
Diam-diam Bara memperhatikan istrinya yang mulai menuruti apa yang dia katakan Vanessa makan dengan lahap meskipun itu mungkin dipaksakan.
"Nah Aku sudah selesai makan, " ucap Vanessa pada Bara yang kala itu menatapnya dengan pandangan mata tidak berkedip.
Vanessa merasa heran pada Suaminya yang justru hanya menatap tanpa menikmati makanannya.
"Kok kamu tidak makan Mas, ngapain sih menatap Aku terus, "
Vanessa bertanya dengan sedikit kesal karena Bara menatapnya dengan pandangan aneh seperti orang yang lama tidak bertemu dengan pacarnya saja, memandang terus-terusan membuat Vanessa sedikit rikuh dan risih di pandang terus.
Karena Bara tidak memperdulikan ucapan Vanessa dia tetap memandang dengan posisi tangan berada dibawah jangutnya sambil tersenyum, Vanessa yang merasa antara gemas dan kesal memukul kecil tangan suaminya agar tidak menatapnya dengan pandangan yang terlihat sangat aneh.
"Isssh Mas Bara ngapain sih menatap Aku begitu kayak orang tidak pernah lihat saja norak tauk, '
" Hahaha, memangnya kenapa masak memandang Istri sendiri tidak boleh, kan suka-suka Aku lagipula kita kan sudah halal Aku mau memandang model bagaimanapun terserah aku kan? "
"Iya, tapi itu norak Mas, sudah setiap hari bertemu juga, "
"Bukan cuma bertemu sayang, setiap hari penyatuan juga kan, " cibir Bara sambil memainkan sebelah matanya membuat Vanessa lagi-lagi memukul kecil punggung Suaminya.
Sebenarnya dalam hati Bara ingin sekali bertanya kepada Vanessa Bagaimana rasanya ketika dirinya disentuh olehnya apakah lebih berasa dari sentuhan yang diberikan oleh Rendra kepadanya entah Mengapa perasaan cemburu dan juga perasaan khawatir Itu masih tetap ada meskipun kali ini sikap Vanessa benar-benar sudah lebih baik dari sebelumnya.
Vanessa sudah lebih perhatian dan juga menerima apapun yang Bara lakukan kepadanya bahkan tidak pernah lagi Ada penolakan untuknya, akan tetapi Entah mengapa hati Bara merasa sangat was-was dan khawatir Meskipun Bara sendiri tidak mengerti apa yang menyebabkan dirinya begitu sangat khawatir dan was-was sementara dirinya juga mengetahui jika Vanessa sudah mulai menjaga jarak dan menghindari serta menjauhi Rendra tanpa Bara minta.
Perasaan yang aneh itu juga dirasakan oleh Bara hari ini tiba-tiba merasa ketakutan yang entah dari mana datangnya sangat takut dan khawatir hingga tanpa sadar Bara memandangi istrinya tak henti henti.
Suatu perasaan yang tiba-tiba datang dan tanpa Bara mengerti rasa itu mendatangkan suatu ketakutan yang amat dalam sehingga tanpa sadar Bara memandangi istrinya seolah-olah ini adalah hari terakhir dia akan bisa melihat istrinya tersenyum dan seolah-olah ini adalah hari terakhir kebersamaan mereka yang bisa membuat hari-hari Bara menjadi indah dan berwarna.
Bara tidak mampu mengungkapkan apa yang ada di dalam hatinya kepada sang istri karena sepertinya Vanessa tidak merasakan apapun tentang suatu perasaan yang kini sedang Bara rasakan, bahkan di relung hati Bara yang paling dalam terasa sangat sesak dan sakit yang Bara sendiri tidak mengetahui apa penyebabnya Bara hanya bisa merasakan sesuatu hal yang sangat terasa sakit akan tetapi Bara sendiri tidak tahu sesuatu apa kah itu.
Untuk menenangkan suatu rasa aneh yang ada di dalam hatinya Bara mengulum senyum kemudian perlahan-lahan menyentuh tangan istrinya dan menciumnya.
"Sayang Aku mencintaimu, "
Dengan kasar Vanessa menarik tangannya.
"Sudah Mas dramanya sudah siang lho Nanti telat sana berangkat, "
__ADS_1
"Hmmm, diusir nih,"
" Bukan begitu Mas tapi Papa menunggu Mas Bara kasian."
"Hmmm, baiklah Aku pergi tapi antar sampai pintu ya, "
"Idih kan bisa jalan sendiri males Aku mau melihat Mikha hari ini dia juga harus Aku daftarkan sekolah kan, "
"Ayolah sayang cuma sebentar, "
"Ya sudah ayo, "
Dengan senyum mengembang dibibir Bara melingkarkan tangannya pada Pinggang Vanessa.
Di sisi lain Mama Bara yang melihat Vanessa dan Bara keduanya melangkah ke pintu, nampak tersenyum sinis.
"Tersenyumlah untuk saat ini tapi Nanti sebentar lagi kalian berdua tidak akan bisa seperti ini lagi Aku pastikan itu, "
Mama Bara menarik napas panjang kemudian menghembuskannya dengan kasar.
Vanessa kembali masuk kedalam Rumah setelah mengantar Bara sampai Naik ke dalam mobilnya.
Vanessa yang tadinya berjalan dengan santai langsung saja terkejut dengan sapaan sang Mama yang tiba-tiba sudah muncul didepannya.
"Mama..!Iya Mas Bara sudah berangkat Ma, "
"Apa hari ini kamu yang akan mengantarkan Mikha untuk daftar ke sekolah. '
" Iya, Ma. "
"Kamu di Rumah saja Mikha biar Mama yang daftarkan,"
"Tidak usah repot repot Ma, biar Nesa saja lagipula Nesa kan tidak ada pekerjaan apapun. "
"Apa kamu tidak percaya dengan Mama, kamu takut ya anak kamu Mama apa-apain diluar, Nesa biar begini Aku juga tidak akan nyakitin anak kecil tapi baiklah jika tidak boleh karena kamu khawatir Mama mengerti, "
Setelah mengucapkan itu tanpa bicara Mama Bara langsung melangkah pergi hal itu membuat Vanessa merasa bersalah dan panik.
__ADS_1
"Ma, tunggu..!
" Apalagi? " tanya Mama Bara seraya membalikkan badannya.
"Eng, itu Mama boleh mendaftarkan Mikha kesekolah, "
"Apa kau yakin apa kamu tidak takut Nanti anak kamu itu Aku apa-apain? " ledek Mama Bara .
"Tidak Ma, '
" Nanti kamu ngadu sama Bara, Mama memaksa dan mengancam untuk mengantar Mikha jika tidak boleh kamu kena marah. "
"Duh, Mama kok berpikir begitu Nesa tidak begitu Ma, "
"Yakin tidak akan ngadu sama Bara, "
"Tidak Ma, "
"Baiklah kalau begitu Aku mau mengantar Mikha dan Mama mau nitip pesan kepadamu kamu mau kan membantu,"
"Ya Ma Nesa mau, apa yang bisa Nesa bantu Ma? "
Mama Bara berdehem kecil berpura-pura batuk kecil.
"Begini Bibi kan pulang kampung Nah Mama sudah dapat pembantu baru sebagai gantinya Bibi tapi karena Mama pingin nganter cucu Mama jadi Mama mau minta tolong kepadamu, siapkan kamarnya di kamar tamu jangan di kamar pembantu karena dia ini masih gadis dan itu anak dari temannya teman Tante jadi tidak bisa kita benar-benar ngangep pembantu dia bantu bantu vs aja disini nah selain itu siapkan akan dan suruh tunggu sampai Mama pulang kamu temani ya, "
"Ya, Ma. '
" Ingat harus kamu perlakuan baik kamu ngerti kan? "
"Nesa mengerti Ma, "
Baiklah Mama jemput Mikha si kamar atas dan akan aku ajak sekarang juga mendaftar. "
"Iya, Ma trimakasih, "
Dengan senyum tersungging di bibir sang Mama berjalan menuju ke kamar atas untuk memanggil Mikha dan mengajaknya untuk mendaftar hari ini, setelah Mikha turun dan sudah bersiap sang Mama pergi bersama dengan Mikha menggunakan mobil hitam sementara Vanessa diberikan pesan untuk menunggu seorang gadis yang akan bekerja di Rumah ini.
__ADS_1
Hati Vanessa merasa senang dan bahagia karena kali ini sikap Mama mertua sungguh baik kepadanya.