
Bara yang merasa sangat kesal berkali-kali mengusap kasar Wajahnya dan berkali-kali memukulkan tangannya ke udara.
"Cuma seperti ini sikap Anak itu begitu kasar dan terlihat sekali keras kepalanya, bahkan Aku yang mengasuhnya dari bayi seolah olah tidak mampu mengendalikan nya dasar darah Rendra tidak bisa di rubah sangat menjengkelkan dan Aku harus lebih tegas seperti nya agar Mikha tidak macam-macam, " lirih Bara dalam hati.
Mikha menatap tajam pada Mamanya yang kala itu membawa Mikha untuk masuk ke dalam kamar Mba Sri sang Pengasuh nya.
"Ma..! kita kan mau pergi kenapa harus ke kamar Mba Sri, Mikha kan maunya kita pergi, Mikha tidak mau satu Rumah dengan Nenek sihir yang jahat itu, pantas saja sama Mikha tidak pernah baik ternyata ini alasannya, semua karena Mikha hanya Anak pungut, "
"Mikha, sudah tidak boleh bicara buruk begitu Nak, itu tidak sopan. "
"Memangnya Oma sopan sama Mikha tidak kan jadi buat apa Mikha sopan padanya. "
"Sssssttt, iya, ya tapi Mikha yang tenang tidak boleh berteriak-teriak begitu itu tidak baik, Anak kecil tidak boleh bicara tidak sopan sama orang Tua ya? "
Vanessa berusaha mendinginkan Amarah yang sepertinya sedang berkoobar dan membara di dalam hati Mikha Putrinya.
Dengan bibir tersenyum kemudian mengeecuup lembut puucuuk kepala Mikha, berharap Amarah yang ada pada hati Mikha bisa reda.
"Sekarang Mikha masuk ke dalam Mikha bersama dengan Mba Sri dulu ya? "
"Tapi Mikha mau pergi dari Rumah ini, Mikha tidak mau tinggal disini, Mikha mau pergi...!
" Ssssstt.. Iya, Mikha sabar ya Mama akan bawa Mikha pergi tapi sekarang Mikha tenang dulu dan jangan Nakal, Mba Sri tolong jaga Mikha sebentar Nanti Aku akan kembali.
"Baik, Non, "
"Mikha saya Mama pergi dulu Mama akan bicarakan sama Papa Mikha tenang saja kita pasti akan pergi, "
"Kita pergi ke Rumah Papa brengsek Mikha ya Ma? "
Vanessa mendelik mendengar perkataan Mikha putrinya
"Sayang, kenapa bicara begitu, "
"Oma bilang Papa Mikha itu orang Brengsek memangnya Papa Mikha itu siapa sih Ma, seperti apa dia, apakah orang nya sangat mengerikan dan sangat buruk sekali, jika seperti itu Mama tidak perlu khawatir kan ada Mikha biar Mikha yang bilang agar Papa jangan brengsek lagi, "
Vanessa tersenyum kecut mendengar perkataan poloos dari Putrinya.
"Sudah Mikha diam dan duduk yang manis disini Mama akan nemuin Papa sebentar. "
Vanessa segera berjalan meningggalkan Mikha yang kala itu memandangnya dengan wajah cemberut.
Sampai di dalam kamar Vanessa segera berdiri di depan Bara Suaminya.
"Mas, kamu sudah lihat keinginan Mikha bukan, jadi Aku ingin kita segera bercerai karena Mikha ingin pergi dari sini, "
Mendengar perkataan Vanessa Bara tersenyum sinis.
"Kamu lupa kamu sudah membuat perjanjian itu padaku, "
"Lupakan tentang perjanjian Mas, Aku lelah Aku ingin hidup tenang dan tidak banyak masalah, Mas Bara bisa hidup bahagia dengan Arum dan Aku akan hidup tenang dengan, ____
" Rendra kan, begitu kan maksud kamu, "
"Mas, kamu itu bicara apa mana bisa Aku bersama dengan Mas Rendra dia sudah berkeluarga dan memiliki anak juga jadi Aku akan hidup dengan Anakku sendiri, tolong lepaskan Aku kita berpisah baik-baik, Aku berterimakasih sekali karena kamu sudah memberikan tempat untuk Aku dan anakku, "
Bara tersenyum miring mendengar permintaan dari Vanessa istrinya.
"Menurut mu, Apakah Aku akan mengabulkan apa yang kamu minta, tidak, Aku tidak akan pernah menceraikan dirimu selamanya kamu akan tetap menjadi Istriku. "
"Mas, kamu sudah punya Arum sebentar lagi kamu juga punya anak sendiri dan Aku tidak mau hidup secara di madu jadi biarkan Aku pergi, percayalah kamu akan lebih bahagia dengan Arum. "
__ADS_1
"Sekali tidak tetap tidak, Aku tidak akan pernah menceraikan dirimu, ingat kamu sudah menandatangani surat perjanjian itu jangan coba-coba kamu mengingkarinya karena Aku tidak akan main-main dengan ucapanku, kamu tidak akan bisa melihat Mikha lagi, Aku akan bawa pergi jauh Mikha darimu dan kamu tidak akan pernah tau dimana Mikha berada, "
"Tidak perlu menggertakku, baiklah jika yang menjadi alasan Aku tidak bisa pergi maka tidak ada cara lain selain Aku akan memusnahkan surat perjanjian itu, " ucap Vanessa yang kemudian berlari naik ke kamar lantai atas.
Bara sedikit terkejut mendengar perkataan dari Vanessa dengan cepat pula Bara mengikuti langkah Kaki dari Vanessa.
Sampai di dalam kamar Vanessa segera membuka semua Almari dan tempat tempat yang Vanessa perkirakan adalah tempat untuk menaruh surat perjanjian itu.
Melempar dan membuang semua yang ada agar Surat perjanjian yang dia buat tanpa sadar bisa segera Vanessa temukan.
"Aku harus menemukan dan merobeknya agar Mas Bara tidak lagi bisa mengancamku.
"Nesa Sayang apa yang kamu lakukan hah? "
"Diam dan jangan mengaggukuu, Aku akan segera menemukannya, agar Aku bisa segera bebas darimu, "
"Hentikan dan jangan membuat Aku emosi, "
"Apa Aku membuat mu emosi kamu yang membuat Aku emosi sudah punya istri masih selingkuh dan sekarang kamu mau kami berdua kamu pikir aku boneka, diam dan jangan mengaggukuu. "seru Vanessa dengan sangat keraas dimana tangannya masih sibuk mencari map yang berisi surat perjanjian itu.
" Vanessa hentikan, "
"Tidak, Aku tidak akan mendengarkan mu pergilah dan jangan menghalangi ku, "
"Sial, jika sampai surat itu ditemukan bisa gawaat ini. "gumam Bara dalam hati.
Dengan cepat Bara berjalan mendekati Vanessa dan mencoba menarik tangannya untuk keluar tapi dengan kasar Vanessa menghempaskan tangan Bara, kedua bola mata Vanessa berbinar senang ketika melihat Map berwarna biru terlihat dari beberapa tumpukan kertas dan juga beberapa buku lainnya.
"Dapat..!vc"Seru Vanessa girang, sementara Bara mendelik tidak percaya.
" Nesa, berikan padaku?
"Tidak surat perjanjian ini akan Aku hancurkan karena Aku tidak ingin lagi mempertahankan rumah tangga kita kamu bisa bebas dan bahagia dengan istri barumu dan Aku bisa hidup tenang dengan Putriku.
"Tidak, "
"Jangan coba-coba kamu buat macam-macam surat itu, jika kamu Nekad Akupun tidak akan tinggal diam. "
"Aku tidak perduli, "
"Oh, ya kita lihat saja, "
Bara segera mengambil ponsel hpnya dan menekan satu Nomor.
"Halo, Masuk kedalam bawa anak itu keluar sekarang juga, "
"Siap, Bos..!
Bara tersenyum miring sementara Vanessa menatap heran.
" Kenapa cuma menatapku sayang, kemarilah dan bertanyalah apa yang Aku lakukan apa kamu tidak ingin tau, bahkan kamu bisa melihat lewat Vidio call yang ada pada ponsel hpkuitu ini, "ucap Bara dengan bibir tersenyum miring.
Vanessa membalas senyuman Suaminya dengan tersenyum dingin.
"Aku tidak peduli itu,"jawab Vanessa yang kini tangannya bersiap untuk merobek Map berwarna biru yang berisi surat perjanjian diantara mereka berdua.
" Jangan coba-coba melakukan apapun pada Surat itu jika kamu tidak ingin kehilangan Mikha untuk selamanya, lihat Anak kesayangan kamu sudah berjalan sampai di pintu orang orang ku akan membawanya pergi hari ini juga. "
"Apa? Mikha? Apa yang kamu lakukan pada Anakku? "teriak Vanessa dengan suara histeris.
Vanessa yang Syok ketika Bara memperlihatkan Dua orang laki-laki bertubuh tinggi berkulit putih membawa Mikha pergi, mereka mengendong Mikha dan yang satunya membawa Membawa Mba Sri keluar dari Rumah.
__ADS_1
" Mikha... !Mas, kau apakan Anakku, kamu Papa yang brengsek, Mas mau mereka bawa kemana Anakku, Mikha tunggu Mama...!
"Ssssstttt, diam di situ jangan berteriak dan jangan melawanku, berikan Surat perjanjian itu, karena jika tidak, ___
"Baik, ini sekarang kembalikan Mikha padaku, "
"Tenang Sayang, untuk malam ini Mikha Aku sudah sediakan tempat yang layak tidak perlu khawatir tempatnya sangat bagus dan juga indah, "
"Aku sudah berikan Map itu sekarang biarkan Aku bertemu anakku, "
"Kamu itu keras kepala Sayang, Aku sudah peringatkan tapi kamu melawan ku kamu membantahku, sebagai hukuman agar kamu tau Aku tidak pernah main main dengan ucapanku untuk malam ini Mikha Aku jauhkan darimu,"
"Kau Brengsek Mas, Aku benci kamu..! "
"Buugh.. !
" Buugh..!
Vanessa yang kesal dan emosi memukuli dada bidang Bara Sementara Bara memejamkan kedua bola matanya.
"Maafkan Aku Nes, terpaksa Aku harus melakukan ini, Aku tidak mau kamu pergi, " Gumam Bara dalam hati.
"Cukup Nesa, ada gunanya kah kamu menangis hapus Air matamu Aku tidak suka melihatnya,"
"Kamu keterlaluan kenapa kamu liciik, ksmu pengeecuut, kamu mengunakan Mikha untuk kepentingan kamu sendiri. "
Bara tersenyum miring kemudian menangkup Wajah Istrinya.
"Dalam cinta semua itu halal Sayang, Apa kamu pikir Aku tidak tau kamu ingin lepas dariku dan kembali pada Si Brengsek Rendra kan, kamu mau hidup bersama nya kan?
" Kamu gilaa Mas, sudah kubilang tidak, Mas Rendra sudah punya Istri, tidak akan pernah Aku kembali bersama nya, karena Aku bukan perusak Rumah tangga orang."
"Itu yang bicara hanya bibirmu bukan hatimu, kamu pikir Aku bodoh dan tidak tau kamu masih mencintai laki-laki brengsek itu kan, hatimu masih memikirkan nya sampai sampai kamu memilih tidak mau memiliki Anak dariku sehingga kamu selalu mengunakan obat laknaaat itu agar kamu tidak hamil dari benihku benar begitu kan?
Bara yang tadinya tenang dan kalem menjadi keras dan kasar. Vanessa sungguh terkejut karena dirinya tidak menyangka jika Suaminya benar-benar mengetahui semuannya.
"Kenapa diam, kamu tidak mau punya anak dari benihku kan, hahaha Aku laki-laki bodoh yang di butakan cinta sehingga Aku bersabar menunggu dan menunggu memberi kebebasan penuh padamu tapi sekarang tidak lagi, jadi Aku peringatkan jangan main-main padaku dan turuti semua perintahku jika kamu masih ingin bertemu dengan Mikha Putrimu, "
"Mas, tolong jangan pisahkan Aku dan Mikha baik Aku akan turuti semua yang kamu perintahkan. "
"Bagus, Baiklah kita lihat Apakah kamu benar-benar mau menuruti apa yang Aku minta, "
"Katakan apa yang harus Aku lakukan? "
Bara tersenyum penuh Kemenangan.
"Hmmm, tidak sulit tidak juga berat,"
"Katakan, tapi Aku mohon kembalikan Mikha ke sini jangan jauhkan Aku, "
"Baiklah Sayang, Aku mau malam ini kamu melakukan tugasmu sebagai seorang Istri bagaimana? "
Vanessa mendelik mendengar perkataan Bara.
"Kenapa melotot begitu, Aku ini Suamimu punya hak juga kan tapi jika kamu keberatan dan tidak mau tidak apa-apa, tapi Mikha tidak akan kembali ke Rumah ini, "
"Jangan, Baiklah Aku mau, "jawab Vanessa dengan cepat, sungguh Vanessa tidak ingin Bara semakin menjauhkan dirinya dengan Mikha.
" Apa kamu yakin? "tanya Bara yang diam-diam merasa gemas dan mengulum senyum, sungguh hatinya sesungguhnya tidak tega tapi tidak ada jalan lain yang bisa membuat Istrinya menurut dan tidak meninggalkannya,
Dengan lemah Vanessa mengagguk, meskipun apa yang diminta Suaminya sungguh bukan lagi keinginan nya jika bukan demi Mikha Putrinya Vanessa tidak akan mau dan tidak akan sudah di sentuh lagi oleh orang yang telah menghianati dirinya.
__ADS_1
"Baiklah, kamu bersiaplah Aku keluar dulu persiapkan dirimu dengan baik, " ucap Bara sambil tersenyum yang kemudian melangkah menuju ke pintu.