DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 48.DIA EGOIS


__ADS_3

Bara sengaja meminta sopir pribadinya untuk turun karena dia sendiri yang akan mencari Vanessa dan putrinya Bara memberikan dua lembar uang merah kepada salah satu sopirnya agar supir pribadinya pulang dengan menggunakan taksi.


Tanpa membantah sopir pribadi Bara pun akhirnya langsung turun, sementara Bara melajukan mobilnya, hari semakin sore akan tetapi Bara belum menemukan keberadaan Vanessa dan Mikha.


Hati Bara semakin kesal dan geram karena ponsel HP Vanessa pun sulit untuk dihubungi berkali-kali Bara mengusap wajahnya dengan kasar kedua tangannya mengepal dan rahangnya mengeras.


"Pasti dia pergi bersama Rendra, apa Vanessa tidak sadar kalau dia sudah menjadi istri orang Kenapa masih saja pergi bersama Rendra kau benar-benar menyakitiku NES Kau menghancurkan kepercayaan yang Aku berikan padamu, "


"Araaaaggh... ;Bara memukul stir mobil karena kesal, kini hatinya benar-benar tersulut emosi, Bara benar-benar tidak menyangka jika Vanessa akan bertemu dengan Rendra dan yang lebih menyakitkan Bara, Vanessa tidak memberitahu jika yang ada di hotel bersama dia adalah Rendra dan kini justru Vanessa diam-diam pergi untuk menemui Rendra Hal itu membuat Bara benar-benar sangat geram dan marah karena dia merasa dirinya telah dibohongi, kembali Bara berusaha menghubungi Vanessa.


"Kita lihat jika kali ini ponsel HP kamu masih tidak aktif Aku tidak akan memaafkan mu dan kamu akan tau akibatnya."sinis Bara sambil menekan nomor telepon Vanessa.


Dengan perasaan tidak menentu Bara menunggu panggilan telepon nya tersambung atau tidak.


Bara menarik napas lega karena sekarang nomor ponsel Vanessa tersambung, dengan hati tidak sabar dan tidak karu karuan Bara menunggu Vanessa menggangkatnya detik berganti menit, satu menit, dua menit hingga 10 menit telpon tidak di jawab Bara mulai kesal dan geram akan tetapi Bara masih mencoba untuk bersabar menunggu Vanessa mengangkat telponnya.


Tapi ternyata apa yang ditunggu Bara semuanya sia-sia di mana Vanessa tidak mengangkat teleponnya hingga sambungan telpon terputus dengan sendirinya, kemarahan Bara sudah mencapai pada puncaknya dengan sangat kasar dan keras Bara membanting teleponnya ke samping kursi yang ada di sampingnya.


"Keterlaluan kamu, Nes bisa bisanya telpon ku tidak kamu angkat, lagi bahagia lagi bersenang-senang jadi melupakan jika sttus mu itu istri orang, Araa aaaahhh..! "


Lagi-lagi Bara mengacak rambut nya dan mengusap kasar wajahnya.


"Kenapa Aku bodoh bukan kah ponsel HP Vanessa sedang menyala itu artinya aku bisa melihat dan Mencari keberadaannya lewat Google Map, baik akan Aku cari kamu dan kita lihat Apa yang kamu lakukan di sana." geram Bara sambil mengepalkan tangannya.


Perlahan lahan Bara kembali meraih ponsel hpnya dan mencari lokasi keberadaan Vanessa lewat bantuan Geogel Map.


Tidak lama kemudian Bara sudah bisa melihat hasil dari Geogel Map yang menunjukkan lokasi tempat Vanessa berada.


Bara menarik napas panjang kemudian menghembuskan nya dengan kasar.


"Aku akan membawamu pulang, biar kamu sadar dan ingat apa status mu saat ini, "


Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, Bara ingin segera bertemu dengan Vanessa dan membawanya pulang.


Di tempat permainan tampak Mikha sangat senang dan bahagia, gadis kecil itu tak henti-hentinya tertawa bahagia karena Rendra juga ikut bermain bersama nya.

__ADS_1


Vanessa yang kesal karena ternyata Rendra sudah memiliki seorang anak membuat nya engan untuk melihat ataupun mengikuti permainan mereka, Vanessa memilih untuk duduk santai tanpa menghiraukan Rendra dan Mikha yang sedang tertawa bercanda bersama.


"Maaf, mba boleh saya duduk di sini? "


"Oh, iya, silakan, "


"Udara sore ini cukup dingin sepertinya akan turun hujan, apa mba sudah lama tinggal di London? "


Vanessa mengaggukan kepala.


"Cukup lama, "


"itu yang bermain itu anak dan Suaminya mba ya, dia sungguh sangat telaten ya menemani anaknya benar-benar Suami idaman maaf mba saya pamit duluan ya, itu Suami saya sudah datang. "


"Iya, mba! "


Vanessa yang merasa jenuh berniat untuk bangkit dan mengambil tasnya di mana Vanessa ingin melihat Apakah ada pesan masuk di layar ponsel hp-nya akan tetapi ketika Vanessa hendak mengambil tas yang ada di sampingnya tiba-tiba Mikha berlari sambil memeluk Vanessa.


"Mama..!


"Sebentar Mama, Om sini...! "


Mikha berteriak memanggil Rendra untuk datang.


Rendra mengaggukan kepala dengan cepat dia datang menghampiri Vanessa dan Mikha.


Rendra sedikit canggung untuk duduk berada di dekat Vanessa, pasalnya hati Rendra masih sangat kesal dengan apa yang pernah Vanessa ucapkan dimana dia tidak akan pernah meninggalkan Bara untuk itu Rendra mulai berpikir untuk sadar diri menjauh dan tidak mengaggu lagi.


"Ma, Om tampan bilang besok mau pulang ke Jakarta, Nanti kita main ke Jakarta ya Ma? "


"Iya, " jawab Vanessa asal Vanessa tidak ingin membuat Mikha banyak bertanya untuk itu Vanessa langsung mengiyakan saja.


"Horee, Nanti bisa ketemu Om Tampan lagi, "seru Mikha dengan hati girang.


" Sini, Mikha foto dengan Om sebentar, biar Om buat kenangan untuk Om, "

__ADS_1


Rendra segera berfotret ria berdua dengan Mikha.


"Mama sini ponsel hpnya Mikha pinjam. "cicit Mikha yang berlari ketempat Mamanya duduk.


"Buat apa sayang? "


"Buat fotret Om Tampan buat kenangan biar ada di ponsel HP Mama. "


Dengan terpaksa Vanessa memberikan ponsel hp-nya kepada Mika Vanessa berpikir Mikha akan berfoto berdua dengan Rendra akan tetapi Mikha justru menghentikan salah seorang pejalan kaki yang kebetulan melewati tempat itu.


"Tante.. tante tolong fotoin kami ya, "


"Oh, iya boleh, "


"Mama, Om tampan ayo kita foto bersama, "


"Apa?


" Kita foto bersama, sini cepat, tante sebentar ya biar Aku bantu Mama dan Om tampan ambil posisi."


Mikha membantu Om tampan untuk dekat dengan Vanessa kemudian mereka berfoto dan bergaya seperti apa yang diinginkan oleh Mikha.


"Om ayo, sekrang On dan Mama saja. "


"Apa? Vanessa dan Rendra keduanya sama-sama mendelik, kemudian saling pandang.


" Tidak, "


Rendra dan Vanessa secara spontan mengatakan kalimat yang sama yaitu sama-sama tidak menginginkan untuk foto bersama keduanya saat ini hatinya sama-sama dalam perasaan sakit dan kesal yang mana sudah pasti tidak akan ada yang mau mengalah antara satu dengan yang lainnya.


"Mama tidak mau."


"Om juga tidak mau. "jawab Rendra cepat dia tidak ingin harga dirinya jatuh, rasa egois dan suka menang sendiri masih mendarah daging dalam diri Rendra setelah apa yang dikatakan Vanessa jika dirinya tidak mau meninggalkan Bara maka pantang bagi Rendra untuk meminta dan mengemis cinta nya, lebih baik membuang dan memendam daripada terlihat rendah dan terhina.


Vanessa menatap kesal pada Rendra yang kini sikapnya di rasa sangat keterlaluan di depan Anak kecil masih bisa bersikap Arogan dan tidak mau mengalah.

__ADS_1


__ADS_2