DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 195.Ruangan yang kacau


__ADS_3

Mbak Sri menatap heran kepada Mikha yang melempar beberapa potongan perabotan yang ada di dalam kamar.


Potongan dari beberapa kain yang ada su dalam kamar dan juga beberapa mainan yang sepertinya sengaja di letakkan ke dalam kamar.


Mungkin Bara Papa Mikha sengaja menaruh beberapa pakaian untuk Mikha dan Mba Sri agar bisa selalu berganti baju dan beberapa mainan agar Mikha tidak bosan dan bisa bermain du dalam kamar itu.


"Buugh...!


" Buuuugh...!


"Buugh..!


Beberapa potongan kain yang sengaja Mikha lemparkan keluar tidak begitu menimbulkan bunyi yang dapat membuat kedua sangat penjaga terusik dan terganggu.


Karena suara dari beberapa potongan kain yang jatuh tidak menimbulkan bunyi yang keras, akan tetapi ketika Mikha melemparkan beberapa benda mainan yang ada di dalam kamar itu dan salah satu benda mainan yang Mikha lemparkan mengenai sebuah vas bunga yang ada di atas meja, yang mengakibatkan vas bunga tersebut jatuh ke lantai, Hal itu membuat kedua orang penjaga yang tadinya sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing mulai terusik mereka yang sedang minum dan berpesta meletakkan botol minumannya dan langsung bangkit berdiri setelah keduanya saling berpandangan.


"Braaakk, pyaaar..!


" Suara apa itu, ayo Ade kita lihat, "


"Ayo kak, sepertinya sumber dan asal dari suara itu berasal dari ruang tamu kita lihat ke sana Ada apa di sana Mengapa sangat berisik sekali. "


kedua penjaga suruhan dari Bara akhirnya melangkah menuju ke ruang tamu mereka berdua membulatkan kedua bola matanya ketika melihat ruang tamu bagaikan kapal pecah di mana berserakan beberapa potongan kain dan juga beberapa mainan yang berhamburan di ruangan itu, karena merasa geram dan kesal kedua orang yang ditugaskan untuk mengawasi Mikha berteriak dengan sangat keras hingga suaranya menggema dan menggetarkan jantung siapapun yang mendengarnya.


"Keluar kalian cepat...! teriak salah satu orang yang ditugaskan untuk menjaga Mikha.


Mikha bdan Mba Sri yang kalau itu berada di dalam kamar, langsung membuka pintu dan keluar kamar dengan wajah panik dan takut.


Mba Sri benar-benar yakin jika kedua orang penjaga itu sedang murka dan marah, berbeda dengan Mikha yang kala itu mendengarkan teriakan dari salah satu penjaga suruhan dari Bara, Mikha hanya tersenyum simpul sambil mengikuti Mbak Sri yang berjalan lebih dulu, Mikha berjalan dengan sangat tenang tanpa rasa takut dan bergetar.

__ADS_1


"Kau bocah kecil, apa yang kamu lakukan disini hah, ini kelakuan kamu bukan, kamu sengaja membuat Ruang tamu ini berantakan, "tanya salah satu penjaga dengan nada suara yang sangat keras dan penuh dengan penekanan.


" Paman, kamu itu memang sudah Tua makanya tidak tau gaya dan model permainan terbaru yang lagi trend. "


"Hei Bocah jangan bicara sembarangan maksud kamu itu apa hah? "


Sangat terlihat jelas jika salah satu penjaga itu sedang emosi dan marah terhadap Mikha wajahnya merah padam dan kata-katanya selalu penuh dengan penekanan dengan kedua bola mata menatap tajam ke arah mikha, sementara Miika yang berdiri di samping Mbak Sri hanya menaikkan satu bahunya dengan bibir tersenyum mengejek.


"Kau berani mengejekku Hah? "


"Maaf, maafkan Nona saya siap masih kecil dan tidak tau apa-apa, "ucap Mba Sri yang sangat khawatir jika laki-laki itu akan murka dan berbuat hal yang buruk pada Mikha.


"Mba Sri kenapa kamu Bicara begitu, sudahlah mereka itu orang Tua yang memang tidak tau gaya dan model mainan terseru. "


"Kau, berani sekali kamu bicara begitu mau Aku hajar kau, __


" Memang kenyataan nya kalian bodoh tidak tau gaya mainan terbaru, ini itu namanya mainan lempar-lemparan, Aku tidak punya teman untuk main jadi Aku main lempar-lempara, ayo temani Aku main lempar-lemparan, biar seru, "


" Sudahlah Ade, sudah jangan kau ladeni dia itu anak-anak dan pikirannya adalah bermain jadi Biarkan saja itu memang kelakuannya kamu tidak perlu terbawa emosi dan terpancing dengan semua kelakuannya Tugas kita hanya menjaga mereka. "


"Kau benar kakak tapi lihat apa yang terjadi di dalam ruangan ini ruangan ini seperti kapal pecah semua berserakan dan berhamburan tidak karun ditambah itu lagi vas bunga yang seharusnya berdiri dengan cantik harus pecah dan terjatuh karena ulah dari perbuatannya. "


"Tenang, Ade Aku punya solusi untuk keluhan mu itu. hei bocah kecil kamu tidak mau kan kami hukum dengan lebih menyakitkan bukan untuk itu kami ingin memberikan kamu waktu 15 menit untuk menyelesaikan semua kekacauan yang ada di ruangan ini, bersihkan dengan cepat karena jika sampai lebih dari 15 menit maka kami akan memberikan hukuman yang pastinya tidak akan main-main yang akan membuat kalian jera cepat kerjakan waktu kalian hanya 15 menit dari sekarang dan kau wanita tua bantu Nona mudamu untuk bekerja agar tidak sampai 15 menit semua sudah selesai apa kalian mengerti?


"Kami mengerti, " jawab mba sei dengan cepat.


"Bagus, Ayo Ade kita pergi biarkan mereka membereskan dan membersihkan ruangan ini. "


Kedua penjaga itupun segera pergi meninggalkan Mba Sri dan Mikha, Mba sri segera memungguti semua benda yang berserakan di lantai sementara Mikha tersenyum melihat kedua penjaga itu pergi.

__ADS_1


"Akhirnya rencanaku berhasil, " dosis Mika dengan suara yang sangat lirik sementara Mbak Sri yang mendengarkan desisan dari Mika hanya menggelengkan kepalanya kemudian kembali fokus membersihkan semua benda dan potongan kain yang berserakan di ruangan itu.


Mikha yang melihat kedua orang penjaga itu sudah tidak berada di ruang tamu dengan cepat Mikha meraih tangan Mbak Sri yang kala itu sedang bekerja.


Mba Sri merasa aneh dan terkejut akan tetapi Mbak Sri tidak bertanya apapun selain mengikuti apa yang Mikha lakukan ternyata Mikha menarik tangan Mbak Sri menuju ke pintu di mana pintu depan ruang yang ada di ruang tamu ternyata belum sempat dikunci dari dalam sehingga dengan mudah 3 bisa membuka pintu dari ruangan itu kemudian bersama dengan Mbak Sri keluar dari rumah yang membuatnya ditawan dan tidak bisa pergi.


"Non Mikha tunggu ini berbahaya, kedua penjaga itu jika tahu mereka akan semakin marah dan murka kepada kita.


" biarkan mereka marah dan murka Tujuan kita kan memang harus kabur dari tempat ini Mbak Sri Jadi untuk apa Kita harus membersihkan ruangan itu ayo cepat kita pergi dan pulang ke rumah aku ingin bertemu dengan mama dan papa Aku ingin menceritakan semua yang telah aku alami saat ini. "


"Tapi Non, "


"Sudah ayo Mba, "


Mikha yang tidak sabar menarik tangan Mbak Sri hingga mereka berdua akhirnya bisa berada di halaman rumah tempat mereka di tawan


Dii dalam ruangan kedua penjaga yang ditugaskan untuk menjaga Mihka dan Mbak Sri akhirnya bisa duduk dengan tenang, akan tetapi tiba-tiba.


"Ade kamu tunggu di sini Aku mau melihat cara kerja mereka aku ingin memastikan jika mereka sudah membereskan dan membersihkan ruangan itu apa kamu mau ikut, "


"Tidak, Kakak pergilah dan awasi mereka, "


"Baik Ade kamu tenang saja. "


bergerak salah satu laki-laki yang menjaga Mika dan Mbak Sri keluar dari dalam kamarnya menuju ke ruang tamu dan Alangkah terkejutnya dia ketika melihat ruang tamu tetap seperti kapal pecah dan tidak ada Mika dan Mbak Sri di sana yang membersihkan kedua bola matanya menatap ke sekeliling ruangan dan pandangan matanya tiba-tiba tertuju pada pintu yang terbuka dengan cepat dan sedikit berlari, laki-laki yang menjaga Mikha dan Mbak Sri langsung menuju ke luar pintu dan terlihatlah olehnya bayangan Mikha dan Mbak Sri sedang bergandengan tangan berlari-lari kecil meninggalkan tempat mereka.


"Rupanya, Mereka mau kabur, tunggu..!"kalian tidak akan bisa kabur dari tempat ini, "


Mikha dan Mbak Sri yang mendengar teriakan dari salah satu penjaga yang mengetahui dan melihat dirinya dan Mikha sedang berlari Pergi merasa sangat terkejut kemudian dan dengan gerakan cepat mereka mempercepat larinya,

__ADS_1


"Ayo mba lari...! seru Mikha sambil berteriak meminta mba Sri untuk mempercepat larinya.


__ADS_2