DOKTER DINGIN ITU PAPAKU

DOKTER DINGIN ITU PAPAKU
Bab. 47.MARAH


__ADS_3

Terdengar suara riang dari ponsel milik Rendra, dimana di depan layar terpampang Wajah tampan bocah kecil berusia sekitar 9 tahun.


Sangat terdengar dengan jelas bocah kecil itu berbicara dengan sangat manja dan juga dengan sangat riang dan bahagia.


"Papa kapan pulang?


" Besok, sayang, "


"Bawain oleh oleh ya Pa! "


"Hmm, Arsel mau hadiah apa dari Papa, "


"Kapal, Pa. "


"Lho, di Rumah kapal kan sudah banyak dan kemarin sebelum Papa je London kan Papa juga sudah membelikan, "


"Pa, Arsel mau punya banyak kapal, biar teman sekolah Arsel bisa Arsel ajak jalan jalan Pa, "


"Ok baiklah, kalau begitu Arsel sekarang beristirahat dulu ya, besok Papa pulang. "


"Baik, Pa!


Rendra mematikan ponsel hpnya dan ketika hendak bicara dengan Mikha bocah kecil yang juga berusia sekitar 9 tahun itu rupanya tertidur dalam pangkuan Rendra dan sepertinya Mikha sampai mengantuk menunggu Rendra selesai menerima telpon sehingga Mikha tertidur.


" Berikan padaku biar Aku yang pangku Mikha. "


"Tidak perlu biarkan saja dia dipangkuan ku, "

__ADS_1


Vanessa yang merasa kesal malas untuk berdebat akhirnya memilih mengalah dan membiarkan Mikha tidur di pangkuan Rendra.


"Tadi itu, ___


" Aku tidak bertanya jadi tidak perlu juga film jelaskan karena tidak penting. "


Vanessa benar-benar dibuat kesal sok perhatian dan takut kehilangan pada putri nya tapi diam-diam memiliki putra dan kalau sudah ngobrol dengan putranya putrinya Mikha tidak di pikirkan hingga gadis kecil itu akhirnya tertidur karena lelah menunggu Rendra selesai bicara dengan keluarga nya.


"Ini untuk yang terakhir kali kamu melihat anakmu karena Nanti Aku tidak akan ijinkan lagi dan mulai besok Aku akan lebih mencintai Mas Bara, tidak sudih masih membiarkan hatinya mencintai laki-laki yang nyata nyata hanya manis di mulut saja, "sungut Vanessa di dalam hati.


Rendra yang melihat sikap Vanessa berubah dingin hanya bisa menarik napas panjang dan menghembuskan nya dengan perlahan.


Mencoba diam dan membiarkan mantan istri nya menilai dirinya sesuka hatinya, Rendra sudah tidak perduli, karena Rendra masih ingat dengan perkataan Vanessa yang tidak akan meninggalkan Bara, jadi Rendra juga berpikir tidak penting untuk menjelaskan hati Rendra sudah patah dan hancur tak bersisa ketika Vanessa mengatakan dengan sangat tegas tidak akan pernah meninggalkan Bara, harapannya untuk bisa kembali membina keluarga yang utuh bersama dengan anak dan istri nya pupus sudah.


Bahkan untuk saat ini Rendra hanya ingin memberikan satu kenangan terindah untuk putri nya, sebelum dirinya menjauh pergi dan tidak lagi menganggu kehidupan dan kebahagiaan mereka.


Mobil taksi melaju dengan kecepatan rata-rata, Vanessa dan Rendra sama-sama terdiam dan sama-sama sibuk dengan pemikiran nya masing-masing.


Sengaja Bara Kembali datang ke tempat dimana dirinya dan Vanessa satu hari kemarin menginap di hotel itu yang mana Bara melihat istrinya begitu sangat sedih bahkan terlihat menangis untuk itu Bara ingin tahu apa yang terjadi pada istrinya ketika dia tidak ada di hotel kala itu.


Dengan langkah pasti Bara kembali memasuki Hotel kemudian tanpa basa-basi secara langsung mengungkapkan keinginannya untuk melihat CCTV yang terjadi kemarin, pada awalnya apa yang diinginkan Bara tidak disetujui dan tidak diterima oleh pihak hotel akan tetapi setelah Bara menceritakan dan juga memberikan alasan yang tepat pada pihak hotel akhirnya pihak hotel mengizinkan barang untuk melihat CCTV,


pihak hotel memberikan satu orang karyawan hotel untuk menemani Bara melihat CCTV hotel yang terjadi kemarin siang.


"Mari pak silakan masuk. "


cara mengikuti salah satu karyawan yang mengajaknya masuk ke dalam suatu ruangan kemudian dengan sopan karyawan itu meminta barang untuk duduk dan memperhatikan layar ketika salah satu karyawan mulai memutar CCTV yang terjadi kemarin sore di hotel.

__ADS_1


pada awalnya semua biasa saja Bahkan tidak terlihat sesuatupun yang sangat mencolok dan membuat Bara khawatir akan tetapi pada detik berikutnya Bara dibuat syok dengan satu gambar yang memperlihatkan seorang wanita sedang membantu seorang pria yang sedang sakit Kemudian pada detik berikutnya seorang pria dengan berani memberikan ciuman bibir kepada istrinya dan Bara semakin dibuat gram ketika mengetahui siapa pria yang melakukan semua itu.


"Rendra..!" berani sekali kamu menciiium istriku Aku tidak akan memaafkanmu dan kau Nesa Ternyata kau menolakku bukan karena kamu sedang datang bulan, Akan tetapi Aku yakin kamu menolak karena hatimu sedang bersama dengan pria itu sehingga kamu tidak mampu melakukan kewajibanmu sebagai seorang istri,kau benar-benar telah menyakitiku kau hancurkan kepercayaanku, bahkan aku sangat yakin jika kamu sudah bisa menerimaku seutuhnya tapi ternyata pikiranku salah ternyata di hatimu hanya ada Rendra dan Rendra Bahkan kamu dengan sukarela membiarkan Rendra mencium bibirnu, kau penghianat Nesa. " geram Bara dengan Wajah yang berubah merah padam dan dengan tangan mengepal kuat Bara menahan gejolak amarahnya.


"Trimakasih, Nona, anda boleh matikan layar nya, ini uang tip untuk anda saya permisi dulu, "


tanpa menunggu jawaban dari salah satu karyawan hotel yang diberi kepercayaan untuk menemani bara dalam melihat CCTV , Bara langsung pergi meninggalkan nya langkah kakinya yang tergesa-gesa Bahkan wajahnya yang merah padam sangat terlihat jelas jika Bara sedang marah.


Bara melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hatinya benar-benar sakit.


"Halo..


" Halo Tuan, "


"Apa Nyonya muda sudah pulang? "


"Tidak Tuan, Nyonya muda belum pulang. "


"Baik, Aku akan temui Nyonya muda di butik. "


"Tapi Nyonya muda tidak ada di butik tuan, "


"Apa maksud mu? "


"Nyonya muda bersama dengan Nonton Minta pergi, "


"Pergi..! kemana? "

__ADS_1


"Saya tidak tau pak. *


" Baiklah, kamu boleh pergi buat Aku sendiri yang mencari, " ucao Bara pada salah satu sopir kepercayaannya.


__ADS_2