
Beberapa karyawan yang sudah memanggil petugas kepolisian tidak menunggu lama telah datang meringkus Faisal, bahkan mereka menggunakan Pistool untuk melumpuhkan Faisal, akan tetapi rupanya Faisal bukan lah sembarangan orang yang bisa dilumpuhkan dengan begitu mudah, karena kedatangan dari beberapa polisi yang ingin meringkus Faisal ternyata justru Faisal bisa menghadapi mereka pistol yang ditembakkan ke arahnya seringkali meleset dikarenakan Faisal sangat lincah dalam berkelit dan menghindarinya bahkan beberapa kali Faisal bisa membuat pistol yang dipegang petugas Kepolisian sempat jatuh terpental ke lantai dan ketika pihak kepolisian ingin mengambil kembali pistol yang terjatuh di lantai tiba-tiba Faisal dengan gerakan cepat menendang pistol itu sehingga kembali terlempar jauh, dan tidak menunggu lama beberapa polisi yang hendak meringkus Faisal justru Faisal bisa menangkap salah satu polisi dan menjadikan dia Sandra sehingga beberapa para polisi itu terpaksa harus mundur dan menuruti semua perintah dari faisal demi keselamatan salah satu polisi rekan mereka.
"Berhenti kalian jika kalian masih ingin melihat laki-laki ini selamat..!
Karena tidak berani membuat salah satu dari anggota mereka kenapa napa akhirnya mereka membiarkan dan menuruti semua keinginan dari Faisal.
Sementara diam-diam salah satu diantara mereka yang menghubungi Bos mereka di sebuah tempat tertutup sedang berdebar-debar menunggu teleponnya diangkat.
"Derrrtt...
"Drrrrtt....
" Drrrrtt...
Sebuah panggilan telepon yang sudah beberapa kali berbunyi akan tetapi Bara Abaikan karena dia ingin tidur menemani istrinya yang masih tertidur pulas setelah kelelahan akibat ulah Bara pagi itu.
Karena telepon tterus berbunyi dan berdering akhirnya Bara yang sebenarnya ingin mengabaikan dan tidur terpaksa mengangkat dan menjawab panggilan telepon untuknya.
"Halo..!
" Halo, pak di perusahaan ada orang yang sedang mengamuk mencari bapak, kami sudah berusaha untuk menahannya bahkan sudah memberitau pada pihak polisi akan tetapi kami masih tetap tidak mampu menahannya bahkan, salah satu polisi ada yang sudah disandra oleh nya
. "
__ADS_1
"Apa? Baiklah Aku akan segera datang ke sana, "
Setelah mematikan ponsel hp-nya baras segera turun dari atas ranjang dengan perlahan-lahan kemudian masuk ke dalam kamar mandi kurang lebih 20 menit baru melakukan ritual mandi, Setelah semua dirasa beres para berniat untuk segera pergi keluar dari kamar.
"Mas, kamu mau berangkat kerja? "
Melihat istrinya terjaga dan sudah duduk di tepi Ranjang, Bara segera melangkah menghampiri istrinya.
Dengan lembut dan penuh dengan kasih sayang Bara berjongkok kemudian mengecup punggung tangan istrinya ketika sudah berada di depan istrinya yang duduk di pinggir Ranjang.
"iya, sayang ada urusan sebentar di kantor apa kamu tidak keberatan jika Aku tinggal? "
Dengan senyum mengenbang dibibir Vanessa menggelengkan kepala nya.
"Tidak apa-apa Mas pergilah, "
Bara mengaggukan kepala kemudian bangkit dari berjongkok nya kemudian mengecup lembut kening istrinya.
"Aku pergi dulu, ingat jangan beraktivitas apapun istirahat saja setelah selesai Aku akan segera pulang. "
""Iya, Mas. "
"I love you...!
__ADS_1
Vanessa hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya ketika Bara mengucapkan kalimat cinta nya.
" Hmmm, Sayang kok ngak di jawab sih?
"Tidak perlu seperti anak kecil, "cicit Vanessa dengan santai.
Bara yang mendengar jawaban istrinya merasa gemas.
"Kok seperti anak kecil ini wajar lho orang menyatakan cinta pada pasangan nya jadi di jawab dong sayang?
Vanessa merasa geli dan gemas dengan sikap Bara Suaminya yang sangat lucu meskipun belum sepenuh hati mencintai Bara, akan tetapi Vanessa berusaha keras untuk bisa mencintai suaminya dengan sepenuh hati.
"I love you too Suamiku, "
"Nah, gitu dong, Aku kan bisa berangkat dengan tenang, Aku berangkat dulu sayang dan trimakasih atas pagi yang indah ini kau benar-benar memabukkan hingga membuat candu bagiku.
Bara berucap sambil mengecup lembut kening sang istri kemudian berjalan menuju ke luar pintu.
Dalam perjalanan melangkah turun hingga masuk kedalam mobil kembali ponsel Bara berbunyi.
Bara melihat sekilas dan mendapati sebuah Nama Arum di layar depan. melihat hal itu Bara mengacuhkan nya dan tidak mau menggangkat panggilan telepon darinya.
Sangat resah dan gelisah itulah yang sedang dialami oleh Arum.
__ADS_1
"Ayolah, Pak angkat telponnya ini sangat penting." lirih Arum dalam bermonolog sendiri.