DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 138.Apakah Ini sebuah Karma


__ADS_3

Dengan terpaksa Vanessa mengikuti perintah dari Suaminya untuk mengemasi semua barang-barangnya dan masukkan ke dalam koper meskipun Vanessa sendiri tidak mengerti mengapa suaminya begitu terburu-buru ingin pergi dari rumah orang tuanya dan memilih untuk tinggal di rumahnya sendiri.


Mungkin karena Suaminya merasa sering terganggu dengan sikap Mamanya yang suka memerintah atau mungkin karena Suaminya memang ingin memiliki Rumah baru dan tidak menggantungkan pada orang tuanya di mana Vanessa juga memahami kesukaan dari Suami dan mama mertuanya Memang jauh berbeda.


Dimana Mamanya suka sekali memerintah dan memaksakan kehendaknya sementara Bara seringkali inginkan suatu ketenangan dan kenyamanan dalam Rumah. Bara tidak terlalu suka diganggu dan tidak suka suara bising.


"Sayang bagaimana apa semua sudah siap? "


Bara yang muncul dari kamar ganti langsung bertanya dan mengintrogasi istrinya Apakah semua yang dia perintahkan sudah selesai Vanessa lakukan ataukah belum.


sungguh Bara tidak mau menunggu berlama-lama lagi karena Bara sudah mencium gelagat dari Mamanya yang tidak baik, di mana kecurigaan Bara bisa jadi Mamanya memang mengincar Arum untuk dijadikan pengganti Vanessa istrinya.


Karena sangat terlihat sekali Mamanya begitu antusias dan begitu sering mencari cara agar dirinya bisa dekat dengan Arum dan sudah pasti hal itu sangat memusinkan kepala Bara dan menjadikan Bara semakin khawatir dan was-was jika sampai Mamanya mengetahui rahasia yang terjadi antara dirinya dan Arum hal itu bisa membuat hubungan dirinya dengan Vanessa kacau.


Terlebih jika Vanessa sampai mengetahui tentang perselingkuhannya, tidak bisa Bara bayangkan, Apa yang akan terjadi pada dirinya meskipun Bara sedikit bisa bernafas dengan lega karena sebelum semua itu terjadi Bara sudah mengajukan perjanjian hitam di atas putih yang Vanessa sendiri tidak pernah membaca dan tidak mengetahui jika isi perjanjian itu.


Dimana isi dari Perjanjian itu tentang Apapun Yang terjadi pada hubungan mereka, Vanessa tidak akan menggugat cerai atau Meminta cerai kepada suaminya, Tapi tetap saja hal itu membuat Bara sedikit resah dan khawatir.


"Sudah siap semua Mas, ayo..!


Vanessa yang hendak mengangkat koper dan menariknya menuju ke pintu Bara tahan dengan tangannya sambil menggelengkan kepala.


" Tidak sayang bukan kita bawa sekarang, biarkan saja koper koper kita disini, Nanti setelah pulang dari pantai kita akan membawanya sekalian ketika izin keluar dan pergi mencari Rumah baru. "


"Oh, begitu baiklah ayo kalau begitu kita cepat keluar Aku khawatir Mama Sukma akan marah-marah lagi karena kita lama belum keluar keluar, "


"Hmmm, Mama memang tukang marah-marah, jadi begini dah, "


Bara dan Vanessa bergegas turun dan benar saja belum juga mereka berdua sampai di tangga bawah Suara Khas Mama Sukma sudah bagaikan orang yang sedang bernyanyi dengan Nada tinggi, keras melengking dan menggelegar bagaikan halilintar.


"Baraa...!kenapa lama sekali sih, apa kamu tidak tau Mama kesemutan menunggu, cepat sedikit apa tidak bisa Nanti keburu siang keburu sore dan, ____

__ADS_1


" Keburu malam, begitu kan Ma, bagus kalau keburu Malam kita tidak jadi pergi, "sahut Bara dengan cepat setelah kakinya sudah berada di lantai bawah.


"Nesa...!"kamu racun Apa Anakku sampai-sampai sekarang berani membantah Mamanya Hah? "seru Mama Bara dengan Wajah emosi.


"Waduuh, Aku yang ngak tau apa-apa kena semprot juga nih, "gumam Vanessa mencoba mengatur pernafasannya yang tiba-tiba mendadak bagaikan Nafas senin kemis, karena terkejut dan beruntung Vanessa seorang Suster sehingga dia tidak mudah kena spot jantung menghadapi Mertua yang Alay Alay... cibi cibi, tidak bisa digambarkan dengan kata-kata pokoknya kacau." gumam Vanessa dalam hati yang tidak mampu berkata apa-apa selain diam dengan pandangan mata yang bingung.


"Hahaha, syukurin, enak ngak, enak engak di omelin Mertua pasti enak Dong, rasain deh lho, ini baru Awal mulai Madu ku yang cantik, tapi Nanti pasti kami akan buat kamu nangis darah sampai sampai tidak akan mampu kamu untuk bertahan dan pada akhirnya Aku yang akan menjadi menantu satu-satunya. " gumam Arum bersorak gembira melihat Vanessa dibentak Mama Sukma.


"Mama ini ngomong apaan sih, Anaknya sehat buger begini kok nuduh Nesa ngasih Aku racun dan kau Arum, apa kamu sudah mulai sakit jiwaa senyum senyum sendiri tidak jelas, ingat kalau kamu sakit bilang saja Aku siap membawamu berobat ke Rumah sakit biar orang orang di luar tidak sampai ada yang tau kalau kamu mulai mengalami penyakit gilaa, "


Arum yang tadinya senyum senyum langsung mingkeem dengan kedua bola melotot kearah Bara sungguh terkejut hatinya bibir Bara ternyata setajaam pisaau dapuur.


"Baraaaa...! "


"Apa sih, Ma,"jawab Bara dengan santai.


Dengan geram Mama Bara langsung melangkah sambil menarik Vanessa keluar Rumah.


Sementara Bara berjalan dibelakang mereka sambil senyum senyum penuh kemenangan.tapi sebelum itu Bara mengunci pintu Rumah nya, Sengaja Bara melakukan semua itu agar Mamanya tidak terlalu memojokkan Vanessa Istrinya di depan Arum.


Bara tidak suka melihat siapapun menyakiti hati Istrinya untuk itu dirinya akan selalu pasang badan untuk membela Istrinya.


Sampai di luar Rumah dengan cepat Mama Bara melepaskan tangan Vanessa dengan kasar, hingga membuat Vanessa mendelik karena terkejut.


"Issh, Mama Mertua di depan Mas Bara sok manis mengajakku dengan memegang tanganku dengan lembut tapi setelah Mas Bara tidak melihat kami tanganku di hempaskan begitu saja beruntung ini tangan bukan buatan Manusia jadi masih Aman, " gumam Vanessa yang merasakan perasaannya campur aduk antara kesal dan gemas dan geli.


Vanessa yang hidup dalam keluarga sederhana akan tetapi kehidupannya bagaikan seorang Anak Majikan dimana dirinya selalu di perlakukan Baik dan lembut hingga membuatnya bodoh tidak bisa memasak karena terlalu dimanjakan sampai detik ini tidak bisa mengerti apa alasan mereka berbuat begitu padahal Vanessa baru menyadari satu kenyataan pahit jika kedua orang Tua yang selalu memanjakan dirinya ternyata bukan orang Tua kandungnya.


Entah memang Dunia sudah terbalik apa memang sudah perubahan Zaman, dimana Anak tiri sekarang lebih disayang dari pada Anak kandung, bukankah yang sering terjadi baik di dunia nyata maupun di dunia dongeng Anak tiri selalu bernasib buruk dan selalu disia-siakan.


Mungkin yang terjadi pada dirinya adalah suatu keajaiban dimana pemikiran kedua Orang Tuanya mungkin lagi terbalik, Anak kandungnya sering di marah sementara Anak angkat seperti dirinya di manja sungguh Suatu keberuntungan yang belum tentu ada duanya.

__ADS_1


"Woi, Nesaaa...! ngapain lho bengong disitu, mau nunggu Bara, tidak perlu cepat masuk tidak usah pakai drama Romantis segala tau diri disini ada Mama, cepat masuk! "


Vanessa yang melamun terperanjat kaget, dirinya baru sadar jika sekarang lagi bersama dengan Mama Mertua.


"Iya, Ma, "jawab Vanessa dengan cepat.


Dengan buru-buru Vanessa melangkah mendekati Mobil berwarna Putih Milik Suaminya dan dengan gerakan cepat langsung membuka Pintu depan dan ketika Vanessa hendak duduk lagi-lagi Suara Mama Mertuanya berteriak dengan keras.


"Siapa yang suruh kamu duduk di depan hah? itu tempat dudukku, sana pindah duduk di belakang Apa titik boleh Aku duduk dekat dengan Anakku? jangan mentang-mentang kamu sekarang Istrinya kamu mau memiliki Anakku sendiri sedangkan Aku yang mengandung selama sembilan bulan tidak boleh. "


"Astaghfirullah, Ma kenapa berpikir begitu, Nesa tidak pernah ngelarang Mama untuk bisa dekat dengan Mas Bara, apalagi Mau menjauhkan, itu tidak mungkin Nesa, lakukan Ma, "


"Gombal, dasar pembohong bibir kamu saja yang bilang tidak apa-apa tapi hati kamu pasti mau menjauhkan Mama dengan Anak Mama dasar Wanita liciik, "geram Mama Sukma dengan suara yang sangat sinis.


Mendengar perkataan Mamanya Vanessa sungguh terkejut hingga membuat dirinya tanpa sadar mendelik.


"Apa? pakai melototin Mama segala, "


Vanessa buru-buru membuang muka sambil mengeluus dadaa.


"Sabar, Vanessa, sabar mungkin ini karma buat kamu, karena dulu Adikmu Eva sering mendapatkan marah dari Ibu kandungnya sementara kamu selalu di puja dan dimanja, inilah balasan dari kasih sayang orang Tua angkatmu yang terbalik," gumam Vanessa dalam hati.


"Rasain lho, ini baru awal mula Maduku tapi Nanti setelah semua terbongkar Aku akan buang dan hempaskan kamu, Mas Bara hanya akan menjadi Milikku, " geram Arum sambil tersenyum miring.


Vanessa yang sempat melihat senyum ejeekan dari Arum hanya menggelengkan kepala.


"Woi, Nesa. tunggu apa lagi cepat masuk dan duduk sana, kamu Arum tunggu biar Vanessa duduk yang sebelah kanan kamu di sebelah kiri. "


Dengan patuh Arum mengganggukan kepala begitu juga dengan Vanessa tidak mau membuat Mama Mertuanya semakin marah dengan cepat masuk ke dalam Mobil.


Melihat semua sudah sesuai dengan keinginannya Mama Bara tersenyum puuass, kemudian dirinya membuka pintu Mobil depan Menunggu kedatangan Bara untuk masuk ke dalam Mobil.

__ADS_1


__ADS_2