milikku, "
"Apaan sih, " sungut Vanessa sambil memukul kecil punggung Suaminya, sementara Bara terkekeh melihat sang istri wajahnya berubah merah merona.
Bara sengaja meminta sopir taksi untuk memperlambat laju kecepatan nya agar Arum yang sudah sampai di Hotel Santika sudah masuk ke dalam kamarnya, Bara tidak ingin Istrinya melihat calon madunya yang mulai berani bertingkah.
.
"Smoga wanita itu tidak bertingkah macam-macam, " gumam Bara dalam hati.
__ADS_1