DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 123.Sangat Kesal


__ADS_3

Robi yang mendapatkan angin segar diijinkan untuk memotret Bara dan Arum dalam hati bersorak senang meskipun Robi sadar sebentar lagi dirinya juga akan mendapatkan satu kemarahan yang cukup besar dari Bos sekaligus Saudara sepupunya yaitu Rendra .


Karena telepon dari Rendra berkali-kali tidak Robi angkat, bagi Robi yang terpenting adalah mendapatkan bukti tentang perselingkuhan antara Bara dan gadis egois, yang mana Robi benar-benar merasa sangat heran dan merasa Aneh dengan Fakta yang ada ketika Survei lapangan mengatakan rata-rata gadis yang bersikap egois dan memiliki sikap Egois cenderung menjadi seorang pelakor terhebat dan tersukses.


Hal ini bukan pertama kali Robi lihat dan Robi ketahui dimana dulunya Robi juga mengetahui betapa egoisnya Eva adik dari Vanessa merampas Rendra dari tangannya Dan setelah semua lepas kini kisah lama seolah-olah sedang akan terulang kembali, Hal itu membuat Robi merasa sangat pusing dan merasa iba dengan kehidupan Vanessa yang selalu saja hidup jauh dari rasa bahagia karena selalu saja mendapatkan cobaan dan halangan.


Dengan tangan sedikit bergetar Robi mendekat kemudian mulai meminta kepada Bara dan Arum untuk selfie.


Tentu saja permintaan itu membuat Bara kembali geram dan tersulut emosi di mana, Bara benar-benar merasa telah dipermainkan di tempat parkir, hanya untuk bisa dan ingin keluar dari tempat itu saja Bara sepertinya dipersulit, berbagai macam hal dan berbagai macam aturan yang entah itu sungguh benar adanya atau hanya sekedar untuk mengulur waktunya dan menghambat dirinya Bara diminta untuk menuruti jika dirinya ingin segera keluar dari tempat parkir.


"Silakan berekspresi Mas? "ucap Robi memerintahkan.


Bara semakin mendelik dan menatap tajam pada Robi yang memintanya untuk berselfie.


" Brengsek lo, cepat potret setelah itu cepat buka Aku mau pergi, " bentak Bara pada Robi yang kala itu Robi tanggapi hanya dengan tersenyum, Robi tidak ingin terpancing dan tersulut emosi seperti yang baru saja dia alami karena dia tidak ingin Bara mengetahui Siapa dirinya dan mengapa melakukan semua itu.


Dengan bibir tersenyum Robi mengangguk anggukan kepala dengan tangan mengarahkan agar cepat berekspresi bersama dengan istrinya.


Wajah Bara yang sangat datar dan dingin terlihat jelas jika raut wajahnya menunjukkan perasaan kesal dan geram pada orang yang ada di depannya sementara Arum yang duduk di samping Bara dan ketika melihat ke arah pintu jendela mobil yang terbuka Arum yang tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Kau, ngapain kau disini!


" Ah sial Gadis Egois itu memiliki ingatnya yang sangat tajam sekali sehingga dia masih mengenali diriku Meskipun aku memakai topi dan menggunakan jas yang berbeda, Sial sekali tapi semua tidak masalah karena aku sudah mendapatkan beberapa foto meskipun foto itu tidak terlalu mesra dan juga tidak terlalu menyakinkan jika Gadis ini adalah Istrinya karena Bara yang berpose dengan sedikit jarak, hebat juga Bara tapi apapun itu bukti kalian berduaan di dalam mobil sudah cukup bagiku, "gumam Robi dalam hati.

__ADS_1


" Hei kamu yang berkacamata hitam, bukankah kamu itu yang tadi, ada di dalam membantu Aku bagaimana mungkin kamu bisa menjadi satpam disini? "


Seolah tuli dan tidak mendengar perkataan dari gadis yang ada di dalam mobil meneriaki dirinya Robi segera jepraat jepreet dengan dengan gaya sekenanya, setelah itu Robi mendekati Satpam yang memiliki nama di bajunya meminta dengan cepat agar satpam itu segera membukakan pintu besi yang menjadi penghalang Mobil kendaraan yang hendak keluar dari tempat Parkir.


"Pak, sudah beres cepat buka saya permisi dulu,"


Tanpa menunggu jawaban dari Satpam Robi segera pergi meninggalkan tempat itu, sementara dengan cepat Pak satpam juga segera membukakan besi penghalang yang sengaja di tutup oleh Robi agar dirinya bisa mendapatkan bukti perselingkuhan Bara dengan Wanita lain.


Bara yang sudah bisa melajukan mobilnya segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi di mana di sepanjang perjalanan Bara terus mengumpat dan memaki-maki kedua satpam yang telah membuat dirinya terjebak cukup lama di tempat itu.


"Sial, mereka berdua benar-benar brengsek Aku yakin mereka berdua itu lagi berbohong buktinya kamu mengenali laki-laki yang menjengkelkan itu kan? "


"Maksud Mas Bara laki-laki berkacamata hitam itu ya, "


"Bukan Mas, orang itu bukan temanku, "


"Apa, bukan temanmu lalu kalau dia bukan temanku Bagaimana mungkin kamu mengenalinya, Bukankah kamu tadi mengenal dirinya Bukankah Kalian tadi sudah berbincang-bincang di dalam Mall sana, "ucap Bara dengan sangat dingin.


Dengan cepat Arum menggelengkan kepalanya kemudian memberikan penjelasan kepada Bara jika dirinya dan laki-laki yang berkacamata hitam itu juga baru saja saling mengenal, di mana tanpa sengaja dirinya membuat laki-laki berkacamata hitam tertabrak keranjangnya yang kala itu dia bawa kemudian Arum meminta kepada laki-laki berkacamata hitam itu untuk membantu dirinya dengan membawakan keranjang miliknya sementara Arum pergi untuk menemui Bara kala itu.


" Jadi kalian juga baru kenal tapi mengapa laki-laki itu segera pergi meninggalkan kita seolah lagi sangat takut melihatmu pasti kamu lagi berbohong. "


"Berbohong Apaan sih Mas, Aku bicara jujur ini dan Aku juga mau bilang Aku sangat mencintaimu Mas."

__ADS_1


"Issh, ngawur saja cepat pegangan yang kuat, Aku akan mempercepat kecepatan dari laju Mobil kita, dua orang Satpam Brengsek itu sudah membuat kita pulang dengan terlambat, lihat gara-gara dia, pukul 9.00 kita masih dalam perjalanan. "sungut Bara dengan sangat kesal.


Arum yang memaklumi kekesalan dan kekecewaan yang Bara rasakan hanya bisa diam saja dan menuruti apa yang diinginkan oleh Bara Suaminya, di mana dia diperintahkan untuk berpegangan dengan kuat karena Bara akan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Lima menit kemudian apa yang dikatakan Bara ternyata benar Bara melajukan Mobilnya dengan sangat kencang bahkan hampir mencapai angka paling tinggi dalam mengemudikan Mobil.


Arum sedikit terkejut dan tidak percaya jika Bara benar-benar melajukan mobilnya sangat kencang bahkan tubuhnya beberapa kali harus terguncang ke kanan dan ke kiri meskipun saat itu Arum sudah mengenakan sabuk pengaman akan tetapi karena Bara mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang maka tubuh Arum pun tetap bergerak akibat goncangan dari mobil yang dikendarainya.


"Mas jangan kencang kencang Aku takut, "


"Diam, jangan brisik, "


"Tapi Mas. Aku tidak mau mati muda Aku belum siap untuk mati tolong Mas Aku sangat takut, "


"Diam..! Brisik, " bentak Bara untuk yang kedua kali hingga membuat Arum terdiam


Mobil yang melaju dengan sangat kencang akhirnya tiba di halaman rumah yang sangat besar dan megah di mana pintu gerbangnya terbuat dari besi bercat kelabu.


Setelah membunyikan beberapa klakson pintu gerbang, Seorang Satpam penjaga Rumah segera membukakan pintu dan Bara segera memasukkan mobilnya setelah sampai di halaman depan rumah Bara segera turun dari mobil kemudian menyerahkan kunci mobil kepada penjaga rumah. tanpa menunggu Arum untuk turun Bara segera meninggalkannya.


Arum yang melihat Bara Suaminya turun dan tidak menunggu dirinya, Arum berteriak agar Bara mau berhenti.


"Mas Tunggu...!

__ADS_1


" Mas bantuin Aku membawanya! " teriak Arum yang semua percuma karena Bara tidak mau perduli.


__ADS_2