DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 156. Mulai Curiga


__ADS_3

Vanessa dan Mba Sri turun dari kamar lantai atas menuju ke Ruang Makan di mana di ruang makan sudah menunggu Bara beserta dengan Arum dan Mama Sukma.


Arum dan Mama Sukma melihat kedatangan Vanessa dan Mbak Sri wajah Mereka terlihat sangat dingin.


Terlebih wajah Arum yang melihat Vanessa langsung duduk di samping Bara menatap dengan pandangan mata yang sangat sinis dan dengan wajah yang masam.


Ada segurat rasa tidak suka yang terlihat disana, Mama Sukma yang menyadari akan hal itu langsung meraih satu piring kosong dia letakkan di depan Arum.


"Arum ambil makan kita sudah lama menunggu dan sudah sangat lapar kan, Oh ya kamu saja yang membagikan lauk pada kami terutama pada Bara kasian dia menunggu lama entah mandi model apa istrinya itu lama sekali, apa dia tidak tau jika Suaminya Sudah sangat lapar,"


Vanessa yang merasa di sindir dan menengadahkan Wajahnya, menatap ke arah Wajah sang Mama Mertua.


Mama Sukma yang melihat Vanessa menatap padanya menaikkan satu alis matanya.


"Apa lihat-lihat Mama, mau protees? "


Vanessa segera menundukkan Wajahnya setelah menggelengkan kepalanya.


"Arum yang bangkit dari duduknya dan mengambil lauk untuk di taruh di piring Bara, dengan cepat langsung di tahan sama Mba Sri.


" Arum duduk saja ini tugasku biar Aku yang mengambilkan lauk untuk Tuan, " ucap Mbak Sri kepada Arum yang kala itu hendak meletakkan lauk di atas piring Bara dan dengan cepat Mbak Sri menahan tangan Arum yang kala itu hendak meletakkan lauk di atas piring Bara sebelum Arum berbicara apapun dengan cepat Mbak Sri sudah meletakkan beberapa lauk di atas piring Bara kemudian dengan menyunggingkan senyuman dengan gerakan tangan mempersilahkan Arum untuk kembali duduk.


Hal itu membuat Arum merasa geram dan kesal akan tetapi Arum tidak bisa berbuat apa-apa karena Mba Sri ternyata sudah melakukan lebih cepat dari dirinya Arum hanya bisa mendelik ketika dirinya dipersilahkan duduk kembali oleh Mba Sri.


Mama Sukma yang kala itu melihat Apa yang dilakukan oleh Mbak Sri kepada Arum mendengus kesal karena MBa Sri telah mengacaukan semua yang telah direncanakannya, di mana Mama Sukma menginginkan jika Arum yang akan melayani dan menyiapkan makanan untuk Bara.


"Sial cerdik juga pengasuhnya Vanessa ini, ternyata dia bisa membaca ke arah mana tujuanku, Aku harus lebih berhati-hati terhadap pengasuh satu ini rupanya dia lebih pintar daripada Vanessa yang tidak mengerti apapun sementara pengasuh ini cukup berbahaya dancerdik, dia harus sering diawasi agar apa yang Aku lakukan tidak akan digagalkannya benar-benar ini sangat menjengkelkan, " gumam Mama Sukma dalam hati.


Mama Sukma tidak serta merta memarahi dan memaki Apa yang dilakukan oleh Mbak Sri pengasuh dari Mikha cucunya, akan tetapi Mama Sukma memberikan tatapan tajam kepada Mbak Sri yang kala itu sedang memberikan beberapa lauk kepada Bara dan juga kepada Vanessa.


Sementara Mbak Sri yang kala itu memberikan lauk kepada Bara dan Vanessa sengaja ekor matanya melirik ke arah Mama Sukma,


Dimana Mama Sukma tidak tahu apa yang dilakukan oleh Mbak Sri saat itu, sementara Mbak Sri tersenyum miring melihat raut wajah Mama Sukma yang terlihat sangat kesal kepadanya.


"Rasain kau Mertua Tuan yang kejaam, Jangan Kau pikir aku tidak akan mengerti dan tidak bisa membaca ke arah mana tujuan kamu menyuruh Arum, untuk memberikan lauk kepada tuan Bara Kamu ingin agar Arum bisa semakin dekat dengan Tuan, Tapi sayangnya Aku cukup cerdik untuk hal itu, jadi lain kali jika ingin memberikan suatu kejutan atau satu perintah kepada Arum yang menyangkut Tuan Bara, maka Bersiaplah untuk berhadapan dengan Aku karena Aku tidak akan membiarkan Tuan Bara bisa dekat dengan Arum Apapun yang terjadi aku akan membuat diantara mereka tidak pernah dekat. " gumam Mba Sri bermonolog sendiri.

__ADS_1


Arum yang tidak bisa melakukan Apa yang di perintahkan Mama Sukma, mendengus dengan kesal, hatinya benar-benar geram.


"Dasar pembantu Sialan, Awas saja kau jika sekali lagi berani menggangguku Aku akan buat perhitungan dengan mu, "


"Trimakasih Mba Sri, sudah duduklah kami bisa mengambil lauk sendiri. " ucap Vanessa pada Mba Sri yang kala itu mengambilkan lauk buat Bara dan dirinya.


"Tidak apa-apa Non, "


"Duduk saja Mba Aku bisa mengambil lauk sendiri. "


"Utama, Tuan, "


Mba Sri segera duduk ketika Bara memintanya, kurang lebih hampir empat puluh menit suasana hening di dalam Ruang Makan dimana, sudah menjadi tradisi jika di dalam Ruang Makan tidak boleh bersuara, untuk itu semua diam sibuk dengan menikmati makanannya sendiri sendiri.


Di tengah tengah suasana yang hening dan terlihat sangat hikmat karena tidak ada satupun yang bersuara.


"Hoeek...!


" Hooeek..!


"Arum...! kau tidak apa-apa? tanya Mama sukma yang tidak di hiraukan oleh Arum karena Arum terus berlari, melihat hal itu, Mama Sukma segera menatap Bara memberikan satu kode membuat Bara yang paham dan mengerti maksud dari Mamanya, Bara segera bangkit berdiri dan langsung ikut berlari ke arah kamar mandi tempat di mana Arum berlari.


Mbak Sri dan Vanessa yang kala itu melihat Bara tiba-tiba pergi berlari ke arah kamar mandi menatap heran karena Bara terlihat sangat panik dan cemas.


Hal itu membuat Vanessa memicingkan kedua bola matanya menatap lurus ke arah Bara yang kala itu sedang berlari mengejar Arum.


Mbak Sri yang memahami pandangan mata dari Vanessa yang terlihat sedikit kecewa dan juga merasa aneh dan bertanya-tanya langsung Sigap bangkit berdiri kemudian Mba Sri pergi ikut mengejar Arum dan Bara yang masuk ke dalam kamar mandi, akan tetapi gerakan dari Mbak Sri langsung ditahan oleh Vanessa yang kala itu dengan cepat menahan tangan Mbak Sri.


Sontak saja hal itu membuat Mbak Sri menatap heran kepada Vanessa dan Vanessa hanya menggelengkan kepalanya memberikan tanda peringatan agar tidak ikut berlari masuk ke dalam kamar mandi.


"Tapi, Non Tuan, "


"Biarkan saja, Mas Bara hanya khawatir sedikit, Aku sudah selesai makan tolong bersihkan ya Mba, "


"Baik Non, "

__ADS_1


Dengan perasaan kecewa terpaksa Mba Sri menuruti apa yang Vanesa minta sementara hati Mba Sri sangat Yakin jika Tuannya sudah sedikit mulai perhatian pada Arum.


Vanesa melangkah meninggalkan Ruang Makan dan duduk si Ruang tamu, sementara Bara yang baru selesai menemani Arum pergi ke Ruang makan untuk menemui istrinya, akan tetapi Ruang makan sudah kosong dan Bara berpikir Vanesa sudah masuk ke dalam kamar.


Dengan sedikit tergesa-gesa Bara berjalan tanpa melihat ke sekeliling.


"Sudah selesai menemani Arum nya? "


Mendengar sebuah suara yang menyapa dirinya membuat Bara langsung menoleh.


"Sayang kau disini Aku pikir sudah berada di dalam kamar, "


"Kenapa, kalau Aku disini menganggu kah? "


"Mengaggu Apaan sayang, "


"Apa Arum sudah baik-baik saja, tadi Aku lihat Mas sangat panik, perhatian sekali, "


"Sayang Aku cuma khawatir sdikit karena dia anak dari teman Mama. "


"Oh, begitu, "


Bara dengan cepat menganggukkan kepala.


"Bara..! Rupanya kau disini cepat antar Arum ke Dokter kayaknya penyakitnya kambuh lagi dia pergilah cepat, "


"Baik, Ma, sayang Aku tinggal dulu ya Aku akan segera pulang, tidur saja dulu jika Aku belum pulang. "


"Ya, "


"Hmm, jawab nya kok dingin amat marah ya? "


"Tidak pergilah, " ucap Vanesa yang langsung bangkit dari duduknya, kemudian berjalan menuju kamarnya.


Sementara Bara menatap dengan pandangan mata yang sendusendu, Bara tidak mengerti jika Vanesa sebenarnya mulai merasa curiga.

__ADS_1


__ADS_2