
Dengan sedikit susah payah Vanessa meneguk ludahnya yang entah mengapa tiba-tiba kerongkongannya terasa kering, ada perasaan senang, gugup juga kesal semua serasa menyatu dalam pikirannya.
Cinta Memang sangat memabukkan dan membuat orang bisa gila, meskipun hati serasa sakit Akan tetapi jika harus jujur pada dirinya sendiri Vanessa merasa sangat senang dan bahagia bisa bertemu dengan orang yang sangat dia cintai meskipun Vanessa harus menerima kenyataan jika orang itu kini sudah memiliki keluarga dan hidup bahagia.
Vanessa tersenyum kecut mengingat semua itu, melihat wanita yang ada di depannya hanya Diam Terpaku, Rendra menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan sedikit kasar.
" Sedang apa kau di sini?
"Issh, pertanyaan macam apa itu, apakah laki-laki yang ada disampingnya sudah tidak waraas, semua orang yang pergi ke pantai pasti untuk bersenang-senang mana ada untuk memeriksakan kesehatan, huufp pertanyaan konyol yang tidak penting untuk dijawab, " gumam Vanessa dalam hati yang mana dirinya memilih diam dan tidak menjawab apapun.
Hatinya masih merasa sangat sakit dan kesal mengetahui jika orang yang dia cintai benar-benar sudah tidak memiliki perasaan cinta padanya dan kini sudah melanjutkan hidupnya dengan menikahi Wanita lain.
"Dasar laki-laki brengsek bajii nngan dan tukang gombal tau begini tidak sudih Aku menerima cintamu waktu itu, kau bilang hanya mencintai Aku selalu setia padaku tapi nyatanya gombal," geram Vanessa dalam hati, Vanessa marah-marah hanya di dalam hatinya sedangkan mulutnya terkunci rapat rapat hanya wajahnya yang terlihat tegang.
"Kenapa diam saja, apa kamu lagi sariawan atau jangan-jangan kamu lagi sakit gigi atau hilang ingatan sehingga tidak mengenaliku? " tanya Rendra sambil menaikkan satu Alis matanya disertai dengan senyuman.
Mendengar perkataan Rendra, Vanessa langsung mendelik seketika, sungguh hatinya semakin merasa geram dan kesal hatinya yang sedang sakit karena mengetahui jika Rendra telah beristri, sekarang ditambah dengan sikap Rendra yang berpura-pura sok baik, sok manis, sok perhatian dan juga Sok masih peduli membuat Vanessa benar-benar ingin memukul dan menampar orang yang ada di depannya akan tetapi Vanessa menahan semua amarah serta emosi yang ada di dalam jiwanya dengan menatap Rendra dengan tatapan mata tajam dan penuh dengan kebencian.
"Hei jangan melotot begitu Aku bukan hantu, " ucap Rendra sambil tertawa, Rendra buru-buru menghentikan tawanya ketika melihat Wajah mantan istrinya benar-benar terlihat sangat marah.
"Kamu kenapa sih, "
"Seharusnya Aku yang bertanya kamu kenapa disini, '
" Aku, ingin bertemu denganmu, tadi secara tidak sengaja Aku melihatmu, dan aku yakin kamu juga melihatku tapi aku tidak mengerti mengapa kamu tiba-tiba pergi dan Karena penasaran aku mengikutimu, apa kabarmu Suster Vanessa? "
__ADS_1
"Mau apa mengikuti Aku, "
"Astaga Nes, berhentilah berpura-pura tidak tahu dan bersikap bodoh, tentu saja aku ingin tahu kabar Anakku Bukankah Anakku sama kamu, jadi jika Aku bertemu denganmu tentu Aku ingin mengetahui kabar dan keadaan Anakku, '
" Oh, dia baik, "ucap Vanessa dengan nada datar.
"Apa kamu sudah lama di Jakarta, "
"Tidak, Aku baru dua hari, sudah, Aku harus cepat kembali Suamiku sedang menunggu ku, "
Vanessa segera bangkit dari tempat duduknya dan berniat untuk pergi.
"Tunggu kapan Aku bisa bertemu Anakku, "
"Kita lihat Nanti, sekarang Aku dan Suamiku sangat sibuk , akan Aku kabari jika waktunya sudah tepat." tanpa menunggu Rendra bicara Vanessa segera berlalu pergi entah mengapa Vanessa merasa sangat kesal dan bawaannya ingin marah-marah setiap kali berada di dekat Rendra, mungkin karena perasaan cemburu yang masih ada di dalam hatinya di mana dia mengetahui jika Rendra sudah memiliki seorang istri yang sangat cantik dan juga sudah memiliki seorang Putra yang sangat tampan.
Rendra Hanya bisa menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan menatap punggung Vanessa yang berlalu pergi
"Bagaimana mungkin kau akan menggabari Aku sedangkan Nomor ponselku saja tidak kau minta, pasti kamu meminta Aku untuk mencari informasi sendiri tentangmu, baiklah tidak masalah, semoga kamu hidup bahagia Nes, tidak seperti waktu kamu bersamaku Aku selalu menyakitimu, kau pantas bahagia dan Aku tidak akan mengaggu kehidupanmu bagiku kamu sudah mengizinkan Aku bisa melihat Anakku itu sudah cukup. "
Rendra bangkit dari tempat duduknya dan kembali ketempat dimana Istri dan Anaknya sedang menikmati makan.
Vanessa yang sudah sampai di depan Bara meminta Bara untuk segera pergi dari tempat itu.
"Mas Ayo kita pulang, "
__ADS_1
Bara sedikit heran mendengar permintaan dari istrinya yang tiba-tiba mengajak dirinya untuk pulang sementara Vanessa belum memakan sesuatu pun sama sekali, sedangkan dirinya sedari tadi menunggu kedatangan istrinya untuk makan bersama.
"Sayang kita kan belum makan, kita makan dulu baru kita pulang, "
"Aku tidak lapar dan Aku mau segera pulang kasian Mikha pasti mencariku, " ucap Vanessa berbohong.
Vanessa mengucapkan permintaannya dengan sesekali melirik ke arah bangku samping yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan dirinya dan kebetulan di saat yang sama, Rendra yang juga sudah berada di bangku meja makannya itu sudah sampai di tempat meja makannya juga sedang menatap ke arahnya, Pandangan mata mereka kembali bertemu dan buru-buru Vanessa mengalihkan pandangannya.
"Ayo pulang Aku tidak mau makan disinii, "ucap Vanessa yang mulai merajuk.
Bara yang melihat istrinya merajuk segera bangkit dari duduknya dia yang tadinya ingin memesan makanan yang lain mungkin istrinya tidak menyukai makanan pilihannya akan tetapi melihat sang istri merajuk dan merasa tidak nyaman di restoran itu akhirnya Bara menuruti dan Menerima ajakan Vanessa untuk segera pulang, setelah meletakkan beberapa lembar uang di atas meja Bara mengajak Vanessa untuk segera keluar dari restoran itu.
Hati Vanessa merasa senang dan dengan sengaja Vanessa bergelayut manja di lengan sang Suami dan Bara dengan manis melingkarkan tangannya pada pinggang Ramping Vanessa.
Vanessa sengaja bersikap manja pada Bara agar Apa yang dia lakukan terlihat oleh Rendra dan benar saja Rendra melihat hal itu langsung memalingkan wajahnya sambil tersenyum kecut, Rendra mengalihkan pandangan nya dengan membantu menyuapi Arsel untuk makan meskipun biasanya Rendra tidak pernah melakukan hal itu, akan tetapi untuk membuang suatu perasaan yang juga serasa menyesakkan dan menghimpit dan terasa sakit, Rendra memilih untuk melakukan kegiatan lain dengan menyuapi Putranya.
Di sisi lain Vanessa yang sempat melirik pada Rendra tersenyum puas karena telah membuat Rendra tidak suka melihatnya.
"Rasain tuh, memangnya kamu saja yang boleh dan bisa bermesraan dengan pasanganmu Aku juga bisa."
"Bisa apa sayang, "tanya Bara yang sempat mendengar ucapan dari Istrinya.
pada saat sendiri terkejut dan tidak menyangka apa yang diucapkannya terdengar oleh barang dengan tersenyum Cut Vanessa mengatakan.
" Engga, bukan apa-apa ayo cepat pulang," jawab Vanessa sambil melepaskan genggaman tangannya yang bergelayut manja pada Bara dan juga melepaskan tangan Bara yang melingkar di pinggangnya dengan cepat Vanessa berlari menuju ke mobil kemudian membuka dan duduk sambil bersandar dengan kedua bola mata terpejam.
__ADS_1