
Di baca malam ya karena ada plus nya ini sekedar cerita... kalau ada apa apa dengan hati Autor tidak tanggungjawab.
Vanessa yang merasa jengga karena laju mobil yang ditumpanginya sangat lambat membuat Vanessa meminta kepada sang sopir untuk sedikit mempercepat laju dari kecepatan mobilnya, sebenarnya Bara ingin melarang dan mencegah keinginan sang istri akan tetapi hal itu Bara tahan, dikarenakan bisa membuat istrinya curiga, untuk itu Bara hanya bisa berpasrah dan diam sambil berdoa dalam hati semoga gadis yang sangat menyebalkan menurutnya sudah tidak ada di tempat itu, sudah berada di dalam kamarnya sehingga tidak akan mengetahui kedatangan Bara dan mengganggu kedatangan Bara beserta dengan keluarganya.
Akhirnya mobil yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi sampai di depan hotel Santika xx yang dituju oleh keluarga Bara setelah memberi kan uang kepada sang Sopir Vanessa beserta seluruh keluarga nya mulai melangkah masuk ke dalam Hotel.
Mikha yang masih tertidur dengan sangat pulas Bara gendong sementara Vanessa dan Mbak Sri berjalan beriringan masuk ke dalam Hotel Santika xx.
"Bara segera meminta kunci kamar dari petugas kemudian satu kunci diserahkan pada Vanessa dan satu kunci dia pegang di mana barang memesan dua kamar hotel yang satu untuk tempat Mika dan Mbak Sri beristirahat dan satunya untuk dirinya dan Vanessa.
Mikha sudah terbiasa tidak tidur dengan sang Mama sehingga dia tidak akan rewel apabila tidur bersama dengan sang pengasuh untuk itu Bara bisa tenang dan bebas bersama dengan sang istri.
Bara tersenyum senang karena Mikha ternyata sangat pulas tidur nya sehingga ketika Bara membaringkan Mikha tidak terbangun.
Bara segera keluar dari dalam kamar di luar barat berpapasan dengan masuk ke dalam kamar nya di mana Mika sedang tertidur pulas.
"Apa, Non Mikha terbangun Tuan? "
" Tidak, Mikha tidak terbangun dia masih tertidur dengan pulas, Tolong kamu jaga dia dan jika kamu ingin makan kamu tinggal memesan beberapa makanan yang ada di hotel ini tidak perlu menunggu kami jadi Jika kamu lapar kamu cepat berinisiatif sendiri untuk mencari makanan apa kamu mengerti? "
"Baik, Tuan saya mengerti. "
"Bagus, ini ambillah untuk kamu membeli makanan apapun yang kamu mau, "
"Trimakasih Tuan, "
"Baiklah jaga Mikha jika dia ingin bertemu kami kamu tinggal membawanya ke kamar kami apa kau mengerti? "
"Saya mengerti Tuan. "
Bara tersenyum senang karena Penggasugnya begitu cerdas dan pintar.
Bara menuruni anak tangga menuju ke ruang kamarnya tapi sebelum sampai di dalam kamar dan baru berada ruang hotel bawa, Bara begitu terkejut ketika tiba-tiba di hadapan nya sudah berdiri sosok gadis dengan senyum tersungging dibibir.
Bara segera meneguk ludahnya kemudian dengan cepat berbalik arah.
"Mas Bara tunggu...!
" Astaga ini cewek mau apa lagi sih, "
Dengan kasar Bara membalikkan badannya dan ketika gadis itu merentangkan kedua tangannya dan hendak memeluknya Bara segera berteriak dengan suara yang sangat keras.
"Stop dan berhenti disitu jangan sembarangan mendekati Aku, kau mau apa lagi kurang uangnya atau kamu belum mendapatkan kamar untuk mu? "
"Mas, Aku ingin Mas melihat kamar yang Aku pesan Aku memilih kamar yang terbagus disini apa Mas marah, "
Bara menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
"Itu urusan kamu dan terserah kamu, pergi dan jangan selalu muncul di depan ku, karena Aku tidak suka itu, "
"Mas kamu tega bicara begitu, kamu bilang Mas mau bertanggungjawab, kapan Mas akan menikahiku dan, ______
" Sssstt... Brisik. "
Bara segera menarik gadis itu sedikit menjauh dari keramaian.
"Mas kenapa harus di sini Ayo di kamarku saja, "
Bara segera membulatkan kedua bola matanya mendengar perkataan dari gadis yang ada di depannya.
"Kamu sudah ggilaaa apa, sembarangan saja, cepat katakan ada perlu apalagi menghadangku. "
"Kenapa galak sih sama calon istri, ayo ikut Aku, "
Tanpa menunggu jawaban Arum sudah menarik tangan Bara yang mau tidak mau Bara terpaksa mengikuti gadis yang ada didepan nya.
"Aruum, lepaskan tanganku, kalau istriku melihat nya bisa mampus Aku, "
"Ihh, Mas Bara kenapa harus mikir itu, kalau Nanti dia tidak suka dengan ku kan dia bisa minta cerai sama Mas, "
"Kau...!
__ADS_1
tangan Bara yang satu sudah terangkat keatas siap dia pukul kan ke wajah Arum, tapi beberapa detik kemudian Bara turunkan lagi.
Melihat Bara tidak lagi berniat memukul nya Arum tersenyum simpul.
" Ini kamarku Mas, dan ini akan jadi kamar kita Aku mau malam pertama kita lakukan disini, jika kemarin Aku tidak bisa memberikan servis yang memu askan Nanti disini Aku akan buat Mas Pu uas, "
"Arum, kanu itu ngomong apaan sih, "
"Kenapa Mas Bertanya Ngomongin tentang kita Mas Bara itu Hebat dan kuat, jika Mas inginkan lagi saat ini juga Aku siap, "
"Glekkk.. !
Dengan susah paya Bara meneguk ludahnya.
" Aku lebih baik pergi dari pada mendengar celotehan dirimu yang ngaco. "
Ketika Bara hendak meraih Handel pintu tiba-tiba Arum memeluknya dengan erat dari belakang membuat tubuh kedua nya menempel dengan erat,
Arum yang memang sudah berencana ingin kembali bercin taaa dengan Bos nya agar Bosnya tidak bisa lagi lepas darinya dengan perlahan menggesekkan bagian depan nya di punggung Bara membuat benda yang padat itu dapat dirasa kan Bara.
Sebagai laki-laki normal tentulah hal itu membuat darah Bara mulai terasa panas dan si Joni mulai terganggu.
Arum tersenyum senang ketika melihat laki-laki yang dicintai tubuhnya mulai menunjukkan reaksi, tanpa ragu-ragu lagi Arum segera menyusupkan tangannya menyentuh si joni, sontak saja hal itu membuat Bara langsung memegang tangan Arum yang mulai Nakal.
"Jangan sembarangan kau, "
"Kenapa Mas bukannya kita sudah sama-sama pernah merasakan nya, "
Dengan hentakan kasar Bara mengibaskan tangan Arum dan langsung berlari pergi meninggalkan kamar Arum.
tentu saja apa yang dilakukan Bara membuat Arum kecewa dan sedih karena dia merasa gagal membuat Bara terbangkit Kelakiannya dan berharap Bara akan melampiaskan kepada nya tapi ternyata Bara justru berlari pergi.
Di sebuah Kamar tampak Vanessa sedang merapikan rambutnya setelah melakukan ritual mandi karena merasakan lelah berada di dalam mobil yang cukup lama.
"Ceklek..!
Mendengar suara pintu terbuka Vanessa segera menoleh ke pintu bibirnya mengulum senyum ketika Melihat sang Suami masuk ke dalam kamar.
"Baru datang Mas, " tanya Vanessa tanpa melihat kearah Suaminya.
"Iya, "
Bara sendiri seolah tidak mampu berpikir selain ada dorongan hawa panas di dalam tubuhnya.
Tanpa banyak bicara Bara langsung menarik istrinya untuk berdiri membuat Vanessa sedikit terkejut.
"Ada apa Mas Aku belum selesai merias Nih, "
"Tidak perlu berias Bantu Aku, "
"Bantu, bantu apa Mas, " tanya Vanessa tidak mengerti.
"Sayang Aku lagi, ____
" Lagi apa? " tanya Vanessa untuk yg kedua kalinya dia benar-benar heran dengan sikap suaminya yang terlihat Aneh, datang datang sikap nya Aneh.
"Puaa skan Aku, " ucap Bara tanpa mau perdulikan istrinya yang terkejut Bara langsung mengendong Vanessa dan dengan sedikit kasar melemparkan di atas Rajang dan menimpa nya dari atas.
Untuk kali pertama nya Vanessa benar-benar terkejut dengan sikap suaminya yang selama ini lembut dan memanjakan bahkan selalu izin dengan lembut kini tiba-tiba sangat kasar dan buas.
Bara mulai bergerilya tanpa memberikan kesempatan pada istrinya untuk komplin apapun karena bibir Vanessa pun sudah dilahap dengan rakusnya.
Bara tidak menyangka tindakan nya justru membuat sang istri yang selama ini sangat pasive di Ranjang kini mulai bereaksi.
Vanessa mulai mendee sah antara nikmat dan juga sedikit sakit karena Bara melakukan dengan kasar dan tiba-tiba, memainkan semua yang tersaji di depan mata dengan dua gerakan yang berbeda terkadang kasar terkadang lembut.
Bara semakin bersemangat ketika pertama kalinya sang istri mennde saaahh dibawah kungkungan nya.
Bibir Bara tersenyum menyeringai ketika dia berkali-kali mendengar suara indah istri nya,
"Rupanya seperti ini yang kau inginkan, Aku tidak akan sungkan lagi meminta hakku dan apa yang Aku mau padamu sayang, " gumam Bara yang kini mulai beralih mempermainkan lorong kenik matan surga sang istri membuat tubuh Vanessa benar-benar dibuat seperti ikan kepanasan tubuh nya menggelepar bergerak tidak karuan.
__ADS_1
"Mas, cepat selesaikan Aku tidak kuuuat, "
"Iya, sayang, "
"Mas, ___
" Hmmm
Bara semakin bersorak senang karena kali ini dia bisa mendengar rengekan sang istri sebenarnya Bara sendiri mati matian menahan rasa yang kuat ingin segera mengempur istri cantik nya tapi rasa itu Bara tahan Bara sangat suka mendengar istrinya merengek dan memohon agar Bara segera menuntaskan permainan nya dengan memasukkan si joni.
Dengan liciknya Bara berpura-pura tidak mendengar hingga sang istri memuntahkan cairan dan mencapai pelepasan untuk pertama kalinya.
Entah pikiran Nakal apalagi melihat sang istri sudah mencapai pelepasan Bara ingin melihat nya lagi dan lagi karena selama berci ntaaa dengan sang istri hanya dirinya yang selalu mendapatkan pelepasan sedangkan sang istri biasa saja dan yang membuat Bara terkadang kesal istri nya tidak meminta dan menunut agar Bara bisa memuaa skan nya seolah olah Istrinya tidak butuh di puua skan.
Sekarang ketika melihat hal ini sungguh Bara sangat bangga pada dirinya yang pada akhirnya mampu menaklukkan sang istri.
Hingga Bara mengulur ulur waktu untuk si Joni masuk dan lagi lagi Sang istri mengalami pelepasan untuk yang kedua kali tubuh nya sudah terlihat lemas tapi Bara masih belum cukup puu aas dia menginginkan lagi hingga istrinya mendapatkan pelepasan untuk yang ke tiga kali.
"Mas kau mempermainkan Aku, " ucap Vanessa dengan suara yang sudah bercampur dengan Desss ahan lagi, karena permainan tangan dan lidah Bara yang masih saja aktif di bawah lorong.
"Iya, sayang bagaimana enak kan, hmmmm, ____
" Maas...Cee....pat lakukan, "
Merasa tidak tega melihat sang istri merengek meskipun Bara ingin melihat istrinya menggelepar lebih lama akhirnya mengiyakan dengan tatapan mata sayu.
Bara melepaskan tangan dan bibirnya yang bergantian bekerja dari lorong yang indah milik istrinya.
Vanessa bisa bernafas lega karena sensasi rasa yang kuat sudah hilang tapi tiba-tiba bibirnya kini yang mulai mendapatkan serangan dari sang Suami.
Untuk beberapa saat kedua bibir mereka saling sambut menyambut, kemudian Bara melepaskan paguutaa nnya dan mulai mengarahkan si Joni sebagai gantinya.
Awalnya Vanessa menolak.
"Ayo sayang buat si joni senang dulu, "
Vanessa Menggelengkan kepala nya.
"Baiklah jika tidak mau Biar saja Aku tidak perlu mendapatkan pelepasan cukup kamu saja,, " ucap Bara yang langsung bibir dan jarinya mulai bergantian bermain di lorong yang indah.
Tentu saja hal itu membuat Vanessa kelabakan tubuh nya meliuk tidak karuan hingga akhirnya.
"Cukup Mas, Ba-baik Aku mau, "
Bara tersenyum senang akhirnya sang istri akan memanjakan si Joninya.
"Ayo sayang ini nikmatin seperti kamu makan es krim, lebih dalam lagi. '
Vanessa menuruti semua yang diminta suaminya.
Bahkan bara beberapa kali menekan kepala sang istri agar si Joni masuk sampai dalam.
" Good gril, terus sayang, buat sampai dia keluar cepat, "cicit Bara sambil memejamkan mata dan membuka nya silih berganti
Bara terus nyerocos tidak karuan karena rasa yang dia rasakan begitu luar biasa.
"Lebih cepat sayang....mmmphh terus lebih cepat lagi."!
" Oooh, ini enak sayang. "
pada akhirnya Bara sendiri yang tidak tahan dengan gerakan cepat mendorong tubuh istrinya dan mulai mengerjakan si Joni pada lorong indah dan dengan gerakan cepat akhirnya keduanya mendapatkan pelepasan.
Bara men cium kening sang istri.
"Trimakasih sayang kau sungguh luar biasa, enak sekali, rasanya ingin nambah apa boleh, "
"Ngak mau capek kau mempermainkan Aku jahat sekali, '
Bara terkekeh sambil mengusap lembut anak rambut istri nya.
" Jahat ya, tapi bagaimana rasanya enak kan? goda Bara sambil mengedipkan sebelah matanya membuat Vanessa memukul kecil dada bidang suaminya yang langsung disambut Bara dengan memeluk erat sang istri.
__ADS_1
"Hanya Aku yang boleh memilikimu tidak akan Aku lepaskan sampai kapanpun dan Dokter Bodoh itu akan kehilangan kamu untuk selamanya. "gumam Bara dalam hati.