DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 60.KEPUTUSAN


__ADS_3

Tubuh Bara terjatuh dengan menabrak meja di depan nya yang mana pada hingga meja itupun bergeser akibat dari gerakan reflek tangan Bara yang mendorong meja.


"Kurang ajar, kamu mengagalkan rencana ku Aruum...?


" Arum.. dia datang tepat pada saat Laki-laki tidak Waraas ini ingin menembakkan pistol kearahku dan Arum mendorong ku sehingga Aku terlepas dari sasaran peluru itu, " gimana Bara dalam hati.


Faisal yang kalap dengan segera menyeret tubuh Arum yang dianggapnya telah berbuat salah karena telah berani menghalangi Niatnya.


"Ampuunn Bang sakit, lepaskan Arum, "


"Tidak kamu harus diberi pelajaran karena telah berani menolong laki-laki brensek ini, "


"Abang...!Arum tidak mau Abang masuk penjara setelah ini jadi Abang jangan bertindak ceroboh, "


Bara mengeryitkan dahinya mencoba mencerna dari setiap perkataan dari gadis yang menjadi sekertaris nya.


"Arum..! siapa dia? "


"Dia, ___


" Aku Abangnya dan kamu telah memperkosa nya , maka kamu harus mendapatkan pelajaran dariku karena kamu tidak mau mengakui jika kamu telah memperoleh kaus adik harum kamu bersikeras Jika kamu tidak pernah melakukan apapun kepadanya Untuk itu kamu pantas untuk mati. "


" Jadi dia yang kamu maksud? "


"Tentu saja, bagaimana Apakah kamu masih mau mengatakan jika kamu tidak memperkosa nya?


" Aku minta maaf saat itu Aku dalam keadaan mabuk dan Aku tidak bisa berpikir dengan jernih maafkan Aku, "


"Minta maaf apakah dengan meminta maaf kini kamu mau menggakui jika kamu yang memperkosa adikku. "


Bara menundukkan kepala.

__ADS_1


"Aku minta maaf, "


"Bukan hanya minta maaf tapi Aku mau kamu bertanggung jawab pada Adikku karena kamu sudah merusak kehormatan nya. "


"Aku harus bertanggung jawab bagaimana Aku tidak bisa kalau Aku harus menikahi nya, Aku sudah punya istri dan Aku, ___


" Lalu apa maksud pak Bara hanya ingin memberi Aku kompensasi begitu? "


"Maafkan Aku apa yang terjadi karena Aku mabuk dan bukan karena keinginan ku, "


"Tapi Aku tidak mau jika hanya kompensasi yang Bapak berikan hidupku sudah hancur dan sudah pasti tidak akan ada lagi yang mau menerima wanita yang sudah tidak Suci lagi. "teriak Arum yang sangat kecewa dengan apa yang Bara katakan.


" Tapi Aku tidak mungkin menghianati istriku Aku tidak bisa menduakan nya dengan menikahimu, "


"Sudah diam semua biar Aku yang carikan jalan untuk kalian sekarang kalian duduk kalian, dengarkan, semua. "


Faisal mulai bicara sambil berkacak pinggang, dia berdiri di hadapan Bara.


" Abang....? kenapa Abang mala bertanya kompensasi Arum tidak butuh itu Bang, "


"Diaam..!


" Abang seorang Laki-laki Abang tidak akan tau perasaan seorang wanita yang sudah kehilangan kehormatan, pokoknya Arum mau Pak Bara menikahi Arum,"


"Diam kamu Arum. . ! Hei kamu, berapa kompensasi yang bisa kamu berikan pada kami?


Bara mengeluarkan cek kosong kemudian menuliskan nominal jumlah uang yang akan diam berikan pada Abangbya Arum.


"Bagaimana jika 2 milyar..! "


"Apa? Du-dua milyar, kamu serius, "

__ADS_1


"Bara menganggukan kepala. "


"Baiklah Aku setuju, "


"Abang...? kejam sekali Abang padaku Arum tidak mau uang itu Arum mau Pak Bara menikahi Arum! "


teriak Arum dengan histeris.


"Sudahlah keputusan ada padaku dan Aku setuju kamu memberi uang kompensasi ini, "


"Abang... kalau Arum hamil bagaimana? "


"Deg..!


Bara meneguk ludahnya dengan kasar hatinya menjadi merasa cemas.


" Kalau gadis ini hamil bagaimana Apa aku tidak kejam dengan tidak mau tau dan tidak peduli, tapi bagaimana dengan Vanessa dia pasti sangat marah dan kecewa Aku tidak bisa melihat Vanessa marah, bagaimana ini,"gumam Bara dalam hati.


" Kalau kamu hamil dia akan nikahin kamu dan bagaimanapun juga anak yang ada di dalam kandungan kamu itu kan anaknya jadi dia pasti akan menikahimu Bos mu ini tidak akan tega menelantarkan anaknya sendiri bukan kah begitu? "


"Tapi Aku sungguh tidak bisa kalau harus menikahinya. "


"Sudah keputusanku sudah bulat, jika Arum hamil kamu harus nikahi dia, sekarang Ayo Arum kita pergi, "


"Tapi Abang..?


" Sudah, cepat dan kau anak muda jika Adikku hamil lo harus nikahi dia paham kan? "


Dengan terpaksa Bara mengagukkan kepala.


Bergegas Faisal dan Arum pergi meninggalkan ruangan dimana Bara berada.

__ADS_1


Ketika Faisal dan Arum sudah keluar ruangan Bara menjatuhkan tubuhnya diatas kursi yang tidak lama kemudian karyawan anak buah bara yang tadinya mengintip di luar semua berhamburan masuk ke dalam. Mereka ingin mengetahui keadaan Bos mereka kala itu ketika mereka sudah berada di dalam mereka bisa bernafas lega, sambil menarik napas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan ada perasaan lega yang mana ternyata Bos mereka dalam keadaan baik-baik saja sehingga mereka tidak lagi mencemaskannya.


__ADS_2