DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 64.PULANG


__ADS_3

Beberapa kali Arum mengusap wajahnya menghapus setiap tetesan Air mata yang jatuh membasahi pipi nya,


"Jika Abang Faisal bukan Abang kandung ku lalu Aku ini Anak siapa dan siapa keluarga ku, Abang Faisal tidak akan mau menceritakan semua masalaluku, lalu bagaimana Aku bisa tau siapa keluarga ku, apakah mereka masih hidup ataukah mereka sudah tiada, kenapa hidup ku begitu pahit dan sulit, sejak kecil Aku belum pernah merasakan bahagia.


Aku sering menangis dan kecewa karena Abang Faisal sering kali berbuat semena-mena, bahkan untuk memenuhi kebutuhan Aku sejak kecil harus membanting tulang sendiri, Aku tidak mengeluh Aku berpikir Abang Faisal bersikap kasar karena dia sedih dengan kepergian Ayah dan Ibu kami yang sejak kecil Aku tidak mengenalinya dan Abang Faisal tidak sanggup kalau harus hidup dengan membiayai Aku, untuk itu Aku tidak pernah mengeluh Aku selalu bersemangat untuk bekerja mencari uang tambahan agar Abang Faisal senang dan tidak memarahiku, Aku berharap Abang Faisal menyayangi Aku seperti anak anak lainnya yang mana mereka sangat dekat dengan saudara saudaranya, tapi sampai Aku dewasa sikap Abang Faisal tidak pernah berubah dan sekarang Aku baru tau jawabannya itu semua karena Aku bukan Adiknya.


Arum bangkit dari duduknya kemudian kembali masuk ke dapur dan melihat Abangnya sedang menghidupkan kompor yang mana disebelahnya sudah ada dua bungkus mie instan yang sengaja Arum taruh di dapur sebagai persediaan apabila Arum lapar.


perlahan-lahan Arum berjalan mendekati kakaknya.


"Abang mau masak mie? "


"Bukan?"jawab Faisal dengan sangat sinis dan dengan nada yang kasar.


"Lalu Abang mau masak apa? "


"Dasar bodoh, sudah tau didepan ku ada mie tentunya mau masak mie, begitu saja pakai nanya." sinis Faisal yang merasa semakin kesal dengan kehadiran Arum di dapur.


"Abang biar Arum yang masak buat Abang, "


Faisal menoleh sekilas kenu, kembali menatap Air yang belum mendidih.


"Baik, masukan kedua mie uni kemudian taruh di mangkok ku, apa kamu mengerti, "


"IYa Bang, Arum mengerti. "


Faisal menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar kemudian melangkah pergi meninggalkan Arum sendiri di dapur.


kurang lebih 10 menit Arum keluar dari dapur dengan membawa satu mangkok mie instan.


"Abang ini makan dulu, "


Arum menyodorkan makanan pada Abangnya, tanpa bicara apapun Abangnya langsung melahap makanan yang dibuatkan olehnya. "


Melihat Arum hanya duduk bengong sambil menatap Abangnya yang sedang makan rupanya membuat Faisal merasa risih dan terganggu.


"Ngapain melihat ku begitu dan mana makanan kamu, apa kamu tidak mau makan. "

__ADS_1


Arum menyunggingkan sebuah senyuman kemudian menggelengkan kepala nya.


"Arum tidak lapar Bang, ABang makan yang kenyang ya? "


"Hmmm, " ucap Faisal sambil mengunyah makanan mie instan nya.


Arum tersenyum bahagia melihat Abangnya makan dengan begitu lahap. Faisal yang merasa masih diperhatikan oleh Arum menghentikan makannya kemudian menatap Arum dengan tatapan mata yang sangat tajam, membuat Arum yang melihatnya sedikit ngeri, sehingga tanpa cadar Arum langsung menundukkan kepalanya.


" Abang kenapa menatap Arum seperti itu? "


Faisal tersenyum sini mendengar pertanyaan Arum adiknya.


" Kamu itu benar-benar tidak tahu atau sok tidak tahu atau pura-pura tidak tahu kenapa kamu perhatikan aku makan Apakah kamu marah karena aku memakai instanmu doa aku makan semua kamu nggak ikhlas ya membuatkan Abang masakan ini mie rebus.


" Abang kenapa ngomongnya seperti itu Arum tidak memiliki niat seperti itu Abang, "


Halah... sok mengelak lagi membuat selera makanku hilang saja. sudah lebih baik aku makan di bandara saja daripada makan di sini dipelototin orang sepertimu, Bilang aja kamu tidak ikhlas cepat Kamu ambilkan koperku yang ada di dalam kamar, karena aku akan berangkat hari ini juga. "


" Tapi abang kan belum menghabiskan makananya Abang habiskan dulu makanannya nanti Arum ambilkan koper yang ada di dalam kamar.


"Braaak. ..!


" Berani kau mrngaturku Hah? "


" Bukan begitu bang, Arum Hanya mengingatkan Abang untuk menghabiskan makanannya, Sayang sekali Kalau makanan tidak dihabiskan itu namanya mubazir Abang. "


"Halah, dengar ...!cepat ambilkan koperku Aku mau pergi kebandara sekarang juga. "


Tanpa membantah Arung bergegas masuk ke dalam kamar mengambilkan koper milik Abangnya kemudian menyerahkan dengan cepat koper yang ada ditangannya.


"Ini, Bang...!


kamu jawab Faisal langsung merampas koper yang ada di tangan Arum kemudian melangkah menuju pintu menghubungi taksi online.


Melihat Faisal Abangnya keluar pintu dengan cepat Arum menyambar tas selempang kemudian dengan sedikit tertatih berlari keluar mengejar Faisal.


Faisal menyerahkan kopernya kepada sopir taksi dan masukannya ke dalam bagasi kemudian Faisal membuka pintu taksi dan duduk sambil memainkan ponsel hp-nya sementara Arum yang baru tiba langsung membuka pintu belakang di mana tempat Faisal duduk.

__ADS_1


Sementara sopir taksi yang sudah menaruh koper Faisal di dalam bagasi juga sudah duduk di depan kemudi, Faisal sedikit terkejut melihat adiknya sudah membuka pintu taksi masuk dan langsung duduk disebelah nya.


"Hei, Arum mau ngapain lo? " bentak Faisal dengan sangat kasar dan keras.


"Mau duduk Bang, "


"Iya ngapain mau duduk disini, Aku itu mau balik ke Indonesia, bukan jalan jalan, sudah pergi masuk Rumah sana. "handrik Faisal sambil mengibaskan tangannya seolah-olah sedang menghalau Ayam.


" Arum tau Abang, "


"Kalau sudah tau ngapain lo juga mau ikut duduk, pergi sana dasar bodoh, menjaga diri saja tidak becus, " sungut Faisal kesal bagaimana pun juga meskipun Arum bukan Adik kandung nya dan meskipun Arum sangat dibencinya akan tetapi Faisal tetap menyayangkan dengan apa yang sudah terjadi pada Arum dimana sangat Adik sudah kehilangan kehormatan nya.


"Arum ingin mengantar Abang ke bandara, Arum ingin menemani Abang sampai kapal yang membawa Abang pergi. "


Mendengar perkataan Arum bukannya Faisal merasa senang akan tetapi Faisal semakin bertambah geram terhadap Arum dengan gerakan yang sangat cepat Faisal langsung menoleh ke arah Arum dan menangkup wajah Arum dengan sangat kasar hingga Wajah Arum terdongak keatas merapat pada dinding kursi mobil taksi.


"Dengar, jangan coba coba sok bersikap manis terhadapku, karena Aku tidak akan luluh dan goyah Aku tetap membencimu kamu itu beban bagiku, keluar...!Aku tidak butuh diantar dan di temani gadis murahan seperti mu, "geram Faisal sambil melepaskan cengkareng tangannya.


" A-Abang...!


"Mengapa masih diam disitu cepat keluar atau Aku dorong kamu hah..!


Faisal yang sudah kalap dan tidak sabaran segera membuka pintu mobil taksi dan dengan cepat mendorong tubuh Arum hingga jatuh keluar.


" Bruuggg...!


"Cepat jalan pak..!


" Tapi, itu Nona kasian, kenapa Mas mendorong nya pasti sakit itu jatuhnya.


"Diam dan cepat jalan, "


"Tapi, ___


" Cepat, jalan...! Aku bilang.


karena tidak berani membantah lagi akhirnya pak sopir taksi melajukan mobilnya dengan perasaan gundah, di mana Di depan matanya sendiri melihat seorang gadis didorong dengan sangat keras hingga jatuh keluar dari mobil taksinya dalam hati Bapak sopir taksi itu mengumpat dan memaki penumpang yang sedang menumpang mobilnya.

__ADS_1


"Dasar laki-laki ibliiss.. tak berperasaan. "


__ADS_2