DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 144.Seperti Orang yang Kesetanan


__ADS_3

Robi yang melihat Rendra tertegun menatap kepergian dari Mantan Istrinya menarik napas panjang kemudian menghembuskannya dengan perlahan, selera makan Es Doger yang kini tinggal sedikit pun menjadi hambar.


Sungguh hati Robi ikut merasakan perih dan sakit melihat Bos, Teman, sekaligus saudara sepupunya bermuram durjaaa.


Perlahan-lahan Robi mendekati Rendra yang kala itu masih berdiri tertegun dengan tatapan dan pandangan mata yang kosong.


"Sudah Ren, ayo kita pulang bukankah urusan kita sudah selesai kamu juga sudah mendapatkan perawatan, ayo sekarang kita pulang."


" Vanessa disini ngapain, apakah dia mengantar Suaminya yang sakit, "


"Kalau itu, Aku sih tidak tau Ren, tapi kan itu bukan urusan kita juga, sudahlah Ayo kita pergi, "


"Aku penasaran Aku mau mencari tau sakit apa si brengsek itu sampai sampai berada di Rumah sakit ini, "


"Maaf, Ren Aku tidak mengizinkan kamu untuk mencari tau sesuatu yang tidak penting sudah Ayo kita pulang. "


"Robi, kamu itu anak buah Aku seharusnya kamu membantu dan mendukung Aku bukan justru menghalangi Aku begini. "seru Rendra emosi.


"Sudahlah Ren, percuma ngak ada pentingnya Ayo pulang, "ajak Robi pada Rendra yang bersikeras ingin mengetahui Vanessa membawa Bara ke Rumah sakit itu karena sakit apa, akan tetapi Robi yang sudah memutuskan untuk tidak mengizinkan Bos nya mencari masalah lagi dengan cepat menarik tangan Rendra dengan kuat dan membawanya masuk ke dalam Mobil.


Dengan sangat kesal dan dengan sangat terpaksa Rendra yang awalnya menolak mau tidak mau akhirnya mengikuti apa yang Robi minta.


"Menyebalkan memangnya apa salahnya sih Aku tau hal itu, toh, Vanessa juga tidak akan tau, " cicit Rendra kesal di dalam Mobil.


Robi hanya menggelengkan kepalanya.


"Sudahlah Ren, bermainlah dengan akal dan dengan apik jangan dengan otot dan emosi, percuma saja kamu tau keadaan Bara hal itu tidak akan membuat hati Vanessa goyah, sudah biarkan saja untuk hari ini pertemuan kalian berdua sudah cukup bagus semoga lain kali akan lebih bagus lagi, "


"Kamu pikir apaan, sudahlah cepat kalau mau ajak pulang itu, ngak perlu pakai lama yang ada Aku makin penasaran Nanti. "


"Sebentar dan Sabar Dong Ren, ini juga lagi di hidupkan mesin Mobilnya dan di putar Mobilnya tenang saja, "


Rendra mendengus kesal dengan tingkah Robi yang dianggapnya sudah sangat kelewatan.


Di dalam Rumah Sakit Bara dan Arum yang sudah di izinkan keluar, dengan cepat Bara melangkah ke luar.


"Kamu jalannya sangat lama tunggu itu Mama, biar Aku minta Mama untuk menemani kamu jalan, Aku orangnya tidak bisa sabaran jadi tunggu kamu jalan sama Mama saja." ucap Bara tanpa menunggu jawaban dari Arum langsung melangkah menghampiri Mama Sukma yang sudah selesai menebus obatnya dan berjalan menghampirinya.


"Ma, Bara tidak bisa sabaran kalau jalannya pelan begitu lagi pula Bara tidak ingin Nesa Curiga Mama tolong temani Arum jalan ya, Bara mau nemuin Vanessa di luar kasian dia nunggu lama. "


Mendengar perkataan Putranya Mama Sukma mendelik seketika, dengan kedua bola mata membulat, sementara Bara tersenyum nyengir sambil menyatukan kedua tangannya di depan dada sebagai tanda suatu permohonan.


"Please..!


" Ya sudah cepat pergi sana, dasar buncin karatan, "

__ADS_1


"Trimakasih Ma," ucap Bara girang dengan gerakan spontan langsung menciuuum tangan Mamanya kemudian berlari pergi keluar untuk menemui Vanessa Istrinya.


Mama Sukma yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepala.


"Apakah Bara sebenarnya juga sudah tau jika Vanessa belum siap hamil anaknya dan hal itu pula yang membuat Bara menghamili dan menikahi Wanita lain, mungkin seperti itu buktinya Bara masih sangat mencintai Vanessa, Ah sudahlah yang penting Bara sudah memberikan Aku cucu meskipun itu bukan dari Rahim Wanita yang dicintai Putraku." gumam Mama Sukma yang kini mulai berjalan mendekati Arum yang sedang menunggunya.


Sampai di luar Bara segera menuju ke ketempat dimana dirinya dan Vanessa sedang duduk.


"Sayang ayo kita pulang, " ucap Bara dari jarak yang cukup jauh sudah berseru dan Alangkah terkejutnya Bara ketika sampai di tempat dimana dirinya dan Vanessa duduk tempat itu sudah kosong.


"Nesa, Di-dimana Nesa kok dia tidak ada, Nesa...!Sayang kamu dimana? " teriak Bara yang mulai panik.


Bara segera berlari kesana kemari untuk mencari Vanessa, tapi sudah sampai sepuluh menit Vanessa tidak juga ditemukan hal itu membuat hati Bara menjadi sangat takut.


"Permisi Mba lihat istri saya tidak, tadi dia duduk disana? "


"Maaf, Mas. saya tidak melihatnya." Dengan perasaan kecewa Bara kembali bertanya pada pengunjung lain.


Bara bertanya pada semua orang yang ada di dalam Ruangan Rumah sakit hatinya benar-benar sangat takut dan khawatir, sementara Mama Sukma dan Arum pasti sudah berada di dalam Mobil.


"Kenapa dia tidak ada apa jangan-jangan Vanessa masuk dan mendegar semuanya kemudian dia pergi, tidak, Vanessa tidak boleh pergi dia tidak bisa meninggalkan Aku sendiri tidak boleh, "gumam Bara frustasi dimana sesekali Bara mengusap kasar Wajahnya.


"Nesa, sayang kamu dimana? " lirih Bara dengan perasaan bingung.


"Iya, benar apa Ibu melihatnya, " tanya Bara cepat dengan hati harap-harap cemas.


"Iya, Mas tadi Mba nya sepertinya keluar, "


"Apa? " keluar, trimakasih saya permisi dulu, "


Dengan cepat Bara langsung berlari keluar dengan hati yang penuh dengan ketakutan.


"Pasti Nesa mendengar semuanya dan Pasti dia marah dan pergi meninggalkan Aku, tidak Aku harus segera menemukannya, Aku harus menjelaskan semua dia tidak bisa main pergi seenaknya tidak boleh, "lirih Bara yang terus bermonolog sendiri.


Di sepanjang jalan Bara terus bermonolog sendiri, di sepanjang jalan dirinya berlari kecil keluar.


Dengan sangat tergesa-gesa Bara membuka pintu dan ketika hendak berlari keluar didepan pintu Bara bertemu dengan Vanessa yang kala itu hendak masuk ke dalam.


"Nesa, Sayang..!


Bara langsung memeluk dan menciiuumi istrinya membuat Vanessa mendelik dengan perasaan penuh keheranan.


" Mas, lepaskan, jangan begini malu dilihat orang ada apa sih kayak orang kesetanan saja "


"Sayang jangan pergi jangan tinggalkan Aku, sungguh bAku minta maaf, "

__ADS_1


"Apaan sih Mas, kamu ini ngomong apa? "


"Kamu kan habis pergi kamu kan mau pergi meninggalkan Aku iya kan? "


"Tentu saja Aku pergi ninggalin kamu Aku harus Mas, menunggu juga jenuh jadi Aku tadi beli Es Doger disana. "


Bara meneguk ludahnya seiring melepaskan pelukannya sambil tersenyum nyengir.


"Jadi ini tadi pergi hanya untuk membeli Es Doger? 'tanya Bara ingin memastikan.


" Iya, memangnya mau apa lagi mau beli makanan juga Aku masih kenyang. "jawab Vanessa dengan santai.


Bara tersenyum sambil menganggukkan kepala meraih tangan istrinya kemudian memutar Tubuh istrinya agar bisa berdiri dengan sejajar kemudian dengan santai Bara melingkarkan tangannya pada pinggang Vanessa istrinya.


" Mas, tangannya, " ucap Vanessa yang merasa malu dan risih karena ada beberapa pasang mata yang melihat dan sesungguhnya Vanessa tidak begitu malu jika yang melihat orang lain tapi Vanessa merasa takut dan khawatir jika Rendra yang melihat.


"Mas jalan biasa saja jangan begini, "tolak Vanessa sambil tangannya menepis tangan Bara yang melingkar di pinggangnya.


" Ya, baiklah, tapi apa benar tadi keluar cuma pergi beli Es Doger, "


"Iya, benar, kenapa kok tanya-tanya itu lagi apa Mas mulai tidak percaya? "


"Oh, tidak sayang, Aku percaya kok, ayo kita pulang Mama sudah berada di dalam Mobil bersama Arum. "ucap Bara menjelaskan sementara Vanessa Menggaggukkan kepala.


Bara menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan sangat perlahan, kini Bara bisa bernapas dengan lega.


" Syukurlah, Vanessa keluar hanya untuk membeli Es Doger, itu artinya dia tidak mendengar dan tidak tau tentang hubungan Aku dengan Arum, dan sekarang Aku bisa bernapas dengan lega, sungguh Aku bisa gilaa jika Nesa meninggalkan Aku," gumam Bara bermonolog sendiri.


"Mas, apa kata Dokter sakit apa Arum, apakah dugaanku benar kalau Arum sedang hamil? "


"Uhuk..!


"Uhuk..!


Bara yang tadinya sudah bisa bernapas lega, tersentak kaget dengan pertanyaan yang di ajukan Vanessa kepada nya.


" A-Arum dia, ___


"Iya apa kata dokter Mas, Arum beneran hamil kan? "


"Tidak, Arum hanya sakit maag, iya Maagnya kambuh itu yang Dokter disana katakan, sudahlah Sayang jangan bertanya tentang Arum lagi Ayo kita pulang lain kali Aku tidak mau mengajaknya meskipun dia mau ikut, bikin repot saja, "


"Hahaha, Mas kamu itu ada ada saja, orang ikut kok di larang, "


Bara hanya tersenyum nyengir mendengar perkataan dari istrinya.

__ADS_1


__ADS_2