
Kurang lebih dari dua puluh menit Vanessa di dalam kamar mandi sebelum kemudian keluar dari kamar mandi Ketika Vanessa sudah merasa jika Bara sudah tertidur. Entah mengapa Vanessa merasa tidak enak apabila Bara belum tidur sehingga wanita memilih dan mengambil Satu Alasan ke kamar mandi agar dia bisa melihat Bara tertidur lebih dahulu.
Sungguh hati Vanessa merasa sangat sedih dan juga tidak tega akan tetapi apalah daya karena Vanessa sendiri tidak memiliki keinginan apapun untuk bercinta dan terpaksa Vanessa berbohong jika hari ini dia sedang datang bulan, sungguh Vanessa mengutuk dirinya yang sangat tidak adil pada sang Suami tapi apa daya semua serasa malas dan hambar.
Kedatangan dan Kehadiran Rendra benar-benar membuat pikiran dan hatinya kacau balau. Vanessa menatap Wajahnya di cermin bahkan tanpa sadar menggigit bibir bawahnya sambil memejamkan kedua bola matanya.
Tidak lama kemudian Vanessa menampar kecil wajahnya sendiri.
"Gillaa, ini gillaa apa yang sedang Aku pikirkan kenapa Aku justru membayangkan ciuuuman panas Mas Rendra dasar wanita murahan Aku ini, " geram Vanessa pada dirinya sendiri.
Dengan cepat Vanessa segera membasuh muka nya dan mengosok gosok kecil bibinya berusaha menghilangkan bekas ciuuuman Rendra yang sangat memabukkan.
Andai Rendra tidak melepaskan mungkin dirinya masih bersikap pasrah dan menikmati bahkan akan semakin jauh terlena.
Dengan kasar Vanessa meraih handuk kecil dan mengeringkan Wajahnya kemudian buru-buru keluar dari dalam kamar mandi, semakin lama di dalam kamat mandi justru semakin membuat dirinya gilaaa, bayangan Rendra justru menari nari dengan jelas di pelupuk matanya.
Keluar dari dalam kamar mandi Vanessa menarik napas lega karena semua sudah seperti dugaannya, jika Bara kini sedang tertidur pulas.
__ADS_1
Vanessa merebahkan tubuh nya diatas Ranjang tidur disamping Bara yang sudah tertidur dengan posisi miring.
Perasaan lega dan senang karena sang Suami sudah tidur.
"Syukur lah Mas Bara sudah tidur, Aku juga harus cepat tidur. "
Vanessa terus bermonolog sendiri dalam hati, matanya terpejam akan tetapi alam pikiran nya belum ikut terpejam.
"Luka Mas Rendra bagaimana, apa dia sudah baikkan, apa Mas Rendra sekarang sudah tidur, Haiss, kenapa Aku justru memikirkan nya." ucap Vanessa dalam hati yang mana karena kesal pada dirinya sendiri karena hatinya sibuk memikirkan mantan Suami, Vanessa segera meraih bantal dan menaruh di atas wajahnya seolah olah sedang bersembunyi.
Tanpa di sadari Vanessa apa yang dilakukan Vanessa tidak lepas dari pengamatan Bara yang mana Bara sesungguhnya belum tidur.
Bara yakin itu bukan untuk nya lalu untuk siapa kata-kata itu dan semuanya menjadi bertambah sakit, ketika merasakan istri tidur sedikit jauh darinya dan juga dalam posisi membelakangi, seolah olah Ranjang ini hanya dia sendiri yang menempati.
Bara menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan ada perasaan sesak dan sakit di dalam hatinya yang tiba-tiba datang dan tanpa Bara ketahui apa penyebabnya.
Merasa tidak tahan karena diacuhkan sang Istri Bara membslikan badan nya dan berusaha mengajak sang istri untuk bicara.
__ADS_1
"Sayang, apa kamu sudah tidur, "
Dengan hati gelisah Bara menunggu jawaban dari istrinya tapi sampai beberapa menit lamanya tidak ada satu suarapun yang keluar dari bibir istrinya mrmbuat Bara mengulangi pertanyaan nya.
"Sayang, apa kamu sudah tidur, "
Lagi lagi tidak ada jawaban Bara akhirnya memilih duduk dan menyentuh lembut lengan sang istri dan perlahan-lahan membalikkan tubuh sang istri untuk menghadap padanya.
"Ternyata dia sudah tidur pantas titik menjawab semua pertanyaan ku, " lirih Bara kecewa, malam yang seharusnya indah di sebuah Hotel mewah hanya digunakan sebagai tempat diam dan tidur sendiri sendiri tanpa ada ciuuuman dan pelukan hangat, bukan kah meskipun datang tamu bulanan kalau sekedar menciuum dan menyesaaap, benda benda lunak dan kenyal kan masih boleh ini, zonk semuanya.
Vanessa justru tidur dengan pulas.
Ketika Bara hendak kembali tidur dan ingin memberikan kecuupan tipis di kening sang istri, kedua bola mata Bara justru melihat ada sisa sisa buliran bening yang menetes di pipi sang istri.
"Vanessa menangis? kenapa dia menangis memangnya apa yang sedang terjadi padanya, apakah ada orang yang jahat dan menyakiti istriku di hotel ini ketika Aku pergi dan Vanessa tidak mau berceita padaku, jika benar begitu awas saja Aku tidak akan melepaskan orang yang telah membuat istriku menangis, besok Aku akan minta cek CCTV Hotel ini, agar Aku tau apa yang terjadi dengan istriku ketika Aku tidak ada, kamu tentang saja sayang Aku akan balas orang yang sudah membuat dirimu menangis dan tidak berani mengadu padaku, " geram Bara dalam hati.
Setelah mengucapkan itu Bara kembali merebahkan tubuh yang diatas Ranjang, kedua tangan nya mengepal kuat.
__ADS_1
"Siapa pun yang telah berani membuat istriku menangis dia harus mendapatkan pelajaran dariku, besok Aku akan menemukan orang brengsek itu, kurang ajaar sekali dia berani membuat istriku menangis dan tidak berani mengadu padaku, "desis Bara dalam hati.