
Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang dia memilih jalan pintas untuk bisa mencapai tempat di mana dia menyandera Mikha. Bara sangat yakin jika dirinya bisa mendahului Rendra karena dirinya sangat mengetahui jalan pintas menuju tempat di mana dia menyandera Mikha sementara Rendra pasti akan menempuh jalan utama yang pastinya cukup jauh dibandingkan dengan jalan pintas yang akan dilalui oleh Bara.
Sambil mengulum senyum Bara melajukan mobilnya dengan sangat tenang meskipun cukup kencang.
"Kamu tidak akan bisa melawanku dan, Mikha tidak akan pernah bisa menjadi anakmu, sungguh Seorang Papa yang malang kamu itu Dokter Rendra, karena dia tidak akan pernah bisa hidup bersama dengan Anaknya, karena setelah ini Aku tidak akan main-main Aku akan bawa Mikha dan Vanessa pergi jauh darimu, sial..!tidak ada ponsel HP sehingga Aku tidak bisa menghubungi Vanessa, ini semua gara-gara Rendra sialan itu yang tidak mengembalikan Ponsel Hpku, " sungut Bara dengan Wajahnya yang sangat kesal.
"Jika Aku pinjam ponsel HP di toko yang ada di depan itu akan sangat membuang-buang waktu dan Rendra bisa datang lebih dulu dari pada Aku untuk itu lebih baik Aku bersabar untuk sementara, Aku harus fokus untuk bisa cepat sampai di tempat tujuan sebelum Rendra datang dan sampai lebih dulu." gumam Bara yang kemudian memilih untuk terus melajukan Mobilnya agar tidak sampai datang terlambat.
Di tempat yang berbeda Rendra dan Robi juga melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang mereka menuju tempat yang sudah mereka anggap dan curigai sebagai tempat di mana Bara menyandera Mikha.
"Lebih kencang lagi Rob jangan terlalu pelan begini. "
"Sabar Ren ini sudah kencang dan apabila ingin semakin kencang Apakah kamu ingin kita pergi ke tempat di mana Mikha disandera dengan cara terbang, Sudahlah ini sudah sangat kencang dan kamu jangan terlalu banyak panik dan resah kita akan sampai sebentar lagi dan kamu akan bisa bertemu dengan anakku Tenang saja Bara tidak akan bisa mencegah kedatangan kita",
__ADS_1
" Ya aku tahu tapi aku tidak yakin jika kita akan berhasil dengan mudah karena aku yakin bahwa Bara tidak akan membiarkan semua ini terjadi pasti Bara akan melakukan sesuatu yang bisa membuat kita gagal dalam menyelamatkan Mikha."
" Kamu tenang saja Ren jangan terlalu berpikiran buruk bukankah Bara sudah terikat Bara tidak akan kemana-mana dia tidak akan bisa mengejar kita karena dirinya terikat Apakah kamu lupa jika aku sudah mengikatnya di kursi yang ada di ruang tamu. "
" Aku tahu kamu sudah mengikatnya tapi apakah kamu lupa jika Bara juga bukan orang sembarangan yang mudah menyerah pasti Bara akan melakukan sesuatu yang bisa membuatnya terlepas dan bisa pergi juga untuk menggagalkan rencana kita Kamu jangan terlalu berpikir yang mudah-mudah saja karena aku yakin semuanya tidak akan mudah."
"Sudahlah Ren pusing Aku mendengarkan keluhanmu. "
Di dalam sebuah Rumah tempat di mana Mikha dan Mbak Sri di Sandra Mikha yang tadinya sangat cengeng dan hanya menangis tiba-tiba memiliki pikiran yang cerdas tidak seperti biasanya Mikha bersikap kekanakkan dan cengeng.
"Mba kita keluar lewat pintu depan saja, jika lewat kamar dan harus meloncat Mikha kan tidak bisa, "
Mendengar perkataan Mikha yang polos Mba Sri mendelik seketika.
__ADS_1
"Non, sudah Non Mikha tidak perlu berpikir yang Aneh-aneh, lebih baik Non Mikha segera beristirahat saja, tidak perlu memikirkan yang Aneh-aneh."
"Mba kita harus bisa keluar dari Rumah ini Mikha tidak mau berada disini terus Mikha Mau pulang dan Mikha tidak mau menunggu Papa dan Mama datang menjemput Mikha sudah lelah menunggu mereka belum juga datang. "
"Sabar Non, Non Mikha harus sabar jangan bertindak gegabah Nanti kita akan semakin di buat sengsara dan susah sama mereka,
"Mba Sri tenang saja biar semua Mika yang akan kerjakan pasti tunggu saja di sini ucap nikah dengan sangat tegas seolah-olah dirinya sedang meyakinkan.
Sikap Mikha yang sangat aneh dan keras kepala membuat Mbak Sri tidak bisa berbuat apa-apa Mba sri hanya diam dan berdoa agar Mikha tidak sampai melakukan suatu hal yang sangat membuat kedua orang penjaga yang sedang menyandera mereka itu murka sementara Mikha membuka pintu dengan sangat tenang dan juga cepat.
Mbak Sri yang mengetahui apa yang dilakukan oleh Mika sangat berbahaya berusaha untuk mencegah Mika yang hendak keluar kamar akan tetapi Mika dengan cepat lebih dulu keluar dari dalam kamar melihat hal itu mba Sri segera mengikuti langkah kaki dari Mika sementara.
sampai di luar kamar Mbak Sri merasa heran dan aneh terhadap Apa yang dilakukan Mika karena Mika segera melempar beberapa potongan
__ADS_1