DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 163. Kesal


__ADS_3

Pagi yang cerah dengan sinar matahari yang sudah mulai menampakan diri meskipun malu-malu, kilau sinar cahayanya sudah mulai mengintip dibalik kelambu menghangatkan bumi, Bara bagun lebih pagi bergegas masuk ke dalam kamar mandi sebelum Vanessa istrinya terbangun.


Sama saat dirinya turun dari Ranjang dengan sangat perlahan-lahan, agar tidak mengaggu nyeyaknya tidur sang Istri.


Kurang lebih Dua puluh menit lamanya Bara melakukan Ritual mandi, sangat pagi sekitar pukul 4,00 Bara bangun, entah mengapa rasanya tidak bisa lagi merasakan tidur dengan nyenyak dan tenang setelah mendapati Istrinya marah dan menangis untuk yang pertama kalinya.


Rasa takut dan Was-was telah membuat dirinya kini menjadi sangat tidak tenang.


Bara membuat dua cangkir kopi susu untuk dirinya dan juga untuk Vanessa istrinya, biasanya Vanessa yang menyiapkan kopi susu untuk nya sebelum dirinya bangun tapi kali ini sengaja Bara bangun lebih dulu dan membuatkan untuk istrinya.


Waktu mulai menunjukkan pukul 5.00 pagi dan Vanessa mulai terbangun dari tidurnya.


Dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka Vanessa meraaba depan nya yang ternyata kosong tangannya tidak menemukan tubuh Suaminya.


Vanessa segera membuka kedua bola matanya dan benar saja Bara sudah tidak ada di depannya, Vanessa segera duduk dan pandangan matanya langsung menyapu ke sekeliling.


"Mas Bara tidak ada kemana dia, apa jangan jangan Mas Bara sudah turun dan menemui Arum, Menyebalkan sekali katanya tidak akan dekat-dekat lagi dengannya tapi mengapa tidak ada dasar menyebalkan awas saja kalau ketahuan. " geram Vanessa dalam hati yang kemudian turun dari Ranjang dan berjalan ke dalam kamar mandi.


Melewati, di meja tempat mereka duduk dan makan yang ada di dalam kamar Vanessa menggeryitkan dahinya ketika melihat dua gelas cangkir terisi kopi susu di dalamnya.


"Cerdas sekali suamiku ini, dia ninggalin dua cangkir kopi susuu di atas meja kemudian pergi agar Aku tidak curiga padanya awas saja Nanti kalau masuk ke dalam kamar, "


Dengan perasaan kesal dan dengan Wajah masam Vanesa bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan ketika Vanessa dengan sedikit terburu-buru membuka pintu kamar mandi bersamaan dengan itu Bara juga keluar dari dalam kamar mandi.


Bara sengaja masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci tangannya setelah membuat Dua cangkir kopi susu.


Vanessa yang terkejut dan merasa heran serta merasa malu dengan dirinya sendiri karena mengira jika Suaminya sudah meninggalkan nya di dalam kamar sendiri dan pagi-pagi sekali pasti sudah berada di bawah bersama Arum ternyata salah dan tidak benar, ternyata Suaminya berada di dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Sayang, kamu sudah bangun, hhei..!kenapa Wajahnya masam begitu mimpi buruk ya, sini jangan masam lagi dan jangan dipikirkan mimpi itu, "


Bara yang hendak memeluk Vanessa Istrinya beringsut mundur.


"Jangan Aku bau belum mandi..! "


Bara tertawa lepas mendengar perkataan dari Vanessa Istrinya.


"Hahaha, apa masalahnya kalau Bau, "


"Tidak mau, Aku malu, "


"Hmmm, Aku ini kan Suami kamu Sayang ngapain malu, jangankan belum mandi sekali tidak mandi tiga haripun Aku tidak masalah, sini Aku mau peluk Istriku, "ucap Bara yang berusaha meraih tangan Istrinya.


"Ngak mau, ngak mau Mas minggir Aku mau masuk Aku mau mandi, "


"Peluk sekali saja, "


"Hmmm, ngancam tapi baiklah, silahkan mandi Istriku yang bersih ya, setelah itu berikan jatah kisss pagi untuk ku, "


"Ya, Nanti, "


Bara segera mengeser tubuhnya dan memberikan jalan pada Istrinya untuk masuk ke dalam kamar mandi.


Vanessa langsung masuk kedalam kamar mandi setelah Bara memberikan jalan. Bara menggelengkan kepalannya melihat tingkah dari Istrinya.


"Bikin gemas saja, masa iya sama Suami sendiri masih malu-malu Nesa...Nesa, smoga kita selalu bahagia, hari ini Vanessa tidak boleh turun dari dalam kamar Aku tidak mau ambil resiko, Aku khawatir jika Vanessa dan Arum bertemu kemudian, ____ Tidak Aku tidak sanggup untuk membayangkan hal yang buruk jadi jalan satu-satunya jangan sampai mereka saling bertemu apalagi cuma berdua, bisa kacau ini Nanti. "

__ADS_1


Di sela-sela Bara sedang sibuk bermonolog sendiri, Vanessa yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, setelah menganti baju kotor dengan baju bersih kemudian dilanjutkan dengan menyisir Rambut baru kemudian Berjalan menghampiri Bara yang duduk di depan meja.


"Mas masih disini? "


"Tentu saja Sayang, memangnya mau kemana? "


"Tidak, Aku pikir Mas sudah turun dan menunggu Aku sarapan pagi dibawah. "


"Untuk hari ini tidak, kita hanya akan makan berdua di dalam kamar kita saja sini duduk, Aku sudah tidak sabar menunggu jataah pagiku, "


"Apaan Sih, Mas. kayak orang baru Nikah saja, kalau di dalam kamar kita mau makan apa disini tidak ada apa-apa selain Minuman dan Roti saja apa iya kita cuma mau sarapan Roti, Ayolah turun Aku mau makan Nasi saja, Mba Sri kemarin belanja bayak ada kepiting juga katanya hari ini mau masak itu, kalau Mas mau makan disini baiklah Aku akan ambil untuk kita makan disini. "


Vanessa segera berjalan ke arah pintu, Bara langsung memegang tangan istrinya.


"Jangan Sayang tidak usah, kita makan seadanya saja di sini. "


"Tidak mau Mas, Aku mau masakan Mba Sri dia masak kepiting hari ini, "


"Baiklah, biar Aku yang turun kamu tunggu disini saja. "


Bara bergegas turun dari dalam kamar lantai atas ke lantai bawah.Vanessa yang merasa aneh dengan sikap Bara Suaminya hanya mengeryitk dahinya.


"Ada apa, kok Mas Bara aneh begitu, tapi kenapa Aku bodoh jika Mama tau Anak kesayangannya turun untuk menggambilkan makanan buat Aku bisa marah besar Aku harus turun dan menyusuulnya. "


Vanessa segera melangkah ke pintu dan membukanya.


"Cekleek, Cekleek... Cekleek..! lho kenapa pintunya di kunci masa Mas Bara mengunci pintunya.

__ADS_1


Vanessa kembali berusaha membuka dan Vanessa baru mengerti.


" Pintunya benar-benar di kunci dari luar, mengapa Mas Bara bersikap seperti itu? apa benar semua agar Aku tidak melihat kelakukan Mas Bara dengan Arum, jika benar begitu Mas Bara benar-benar keterlaluan. " geram Vanessa dalam hati.


__ADS_2